Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan 1.3 Ruang Lingkup Pedoman 1.4 Istilah dan Definisi 1.5 Acuan Normatif 1.6 Kedudukan Pedoman RTR KSK 1.7 Fungsi dan Manfaat Pedoman RTR KSK 1.8 Pengguna Pedoman KETENTUAN UMUM RTR KSK 2.1 Kedudukan RTR KSK 2.2 Fungsi dan Manfaat RTR KSK 2.3 Isu Strategis Kabupaten 2.4 Tipologi KSK 2.5 Ketentuan Umum penentuan Muatan RTR KSK KETENTUAN TEKNIS MUATAN RENCANA RTR KSK 3.1 Delineasi KSK 3.2 Fokus Penanganan RTR KSK 3.3 Skala Peta RTR KSK 3.4 Muatan RTR KSK 3.4.1 Tujuan, Kebijakan, dan Strategi 3.4.2 Rencana Pengembangan Jaringan Prasarana 3.4.3 Rencana Pola Ruang KSK (Zoning Map) 3.4.4 Ketentuan Pemanfaatan Ruang 3.4.5 Peraturan Zonasi KSK 3.5 Hak, Kewajiban dan Peran Masyarakat 3.6 Format Penyajian 3.7 Masa Berlaku RTR KSK PROSES DAN PROSEDUR PENYUSUNAN RTR KSK DAN PERATURAN ZONASI 4.1 Proses Penyusunan RTR KSK 4.1.1 Tahap Persiapan Peyusunan 4.1.2 Tahap Pengumpulan Data dan Informasi 4.1.3 Tahap Pengolahan dan Analisa Data 4.1.4 Tahap Perumusan Konsepsi Rencana 4.1.5 Tahap Penyusunan Naskah Rancangan Peraturan Daerah 4.2 Proses Penyusunan Peraturan Zonasi 4.2.1 Tahap Persiapan 4.2.2 Pengumpulan Data dan Informasi

i iii iv 1 1 1 1 1 3 5 7 7 8 8 9 9 12 21 33 33 40 45 46 46 62 64 65 65 72 73 73 74 74 75 75 76 77 78 78 78 78

BAB II

BAB III

BAB IV

Kementerian Pekerjaan Umum i

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

4.3 4.4 BAB V

4.2.3 Analisis dan Perumusan Ketentuan Teknis 4.2.4 Penyusunan Raperda tentang Peraturan Zonasi Prosedur Penetapan RTR KSK dan Peraturan Zonasi Prosedur Penetapan RTR KSK dan Peraturan Zonasi

79 79 81 87 88

PENUTUP

Kementerian Pekerjaan Umum ii

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Tabel 2.2 Tabel 2.3 Tabel 2.4 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4 Tabel 3.5 Tabel 4.1

Penetapan Tipologi KSK Berdasarkan Sudut Kepentingan, Kriteria, dan Isu Strategis Kabupaten Penetapan kriteria Lokasi KSK Jenis KSK yang ada dalam RTRW kabupaten Ketentuan Umum Muatan Pedoman RTR KSK Penentuan Delineasi KSK Penentuan Jarak, Luas dan Fungsi KSK Fokus Penanganan KSK Skala Peta RTR KSK Penetapan Peraturan Zonasi pada KSK Jangka Waktu Penyusunan RTR KSK dan Peraturan Zonasi

13 22 20 28 33 36 40 45 71 80

Kementerian Pekerjaan Umum iii

2 Gambar 4.2 Gambar 2.3 Gambar 2.1 Gambar 2.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Gambar 4.4 Gambar 4.1 Gambar 2.3 Kedudukan Pedoman terhadap Peraturan Perundang-Undangan Bidang Penataan Ruang Kedudukan RTR KSK dalam Sistem Penataan Ruang Ilustrasi bentuk KSK berbasis kawasan dan berbasis Objek Ilustrasi Lokasi KSK Tata Cara Perumusan Muatan KSK Proses dan Prosedur Penyusunan RTR KSK Tata Cara Proses Penyusunan RTR KSK Alur Proses Penyusunan Peraturan Zonasi RTR KSK 6 8 22 23 27 83 85 86 Kementerian Pekerjaan Umum iv .

MAKSUD DAN TUJUAN Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan dalam penyusunan RTR KSK oleh Pemerintah. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten adalah rencana tata ruang yang bersifat umum dari wilayah kabupaten yang merupakan penjabaran dari RTRW provinsi. 1. Berdasarkan Pasal 14 ayat 3 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang disebutkan bahwa RTR KSK merupakan rencana rinci dari rencana tata ruang wilayah kabupaten yang disusun sebagai perangkat operasional. Kementerian Pekerjaan Umum 1 . Pedoman RTR KSK ini tidak berlaku untuk kawasan perkotaan yang ada di wilayah kabupaten. yang berisi tujuan. 1. rencana struktur ruang wilayah kabupaten. dan prosedur penyusunan RTR KSK. rencana pola ruang wilayah kabupaten. Dengan adanya pedoman penyusunan RTR KSK.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten BAB I PENDAHULUAN 1. dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten. LATAR BELAKANG Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) merupakan kawasan yang menjadi harapan bagi setiap kabupaten untuk didorong pertumbuhannya atau dilindungi kelestariannya agar nilai strategis dari kawasan tersebut memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat kabupaten. penetapan kawasan strategis kabupaten. Pedoman ini bertujuan mewujudkan RTR KSK yang sesuai dengan ketentuan UU 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan peraturan pelaksanaannya. kebijakan. strategi penataan ruang wilayah kabupaten. 1.3. pemerintah daerah. ketentuan teknis muatan RTR KSK.1. arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten.2. Kawasan strategis dimaksud memerlukan acuan yang lebih rinci agar dalam perwujudan pemanfaatan ruangnya nilai strategis kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. RUANG LINGKUP Pedoman ini memuat ketentuan umum muatan RTR KSK.4. diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan peraturan pelaksanaan dalam rangka implementasi UU 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. meliputi : Bagian dari wilayah kabupaten yang memiliki ciri perkotaan Bagian dari wilayah kabupaten yang berupa kawasan perdesaan dan direncanakan menjadi kawasan perkotaan ISTILAH DAN DEFINISI 1. KSK tersebut telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK). dan para pemangku kepentingan lainnya.

Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budi daya. 11. baik yang batasnya telah maupun belum ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan. air. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten adalah rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kabupaten yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kabupaten. Kota Terpadu Mandiri adalah kawasan Transmigrasi yang pertumbuhannya dirancang menjadi Pusat Pertumbuhan melalui pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan. Zona adalah kawasan atau area yang memiliki fungsi dan karakteristik spesifik. Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten yang selanjutnya disingkat RTR KSK adalah rencana rinci dari rencana tata ruang wilayah kabupaten yang memuat: tujuan. termasuk pengelilaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan. 14. Kementerian Pekerjaan Umum 2 . Kawasan Lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. Kawasan Sumber Daya Alam adalah kawasan yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia berupa komponen biotik (hewan. 10. Kawasan Inti KSK adalah kawasan di mana kegiatan utama KSK berada. Kawasan Agropolitan adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hierarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis. 13. Kawasan Perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan. dan kebudayaan dalam kerangka memupuk kepribadian masyarakat dan bangsa. 3. serta pelaporan data dan informasi terkait dengan keadaan bumi dan angkasa.dan kegiatan ekonomi. 15. kebijakan. pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. berbagai jenis logam. dan sumber daya buatan. dan/atau lingkungan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 2. Warisan Budaya/Adat Tertentu adalah kekayaan budaya (cultural capital) yang mempunyai nilai penting bagi pemahaman dan pengembangan sejarah. 4. Kawasan Strategis Kabupaten adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara dalam lingkup kabupaten terhadap perkembangan ekonomi. Kawasan Penyangga KSK adalah kawasan sekitar kawasan inti. gas alam. 9. 16. ketentuan pemanfaatan ruang dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang serta pengelolaan kawasan. konsep pengembangan kawasan. dan tanah). Kawasan Budi Daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam. pelayanan jasa pemerintahan. tumbuhan. 7. pelayanan sosial. sumber daya manusia. budaya. pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. sosial. 6. 17. ilmu pengetahuan. yang mempengaruhi fungsi kawasan inti atau dipengaruhi oleh kawasan inti secara langsung. 12. dan strategi pengembangan kawasan. 5. dan mikroorganisme) dan abiotik (minyak bumi. Kawasan Perdesaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian. 8. Kawasan Teknologi Tinggi adalah kawasan yang menggunakan teknologi untuk kegiatan pengamatan. perekaman. pengolahan.

adalah kawasan yang relatif kurang berkembang dibading kawasan lain dan berpenduduk relatif tertinggal.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 18. 20. Rawan Bencana adalah kondisi atau karakteristik geologis. Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Peran Masyarakat adalah berbagai kegiatan masyarakat yang timbul atas kehendak dan keinginan sendiri di tengah masyarakat. Undang Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 3. dan (c) dampak kegiatan manusia dan perubahan alam yang sangat rentan dan mempunyai risiko tinggi. 21. Izin Pemanfaatan Ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. untuk bermitra dan bergerak dalam menyelenggarakan penataan ruang. atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan rencana tata ruang. 25. budaya. Arahan Sanksi adalah arahan untuk memberikan sanksi bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang yang berlaku. dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu. 1.5. 28. Kawasan Kritis Lingkungan adalah kawasan yang berpotensi mengalami masalah dan berdampak kepada kerusakan lingkungan nasional dan global sebagai akibat (a) dampak kegiatan manusia yang berlebihan dalam memanfaatkan sumber daya alam. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi. Undang–Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Ketentuan Perizinan adalah ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah kabupaten sesuai kewenangannya yang harus dipenuhi oleh setiap pihak sebelum pemanfaatan ruang. 27. klimatologis. 2. 5. Masyarakat adalah orang perseorangan. 19. Ketentuan Insentif dan Disinsentif adalah perangkat atau upaya untuk memberikan imbalan terhadap pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan rencana tata ruang dan juga perangkat untuk mencegah. 24. 4. 22. ACUAN NORMATIF Pedoman ini disusun dengan memperhatikan antara lain: 1. geografis. politik. Kawasan Tertinggal. dan teknologi pada suatu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah. (b) dampak proses kegiatan geologi dan perubahan ekosistem serta terjadinya bencana alam secara alami. korporasi dan/atau pemangku kepentingan non pemerintah lain dalam penyelenggaraan penataan ruang. Peraturan Zonasi adalah ketentauan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaatan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setaip blok/zona peruntuakn yang penetapan zonannya dalam rencana rinci tata ruang. hidrologis. mencapai kesiapan. 26. ekonomi. sosial. biologis. 23. kelompok orang termasuk masyarakat hukum adat. membatasi pertumbuhan. Kawasan Cagar Budaya adalah satuan ruang geografis yang memiliki dua situs cagar budaya atau lebih yang letaknya berdekatan dan/atau memperlihatkan ciri tata ruang yang khas. yang digunakan sebagai alat dalam melaksanakan pembangunan keruangan yang tertib sesuai dengan rencana tata ruang yang telah disusun dan ditetapkan. Undang–Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Kementerian Pekerjaan Umum 3 . meredam.

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 24. 20. Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. Undang–Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. 17. 19. 32. Peraturan Pemerintah Nomor 59 tahun 2007 tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi. Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar. Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 35. 33. 25. Kementerian Pekerjaan Umum 4 . Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1993 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya. 11. Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2008 tentang Tata Hutan Dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan Serta Pemanfaatan Hutan . 13. 27. 22. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan. 6. Undang–Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial. 30. 28. Permen PU Nomor 41 tahun 2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk Penataan Ruang Wilayah. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. 14.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Undang–Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan. Peraturan Pemerintah Nomor 76 tahun 2009 tentang Reklamasi Dan Rehabilitasi Hutan. Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil. Permendagri Nomor 50 tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. 7. 26. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil. 29. 16. Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2010 tentang Wilayah Pertambangan. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata ruang Wilayah Nasional. 34. 12. 23. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang. 31. Undang-Undang Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 2004 tentang Perencanaan Kehutanan. 18. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2010 tentang Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil Terluar. Pemerintah Daerah Provinsi. 21. Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan. 15. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

6. 39.1 sebagai berikut: Kementerian Pekerjaan Umum 5 . 38. Permen PU Nomor 15 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional. Secara diagramatis keterkaitan pedoman ini dengan peraturan perundang-undangan bidang penataan ruang termasuk pedoman bidang penataan ruang lainnya ditunjukkan pada Gambar 1. 37. Permen PU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota. KEDUDUKAN PEDOMAN 1. Pedoman bidang penataan ruang saling terkait satu sama lain sehingga masing-masing mempunyai fungsi tersendiri dan bersifat komplementer. Permen PU Nomor 16 tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten. Permendagri Nomor 50 tahun 2009 tentang Pembentukan BKPRD .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 36.

1 Kedudukan Pedoman terhadap Peraturan Perundang-Undangan Bidang Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum 6 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Gambar 1.

FUNGSI DAN MANFAAT PEDOMAN RTR KSK a. serta koridor dalam penyusunan RTR KSK. arahan muatan teknis.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 1. 1. Kementerian Pekerjaan Umum 7 . Manfaat Manfaat pedoman penyusunan RTR KSK yaitu untuk: 1) memberikan panduan untuk mencapai standardisasi kualitas RTR KSK. serta masyarakat dalam rangka pemahaman pokok-pokok pengaturan RTR KSK. konsep pendekatan.7. arahan proses dan prosedur. Fungsi Fungsi pedoman penyusunan RTR KSK yaitu sebagai: 1) acuan yang secara umum memberikan pengertian dan wawasan aspek ketataruangan. serta dasar hukum yang melandasi penyusunan RTR KSK. PENGGUNA PEDOMAN Pengguna pedoman ini meliputi seluruh pemangku kepentingan dalam penyusunan dan penetapan RTR KSK.8. dan 3) membantu percepatan penyusunan RTR KSK. dan 2) acuan yang secara khusus memberikan prinsip-prinsip. 2) memberikan kemudahan dalam menginterpretasikan persoalan dan keanekaragaman setiap KSK. b.

1 Kedudukan RTR KSK dalam Sistem Penataan Ruang RTR KSK merupakan penjabaran RTRW Kabupaten yang disusun sesuai dengan tujuan penetapan masing-masing KSK.1 KEDUDUKAN RTR KSK Dalam sistem perencanaan tata ruang dan sistem perencanaan pembangunan nasional. sebagai berikut: Gambar 2. RTR KSK menjadi acuan teknis bagi seluruh pemangku kepentingan di wilayah kabupaten dalam mengisi pembangunan fisik dan sebagai acuan dalam penyelenggaraan penataan ruang.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten BAB II KETENTUAN UMUM MUATAN RTR KSK 2. Kementerian Pekerjaan Umum 8 . Muatan RTR KSK ditentukan oleh nilai strategis yang menjadi kepentingan pemerintah kabupaten. Kepentingan pemerintah kabupaten dalam penyusunan dan penetapan RTR KSK harus menguatkan ketetapan yang telah dijabarkan di dalam RTRW kabupaten. kedudukan RTR KSK dapat ditunjukkan pada Gambar 2.1.

alat operasionil dalam sistem pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pembangunan fisik di KSK yang dilaksanakan oleh Pemerintah. 2. ketentuan bagi penetapan kawasan yang diprioritaskan untuk disusun program pengembangan kawasan dan pengendalian pemanfaatan ruangnya pada setiap KSK c. dan 4) fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. mewujudkan keterpaduan pembangunan dalam KSK e. 2) sosial dan budaya. c. referensi dalam adminsitrasi pertanahan h. juga harus menunjang tujuan.2 FUNGSI DAN MANFAAT RTR KSK a. serta swasta dan masyarakat dalam rangka pelaksanaan pembangunan untuk mewujudkan KSK. acuan lokasi investasi dalam KSK yang dilakukan pemerintah. dasar dalam sinkronisasi program Pemerintah dengan pemerintah provinsi dan kabupaten. menjamin terwujudnya tata ruang KSK yang berkualitas b. Isu strategis Kabupaten dikelompokkan berdasarkan sudut kepentingan strategis Kabupaten yaitu 1) pertumbuhan ekonomi. acuan pengendalian pemanfaatan ruang KSK Manfaat RTR KSK : Manfaat RTR KSK yaitu sebagai : a. acuan bagi penerbitan izin pemanfaatan ruang KSK g.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 2. Isu strategis Kabupaten tersebut tercantum dan terkandung dalam berbagai dokumen RTRW Kabupaten. antara lain: Kementerian Pekerjaan Umum 9 .3 ISU STRATEGIS KABUPATEN Isu strategis Kabupaten merupakan hal-hal yang menjadi perhatian Kabupaten yang diwujudkan dalam bentuk penataan ruang Kawasan Strategis Kabupaten dalam rangka melindungi kepentingan Kabupaten di dalamnya. kebijakan dan strategi yang telah ditetapkan di dalam RTRW Kabupaten serta Visi dan Misi yang telah ditetapkan di dalam RPJP dan RPJM Kabupaten. swasta dan/ atau masyarakat b. Fungsi Fungsi RTR KSK yaitu sebagai : a. Isu strategis Kabupaten dapat berasal dari potensi maupun permasalahan di wilayah Kabupaten yang dianggap memiliki nilai strategis berdasarkan RTRW Kabupaten Isu strategis Kabupaten selain muncul dari hal tersebut di atas. masyarakat dan swasta d. dasar koordinasi dalam penyelenggaraan penataan ruang pada KSK yang diselenggarakan oleh seluruh pemangku kepentingan. mewujudkan keterpaduan antara pembangunan KSK dengan wilayah kabupaten d. acuan dalam pemanfaatan ruang/pengembangan KSK f. pemerintah daerah. 3) pendayagunaan sumber daya dan/atau teknologi tinggi. acuan dalam penyusunan RPJPD dan RPJMD e. b.

yang ditandai dengan belum adanya penataan kawasan dan pengendalian kegiatan di sekitarnya. Adanya pergeseran lahan pertanian menjadi kawasan pemukiman di lokasilokasi pinggiran kawasan perkotaan yang tidak seimbang dengan perkembangan perluasan lahan pertanian. Masih lemahnya struktur perekonomian di wilayah kabupaten yang ditandai dengan masih rendahnya produktifitas dan nilai tambah sektor-sektor ekonomi terutama sektor pertanian. dan telekomunikasi yang terjangkau secara ekonomi dan ramah lingkungan untuk mencapai pembangunan ekonomi berkelanjutan. angkutan sungai). Dengan penyebab utama adalah rendahnya kualitas SDM dan rendahnya infrastruktur. sehingga aksesibilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat. yang pada akhirnya akan dapat mengganggu program swasembada pangan. e. Belum tersedianya alokasi ruang dan pengamanan ruang untuk kegiatan terkait penelitian-pemanfaatan-pengelolaan teknologi tinggi dan pengamatan-pengolahan-pelaporan data dan informasi strategis yang 2) 3) Kementerian Pekerjaan Umum 10 . Sosial dan Budaya a. sehingga kehidupan sosial ekonominya kurang dapat berkembang. f. Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan/atau Teknologi Tinggi a. d. Terjadinya pencemaran lingkungan dan abrasi sungai oleh berbagai aktifitas Industri. sehingga kondisi bangunan terkesan terlantar bahkan beralih fungsi. yang secara langsung dan tidak langsung telah menyebabkan masih rendahnya tingkat pendapatan masyarakat. Belum meratanya penyediaan sarana dan prasarana wilayah antara lain transportasi (jalan. Perlunya pengamanan ekonomi kabupaten dengan strategi pembangunan yang berbasis pertanian.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 1) Pertumbuhan Ekonomi: a. merupakan kebutuhan yang harus diantisipasi pada masa mendatang guna memacu pembangunan pertanian. energi. c. h. Belum meratanya pembangunan infrastruktur seperti jaringan jalan di setiap kecamatan. b. c. b. Masih adanya kantong-kantong kemiskinan dan ketertinggalan yang secara spatial merupakan dusun (permukiman) yang terpencil. Belum adanya perencanaan dan pengelolaan yang ideal dan berorientasi pada pelestarian sejarah bangsa terhadap bangunan-bangunan peninggalan sejarah. sumber daya air (sumber air bersih dan irigasi). terisolir dan sebagaian besar berada pada lereng-lereng pegunungan. sehingga penyediaan ruang yang memadai dan sistem pengolahan lahan yang lebih baik. Kurangnya upaya pemeliharaan dan pengelolaan terhadap bangunan cagar budaya. terutama di daerah transmigrasi. g. Terjadinya konflik penggunaan lahan antara masyarakat dengan pemilik industri. Belum adanya perlindungan dan pengamanan terhadap keberadaan permukiman suku asli yang memiliki adat istiadat dan tradisi yang kuat dan penting untuk budaya bangsa memerlukan pengamanan dan pelestarian.

d. sempadan sungai/situ dalam kerangka memulihkan dan menjaga kesimbangan alam serta menanggulangi bencana banjir sebagai akibat berkurangnya kawasan hutan. c. c. Perlunya pengendalian terhadap perkembangan permukiman di kawasan rawan bencana. tsunami dan letusan gunung api terhadap kepulauan di Indonesia akibat keberadaan pertemuan lempeng bumi dan lintasan gunung api aktif (ring of fire). dan menurunnya kualitas air. g. e. Kementerian Pekerjaan Umum 11 . pembangunan infrastruktur dan bangunan yang mampu meminimalisasi dampak bencana. terutama hutan lindung. khususnya bagi kawasan hutan lindung. i. Belum dimanfaatkanya secara optimal potensi pertambangan dan industri pengolahannya. sumber mata air. banjir. longsor. energi sumberdaya air (mikrohidro) dan panas bumi (geothermal) dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan ekosistem dan lingkungan. Perlunya penataan lahan-lahan bekas area pertambangan dan pemanfaatan kolong-kolong yang terjadi akibat kegiatan TI (Tambang Inkonvensional). Tingginya konversi hutan lindung menjadi hutan produksi dan lahan pertanian khususnya hortikultura serta perlu peningkatan pengendalian konversi kawasan hutan lindung untuk mempertahankan kawasan resapan tinggi serta pencegahan erosi dan banjir. Belum dipertimbangkannya aspek penataan ruang dalam kegiatan pemanfaatan SDA dan pasca pemanfatan SDA. f. menjamin keselamatan masyarakat dan lingkungan hidup di sekitar kawasan. hutan lindung. pertanian dan perkebunan. 4) Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan Hidup a. Adanya kerawanan bencana banjir kawasan-kawasan yang berada di sepanjang daerah aliran sungai sehingga perlu pencegahaan dengan mengelola DAS. kabupaten perlu menyikapi melalui inventarisasi dan penegasan kembali fungsi kawasan lindung dan hutan lindung. dan memperhatikan kesiapan mitigasi bencana. b. h. hulu sungai. Pentingnya antisipasi potensi bencana gempa bumi. kecenderungan proses degradasi pantai terus meningkat seiring dengan meningkatnya kegiatan pertanian.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten b. Menurunnya daya dukung lingkungan yang ditandai dengan meningkatnya gangguan lingkungan terutama kekeringan. Adanya proses degradasi pantai yang mulai terjadi di beberapa wilayah lebih banyak disebabkan aktivitas pembangunan terutama kegiatan permukiman. Adanya perkembangan isu Carbon Trade (perdagangan karbon). menjamin berfungsi kawasan secara baik dalam jangka panjang. Dengan adanya konpensasi dari Negara-negara industri kepada negara yang memiliki potensi hutan tropis untuk mempertahankan keberadaan kawasan hutan. Perlu dilakukan revitalisasi terhadap kawasan hutan. harus dilakukan secara seksama dalam rangka revitalisasi kawasan.

kawasan koridor ekonomi. sebagai berikut : kawasan perkotaan. kawasan konservasi permukiman/komunitas adat tertentu. Sudut kepentingan berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. kawasan konservasi cagar budaya dan sejarah. Berdasarkan pertimbangan di atas. Isu-isu strategis yang ditetapkan dalam RTRW kabupaten. Apabila terdapat beberapa kepentingan dalam satu KSK. d. b. Kawasan strategis yang sudah di tetapkan di masing-masing RTRW kabupaten. kawasan perlindiungan dan pelestarian lingkungan hidup (darat). maka prioritas penataan ruang diarahkan kepada dasar sudut kepentingan penetapan KSK tersebut dalam RTRW Kabupaten. kawasan rawan bencana.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 2. kawasan perdesaan. kawasan ekonomi cepat tumbuh. ditetapkan 13 (tiga belas) tipologi KSK. c. kawasan kritis lingkungan dan kawasan perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil. Tipologi KSK bermanfaat untuk memastikan kebutuhan penataan ruang yang sesuai dengan kebutuhan kawasan dan untuk mengantisipasi keragaman KSK. Penetapan dan kriteria KSK berdasarakan permen PU no 16 tahun 2009 tentang tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten. kawasan teknologi tinggi. Kementerian Pekerjaan Umum 12 . kawasan tertinggal/terisolir.4 TIPOLOGI KSK Penyusunan RTR KSK didekati melalui tipologi KSK. kawasan pengembangan SDA darat. Adapun pertimbangan penetapan tipologi didasarkan pada: a. Penambahan tipologi dapat dilakukan apabila terdapat KSK lain di luar KSK yang telah ditetapkan dalam RTRW Kabupaten yang tidak terakomodasi dalam 13 (tiga belas) tipologi tersebut.

b. c.f a. Dengan penyebab Kawasan ekonomi cepat tumbuh Kriteria : a. Belum meratanya pembangunan infrastruktur seperti 1. dukungan kawasan perumahan dan permukiman yang dilengkapi dengan jaringan prasarana dan utilitas serta sarana pemerintahan penunjang kegiatan ekonomi e. e. b. d. e. c.1 Penetapan Tipologi KSK Berdasarkan Sudut Kepentingan. c. f Isu : a. sehingga aksesibilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat Masih lemahnya struktur perekonomian di wilayah kabupaten yang ditandai dengan masih rendahnya produktifitas dan nilai tambah sektor-sektor ekonomi terutama sektor pertanian. c. b. Kriteria. Perlunya pengamanan ekonomi kabupaten dengan startegi pembangunan yang berbasis pertanian. d.f Kawasan perdesaan Kriteria : a. sehingga 4. terisolir dan sebagaian besar berada pada lereng-lereng pegunungan. b. energi. h. b. potensi ekspor: d. e.f. penyediaan ruang yang memadai dan sistem pengolahan lahan yang lebih baik. g. b. d. b. yang secara langsung dan tidak langsung telah menyebabkan masih rendahnya tingkat pendapatan perkapita masyarakat 2. kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi f. f Isu : a.c.e. Masih adanya kantong-kantong kemiskinan dan ketertinggalan yang secara spatial merupakan dusun (permukiman) yang terpencil. merupakan kebutuhan yang harus diantisipasi pada masa mendatang guna memacu pembangunan pertanian. memiliki potensi ekonomi cepat tumbuh. telekomunikasi yang terjangkau secara ekonomi dan ramah lingkungan untuk mencapai pembangunan ekonomi berkelanjutan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Tabel 2.e. Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota Kawasan koridor ekonomi Kriteria : a. Belum meratanya penyediaan sarana dan prasarana wilayah antara lain transportasi (jalan. sumber daya air (sumber air bersih dan irigasi). memiliki sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi. d. fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energy dalam rangka mewujudkan ketahanan energy. c. d.c. h Kementerian Pekerjaan Umum 13 . b. dan 3. jaringan jalan di setiap kecamatan.c. e. dan Isu Strategis Kabupaten SUDUT KEPENTINGAN Pertumbuhan Ekonomi KRITERIA a. fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan . f Isu : a. atau g. terutama di daerah transmigrasi. Kawasan yang dapat mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal di dalam wilayah kabupaten ISU STRATEGIS KABUPATEN TIPOLOGI Kawasan perkotaan. angkutan sungai).

g Isu :a. dan e. g. c b. c. f. merupakan prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya. merupakan tempat pelestarian dan a. c. b. Kurangnya upaya pemeliharaan dan pengelolaan terhadap 7. memiliki fungsi bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan lokasi dan posisi geografis sumber daya alam strategis. c. Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan/atau Teknologi Tinggi a. b. sehingga kondisi bangunan terkesan terlantar bahkan beralih fungsi. dan berorientasi pada pelestarian sejarah bangsa terhadap bangunan-bangunan peninggalan sejarah. d. Kawasan Pengembangan sumber daya alam (SDA darat) Kriteria : a. Terjadinya pencemaran lingkungan dan abrasi sungai oleh berbagai aktifitas Industri Belum adanya perencanaan dan pengelolaan yang ideal 6. e. infrastruktur. Kawasan konservasi Cagar Budaya/sejarah Kriteria : a.e. Belum adanya perlindungan dan pengamanan terhadap keberadaan permukiman suku asli yang memiliki adat istiadat dan tradisi yang kuat dan penting untuk budaya bangsa memerlukan pengamanan dan pelestarian untuk kegiatan terkait penelitian-pemanfaatan-pengelolaan teknologi tinggi dan pengamatan-pengolahan-pelaporan data dan informasi strategis yang menjamin berfungsi TIPOLOGI Kawasan Tertinggal/ Terisolir Kriteria : h Isu : a. b Isu : b. c. b. Belum tersedianya alokasi ruang dan pengamanan ruang 8. d. merupakan aset yang harus dilindungi dan dilestarikan. Sosial dan Budaya pengembangan adat istiadat atau budaya.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten SUDUT KEPENTINGAN KRITERIA ISU STRATEGIS KABUPATEN utama adalah rendahnya kualitas SDM dan rendahnya 5.c. memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial a.c Kementerian Pekerjaan Umum 14 . f. merupakan tempat perlindungan peninggalan budaya. e. f. memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. sehingga kehidupan sosial ekonominya kurang dapat berkembang. b Kawasan Konservasi Permukiman/ Komunitas Adat Kriteria : a. d. yang ditandai dengan belum adanya penataan kawasan dan pengendalian kegiatan di sekitarnya. b. d. yang pada akhirnya akan dapat mengganggu program swasembada pangan Terjadinya konflik penggunaan lahan antara masyarakat dengan pemilik industri. Adanya pergeseran lahan pertanian menjadi kawasan pemukiman di lokasi-lokasi pinggiran kawasan perkotaan yang tidak seimbang dengan perkembangan perluasan lahan pertanian. pengembangan teknologi kedirgantaraan a. h. g Isu :a. f. bangunan cagar budaya.

c. kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup Kriteria :a. flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan/atau dilestarikan. f. Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan Hidup a. fungsi sebagai pusat pengendalian tenaga atom dan nuklir. harus dilakukan secara seksama dalam rangka revitalisasi kawasan 9. c. c. g Isu : c. fungsi sebagai lokasi dan posisi geografis penggunaan teknologi kedirgantaraan teknologi tinggi strategis lainnya. c. energi sumberdaya air (mikrohidro) dan panas bumi (geothermal) dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan ekosistem dan lingkungan. terutama hutan lindung. d. 13. Belum dimanfaatkanya secara optimal potensi pertambangan dan industri pengolahannya. d.g. e. b.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten SUDUT KEPENTINGAN KRITERIA serta tenaga atom dan nuklir. b. g Isu : a. khususnya bagi kawasan hutan lindung. a. c. d. b. merupakan tempat perlindungan keanekaragaman hayati. atau e. g Isu : f. TIPOLOGI Kawasan Teknologi Tinggi Kriteria : b.d. Kawasan Perlindungan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kriteria : a. menuntut prioritas tinggi peningkatan kualitas lingkungan hidup. sumber daya alam strategis c. b.h 12. merupakan kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. menjamin keselamatan masyarakat dan lingkungan hidup di sekitar kawasan. Kawasan Rawan Bencana Kriteria : f. g Isu : c. 10. ISU STRATEGIS KABUPATEN kawasan secara baik dalam jangka panjang. kabupaten perlu menyikapi melalui inventarisasi dan penegasan kembali fungsi kawasan lindung dan hutan lindung Tingginya konversi hutan lindung menjadi hutan produksi dan lahan pertanian khususnya hortikultura serta perlu peningkatan pengendalian konversi kawasan hutan lindung untuk mempertahankan kawasan resapan tinggi serta pencegahan erosi dan banjir. Dengan adanya konpensasi dari Negara-negara industri kepada negara yang memiliki potensi hutan tropis untuk mempertahankan keberadaan kawasan hutan. memberikan perlindungan terhadap keseimbangan iklim makro. memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian. fungsi sebagai pusat pemanfaatan dan pengembangan teknologi kedirgantaraan d. merupakan kawasan rawan bencana alam. merupakan kawasan yang sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai dampak luas terhadap kelangsungan kehidupan. f. Kawasan Kritis Lingkungan Kriteria : e. c Isu : a b. atau g.e 11. d. Adanya kerawanan bencana banjir kawasan-kawasan yang berada di sepanjang daerah aliran sungai sehingga perlu pencegahaan dengan mengelola DAS Perlunya penataan lahan-lahan bekas area pertambangan dan pemanfaatan kolong-kolong yang terjadi akibat kegiatan TI (Tambang Inkonvensional). Belum dipertimbangkannya aspek penataan ruang dalam kegiatan pemanfaatan SDA dan pasca pemanfatan SDA Adanya perkembangan isu Carbon Trade (perdagangan karbon). b. b. Kementerian Pekerjaan Umum 15 .

longsor. 2011 Kementerian Pekerjaan Umum 16 . g. Pentingnya antisipasi potensi bencana gempa bumi. hutan lindung. dan menurunnya kualitas air. Adanya proses degradasi pantai yang mulai terjadi di beberapa wilayah lebih banyak disebabkan aktivitas pembangunan terutama kegiatan permukiman. sumber mata air. meningkatnya gangguan lingkungan terutama kekeringan. kecenderungan proses degradasi pantai terus meningkat seiring dengan meningkatnya kegiatan pertanian. pembangunan infrastruktur dan bangunan yang mampu meminimalisasi dampak bencana. dan memperhatikan kesiapan mitigasi bencana Sumber : PP 26/2008 dan Hasil Analisis. Perlu dilakukan revitalisasi terhadap kawasan hutan. Perlunya pengendalian terhadap perkembangan permukiman di kawasan rawan bencana. h. banjir. tsunami dan letusan gunung api terhadap kepulauan di Indonesia akibat keberadaan pertemuan lempeng bumi dan lintasan gunung api aktif (ring of fire). pertanian dan perkebunan. sempadan sungai/situ dalam kerangka memulihkan dan menjaga kesimbangan alam serta menanggulangi bencana banjir sebagai akibat berkurangnya kawasan hutan. Menurunnya daya dukung lingkungan yang ditandai dengan f. i. hulu sungai.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten SUDUT KEPENTINGAN KRITERIA ISU STRATEGIS KABUPATEN TIPOLOGI e.

peternakan.2 Penetapan Kriteria KSK Berdasarkan Tipologi KRITERIA LOKASI TIPOLOGI KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN Kawasan Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor perkotaan. peralatan pengolahan dan distribusi.Wilayah dengan tingkat aksesibilitas rendah.Wilayah dengan prasarana (infrastruktur) wilayahnya rendah. . bahan bakar.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten NO 1 2 3 4 5 Tabel 2. dan telekomunikasi. gudang.Administrasi wilayah desa bukan kelurahan.Merupakan kawasan cepat tumbuh. seperti alat angkutan/transportasi. jembatan.Merupakan kawasan perdesaan yang ditetapkan dalam RTRW dan berpengaruh penting terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah kabupaten . .potensi infrastruktur atau prasarana dasar yang relatif memadai seperti jalan.Merupakan kawasan yang ditetapkan dalam RTRW dan berpengaruh penting terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah kabupaten Kawasan . khususnya dalam mendorong industri pengolahan di dalam negeri berbahan baku lokal sebagai potensi penggerak pengembangan perekonomian kawasan secara berkelanjutan. dan kegiatan ekonomi. 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota Kawasan Koridor .Kepadatan penduduk rendah . pelayanan sosial. pendingin (coldstorage). dan/atau Kementerian Pekerjaan Umum 17 .Wilayah dengan sumberdaya manusia rendah.Sistem jaringan prasarana pendukung kegiatan pertanian . .potensi ketersediaan sumberdaya alam yang meliputi sektor dan Ekonomi cepat produk-produk unggulan yang dapat diperbaharui. serta sarana penunjang. dan pusat pertumbuhan dengan daerah tertinggal di sekitarnya dalam suatu keterpaduan sistem wilayah pengembangan ekonomi Kawasan . pelayanan jasa pemerintahan. . Tertinggal/terisol . air bersih. dan/atau . asi .Tempat permukiman perdesaan termasuk kawasan transmigrasi.Wilayah dengan kemampuan keuangan lokal (celah fiskal).Wilayah dengan perekonomian masyarakat rendah. .wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian. termasuk Perdesaan pengelolaan sumber daya alam . pelayanan sosial. . kesesuaian lahan. sesuai kebutuhan pengembangan bisnis sektor dan produk uggulan di kawasan.Mata pencaharian penduduk umumnya pertanian. dan .wilayah dengan susunan fungsi sebagai tempat permukiman perdesaan. listrik. dan perikanan .wilayah dengan susunan fungsi sebagai tempat permukiman pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi perdagangan/jasa.keterkaitan pengelolaan pembangunan antarpusat pertumbuhan.Bentang alam berciri pola ruang pertanian dan lingkungan alami Kawasan . tumbuh dan ketersedian pencadangan lahan bagi pengembangan investasi. dan/atau .wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian Ekonomi . pelayanan jasa pemerintahan. dan kegiatan ekonomi.

serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah.  wilayah izin usaha pertambangan (WIUP). dan intensitas hujan yang jumlah hasil perkalian bobotnya sama dengan 175 (seratus tujuh puluh lima) atau lebih. bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok. atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun. yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun.000 (dua ribu) meter di atas permukaan laut. pertambangan minyak dan gas bumi Luasan kawasan pertambangan. dan kebudayaan. ilmu pengetahuan. ketebalan gambut 3 (tiga) meter atau lebih yang terdapat di hulu sungai atau rawa kawasan yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air Kementerian Pekerjaan Umum 18 . atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten NO TIPOLOGI - 6 Kawasan konservasi cagar Budaya/Sejarah - - - 7 Kawasan konservasi Permukiman/Ko munitas adat tertentu - - 8 Kawasan teknologi tinggi - 9 Kawasan Pengembangan SDA darat - - 10 Kawasan Pelindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup - - KRITERIA LOKASI KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN Merupakan kawasan yang ditetapkan dalam RTRW dan perlu penanganan khusus karena berpengaruh penting terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah kabupaten Wilayah dimana terdapat benda buatan manusia. dikembangkan dan dikomersialisasikan.  wilayah pertambangan rakyat (WPR) kawasan yang memiliki keanekaragaman biota. dan/atau Merupakan kawasan yang ditetapkan dalam RTRW dan mempunyai pengaruh sangat penting yang dalam perlindungan sejarah di wilayah kabupaten Kawasan dimana teknologi tinggi. atau kawasan hutan yang mempunyai ketinggian paling sedikit 2. serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah. kawasan hutan yang mempunyai kemiringan lereng paling sedikit 40% (empat puluh persen). Wilayah dimana terdapat benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah. ditampilkan. ilmu pengetahuan. ekosistem. atau bagianbagiannya atau sisa-sisanya. dan kebudayaan. berdasarkan :  wilayah usaha pertambangan (WUP). ilmu pengetahuan dan kebudayaan dan/atau Merupakan kawasan yang ditetapkan dalam RTRW dan mempunyai pengaruh sangat penting yang dalam perlindungan budaya/sejarah di wilayah kabupaten Wilayah dimana terdapat permukiman/komunitas adat tertentu dimana terdapat kelompok permukiman tradisionil yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun. dan/atau Merupakan kawasan yang mempunyai pengaruh sangat penting dalam perlgembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di wilayah kabupaten Kawasan yang memiliki nilai strategis kabupaten terdiri atas pertambangan mineral dan batubara. serta gejala dan keunikan alam yang khas yang perlu dilindungi kawasan hutan dengan faktor kemiringan lereng. jenis tanah.

 kawasan pantai berhutan bakau.  kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya. kawasan yang memiliki keanekaragaman biota.  taman nasional laut.  suaka margasatwa laut. dengan luas kurang dari 2. yaitu : suatu daratan yang pada saat pasang tertinggi tidak tertutupi air.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten NO TIPOLOGI - 11 Kawasan rawan Bencana - 12 Kawasan Kritis Lingkungan - - 13 Kawasan perlindungan pesisir dan Pulau –Pulau Kecil - - KRITERIA LOKASI KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN hujan dan sebagai pengontrol tata air permukaan. serta gejala dan keunikan alam yang khas yang perlu dilindungi Kawasan pesisir yang dilindungi yaitu :  daratan sepanjang tepian laut dengan jarak paling sedikit 100 (seratus) meter dari titik pasang air laut tertinggi ke arah darat. labil. atau  daratan sepanjang tepian laut yang bentuk dan kondisi fisik pantainya curam atau terjal dengan jarak proporsional terhadap bentuk dan kondisi fisik pantai. lahar. Kawasan rawan bencana terdiri dari :  Longsor. kawasan tertentu dengan iklim yang sangat tergantung cuaca. serta terjadinya bencana alam secara alami.000 Km2 kawasan perlindungan pesisir dan pulau kecil. wilayah yang terkena aliran uap panas. kawasan yang ditetapkan dalam RTRW dan berpengaruh sangat penting terhadap Kepentingan pencegahan kerusakan lingkungan kawasan di tingkat kabuapaten. wilayah berada 250 m dari zona patahan aktif  Tsunami. Kementerian Pekerjaan Umum 19 . ekosistem. wilayah tertentu dengan kondisi geologi dan kualitas ekosistem yang rendah seperti kesuburan tanah. Pulau-pulau kecil. wilayah sekitar kawah/kaldera. wilayah yang memiliki kerentanan gerakan tanah tinggi  Zona patahan aktif. Merupakan kawasan yang mempunyai pengaruh sangat penting dalam perlindungan dan pelestarian lingkungan di wilayah kabupaten kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup (darat) dengan luas minimal 250 Ha kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana. patahan dsb.  cagar alam laut. cadangan sumber air terbatas. guguran batu pijar dan gas beracun  Rawan gempa bumi. wilayah dengan elevasi rendah yang pernah atau berpotensi tsunami  Letusan gunung berapi. terdiri dari . wilayah yang pernah atau berpotensi mengalami gempa bumi dengan skala 7 – 12 MMI  Bencana lainnya wilayah yang berpotensi mengalami masalah dan berdampak kepada kerusakan lingkungan wilayah dimana terdapat pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan wilayah dimana terjadi proses kegiatan geologi dan perubahan ekosistem. terjal.  taman wisata alam laut. lempengan.

kawasan industri .kawasan pertanian .kawasan terpadu perikanan dan kelautan .rumah adat .kawasan tertinggal .kawasan strategis cepat tumbuh (KSCT) .kawasan perkampungan tradisionil .kawasan agro indutri .kawasan minawisata .kawasan terisolasi . JENIS KSK YANG TERDAPAT DI RTRW KABUPATEN Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota .kawasan industri besar .desa budaya .kawasan kampung nelayan .kawasan ekonomi sekitar pelabuhan .kawasan koridor sungai .kawasan kurang berkembang .kawasan kampung suku adat tertentu .kawasan techno park 2 Kawasan Koridor Ekonomi 3 Kawasan Perdesaan 4 Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh 5 Kawasan Tertinggal/terisolasi 6 Kawasan konservasi Cagar Budaya/Sejarah 7 Kawasan konservasi Permukiman/Komunitas adat tertentu 8 Kawasan teknologi tinggi Kementerian Pekerjaan Umum 20 .bangunan bersejarah/monumen .kawasan wisata alam .kawasan transmigrasi .kawasan pariwisata .kawasan koridor pantai .kawasan cepat tumbuh koridor jalan .museum .kawasan perikanan .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Tabel 2.kawasan tertinggal disebabkan oleh kemiskinan .kawasan BTS telekomunikasi .kawasan perkebunan .kawasan agropolitan .kawasan peternakan .kawasan upacara adat/kesenian tradisionil .kawasan perbatasan kabupaten .makam tokoh masyarakat/pahlawan .kawasan ekonomi sekitar bandara .3 Jenis KSK yang ada di RTRW Kabupaten NO 1 TIPOLOGI Kawasan perkotaan.kawasan minapolitan .kawasan pengolahan minyak dan gas bumi .kawasan pembangkit listrik .kawasan wanawisata .tempat ibadat/religi .kawasan permukiman pedesaan .

hal ini akan berimplikasi pada kepentingan pengaturan konsep pengembangan KSK. abrasi dan tsunami kawasan DAS dan atau sub DAS kawasan sekitar waduk kawasan karst kawasan reklamasi tambang kawasan pelestarian mangrove kawasan pesisir pantai dan muara sungai kawasan konservasi fauna tertentu terumbu karang kawasan taman laut kawasan karang atol kawasan taman nasional laut kawasan konservasi laut daerah (KKLD) 12 Kawasan Kritis Lingkungan 13 Kapasan perlindungan Pesisir dan Pulau– Pulau Kecil - dan Sumber : RTRW kabupaten 2. Namun tidak semua tipologi KSK memerlukan kawasan penyangga. Bentuk KSK diuraikan sebagai berikut (Lihat gambar 2.2): Kementerian Pekerjaan Umum 21 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten NO 9 TIPOLOGI Kawasan Pengembangan SDA darat Kawasan Pelindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup - 10 11 Kawasan rawan Bencana JENIS KSK YANG TERDAPAT DI RTRW KABUPATEN kawasan teknopolitan kawasan pertambangan minyak dan gas bumi kawasan pertambangan mineral kawasan pertambangan non mineral kawasan suaka margasatwa kawasan cagar alam kawasan hutan lindung kawasan gambut kawasan taman nasional kawasan DAS kawasan sekitar sekitar waduk/danau kawasan resapan air kawasan lindung flora dan fauna tertentu kawasan rawan longsor kawasan rawan letusan gunung berapi kawasan rawan angin puyuh kawasan rawan patahan/jalur sesar kawasan rawan banjir kawasan rawan gelombang pasang. Bentuk KSK meliputi KSK berbasis kawasan dan KSK berbasis objek strategis.5 KETENTUAN UMUM PENENTUAN MUATAN RTR KSK Ketentuan umum penentuan muatan RTR KSK memberikan informasi mengenai kerangka pikir RTR KSK sesuai dengan tipologi KSK. meliputi: 1) Bentuk KSK Pada umumnya KSK terdiri dari kawasan inti dan kawasan penyangga.

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten a) b) KSK berbasis kawasan merupakan KSK yang dicirikan oleh keberadaan wilayah yang direncanakan relatif luas dalam satu kesatuan/dominasi fungsi. Contoh KSK berbasis objek antara lain kawasan bangunan bersejarah dan kawasan teknologi tinggi.2 Ilustrasi Bentuk KSK Berbasis Kawasan dan Obyek Strategis KSK dapat berimpit dengan kawasan lain seperti KSN. kawasan agropolitan dan kawasan tertinggal KSK berbasis obyek strategis merupakan KSK yang dicirikan oleh keberadaan obyek strategis berkaitan dengan fungsi strategis obyek yang ditetapkan sebagai KSK. KSP dan/atau kawasan perkotaan kabupaten yang diatur dengan RDTR. Contoh KSK berbasis kawasan antara lain kawasan perkotaan. Gambar 2. di dalam wilayah administrasi kabupaten. Beberapa contoh ilustrasi kedudukan KSK dapat dilihat pada gambar berikut: Kementerian Pekerjaan Umum 22 .

3.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Gambar 2. Ilustrasi Lokasi KSK Kementerian Pekerjaan Umum 23 .

Tujuan. 3) Fokus Penanganan KSK Fokus penangan KSK dilakukan dengan mempertimbangkan upaya yang perlu diprioritaskan untuk mewujudkan fungsi kawasan berdasarakan nilai dan isu strategis kawasan sesuai dengan tipologi KSK. Deliniasi KSK sangat penting terutama berkaitan dengan fokus pengaturan yang harus ditetapkan pada setiap tipologi KSK. merupakan pengembangan hierarkhi jaringan prasarana yang ditetapkan dalam struktur ruang yang termuat dalam RTRW kabupaten.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 2) Delineasi KSK Penentuan delineasi KSK mengikuti ketentuan pemetaan KSK sebagai berikut: 1) deliniasi kawasan strategis harus dituangkan dalam peta pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah kabupaten secara keseluruhan. b) potensi perekonomian kawasan. Dan Strategi Penataan Ruang KSK Penentuan tujuan. e) kondisi daya dukung dan daya tampung fisik dasar. 2) pada peta KSK juga harus digambarkan deliniasi kawasan strategis nasional dan/atau provinsi yang berada di dalam wilayah kabupaten bersangkutan. ekonomi. Rencana Jaringan Prasarana KSK Rencana jaringan prasarana KSK. Rencana jaringan prasarana berfungsi sebagai : Pembentuk sistem pelayanan. f) keberadaan infrastruktur. dan 4) penggambaran peta KSK harus mengikuti peraturan perundanganundangan terkait pemetaan rencana tata ruang. d) potensi sumber daya alam kawasan. c) interaksi sosial. dan strategi penataan ruang KSK dilakukan dengan mempertimbangkan isu strategis dan fokus penanganan KSK. Penentuan delineasi KSP dilakukan sesuai dengan karakteristik tipologi dan keterkaitan kawasan secara fungsional. terutama pergerakan di dalam kawasan Dasar peletakan jaringan serta rencana pembangunan prasarana dan utilitas dalam kawasan sesuai dengan fungsi pelayanan Dasar rencana sistem pergerakan dan aksesibilitas lingkungan rencana teknis sektoral 4) 5) 6) Kementerian Pekerjaan Umum 24 . Pengaturan tingkat ketelitian peta disesuaikan dengan informasi yang dibutuhkan dalam proses perencanaan RTR KSK dan pemanfaatan produk rencana tata ruang KSK tersebut. kebijakan. Kebijakan. Tingkat Ketelitian Peta KSK Kebutuhan data spasial pendukung dan output peta RTR KSK didasarkan pada karakteristik tipologi KSK. g) pertimbangan batas fisik dan/atau administrasi. dan h) ketentuan peraturan perundang-undangan terkait. lingkungan dan budaya masyarakat. serta dilakukan dengan pertimbangan antara lain: a) Kondisi riil kawasan. 3) pada bagian legenda peta harus dijelaskan bidang apa yang menjadi pusat perhatian setiap deliniasi KSK.

industri. berupa rencana kebutuhan dan sistem telekomunikasi d. terutama pergerakan. jasa. direncanakan sesuai dengan kebutuhan pengembangan kawasan. serta kegiatan pelestarian fungsi lingkungan dalam kawasan Dasar penerbitan izin pemanfatan ruang Dasar penyusunan RTBL Dasar penyusunan rencana jaringan prasarana Kementerian Pekerjaan Umum 25 . Rencana pengembangan jaringan air minum. Rencana pengembangan jaringan prasarana lainnya. ekonomi. kawasan dan skala lingkungan. zona yang memberikan perlindungan terhadap zona di bawahnya. g. Rencana pengembangan jaringan pergerakan. Rencana pengembangan jaringan energi/kelistrikan. b. jalan lokal dan jalan lingkungan dan jaringan jalan lain yang belum termuat dalam RTRW kabuapaten. sesuai fungsi dan peranan kawasan Ketentuan peraturan perundang-undangan terkait. perkantoran. ke dalam blok-blok. meliputi sistem pembuangan air limbah setempat (on site sistem) maupun pembuangan air limbah terpusat (off site sistem). terdiri atas sistem jaringan drainase yang berfungsi untuk mencegah genangan dan rencana kebutuhan sistem jaringan drainase yang meliputi jaringan primer. perdagangan. jaringan sekunder dan jaringan sekunder dan jaringan lingkungan. 7) Rencana Pola Ruang KSK (zoning map) Rencana pola ruang dalam RTR KSK merupakan rencana distribusi zona peruntukan yang antara lain meliputi hutan lindung. zona perlindungan setempat. Rencana pola ruang dimuat dalam peta yang juga berfungsi sebagai zoning map bagi peraturan zonasi. merupakan penjabaran dari jaringan distribusi dan pengembangannya berdasarkan prakiraan kebutuhan energi/kelistrikan di kawasan yang termuat dalam RTRW. Rencana pengembangan jaringan air limbah.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Rencana jaringan prasarana dirumuskan berdasarkan : Rencana struktur ruang wilayah kabupaten yang termuat dalam RTRW kabupaten Kebutuhan pelayanan dan pengembangan bagi kawasan Rencana pola ruang kawasan yang termuat RTRW kabupaten Sistem pelayanan. f. Rencana pengembangan jaringan telekomunikasi. sesuai dengan kebutuhan pengembangan kawasan Sedangkan materi rencana jaringan prasarana lainnya. misalnya untuk kawasan rawan bencana wajib menyediakan jalur evakuasi bencana yang meliputi jalur evakuasi dan tempat evakuasi sementara yang terintegrasi baik untuk skala kabupaten. jalan kolektor. Rencana pengembangan jaringan drainase. perumahan. c. berupa rencana kebutuhan dan sistem air minum e. merupakan seluruh jaringan primer dan jaringan sekunder dalam kawasan yang meliputi jalan arteri. Materi rencana jaringan prasarana untuk KSK meliputi : a. Rencana pola ruang berfungsi sebagai : Alokasi ruang untuk berbagai kegiatan sosial.

serta rencana terpadu dan program investasi infrastruktur jangka menengah (RPI2JM) Program dan pemanfaatan ruang. Instansi pelaksana f.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Rencana pola ruang. meliputi : a. Waktu dan tahapan pelaksanaan Kementerian Pekerjaan Umum 26 . Lokasi. terdiri atas : a) Zona lindung  Zona hutan lindung  Zona yang memberikan perlindungan terhadap zona di bawahnya  Zona perlindungan setempat  Zona RTH  Zona suaka alam dan cagar budaya  Zona lindung lainnya b) Zona budidaya  Zona perumahan  Zona perdagangan dan jasa  Zona perkantoran  Zona sarana pelayanan umum  Zona industri  Zona khusus  Zona lainnya  Zona campuran 8) Ketentuan Pemanfaatan Ruang KSK Ketentuan pemanfaatan ruang dalam rencana kawasan strategis. dimana usulan program akan dilaksanakan c. e. rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) kabupaten. Besaran. Program pemanfaatan ruang prioritas b. Ketentuan pemanfaatan ruang berfungsi sebagai : Dasar pemerintah dan masyarakat dalam pemrograman investasi pengembangan kawasan Ketentuan untuk sektor dalam penyusunan program Dasar estimasi kebutuhan pembiayaan dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan dan penyusunan program tahunan untuk setiap jangka 5 (lima) tahun Acuan bagi masyarakat dalam melakukan investasi Ketentuan pemanfaatan ruang disusun berdasarkan : Rencana pola ruang dan rencana jaringan prasarana Ketersediaan sumber daya dan sumber dana pembangunan Kesepakatan para pemangku kepentingan dan kebijakan yang ditetapkan Masukan dan kesepakatan dengan para investor Prioritas pengembangan kawasandan pentahapan rencana pelaksanaan program sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP). merupakan upaya mewujudkan rencana kawasan strategis dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan sampai akhir tahun masa perencanaan yang tahapan waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan tahapan waktu pelaksanaan RTRW Kabupaten beserta indikasi sumber pembiayaan. perkiraan jumlah usulan program prioritas d. Sumber pendanaan.

3 dan tabel 2.4 Tata Cara Perumusan Muatan KSK Kementerian Pekerjaan Umum 27 .4.6 pedoman ini.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 9) Ketentuan Peraturan Zonasi KSK Uraian selengkapnya peraturan zonasisebagai bagian yang tidak terpisahkan dari RTR KSK ini . Lingkup pengaturan muatan pedoman rencana tata ruang Kawasan Strategis Kabupaten yang akan diatur untuk masing-masing tipologi dijabarkan pada gambar 2. akan diuraikan pada bab III di sub bab 3.4 berikut : Gambar 2.

Rencana jaringan telekomunikasi . perizinan. insentif disinsentif.penetapan kegiatan ekonomi.Kawasan inti .sistem prasarana. . dan sanksi. .Lokasi usulan program .Rencana jaringan pergerakan .pengaturan zona pada kawasan penyangga Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : .pengaturan zona pada kawasan inti dan .Rencana jaringan pergerakan . Kementerian Pekerjaan Umum 28 .Mengoptimalkan potensi ekonomi .Program pemanfaatan ruang prioritas .Peningkatan kualitas sarana dan prasarana .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Tabel 2.Instansi pelasana Difokuskan pada peraturan zonasi.Rencana jaringan air minum .Rencana jaringan energi/listrik . APBD.pengaturan zona pada kawasan inti dan . dan strategi difokuskan pada . swasta dan masyarakat .perlindungan kawasan Rencana pola ruang meliputi . swasta dan masyarakat . perizinan. Rencana pola ruang meliputi .Sumber pendanaan dari APBN.penetapan kegiatan ekonomi. 3 Kawasan Perdesaan Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis Kawasan .kawasan penyangga Fungsi kawasan Difokuskan dalam rangka mewujudkan pengembangan kawasan perdesaan yang terpadu dengan ditunjang dukungan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi dalam rangka mendorong investasi untuk tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.ketenagakerjaan. kebijakan. dilakukan oleh dinas/ lembaga daerah yang menangani pengelolaan kawasan perkotaan.Instansi pelasana Difokuskan pada peraturan zonasi.Rencana jaringan air minum . .Rencana jaringan energi/listrik .Rencana jaringan telekomunikasi .Rencana jaringan drainase Rencana prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : .pengaturan zona pada kawasan penyangga Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : .Mengembangkan sektor unggulan .4 Ketentuan Umum Muatan Pedoman RTR KSK Konsep Pengembangan Bentuk KSK No 1 2 Tipologi Kawasan perkotaan Kawasan koridor ekonomi Delineasi Kawasan Fokus Penanganan Tingkat Ketelitian Peta Tujuan. dan sanksi.Rencana prasarana lainnya. insentif disinsentif.sistem prasarana. . Tujuan kebijakan dan strategi difokuskan pada .Besaran satuan usulanprogram .Sumber pendanaan dari APBN. Perumusan tujuan. APBD.Lokasi usulan program . Kebijakan dan Strategi Rencana Jaringan Prasarana Rencana Pola Ruang (zoning map) Ketentuan Pemanfaatan Ruang Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Ketentuan Pengelolaan Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota Ditentukan sebagai KSK dengan bentuk berbasis kawasan Deliniasi kawasan ditetapkan berdasarkan fungsi kawasan Difokuskan dalam rangka mewujudkan pengembangan kawasan koridor ekonomi yang terpadu dengan ditunjang dukungan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi dalam rangka mendorong investasi untuk pengembangan kawasan koridor ekonomi yang cepat tumbuh Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. dan Rencana jaringan prasarana : .Program pemanfaatan ruang prioritas .Peningkatan daya saing kawasan .Rencana jaringan drainase . dan .Besaran satuan usulanprogram . dilakukan oleh dinas/ lembaga daerah yang menangani kawasan perdesaandan bidang terkait lainnya.ketenagakerjaan.

Rencana jaringan telekomunikasi . kebijakan.Kawasan inti . dilakukan oleh dinas/lembaga daerah yang menangani bidang social budaya dan Kementerian Pekerjaan Umum 29 .Sumber pendanaan dari APBN.Rencana jaringan drainase .Program pemanfaatan ruang prioritas .Rencana jaringan Rencana Pola Ruang (zoning map) Rencana pola ruang meliputi . insentif disinsentif. insentif disinsentif. kebijakan. Perumusan tujuan.Lokasi usulan program . perizinan.Besaran satuan usulanprogram .pengaturan zona pada kawasan penyangga Ketentuan Pemanfaatan Ruang Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . Ketentuan Pengelolaan dilakukan oleh dinas/ lembaga daerah yang menangani bidang ekonomi.pengaturan zona pada kawasan Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . dan .sistem prasarana.Rencana prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : .Besaran satuan usulanprogram .Rencana jaringan telekomunikasi . dan sanksi. . . perizinan.Rencana jaringan energi/listrik .sistem prasarana.Lokasi usulan program . dan strategi difokuskan pada . APBD. Perumusan tujuan. .Lokasi usulan program Difokuskan pada peraturan zonasi. insentif disinsentif.Kawasan penyangga Delineasi Kawasan Fungsi kawasan Fokus Penanganan Difokuskan dalam rangka mewujudkan pengembangan kawasan ekonomi sektor unggulan yang terpadu dengan ditunjang oleh prasarana dan fasilitas dalam rangka mendorong investasi dan berjalannya sistem dan usaha agribisnis pada sektor unggulan selektif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah. . Rencana pola ruang berupa .ketenagakerjaan. Kebijakan dan Strategi Perumusan tujuan.Rencana jaringan drainase . Tingkat Ketelitian Peta Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.Sumber pendanaan dari APBN.penetapan kegiatan ekonomi. dan .Perlindungan terhadap kawasan/objek warisan budaya.perlindungan kawasan Rencana Jaringan Prasarana Rencana jaringan prasarana : .Program pemanfaatan ruang prioritas . Tujuan.Mengembangkan sektor unggulan .ketenagakerjaan.Rencana jaringan pergerakan .Instansi pelasana Difokuskan pada peraturan zonasi. APBD.Program pemanfaatan ruang prioritas . swasta dan masyarakat .Interaksi sosialekonomi masyarak at .Rencana zona budidaya Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : .penetapan kegiatan ekonomi.Rencana jaringan air minum .Instansi pelasana Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Difokuskan pada peraturan zonasi.perlindungan kawasan Rencana pola ruang . perizinan. dan sanksi.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Konsep Pengembangan Bentuk KSK No 4 Tipologi Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan . kebijakan.sebaran potensi eonomi masyarak at Difokuskan dalam rangka Meningkatkan perekonomian dan infrastruktur kawasan melalui dukungan kebijakan pembangunan dan dukungan sistem jaringan prasarana dan sarana untuk meningkatkan ketertinggalan kawasan Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. swasta dan masyarakat . 6 Kawasan Konservasi cagar Budaya dan sejarah Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan/ Objek strategis Fungsi kawasan Difokuskan dalam rangka mewujudkan konservasi lingkungan terhadap obyek/kawasan budaya dan sejarah yang lestari pada Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.Rencana jaringan energi/listrik .Rencana jaringan air minum .pengaturan zona pada kawasan inti dan . 5 Kawasan tertinggal/ terisolir Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan .Rencana jaringan pergerakan .Rencana jaringan pergerakan .Rencana prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : . dan strategi difokuskan pada .pengaturan zona pada kawasan inti dan . dan strategi difokuskan pada . dilakukan oleh dinas/ lembaga daerah yang menangani bidang ekonomi.Rencana zona lindung . dan sanksi.

7 Kawasan Konservasi permukiman /komunitas adat tertentu Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan/ Objek strategis kawasan inti. insentif disinsentif. swasta dan masyarakat . insentif disinsentif.Rencana jaringan pergerakan .Rencana prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : .Program pemanfaatan ruang prioritas .pengaturan sistem jaringan prasarana.Besaran satuan usulanprogram . kawasan penyangga Difokuskan dalam rangka mewujudkan konservasi lingkungan terhadap /kawasan permukiman komunitas adat tertentu yang lestari pada jangka panjang.Besaran satuan usulanprogram .Sumber pendanaan dari APBN.Perlindungan terhadap kawasan permukiman. Tingkat Ketelitian Peta Tujuan.Rencana prasarana Rencana Pola Ruang (zoning map) penyangga.Pengendalian dan pengembangan kawasan penyangga untuk melindungi kawasan inti Rencana Jaringan Prasarana energi/listrik .Rencana jaringan air minum .pengaturan kegiatan.Instansi pelasana Difokuskan pada peraturan zonasi. . dan sanksi. Perumusan tujuan. swasta dan masyarakat . Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . .Pengendalian dan pengembangan kawasan inti sesuai kearifan lokal dan nilai-nilai warisan budaya.pengaturan zona pada kawasan penyangga. dan sanksi. .Rencana jaringan drainase . dan . .pemanfaatan SDA. .Rencana jaringan air minum . APBD.Rencana jaringan telekomunikasi .pengaturan zona pada kawasan inti dan . kebijakan.Program pemanfaatan ruang prioritas . dilakukan oleh dinas/lembaga daerah yang menangani pengembangan kawasan dan SDA.Pengendalian dan pengembangan kawasan penyangga untuk melindungi kawasan inti Perumusan tujuan. Rencana pola ruang berupa . dan strategi difokuskan pada . kawasan penyangga difokuskan dalam rangka mewujudkan keseimbangan ekosistem kawasan dengan melindungi/memanfaa tkan SDA secara aman Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.Rencana jaringan pergerakan . kebijakan.Sumber pendanaan dari APBN.pengaturan zona pada kawasan penyangga Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . dilakukan oleh dinas/lembaga daerah yang menangani bidang social budaya dan sejarah. .pengaturan zonasi.Rencana jaringan drainase .pengaturan keseimbangan ekosistem kawasan dan pemanfaatan sumber daya alam pada kawasan inti dan .Rencana prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : .Instansi pelasana Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Ketentuan Pengelolaan sejarah. Kementerian Pekerjaan Umum 30 . perizinan.Sumber pendanaan dari APBN.Instansi pelasana Difokuskan pada peraturan zonasi. Kebijakan dan Strategi . 8 Kawasan Pengembanga n Sumber Daya Alam Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan/ objek strategis kawasan inti. swasta dan masyarakat .Lokasi usulan program . Ketentuan Pemanfaatan Ruang .Pengendalian dan pengembangan kawasan inti sesuai kearifan lokal dan nilai-nilai warisan budaya.Rencana jaringan telekomunikasi .pengelolaan kawasan penyangga Rencana pola ruang meliputi .Rencana jaringan energi/listrik .Besaran satuan usulanprogram . APBD.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Konsep Pengembangan Bentuk KSK No Tipologi Delineasi Kawasan Fokus Penanganan jangka panjang.pengelolaan lingkungan.Lokasi usulan program . .Rencana jaringan telekomunikasi . APBD. dan strategi difokuskan pada . perizinan.Rencana jaringan energi/listrik .

Program pemanfaatan ruang prioritas . kebijakan.pengaturan zonasi.Besaran satuan usulanprogram .Lokasi usulan program . perizinan.pengelolaan lingkungan.pengaturan zona pada kawasan penyangga Difokuskan pada peraturan zonasi.pengelolaan kawasan penyangga dilakukan oleh dinas /lembaga daerah yang menangani pengembangan kawasan.Sumber pendanaan dari APBN.pengaturan zona di kawasan penyangga untuk menjamin operasionalisasi instalasi teknologi tinggi Ketentuan Pemanfaatan Ruang Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : .Rencana prasarana lainnya Rencana Pola Ruang (zoning map) Rencana pola ruang meliputi . teknologi tinggi Rencana pola ruang meliputi . perizinan. flora/fauna. dilakukan oleh dinas /lembaga daerah yang menangani pengembangan kawasan dan sector terkait.pengaturan kegiatan.Instansi pelasana Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . kawasan evakuasi difokuskan dalam rangka mewujudkan kawasan lindung bagi perlindungan ekosistem. difokuskan dalam Mengguna-kan Rencana jaringan Rencana pola ruang Difokuskan pada dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum 31 .Rencana jaringan pergerakan . perizinan.Rencana prasarana lainnya Rencana pola ruang meliputi .Sumber pendanaan dari APBN. dan .Sumber pendanaan dari APBN.Lokasi usulan program .penetapan kegiatan dalam upaya mitigasi dan adaptasi bencana. dilakukan oleh dinas/ lembaga daerah yang menangani lingkungan hidup dan sektor terkait. Perumusan tujuan. insentif disinsentif. . dan strategi difokuskan pada .Rencana prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : .pengendalian pemanfaatan ruang pada kawasan rawan bencana Perumusan tujuan. swasta dan masyarakat . Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.Program pemanfaatan ruang prioritas . dan sanksi. Ketentuan Pengelolaan 9 Kawasan teknologi Tinggi Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis obyek strategis kawasan inti.pengaturan zona pada KRB. APBD.Besaran satuan usulanprogram . insentif disinsentif. 12 Kawasan kritis Ditentukan WS/DAS.pengaturan zona pada kawasan inti dan . Tujuan. Perumusan tujuan.Program pemanfaatan ruang prioritas . Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. Rencana jaringan prasarana : . . APBD. insentif disinsentif.Rencana jaringan pergerakan . . .Rencana jaringan energi/listrik . swasta dan masyarakat . kawasan penyangga difokuskan dalam rangka mewujudkan lingkungan kawasan dan/atau objek teknologi tinggi berfungsi maksimal sesuai dengan jangka waktu rencana operasional 10 Kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup (darat) Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan kawasan inti.Besaran satuan usulanprogram . APBD. dan dukungan prasarana kawasan.Perlindungan dan persyaratan teknis kawasan teknologi tinggi. kawasan penyangga 11 Kawasan rawan bencana Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan Kawasan rawan bencana. Kebijakan dan Strategi Rencana Jaringan Prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Konsep Pengembangan Bentuk KSK No Tipologi Delineasi Kawasan Fokus Penanganan Tingkat Ketelitian Peta Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. keseimbangan iklim makro yang menjamin keserasian kemampuan dan pemanfaatan unsur dalam alam secara timbal balik difokuskan dalam rangka mewujudkan pemanfaatan ruang yang mendukung upaya mitigasi dan adaptasi pada kawasan rawan bencana . dan strategi difokuskan pada .pengendalian pemanfaatan ruang pada kawasan penyangga Perumusan tujuan.pengaturan zona pada kawasan evakuasi Difokuskan pada peraturan zonasi. dan sanksi.pengaturan sistem evakuasi.pengaturan kegiatan. swasta dan masyarakat .Instansi pelasana Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . dan . keseimbangan tata guna air. .Rencana jaringan telekomunikasi . kebijakan. dan .Lokasi usulan program . dan strategi difokuskan pada . kebijakan. dan sanksi.Rencana jaringan pergerakan .Instansi pelasana Mewujudkan RTR kawasan Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Difokuskan pada peraturan zonasi.

insentif disinsentif. dengan memberikan prioritas tinggi dalam rangka menjaga daya dukung lingkungan untuk mencegah berbagai bentuk gangguan lingkungan terutama banjir.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Konsep Pengembangan Bentuk KSK No Tipologi lingkungan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan Delineasi Kawasan kawasan ekosistem. dan strategi yang difokuskan pada . difokuskan dalam rangka mewujudkan lingkungan kawasan pesisir dan pulaupulau kecil yang lestari pada jangka panjang.pengaturan fungsi lindung dan fungsi budidaya. kawasan penyangga Fokus Penanganan rangka mewujudkan kawasan yang lestari pada jangka panjang. longsor.Lokasi usulan program .pengaturan komposisi kawasan lindung dan kawasan budi daya yang menjamin keserasian kemampuan dan pemanfaatan Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . Kementerian Pekerjaan Umum 32 . Tingkat Ketelitian Peta skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. 13 Kawasan perlindungan pesisir dan pulau kecil Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan Kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. kebijakan. swasta dan masyarakat .Rencana jaringan pergerakan . dan menurunnya kualitas air.Instansi pelasana Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang peraturan zonasi.pengelolaan lingkungan.Program pemanfaatan ruang prioritas .pengendalian sistem pusat pelayanan.Rencana jaringan pergerakan . Perumusan tujuan.pengendalian sistem jaringan prasarana. Ketentuan Pengelolaan dinas /lembaga daerah yang menangani pengembangan kawasan dan sector terkait.Rencana prasarana lainnya Rencana Pola Ruang (zoning map) meliputi . APBD. dilakukan oleh dinas /lembaga daerah yang menangani pengembangan kawasan dan sector terkait. swasta dan masyarakat .pengelolaan lingkungan. .pengaturan fungsi lindung dan fungsi budidaya. .Besaran satuan usulanprogram .Lokasi usulan program . dan sanksi.Sumber pendanaan dari APBN. .pengaturan komposisi kawasan lindung dan kawasan budi daya yang menjamin keserasian kemampuan dan pemanfaatan Ketentuan Pemanfaatan Ruang starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . Kebijakan dan Strategi kebijakan. . Rencana Jaringan Prasarana prasarana : . Tujuan.Program pemanfaatan ruang prioritas . perizinan. APBD.Besaran satuan usulanprogram .Sumber pendanaan dari APBN. Rencana jaringan prasarana : . .Rencana prasarana lainnya Rencana pola ruang meliputi .Instansi pelasana Difokuskan pada peraturan zonasi. . perizinan.pengendalian sistem jaringan prasarana.pengendalian sistem pusat pelayanan. dan strategi yang difokuskan pada . insentif disinsentif. dan sanksi.

d. Kriteria tertentu yang dimaksud disesuaikan dengan tipologi KSK. Daya dukung fisik lingkungan . Kawasan perkotaan 2. Ketentuan peraturan perundang-undangan a. Aksesibilitas antara kawasan sentra produksi dengan dengan kawasan penghasil bahan baku c. 3. Sebaran fasilitas perekonomian kawasn d. Keterkaitan kegiatan di kawasan inti dan/atau kawasan penyangga.1 DELINEASI KSK Delineasi merupakan batas yang ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu yang digunakan sebagai batas wilayah perencanaan RTR KSK. b.1 Penentuan Delineasi KSK TIPOLOGI 1. Pertimbangan dalam penentuan delineasi untuk masing-masing tipologi diuraikan dalam tabel 3. a. Ketentuan peraturan perundang-undangan. Sebaran pusat-pusat pelayanan kegiatan ekonomi c. Delineasi KSK mencakup kawasan inti dan kawasan penyangga yang penetapannya didasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau ketentuan teknis sektoral. Faktor keseimbangan ekologis dan sumber daya air.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten BAB III KETENTUAN TEKNIS MUATAN RTR KSK 3.Kawasan inti merupakan kawasan dengan batas tertentu dan memperoleh fasilitas tertentu yang ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian tertentu. Perkembangan area terbangun d. ekologis dan sumber daya air c.Kawasan penyangga merupakan kawasan dengan radius tertentu dari batas kawasan inti dengan perlakuan khusus yang memiliki fungsi menyediakan bahan baku bagi kawasan inti yang dimaksud. Kawasan tertinggal/terisolir Kementerian Pekerjaan Umum 33 . Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh 5. Keterkaitan kawasan dengan kawasan lainnya dalam rangka meningkatkan pengembangan kawasan b. . Faktor keseimbangan ekologis dan sumber daya air. . Kawasan Koridor ekonomi ASPEK YANG DIPERTIMBANGAN PENENTUAN DELINEASI KSK Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota a. Ketersedian fasilitas dan perekonomian wilayah c. Keterkaitan fungsional sosial-ekonomi b. Ketentuan peraturan perundang-undangan a. ekologi dan sumber daya air e. Kawasan Perdesaan 4.1 sebagai berikut Tabel 3. Faktor keseimbangan daya dukung. Intreraksi sosial budaya masyarakat b.

(c) KSA/KPA. dan cagar budaya 6.Kawasan inti merupakan kawasan dengan batas tertentu sebagai objek/kawasan warisan budaya/sejarah. Kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup Kementerian Pekerjaan Umum 34 . Keterkaitan kegiatan di kawasan inti dan kawasan penyangga. Ketentuan peraturan perundang-undangan. . b. . .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI ASPEK YANG DIPERTIMBANGAN PENENTUAN DELINEASI KSK d.kawasan penyangga merupakan kawasan dengan radius tertentu dari batas kawasan inti yang memiliki fungsi melindungi kawasan inti yang dimaksud. . . wilayah pertambangan rakyat (WPR). Kawasan Teknologi Tinggi 10. Ketentuan peraturan perundang-undangan a.Kawasan inti merupakan kawasan dengan batas tertentu sebagai kawasan hutan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup sesuai ketentuan perundang-undangan. Ketentuan peraturan perundang-undangan. (b)perlindungan setempat. a.kawasan penyangga pada kawasan teknologi tinggi yaitu kawasan dengan radius tertentu dari batas kawasan inti yang berpotensi mempengaruhi kawasan inti atau sebaliknya sebagai kawasan yang berpotensi dipengaruhi oleh kawasan inti b. .Kawasan penyangga merupakan kawasan dengan radius tertentu dari batas kawasan inti yang berpotensi mempengaruhi kawasan inti atau sebaliknya sebagai kawasan yang berpotensi dipengaruhi oleh kawasan inti. ketentuan peraturan perundang-undangan a. Kawasan Konservasi Cagar Budaya/ Sejarah 7. Kawasan Bergambut.kawasan inti pada kawasan teknologi tinggi yaitu kawasan dengan batas tertentu sebagai wilayah instalasi teknologi tinggi dan kegiatan-kegiatan pendukung . b. Kawasan resapan air).kawasan inti merupakankawasan dengan batas tertentu yang ditetapkan sebagai kawasan dengan batas tertentu sebagai kawasan pemanfaatan sumber daya alam berupa wilayah usaha pertambangan (WUP). Ketentuan peraturan perundang-undangan. . b. meliputi : (a) Perlindungan Kawasan bawahannya (Kawasan hutan lindung. a. Kawasan Konservasi permukiman/kom unitas adat tertentu 8. wilayah izin usaha pertambangan (WIUP). Keterkaitan kegiatan di kawasan inti dan/atau kawasan penyangga dalam rangka pengelolaan perlindungan dan pelestarian obyek/kawasan cagar budaya/sejarah.Kawasan inti merupakan kawasan dengan batas tertentu sebagai objek/kawasan permukiman/komunitas tertentu. a. Kawasan pengembangan SDA darat 9. keterkaitan kegiatan di kawasan inti dan kawasan penyangga dalam rangka melindungi objek vital teknologi tinggi: . Keterkaitan kegiatan di kawasan inti dan kawasan penyangga. Keterkaitan kegiatan di kawasan inti dan/atau kawasan penyangga dalam rangka pengelolaan perlindungan dan pelestarian obyek/kawasan permukiman/komunitas adat tertentu.kawasan penyangga merupakan kawasan dengan radius tertentu dari batas kawasan inti yang memiliki fungsi melindungi kawasan inti yang dimaksud.

ketentuan peraturan perundang-undangan 11. Kawasan perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil ditentukan berdasarkan batas wilayah pesisir dan pulau-pulau yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.Kawasan penyangga merupakan kawasan dengan radius tertentu dari batas kawasan inti sebagai kawasan yang berpotensi mempengaruhi kawasan inti. Kawasan Kritis Lingkungan 13. . Kawasan kritis lingkungan ditentukan berdasarkan batas wilayah sungai (WS) atau daerah aliran sungai (DAS) yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. . Kawasan ekosistem meliputi.Hasil kajian evakuasi bencana yang telah ada didasarkan pada sejarah penanganan evakuasi dan hasil kajian penanganan evakuasi yang mewadahi sistem evakuasi. a.Pulau-Pulau Kecil merupakan suatu daratan yang pada saat pasang tertinggi tidak tertutupi air. Kawasan rawan bencana/KRB (disaster zona).sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kawasan rawan bencana 12. Keterkaitan kegiatan di kawasan rawan bencana/KRB dan hasil kajian evakuasi bencana yang telah ada berdasarkan karakteristik bencana: a. dan lainnya .Pesisir b. . a. (e) Kawasan lindung geologi. .000 Km2 . Kawasan perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil Kementerian Pekerjaan Umum 35 . b.Ketentuan peraturan perundang-undangan.Kriteria teknis kawasan ekosistem . .pertimbangan dampak bencana dengan memperhatikan sejarah bencana di masa lalu (histori) dan potensi tinggi mengalami bencana alam/letusan gunung berapi/gempa bumi dll.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI ASPEK YANG DIPERTIMBANGAN PENENTUAN DELINEASI KSK (d) Rawan bencana alam. dengan luas kurang dari 2.

Ditentukan berdasarkan RTRW kegiatan pelayanan berdasarkan masterpaln kawasan kabupaten .Ditentukan berdasarkan RTRW kegiatan pelayanan berdasarkan masterpaln kawasan kabupaten .Jarak terjau dari pusat kegiatan 100 km  Konservasi SDA  Pertanian Kementerian Pekerjaan Umum 36 .Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain  Permukiman perdesaan . Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh 5.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Tabel 3.Ditentukan berdasarkan hasil kajian kebutuhan ruang bagi pengembangan . Kawasan Perdesaan 4. Kawasan tertinggal/teri solir Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota .Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain .Berdasarkan masterpaln kawasan  Permukiman perdesaan  Konservasi SDA  Katahanan pangan (pertanian.Ditentukan dalam RPJPD kegiatan pelayanan berdasarkan masterpaln kawasan kabupaten .Ditentuakan berdasarkan hasil kajian kebutuhan ruang bagi pengembangan .Ditentukan berdasarkan RTRW kabupaten . perkebunan.Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain  Pusat kegiatan ekonomi  Industri  Perdagangan dan jasa . Kawasan perkotaan 2.2 Penentuan Jarak. perikanan) .Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain  Permukiman perdesaan  Konservasi SDA  Katahanan pangan (pertanian) .Ditentuakan berdasarkan hasil kajian kebutuhan ruang bagi pengembangan . Kawasan Koridor ekonomi Luas Fungsi 3. Luas dan Fungsi KSK TIPOLOGI 1.

Ditetapan dalam RPJMD kabupaten . Kawasan Konservasi permukiman/ komunitas adat tertentu 8.Kawasan penyangga. Konservasi permukiman adat . untuk :  Permukiman  Pertanian Kementerian Pekerjaan Umum 37 . Kawasan Konservasi Cagar Budaya/ Sejarah Luas Ditentukan berdasarkan hasil kajian dengan mengutamakan peluang peningkatan kesejahteraan rakyat. terdiri dari . Konservasi cagar budaya .Kawasan penyangga.wilayah usaha pertambangan (WUP). untuk :  Permukiman  Pengembangan SDA  pertanian .wilayah pertambangan rakyat (WPR) .Ditentuakan berdasarkan hasil kajian kebutuhan ruang bagi pengembangan kegiatan pelayanan berdasarkan masterpaln kawasan Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain Fungsi .Kawasn inti. terdiri dari . Kawasan pengembang an SDA darat 9.Zona pengembangan .Kawasan penyangga .Kawasan pengembangan . untuk :  Permukiman  pertanian 7.wilayah izin usaha pertambangan (WIUP).Kawasan penyangga . kawasan pengembangan teknologi tinggi .Kawasn inti.Kawasan penyangga. dibagi dalam sistem zona.Kawasan inti.Kawasn inti.Kawasan inti . .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI 6.Kawasan penyangga. untuk :  Permukiman  Perdagangan/jasa  pertanian . Kawasan Teknologi Tinggi .tidak terkait dengan wilayah admiinistrasi dapat lintas provinsi maupun kabupaten/kota Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain . berdasarkan : . kawasan penggunnan SDA (pertambangan) .kawasan penunjang Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain Ditentukan berdasarkan hasil kajian dengan mengutamakan peluang peningkatan kesejahteraan rakyat.Zona penunjang Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain Luasan kawasan pertambangan.Kawasan inti . . dibagi dalam sistem zona.

Kawasn inti. .Kawasan penyangga.Untuk bencana letusan gunung api dibagi dalam 3 tipe  Tipe A.Untuk bencana gempa bumi dibagi dalam 6 tipe  Tipe A kawasan yang berlokasi jauh dari daerag sesar yang rentan terhadap getaran gempa  Tipe B kawasan yang mempunyai 1 faktor dominan. cebderung mengalami keruskan parah pada setiap bangunan  Tipe E merupakan jalur sesar yang dekat dengan epicentrum yang dicerminkan intensitas gempa yang tinggi dan mengakibatkan kerusakan fatal  Tipe F kawasan pada landasan tsunami sangat merusak dan sepanjang zona sesar mempunyai kerusakan fatal saat gempa .Batasan Zona patahan aktif. wilayah berada 250 m dari zona patahan aktif .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI 10.Kawasn inti.Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain Fungsi . Kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup 11. (kerawanan tinggi) cenderung menagalami kerusakan cukup parah dan kerusakan bangunan beton  Tipe D kawasan yang mempunyai 2-3 faktor dominan yang saling melemahkan. untuk :  Hutan produksi  perkebunan  Permukiman  pertanian Batas kawasan ditentuakan berdasarkan informasi geologi dan tingakat resiko bencana. resiko sedang  Tipe C. untuk :  Hutan produksi  perkebunan  Permukiman  pertanian . cenderung menagalami kerusakan cukup parah  Tipe C kawasan yang mempunyai 2 faktor dominan.Kawasan penyangga. resiko tinggi .kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup (darat) dengan luas minimal 250 Ha . kawasan lindung . kawasan lindung . Kawasan rawan bencana Luas . resiko rendah  Tipe B.Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain Kementerian Pekerjaan Umum 38 .

atau  daratan sepanjang tepian laut yang bentuk dan kondisi fisik pantainya curam atau terjal dengan jarak proporsional terhadap bentuk dan kondisi fisik pantai.Kawasn inti. untuk :  Hutan produksi  perkebunan  Permukiman  Pertanian .  Kawasan pantai berhutan bakau minimal 130 x nilai rata-rata perbedaan air pasang tertinggi dan terendah tahunan diukur dari air surut terendah kea rah darat .Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain Fungsi .Kawasan penyangga. kawasan lindung . yaitu : suatu daratan yang pada saat pasang tertinggi tidak tertutupi air. Kawasan perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil .Kawasan pesisir yang dilindungi :  daratan sepanjang tepian laut dengan jarak paling sedikit 100 (seratus) meter dari titik pasang air laut tertinggi ke arah darat. Kawasan Kritis Lingkungan Luas .Kawasn inti.000 Km2 Kementerian Pekerjaan Umum 39 . kawasan lindung . untuk :  Hutan produksi  perkebunan  Permukiman  pertanian 13.Kawasan penyangga.Pulau-pulau kecil.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI 12. dengan luas kurang dari 2.

Kawasan Perdesaan Kementerian Pekerjaan Umum 40 . Mengatur pola pemanfatan ruang selama 20 tahun yang dibagi dalam program 5 tahunan e. Pengaturan sistem jaringan prasarana yang mundukung fungsi perdesaan c. Penetapan sub kawasan yang diprioritaskan penangannya f. Mengatur pola ruang yang serasi antara peruntukan kegiatan lindung dan kegiatan budidaya untuk pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat d. meliputi : a.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 3. Pengaturan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan TIPOLOGI KSK 1. Pengaturan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan berupa penyusunan peraturan zonasi agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan Difokuskan dalam rangka mewujudkan pengembangan kawasan perdesaan yang terpadu dengan ditunjang dukungan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi dalam rangka mendorong investasi untuk tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. Mengatur pola ruang yang serasi antara peruntukan kegiatan lindung dan kegiatan budidaya untuk pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat d. Pengaturan sistem jaringan prasarana yang mundukung fungsi perkotaan c. Kawasan perkotaan 2. meliputi : a. Pengaturan kegiatan ekonomi utama yang mendukung kawasan koridor ekonomi yang direncanakan dalam RTRW dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional b.3 Fokus Penanganan KSK FOKUS PENANGANAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota Difokuskan dalam rangka mewujudkan pengembangan kawasan koridor ekonomi yang terpadu dengan ditunjang dukungan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi dalam rangka mendorong investasi untuk pengembangan kawasan koridor ekonomi yang cepat tumbuh. Berikut fokus pengaturan minimal untuk masing-masing tipologi KSK : Tabel 3. Penetapan fokus penanganan dimaksudkan sebagai upaya untuk mengatur hal-hal penting yang perlu ditangani untuk masing-masing tipologi KSK. Pengaturan kegiatan ekonomi utama yang mendukung sistem perdesaan yang direncanakan dalam RTRW dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional b. Kawasan Koridor ekonomi 3. Mengatur pola pemanfatan ruang selama 20 tahun yang dibagi dalam program 5 tahunan a.2 FOKUS PENANGANAN KSK Fokus penangan merupakan pokok-pokok yang menjadi tujuan utama penangan yang menjadi pertimbangan utama dalam perumusan muatan RTR di masing-masing tipologi KSK.

Pengaturan pengembangan usaha (bussiness development) yang berisi antara lain bussiness plan dan pengembangan kasus pada minimal 1 (satu) komoditas unggulan. pengembanganan prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi masyarakat. sektor sekunder (industri pengolahan) dan sektor tersier (perdagangan. Kawasan tertinggal/ terisolir FOKUS PENANGANAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN perkotaan berupa penyusunan peraturan zonasi agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan Difokuskan dalam rangka mewujudkan pengembangan kawasan ekonomi sektor unggulan yang terpadu dengan ditunjang oleh prasarana dan fasilitas dalam rangka mendorong investasi dan berjalannya sistem dan usaha agribisnis pada sektor unggulan selektif. pertanian. Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh 5.). Pengaturan di kawasan inti untuk kegiatan Industri pengolahan Perdagangan dan jasa e.pengaturan standarisasi pelayanan minimal sistem jaringan prasarana. terdiri atas. dan Kementerian Pekerjaan Umum 41 .pengaturan zona dan kegiatan. Pengaturan sistem pusat pelayanan pendukung sentra ekonomi unggulan dengan memperhatikan sistem perkotaan yang telah ditetapkan dalam RTRW Provinsi dan kabupaten. f. Mengatur pola ruang yang serasi antara peruntukan kegiatan lindung dan kegiatan budidaya untuk pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat h. perikanan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI KSK 4. . c. Pengaturan sistem jaringan prasarana yang mendukung fungsi kawasan g. c. d. meliputi : a. sektor pariwisata. Pengaturan aksesibilitas antara kawasan tertinggal dan pusat pertumbuhan wilayah. Pengaturan sentra unggulan ekonomi meliputi. b. jasa. e. Pengaturan penyediaan lapangan pekerjaan. sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah meliputi : a. Pengaturan kelembagaan pengelola kawasan Difokuskan dalam rangka Meningkatkan perekonomian dan infrastruktur kawasan melalui dukungan kebijakan pembangunan dan dukungan sistem jaringan prasarana dan sarana untuk meningkatkan ketertinggalan kawasan. peningkatann akses masyarakat ke sumber pembiayaan. dan peternakan). Pengaturan di kawasan penunjang untuk kegiatan Penghasil bahan baku f. Pengaturan kegiatan ekonomi b. d. dan sektor industri. sektor primer (kehutanan. Pengaturan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan berupa penyusunan peraturan zonasi agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan j. Mengatur pola pemanfatan ruang selama 20 tahun yang dibagi dalam program 5 tahunan i. perkebunan. Pengaturan kawasan inti. .

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

TIPOLOGI KSK

6. Kawasan konservasi Cagar Budaya/Sejarah

7. Kawasan konservasi permukiman/ko munitas adat tertentu

8. Kawasan teknologi Tinggi

FOKUS PENANGANAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN g. peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan kegiatan ekonomi. Difokuskan dalam rangka mewujudkan konservasi lingkungan terhadap obyek/kawasan budaya dan sejarah yang lestari pada jangka panjang, meliputi :. a. Pengaturan kawasan inti meliputi : - Pengaturan zona dan kegiatan yang difokuskan pada perlindungan/pelestarian warisan budaya/adat tertentu; - Pengaturan jenis dan kualitas pelayanan prasarana pendukung berbasis nilai-nilai warisan budaya dan adat tertentu. b. Pengaturan kawasan penyangga meliputi; - Pengaturan batas/radius kawasan penyangga untuk perlindungan kawasan inti; - Pengaturan zona dan kegiatan di kawasan penyangga; c. Pengaturan prasarana pendukung pengembangan kawasan penyangga, termasuk antisipasi bencana banjir dan kebakaran. Difokuskan dalam rangka mewujudkan konservasi lingkungan terhadap /kawasan permukiman komunitas adat tertentu yang lestari pada jangka panjang, meliputi :. a. Pengaturan kawasan inti meliputi : - Pengaturan zona dan kegiatan yang difokuskan pada perlindungan/pelestarian warisan budaya/adat tertentu; - Pengaturan jenis dan kualitas pelayanan prasarana pendukung berbasis nilai-nilai warisan budaya dan adat tertentu. b. Pengaturan kawasan penyangga meliputi; - Pengaturan batas/radius kawasan penyangga untuk perlindungan kawasan inti; - Pengaturan zona dan kegiatan di kawasan penyangga; c. Pengaturan prasarana pendukung pengembangan kawasan penyangga, termasuk antisipasi bencana banjir dan kebakaran. difokuskan dalam rangka mewujudkan lingkungan kawasan dan/atau objek teknologi tinggi berfungsi maksimal sesuai dengan jangka waktu rencana operasional, meliputi : a. pengaturan kawasan inti: - pengaturan zonasi dan kegiatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan - pengaturan pembangunan prasarana pendukung sesuai dengan peraturan perundang-undangan b. pengaturan kawasan penyangga: - pengaturan batas/radius kawasan penyangga untuk pelindungan kawasan inti dan pelindungan keselamatan penduduk di sekitar kawasan inti - pengaturan zonasi dan kegiatan di kawasan penyangga - pengaturan prasarana pendukung pengembangan kawasan penyangga - pengaturan pelindungan kawasan inti dari ancaman bencana, yang antara lain dapat berupa pelindungan dari

Kementerian Pekerjaan Umum 42

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

TIPOLOGI KSK

9. Kawasan pengembanga n SDA darat

10. Kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup

FOKUS PENANGANAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN potensi ganggung sosial, cahaya, suara, getaran, kebakaran, banjir, dan bencana akibat posisi geografis difokuskan dalam rangka mewujudkan keseimbangan ekosistem kawasan dengan melindungi/memanfaatkan SDA secara aman, meliputi : a. Pengaturan keseimbangan ekosistem kawasan; b. Pengaturan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan terkait dampak pemanfaatan sumber daya alam; c. Pengaturan zona dan kegiatan terkait kawasan-kawasan pasca pemanfaatan sumber daya alam, d. Pengaturan kawasan inti, meliputi; - Pengaturan zona dan kegiatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan (zona eksploitasi, zona pembuangan limbah, dan zona penunjang), - Pengaturan sistem jaringan jalan poros/jalan utama kawasan yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung struktur pengembangan wilayah pasca pemanfaatan sumber daya alam. e. Pengaturan kawasan penyangga; - Pengaturan batas/radius kawasan penyangga untuk perlindungan kawasan inti; - Pengaturan zona dan kegiatan; - Pengaturan prasarana pendukung pengembangan kawasan penyangga untuk mengantisipasi kemungkinan kesenjangan dengan kawasan inti. f. Pengaturan keberlanjutan fungsi pusat pelayanan pasca pemanfaatan sumber daya alam. difokuskan dalam rangka mewujudkan kawasan lindung bagi perlindungan ekosistem, flora/fauna, keseimbangan tata guna air, keseimbangan iklim makro yang menjamin keserasian kemampuan dan pemanfaatan unsur dalam alam secara timbal balik, meliputi : a. Pengaturan kawasan inti meliputi: - mencegah pemanfaatan ruang di kawasan lindung yang berpotensi mengurangi fungsi lindung kawasan - membatasi pengembangan prasarana dan sarana di dalam dan di sekitar kawasan lindung yang dapat memicu perkembangan kegiatan budi daya - merehabilitasi fungsi lindung kawasan yang menurun akibat dampak pemanfaatan ruang yang berkembang di dalam dan di sekitar kawasan lindung - pengaturan zona dan kegiatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; - pengaturan pembangunan prasarana pendukung sesuai peraturan perundang-undangan. b. Pengaturan kawasan penyangga; - pengaturan batas/radius kawasan penyangga untuk perlindungan kawasan inti. - Pengaturan zona dan kegiatan, - membatasi pengembangan prasarana dan sarana di dalam

Kementerian Pekerjaan Umum 43

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

TIPOLOGI KSK

11. Kawasan rawan bencana

12. Kawasan Kritis Lingkungan

13. Kawasan Pelindungan Pesisir dan Pulau- pesisir Kecil

FOKUS PENANGANAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN dan di sekitar kawasan lindung yang dapat memicu perkembangan kegiatan budi daya, - mengembangkan kegiatan budi daya tidak terbangun di sekitar kawasan lindung yang berfungsi sebagai kawasan penyangga yang memisahkan kawasan lindung dengan kawasan budi daya terbangun; c. Pengaturan sistem jaringan prasarana utama dan keberadaan pusat-pusat pelayanan yang berpotensi mengganggu kawasan inti difokuskan dalam rangka mewujudkan pemanfaatan ruang yang mendukung upaya mitigasi dan adaptasi pada kawasan rawan bencana, meliputi : a. Pengaturan sistem evakuasi; b. Pengaturan fungsi lindung dan fungsi budidaya sesuai karakteristik daya dukung pada kawasan rawan bencana/KRB; c. Pengaturan kegiatan pada kawasan rawan bencana/KRB (termasuk hunian sementara) terkait pengelolaan kegiatan pada kawasan rawan bencana/KRB; d. Pengaturan sistem prasarana pendukung di lokasi evakuasi sesuai standar pelayanan minimal yang ditentukan. difokuskan dalam rangka mewujudkan kawasan yang lestari pada jangka panjang, dengan memberikan prioritas tinggi dalam rangka menjaga daya dukung lingkungan untuk mencegah berbagai bentuk gangguan lingkungan terutama banjir, longsor, dan menurunnya kualitas air, meliputi : a. Penetapan kriteria keberlanjutan kawasan ekosistem; b. Pengaturan komposisi kawasan lindung dan kawasan budi daya yang menjamin keserasian kemampuan dan pemanfaatan unsur dalam alam secara timbal balik; c. Pengaturan fungsi budidaya terkait daya rusak air khususnya sistem pusat pelayanan, fasilitas ekonomi penting, sistem transportasi, serta sistem jaringan sumber daya air difokuskan dalam rangka mewujudkan lingkungan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang lestari pada jangka panjang, meliputi : a. Pengaturan kawasan inti meliputi: - pengaturan zona dan kegiatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; - pengaturan pembangunan prasarana pendukung sesuai peraturan perundang-undangan. b. Pengaturan kawasan penyangga; - pengaturan batas/radius kawasan penyangga untuk perlindungan kawasan inti. - Pengaturan zona dan kegiatan, - Pengendalian sistem pelayanan dan sistem prasarana, c. Pengaturan sistem jaringan prasarana utama dan keberadaan pusat-pusat pelayanan yang berpotensi mengganggu kawasan inti

Kementerian Pekerjaan Umum 44

000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25.000 2.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25.000 4. 20/2011 tentang Pedoman Penyusunan RDTR dan PZ Kabupaten/Kota sekurang-kurangnya 1:25. Skala peta RTR KSK dapat berbeda antara kawasan inti dan penyangga dimana skala peta pada kawasan inti lebih detail dari kawasan penyangga.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5. serta mempertimbangkan luasan geografis dan nilai strategis KSK. Kawasan pengembangan Sumber Daya Alam 10.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 3.000 Kementerian Pekerjaan Umum 45 .000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25. Kawasan Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 11. Kawasan Perdesaan Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:10.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5. Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh 5.4 Skala Peta RTR KSK TIPOLOGI KSK 1.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25.3 SKALA PETA KSK Penetapan skala peta KSK dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan informasi yang diperlukan dalam proses perencanaan tata ruang KSK.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25. Kawasan rawan bencana Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5. Kawasan koridor ekonomi 3.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25. Kawasan Teknologi Tinggi 9. Kawasa tertinggal/terisolir 6. Pembedaan skala tersebut tidak harus berlaku universal untuk semua tipologi KSK. Kawasan konservasi cagar budaya dan sejarah 7.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25. Kawasan konservasi permukiman /komunitas adat tertentu 8.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5. tergantung pada urgensi penanganan Skala peta KSK untuk masing-masing tipologi KSK yaitu sebagai berikut: Tabel 3. Kawasan perkotaan SKALA PETA Mengacu Permen PU No.

000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25. Posisi geografis kawasan terhadap pusat-pusat pertumbuhan di sekitar kawasan b. dan Strategi 1. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : Kementerian Pekerjaan Umum 46 . a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan kawasan koridor ekonomi dalam batas area tertentu melalui serta dukungan jaringan prasarana yang memadai Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan.4 MUATAN RTR KSK 3. kebijakan penetapan aksesibilitas kawasan. Kawasan Koridor Ekonomi Muatan yang diatur dalam RTR KSK kawasan koridor ekonomi dirumuskan dengan mempertimbangkan : a.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25. kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung. b) (1) (2) (3) (4) (5) c) kebijakan penetapan kegiatan. Perumusan kebijakan difokuskan pada: 2. Kawasan Perlindungan pesisisr dan pulau-pulau kecil 3. Ketenaga kerjaan dan penyediaan permukiman c.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI KSK 12.1 SKALA PETA Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:10. kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan). dan strategi adalah sebagai berikut. Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. Kawasan Perkotaan Muatan yang diatur dalam RTR KSK kawasan perkotaan akan diatur lebih lanjut dengan Pedoman Penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota (Permen Pu No 20 tahun 2011). Area terbangun di sekitar kawasan Berdasarkan pertimbangan di atas.000 Tujuan.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:10.4. Kawasan kritis lingkungan 13. Kebijakan. Infrastruktur ekonomi d. kebijakan. maka acuan muatan pengaturan tujuan.

penyediaan sistem jaringan telekomunikasi. kondisi lingkungan nonterbangun. penyediaan sistem jaringan energi. kondisi sosisl ekonomi masyarakat e. kondisi sistem jaringan prasarana pendukung kawasan. menetapkan pola penyediaan permukiman Perumusan strategi terkait kebijakan dukungan sistem jaringan prasarana utama kawasan meliputi penetapan standar pelayanan minimum pelayanan sistem jaringan transportasi Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung kawasan termasuk hunian khusus. Posisi geografis kawasan terhadap pusat-pusat pertumbuhan di sekitar kawasan b. penyediaan sistem jaringan air limbah Perumusan strategi terkait kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan) meliputi: - pengaturan ruang sekitar kawasan mempertimbangkan dampak keberadaan terhadap kawasan sekitar sekaligus perlindungan kawasan dari kegiatan disekitar kawasan yang berpotensi mengganggu. Kementerian Pekerjaan Umum 47 . penyediaan sistem penyediaan air minum. daya dukung fisik dasar terkait dengan potensi bencana yang mengancam kawasan d.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (1) Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan jenis kegiatan yang akan dikembangkan pada kawasan. meliputi: (5) penyediaan permukiman. regional dan internasional. terbangun. Kawasan Perdesaan Muatan yang diatur dalam RTR KSK kawasan perdesaan dirumuskan dengan mempertimbangkan : a. menetapkan komposisi tenaga kerja lokal. meliputi: (3) (4) menetapkan target penyerapan tenaga kerja. dan kegiatan di sekitar kawasan c. strategi pengaturan aksesibilitas menuju kawasan koridor ekonomi 3. penetapan jenis kegiatan dengan mempertimbangkan persaingan dan daya saing usaha Perumusan strategi terkait kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. meliputi : (2) menetapkan jenis kegiatan ekonomi yang memiliki keterkaitan bahan baku atau potensi ke pasar lokal. penyediaan sistem jaringan sumber daya air.

Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) kebijakan penetapan kegiatan. penyediaan sistem penyediaan air minum. meliputi: (3) (4) menetapkan target penyerapan tenaga kerja. penyediaan sistem jaringan sumber daya air. dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan kawasan perdesaan dalam batas area tertentu melalui dukungan jaringan prasarana yang memadai Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. (5) kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan).Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Muatan pengaturan tujuan. kebijakan. penyediaan sistem jaringan air limbah Perumusan strategi terkait kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan) meliputi: - pengaturan ruang sekitar kawasan mempertimbangkan dampak keberadaan terhadap kawasan sekitar sekaligus Kementerian Pekerjaan Umum 48 . meliputi: (5) penyediaan permukiman. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan jenis kegiatan yang akan dikembangkan pada kawasan. meliputi : b) c) (2) menetapkan jenis kegiatan ekonomi yang memiliki keterkaitan bahan baku atau potensi ke pasar lokal. (2) kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. (3) kebijakan penetapan aksesibilitas kawasan. Perumusan strategi terkait kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. penyediaan sistem jaringan energi. menetapkan komposisi tenaga kerja lokal. menetapkan pola penyediaan permukiman Perumusan strategi terkait kebijakan dukungan sistem jaringan prasarana utama kawasan meliputi penetapan standar pelayanan minimum pelayanan sistem jaringan transportasi Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung kawasan termasuk hunian khusus. penyediaan sistem jaringan telekomunikasi. regional dan internasional. (4) kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung.

a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan cluster ekonomi kawasan melalui pengembangan ekonomi sektor unggulan selektif (memiliki kekuatan pasar baik lokal. nasional dan atau internasional) dalam batas area tertentu melalui dukungan jaringan sarana dan prasarana kawasan yang memadai. serta kelembagaan pengelolaa kawasan Perumusan strategi terkait kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. (2) kebijakan terkait dengan pengembangan ekonomi lokal (3) kebijakan terkait dengan penguatan sistem pusat pelayaan kegiatan ekonomi (4) kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan jenis kegiatan pengembangan ekonomi sektor unggulan yang akan dikembangkan pada kawasan. Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. Kementerian Pekerjaan Umum 49 . meliputi : Perumusan strategi pengembangan faktor-faktor pendukung pengembangan ekonomi unggulan wilayah yang meliputi agro industri. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) kebijakan penetapan sektor unggulan kabupaten. jasa penunjang.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten perlindungan kawasan dari kegiatan disekitar kawasan yang berpotensi mengganggu. pengembangan teknologi pertanian. meliputi: b) c) (2) (3) - menetapkan target penyerapan tenaga kerja. kebijakan. dan/atau internasional. sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah dengan membuka kesempata pengembangan investasi Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. (5) kebijakan pengembangan aksesibilitas kawasan. maka acuan muatan pengaturan tujuan. (7) kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan). kebijakan. dan strategi adalah sebagai berikut. Berdasarkan pertimbangan di atas. 4. melalui pertimbangan pasar regional. (6) kebijakan pengembangan prasarana utama dan prasarana lainnya. dan dukungan ketenagakerjaan dan sistem perkotaan. b) c) kondisi infrastruktur ekonomi. Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh Tujuan. nasional. dan strategi penataan ruang dirumuskan dengan mempertimbangkan: a) kondisi sektor unggulan pendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.

kebijakan dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten kawasan tertinggal. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait kebijakan yang akan dikembangkan pada kawasan tertinggal/terisolasi. (2) kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. menetapkan pola penyediaan permukiman Perumusan strategi terkait kebijakan dukungan sistem jaringan prasarana utama kawasan meliputi penetapan standar pelayanan minimum pelayanan sistem jaringan transportasi Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung kawasan termasuk hunian khusus. penyediaan sistem jaringan air limbah Perumusan strategi terkait kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan) 5. (4) kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung. kebijakan. a) kondisi posisi geografis kawasan terhadap pusat-pusat pertumbuhan di sekitar kawasan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (4) (5) menetapkan komposisi tenaga kerja lokal. maka acuan muatan pengaturan tujuan. penyediaan sistem jaringan telekomunikasi. b) kondisi perekonomian kawasan c) kondisi infrastruktur dan sarana penunjang kawasan d) kondisi area terbangun sekitar kawasan. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) kebijakan penetapan kegiatan. dan strategi adalah sebagai berikut. meliputi. (5) kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan). penyediaan sistem jaringan sumber daya air. penyediaan sistem jaringan energi. Kawasan Tertinggal/Terisolir Pertimbangan perumusan tujuan. meliputi: (6) penyediaan permukiman. Berdasarkan pertimbangan di atas. (3) kebijakan penetapan aksesibilitas kawasan. Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. penyediaan sistem penyediaan air minum. a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada peningkatan pengembangan kawasan teringgal/terisolasi dalam batas area tertentu melalui serta dukungan jaringan prasarana yang memadai Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. meliputi : b) c) Kementerian Pekerjaan Umum 50 .

kebijakan. pengaturan zona dan kegiatan pada kawasan warisan budaya/adat tertentu dan pelayanan sistem jaringan prasarana kawasan dan sarana penunjang sesuai standar pelayanan minimum serta kearifan lokal dan nilai-nilai warisan budaya. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. penyediaan sistem penyediaan air minum. maka acuan muatan pengaturan tujuan. Berdasarkan pertimbangan di atas. penyediaan sistem jaringan energi. banjir dan pergerakan tanah). b) Kondisi lingkungan non terbangun. meliputi: a) Nilai keunikan dan kearifan lokal warisan budaya/adat tertentu. dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan lingkungan kawasan dan/atau obyek budaya yang lestari pada jangka panjang. Kebijakan terkait kawasan inti. d) Kondisi sistem jaringan prasarana pendukung kawasan. kebijakan. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) (2) Kebijakan terkait kawasan dan atau obyek cagar budaya/sejarah yang harus dilindungi. b) Kementerian Pekerjaan Umum 51 . 6. meliputi: (5) penyediaan permukiman. Kawasan Konservasi Cagar Budaya/Sejarah Pertimbangan perumusan tujuan. penyediaan sistem jaringan telekomunikasi. menetapkan pola penyediaan permukiman Perumusan strategi terkait kebijakan dukungan sistem jaringan prasarana utama kawasan meliputi penetapan standar pelayanan minimum pelayanan sistem jaringan transportasi Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung kawasan termasuk hunian khusus. menetapkan komposisi tenaga kerja lokal. terbangun dan kegiatan di sekitar kawasan dan/atau obyek cagar budaya/sejarah yang berpotensi mendukung maupun mengganggu. dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan cagar budaya/sejarah. c) Daya dukung fisik dasar terkait potensi bencana yang mengancam kawasan dan/atau obyek cagar budaya/sejarah (khususnya kebakaran. penyediaan sistem jaringan sumber daya air.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (2) Perumusan strategi terkait kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. penyediaan sistem jaringan air limbah Perumusan strategi terkait kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan) . meliputi: (3) (4) menetapkan target penyerapan tenaga kerja.

Kawasan Konservasi Permukiman/Komunitas Adat Tertentu Pertimbangan perumusan tujuan. terbangun dan kegiatan di sekitar kawasan dan/atau obyek permukiman/komunitas adat tertentu yang berpotensi mendukung maupun mengganggu. zonasi. penetapan dukungan sistem jaringan prasarana minimum kawasan penyangga. c) Daya dukung fisik dasar terkait potensi bencana yang mengancam kawasan dan/atau obyek permukiman/komunitas adat tertentu (khususnya kebakaran. Perumusan strategi perwujudan kawasan penyangga. Penetapan sistem pusat pelayanan kawasan yang tidak berpotensi mengganggu kelanjutan nilai-nilai warisan budaya/adat tertentu. meliputi: (3) penetapan jenis. penetapan pengelolaan. dan memberikan dukungan pengembangan jasa wisata 7. Penetapan sistem jaringan prasarana utama yang tidak berpotensi menggangu keberlanjutan nilai-nilai warisan budaya/adat tertentu. c) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait perlindungan kawasan dan atau obyek cagar budaya/sejarah dikoordinasikan dengan pengelola kawasan. meliputi: - penetapan batas kawasan penyangga. penetapan jenis dan standar pelayanan minimum berbasis kearifan lokal dan nilai warisan budaya. penetapan kegiatan. penetapan intensitas. meliputi: a) Nilai keunikan dan kearifan lokal warisan budaya/adat tertentu. d) Kondisi sistem jaringan prasarana pendukung kawasan. kebijakan. b) Kondisi lingkungan non terbangun. eksplorasi (penjabaran) kearifan lokal dan nilai-nilai warisan budaya. penetapan zonasi dan kegiatan kawasan penyangga. meliputi: (2) penetapan kawasan dan/atau budaya/sejarah yang harus dilindungi. dukungan sistem jaringan prasarana kawasan dan sistem pusat pelayanan sesuai standar pelayanan minimum yang ditetapkan di kawasan penyangga. dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan permukiman/komunitas adat tertentu. batas. obyek cagar penetapan target dan wujud perlindungan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (3) Kebijakan terkait kawasan penyangga. Kementerian Pekerjaan Umum 52 . banjir dan pergerakan tanah). Perumusan strategi terkait kawasan inti.

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Berdasarkan pertimbangan di atas. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait perlindungan kawasan dan atau obyek cagar budaya/sejarah dikoordinasikan dengan pengelola kawasan. penetapan intensitas. batas. Kementerian Pekerjaan Umum 53 . meliputi: (3) penetapan jenis. Perumusan strategi terkait kawasan inti. maka acuan muatan pengaturan tujuan. obyek cagar penetapan target dan wujud perlindungan. penetapan pengelolaan. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) (2) Kebijakan terkait kawasan dan atau obyek permukiman/komunitas tertentu yang harus dilindungi. Perumusan strategi perwujudan kawasan penyangga. Kebijakan terkait kawasan inti. dukungan sistem jaringan prasarana kawasan dan sistem pusat pelayanan sesuai standar pelayanan minimum yang ditetapkan di kawasan penyangga. kebijakan. eksplorasi (penjabaran) kearifan lokal dan nilai-nilai warisan budaya. penetapan zonasi dan kegiatan kawasan penyangga. Kebijakan terkait kawasan penyangga. zonasi. penetapan dukungan sistem jaringan prasarana minimum kawasan penyangga. meliputi: (2) penetapan kawasan dan/atau budaya/sejarah yang harus dilindungi. meliputi: - penetapan batas kawasan penyangga. penetapan kegiatan. Penetapan sistem jaringan prasarana utama yang tidak berpotensi menggangu keberlanjutan nilai-nilai warisan budaya/adat tertentu. dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan lingkungan kawasan dan/atau obyek budaya yang lestari pada jangka panjang. pengaturan zona dan kegiatan pada kawasan permukiman/ komunitas tertentu dan pelayanan sistem jaringan prasarana kawasan dan sarana penunjang sesuai standar pelayanan minimum serta kearifan lokal dan nilai-nilai warisan budaya. b) (3) c) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. penetapan jenis dan standar pelayanan minimum berbasis kearifan lokal dan nilai warisan budaya.

penetapan jenis bahan tambang yang dieksploitasi. Kebijakan terkait pengelolaan kawasan penyangga. meliputi: - penetapan batas eksploitasi. Kementerian Pekerjaan Umum 54 . maka acuan muatan pengaturan tujuan. c) Kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar kawasan pertambangan dan energi. Kebijakan terkait dukungan sistem jaringan prasarana kawasan sesuai standar pelayanan minimum yang ditetapkan. meliputi: a) Nilai kepentingan dari kegiatan pertambangan dan energi dalam lingkup kabupaten. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait pemanfaatan sumber daya alam disesuaikan dengan kebijakan dan strategi pihak pengelola/sektor terkait. Kebijakan terkait zonasi dan pengaturan kegiatan pada kawasan inti. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. b) Kebutuhan tenaga kerja dan penyediaan permukiman. d) Daya dukung fisik dasar terkait lokasi kawasan pertambangan dan energi e) Teknologi pemanfaatan sumber daya alam. kebijakan dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan keseimbangan ekosistem kawasan dalam rangka menjaga potensi sumber daya alam terkait pemanfaatan sumber daya alam yang aman. kebijakan dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan pertambangan dan energi. dan memberikan dukungan pengembangan jasa wisata 8.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten - Penetapan sistem pusat pelayanan kawasan yang tidak berpotensi mengganggu kelanjutan nilai-nilai warisan budaya/adat tertentu. Kebijakan terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kawasan Pengembangan Sumber Daya Alam Pertimbangan perumusan tujuan. Berdasarkan pertimbangan di atas. b) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan khususnya pada kawasan inti disesuaikan dan/atau dikoordinasikan dengan pengelola kawasan/sektor terkait. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) (2) (3) (4) (5) c) Kebijakan terkait pemanfaatan hasil kegiatan pertambangan dan energi.

meliputi: - penetapan batas kawasan penyangga. zona administrasi. kebijakan. khususnya pertimbangan dampak kegiatan pengelolaan sumber daya alam) dan sebaliknya kemungkinan pengaruh negatif kegiatan sekitar kawasan. zona hunian dan zona publik). penetapan jenis dan standar pelayanan minimum Perumusan strategi terkait perwujudan kawasan penyangga. dan strategi penataan ruang dirumuskan dengan mempertimbangkan: a) nilai kepentingan dan standardisasi kondisi lingkungan yang harus diciptakan untuk operasionalisasi teknologi tinggi secara maksimal dan sesuai dengan waktu pemanfaatan yang telah ditetapkan. pelaksanaan dan pasca pertambangan. meliputi: (3) penetapan kawasan perlindungan. b) kondisi lingkungan nonterbangun dan terbangun. dan kondisi keselamatan Kementerian Pekerjaan Umum 55 . kegiatan di sekitar kawasan teknologi tinggi yang berpotensi mengganggu operasionalisasi teknologi tinggi. Perumusan strategi terkait pelayanan sistem jaringan prasarana utama kawasan pertambangan dan energi (dikoordinasikan dengan pengelola kawasan). - 9. Perumusan strategi terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dikoordinasikan dengan kebijakan dan strategi pihak pengelola/sektor terkait. dan pengelolaan) pada setiap zona kawasan sumber daya alam. Kawasan Teknologi Tinggi Tujuan. penetapan pengelolaan lingkungan pada saat persiapaan. penetapan dukungan sistem jaringan prasarana di kawasan penyangga untuk menjaga kesetaraan pelayanan dengan kawasan fungsional. penetapan zonasi dan kegiatan kawasan penyangga. zona pembuangan limbah.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (2) perkiraan kapasitas sesuai jangka waktu eksploitasi (target sampai akhir tahun perencanaan). penetapan teknologi eksploitasi. zona pengolahan hasil eksploitasi. dan penetapan kegiatan (jenis. Perumusan strategi terkait zonasi dan pengaturan kegiatan kawasan sumber daya alam dikoordinasikan dengan pengelola kawasan/sektor terkait. intensitas. eksploitasi. pengelolaan limbah. perbaikan kondisi kualitas kesejahteraan sosial-budayaekonomi masyarakat di sekitar kawasan kegiatan pemanfaatan sumber daya alam. meliputi: (5) penetapan kebutuhan sistem jaringan prasarana utama terkait pengembangan wilayah. meliputi : (4) Penetapan zonasi (zona perlindungan.

c) daya dukung fisik dasar terkait dengan potensi bencana yang mengancam kawasan teknologi tinggi (khususnya kebakaran. banjir. pelindungan dari bencana yang mengancam kawasan inti terutama ancaman bahaya banjir. dan gerakan tanah. serta gangguan sosial. Perumusan tujuan difokuskan pada perwujudan lingkungan kawasan dan/atau objek teknologi tinggi berfungsi maksimal sesuai dengan jangka waktu rencana operasional. meliputi pengaturan zona dan kegiatan pada kawasan penyangga. kebijakan terkait dengan pengendalian kawasan penyangga yang pelaksanaannya dikordinasikan dengan sektor terkait. dan strategi penataan ruang yaitu sebagai berikut: a) Tujuan Tujuan disusun sebagai arahan perwujudan KSK yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Perumusan strategi difokuskan pada: 1) strategi terkait dengan pelindungan instalasi teknologi tinggi. maka secara rinci muatan tujuan. serta dukungan prasarana dan sarana penunjang kawasan inti. pengendalian sistem jaringan prasarana utama. Kementerian Pekerjaan Umum 56 . meliputi: 2) strategi penetapan dilindungi. meliputi: - strategi penetapan jenis kegiatan. dan pergerakan tanah). Berdasarkan pertimbangan di atas.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten masyarakat yang berpotensi terganggu akibat operasionalisasi teknologi tinggi. kebakaran. dan e) kondisi sistem jaringan prasarana pendukung kawasan. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. dan d) potensi gangguan sosial terhadap kawasan teknologi tinggi. b) 2) 3) c) Strategi Strategi disusun sebagai penjabaran kebijakan ke dalam langkahlangkah operasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. meliputi pengaturan zona dan kegiatan pada kawasan inti. strategi terkait dengan perwujudan kawasan inti yang dikoordinasikan dengan sektor terkait. kebijakan. Perumusan kebijakan difokuskan pada: 1) kebijakan terkait dengan instalasi teknologi tinggi yang harus dilindungi dan persyaratan teknis kawasan pendukung operasionalisasi teknologi tinggi. instalasi teknologi yang harus strategi penetapan persyaratan teknis kawasan pendukung operasional instalasi teknologi tinggi. dan strategi penetapan tujuan dan wujud pelindungan instalasi teknologi tinggi. kebijakan terkait dengan perwujudan kawasan inti yang pelaksanaannya dikoordinasikan dengan sektor terkait.

maka acuan muatan pengaturan tujuan. dan strategi penetapan standar pelayanan minimal. kebijakan dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan lingkungan kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup yang lestari pada jangka panjang. Kebijakan terkait zonasi dan pengaturan kegiatan pada kawasan inti. meliputi: - strategi penetapan batas kawasan penyangga. dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup. dukungan sistem jaringan prasarana dan sarana kawasan b) (4) Kementerian Pekerjaan Umum 57 . meliputi: a) Fungsi kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup terkait besarnya manfaat perlindungan setempat dan perlindungan kawasan bawahnya serta kekayaan keanekaragaman hayati. zonasi. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) (2) (3) Kebijakan terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 3) strategi penetapan intensitas kegiatan. khususnya pertimbangan dampak kegiatan teknologi tinggi dan pengaruh negatif kegiatan sekitar kawasan teknologi tinggi. Kebijakan terkait persyaratan pembangunan sistem jaringan prasarana kawasan (disesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku dalam rangka perlindungan kawasan). dan strategi terkait dengan pengendalian kawasan penyangga. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. Berdasarkan pertimbangan di atas. b) Kondisi pemanfaatan ruang kawasan dan sekitar kawasan. Kawasan Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (darat) Pertimbangan perumusan tujuan. strategi penetapan penyangga. kebijakan. zonasi dan kegiatan kawasan - strategi pengendalian sistem jaringan prasarana utama yang berpotensi mengganggu operasionalisasi teknologi tinggi. penetapan batas. Kebijakan terkait kawasan penyangga. dan strategi pengendalian sistem pusat pelayanan yang berpotensi mengganggu operasionalisasi teknologi tinggi. 10. penetapan kegiatan. strategi penetapan pengelolaan kegiatan. c) Kondisi sistem jaringan prasarana di dalam dan sekitar kawasan.

khususnya pertimbangan pengaruh negatif kegiatan sekitar kawasan. meliputi: (4) penetapan kebutuhan. Kondisi pemanfaatan ruang kawasan rawan bencana dan sekitarnya terutama keberadaan pusat kegiatan dan pusat pelayanan di sekitar kawasan rawan bencana. meliputi: a) b) c) Area kawasan rawan bencana atau perkiraan kawasan rawan bencana atau kawasan dengan histori bencana. Perumusan strategi terkait perwujudan kawasan penyangga. meliputi: (3) penetapan zonasi. meliputi: (2) mencegah pemanfaatan ruang di dalam dan disekitar kawasan fungsional yang berpotensi mengurangi fungsi lindung kawasan. merehabilitasi fungsi lindung kawasan yang menurun akibat dampak pemanfaatan ruang yang berkembang di dalam dan di sekitar kawasan inti dan mengembangkan kegiatan budi daya yang berfungsi sebagai kawasan penyangga kawasan inti Perumusan strategi terkait zonasi dan pengaturan kegiatan kawasan fungsional. 11. intensitas dan pengelolaan) pada setiap zona pada kawasan fungsional. penetapan zonasi dan kegiatan kawasan penyangga.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten c) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. pengendalian sistem jaringan prasarana dan sistem pusat pelayanan kawasan penyangga untuk menjaga kelestarian kelestarian kawasan inti. Kondisi sebaran dan sosial-ekonomi penduduk kawasan rawan bencana. penetapan jenis dan standar pelayanan minimum. dan penetapan kegiatan (jenis. kebijakan. membatasi pengembangan prasarana dan sarana di dalam dan di sekitar kawasan inti yang dapat memicu perkembangan kegiatan budi daya yang tidak sesuai. dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan rawan bencana. sebagai berikut: - penetapan batas kawasan penyangga. Perumusan strategi terkait pelayanan sistem jaringan prasarana kawasan inti (dikoordinasikan dengan instansi yang berwenang). Kementerian Pekerjaan Umum 58 . Kawasan Rawan Bencana Pertimbangan perumusan tujuan. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut: (1) Perumusan strategi terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) (2) Kebijakan terkait penetapan fungsi lindung dan fungsi budi daya pada kawasan rawan bencana/KRB. Kementerian Pekerjaan Umum 59 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten d) Kondisi sistem jaringan prasarana utama. maka acuan muatan pengaturan tujuan. Kebijakan terkait sistem evakuasi. termasuk penetapan sistem jaringan prasarana utama evakuasi. sistem jaringan prasarana lainnya. penetapan ruang hunian sementara terkait fungsi pelayanan kebutuhan pengembangan kawasan produksi. sekaligus berfungsi sebagai jalur evakuasi dalam sistem evakuasi bencana. KRB yang terjamin dari penetapan sistem evakuasi bencana terkait ruang evakuasi bencana. Perumusan strategi terkait sistem evakuasi. penetapan infrastruktur pendukung sistem jaringan transportasi. Kebijakan terkait penetapan kegiatan pada kawasan rawan bencana/KRB (termasuk penetapan kegiatan hunian sementara di KRB). dan e) Sebaran kawasan evakuasi Berdasarkan pertimbangan di atas. meliputi: - penetapan kawasan lindung sesuai peraturan perundangan yang berlaku dan penetapan baru sesuai pertimbangan daya dukung serta ketetapan instansi yang bertanggungjawab. meliputi: (3) penetapan kegiatan ekonomi (budidaya pertanian) yang sesuai dengan karakteristik sumber daya masyarakat setempat dan karakteristik daya dukung. b) (3) c) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan Aspek tujuan difokuskan pada mewujudkan pemanfaatan ruang yang mendukung upaya mitigasi dan adaptasi pada kawasan rawan bencana. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. (2) penetapan kawasan budidaya sesuai daya dukung KRB pada saat tidak terjadi bencana (khususnya untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat setempat Perumusan strategi terkait penetapan kegiatan pada kawasan rawan bencana/KRB. meliputi: - penetapan lokasi diluar kemungkinan bencana. dan kondisi sarana pada kawasan rawan bencana. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait kebijakan fungsi lindung dan fungsi budidaya pada kawasan rawan bencana/KRB. kebijakan.

f) Kondisi kebencanaan terkait kawasan kritis lingkungan. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. fasilitas ekonomi penting. Perumusan kebijakan difokuskan pada. meliputi: a) Kondisi pemanfaatan ruang. e) Kondisi sebaran penduduk dan permukiman. Kebijakan terkait penetapan fungsi budidaya khususnya kawasan hunian. kebijakan. meliputi: Kementerian Pekerjaan Umum 60 . Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut: (1) Perumusan strategi terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten - penetapan dukungan sarana dan sistem jaringan prasarana lainnya pendukung kawasan evakuasi sesuai standar pelayanan minimum yang ditentukan. meliputi: (2) mencegah pemanfaatan ruang yang berpotensi merusak ekosistim kawasan dan menurunkan kualitas tata air. Kawasan Kritis Lingkungan Pertimbangan perumusan tujuan. c) Kondisi sebaran dan fungsi kawasan lindung. d) Kondisi sebaran keanekaragaman hayati. (1) (2) (3) Kebijakan terkait bentuk pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. dan merehabilitasi fungsi lindung yang menurun akibat pemanfaatan ruang yang tidak sesuai Perumusan strategi terkait zonasi dan pengaturan kegiatan di kawasan ekosistem. membatasi pengembangan prasarana dan sarana di kawasan ekosistem yang dapat memicu perkembangan kegiatan budi daya yang tidak sesuai. 12. b) Kondisi neraca air. maka acuan muatan pengaturan tujuan. fasilitas ekonomi penting. sistem transportasi serta prasarana sumber daya air berbasis mitigasi bencana b) c) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. Kebijakan terkait zonasi (fungsi lindung dan budidaya) dan pengaturan kegiatan di kawasan ekosistem. seperti banjir dan tanah longsor Berdasarkan pertimbangan di atas. dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan komposisi kawasan lindung dan kawasan budidaya yang menjamin keserasian kemampuan dan pemanfaatan unsur dalam alam secara timbal balik. kebijakan dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan kritis lingkungan. sistem transportasi dan prasarana sumber daya air.

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (3) penetapan zonasi. Kebijakan terkait kawasan penyangga. kebijakan. meliputi: - mencegah pemanfaatan ruang di dalam dan disekitar kawasan fungsional yang berpotensi mengurangi fungsi lindung kawasan. dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan perlindungan pesisir dan pulaupulau kecil. Kementerian Pekerjaan Umum 61 . maka acuan muatan pengaturan tujuan. intensitas dan pengelolaan) pada setiap zona pada kawasan ekosistem Perumusan strategi terkait penetapan fungsi budidaya penting berbasis mitigasi bencana terkait kawasan ekosistem. c) Kondisi sistem jaringan prasarana di dalam dan sekitar kawasan. dukungan sistem jaringan prasarana dan sarana kawasan b) (4) c) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. Kebijakan terkait zonasi dan pengaturan kegiatan pada kawasan inti. b) Kondisi pemanfaatan ruang kawasan dan sekitar kawasan. kebijakan dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan lingkungan kawasan perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil yang lestari pada jangka panjang. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) (2) (3) Kebijakan terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. zonasi. penetapan batas. dan penetapan kegiatan (jenis. penetapan kegiatan. Kebijakan terkait persyaratan pembangunan sistem jaringan prasarana kawasan (disesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku dalam rangka perlindungan kawasan). perlindungan fasilitas ekonomi penting. penetapan sistem transportasi serta prasana sumber daya air 13. Kawasan Perlindungan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Pertimbangan perumusan tujuan. meliputi: - pengendalian sistem pusat pelayanan. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut: (1) Perumusan strategi terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. meliputi: a) Fungsi kawasan perlindungan pesisisr dan pulau-pulau kecil terkait besarnya manfaat perlindungan setempat dan perlindungan kawasan bawahnya serta kekayaan keanekaragaman hayati. Berdasarkan pertimbangan di atas.

Rencana pola ruang sebagai mana termuat dalam RTR KSK d. Perumusan strategi terkait perwujudan kawasan penyangga.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (2) membatasi pengembangan prasarana dan sarana di dalam dan di sekitar kawasan inti yang dapat memicu perkembangan kegiatan budi daya yang tidak sesuai. 3.4. Rencana struktur ruang wilayah kabupaten yang telah termuat dalam RTRW Kabupaten b. dan penetapan kegiatan (jenis. meliputi: (3) penetapan zonasi.2 Rencana Pengembangan Jaringan Prasarana Rencana jaringan parasarana merupakan pengembangan hierarkhi sistem jaringan parasarana yang telah ditetapkan dalam rencana struktur ruang yang termuat dalam RTRW kabupaten. Perumusan strategi terkait pelayanan sistem jaringan prasarana kawasan inti (dikoordinasikan dengan instansi yang berwenang). khususnya pertimbangan pengaruh negatif kegiatan sekitar kawasan. Kebutuhan pelayanan dan pengembangan c. Menjamin keterpaduan dan prioritas pelaksanaan pembangunan prasarana dan utilitas pada kaSK c. meliputi: (4) penetapan kebutuhan. Memperhatikan rencana struktur ruang dagian wilayah lainnya dalam wilayah kabupaten yang berbatasan langsung dengan KSK b. Ketentuan peraturan perundang-undangan terkait Rencana jaringan prasarana dirumuskan dengan criteria : a. penetapan jenis dan standar pelayanan minimum. terutama pergerakan sesuai dengan fungsi dan peran kawasan e. Sistem pelayanan. merehabilitasi fungsi lindung kawasan yang menurun akibat dampak pemanfaatan ruang yang berkembang di dalam dan di sekitar kawasan inti dan mengembangkan kegiatan budi daya yang berfungsi sebagai kawasan penyangga kawasan inti Perumusan strategi terkait zonasi dan pengaturan kegiatan kawasan fungsional. intensitas dan pengelolaan) pada setiap zona pada kawasan fungsional. Rencana jaringan prasarana dirumuskan berdasarkan : a. penetapan zonasi dan kegiatan kawasan penyangga. sebagai berikut: - penetapan batas kawasan penyangga. pengendalian sistem jaringan prasarana dan sistem pusat pelayanan kawasan penyangga untuk menjaga kelestarian kelestarian kawasan inti. Mengakomodasi kebutuhan pelayanan prasarana dan utilitas KSK Kementerian Pekerjaan Umum 62 .

terdiri atas : sistem penyediaan air minum. seperti jalan masuk/keluar terminal. tersier dan lingkungan rencana pengembangan jaringan air limbah jaringan air limbah meliputi sistem pembungan air limbah setempat (on site) terdiri atas : bak septic instalasi pengolah lumpur tinja /IPLT b) c) d) e) f) Kementerian Pekerjaan Umum 63 . Mengakomodasi kebutuhan fungsi dan peran peleyanan kawasan di dalam struktur ruang KSK Materi rencana pengembangan jaringan parasarana KSK. yang meliputi jaringan primer. terdiri atas : jaringan sub transmisi jaringan distribusi primer jaringan distribusi sekunder rencana pengembangan jaringan telekomunikasi rencana pengembangan jaringan telekomunikasi. jalan kolektor. sekunder. meliputi : a) Rencana pengembangan jaringan pergerakan Rencana pengembangan jaringan pergerakan merupakan seluruh jaringan primer dan jaringan sekunder yang meliputi jalan arteri. terdiri atas : rencana pengembangan infrastruktur dasar telekomunikasi rencana penyediaan jaringan telekomunikasi kabel rencana penyediaan jaringan telekomunikasi nirkabel rencana pengembangan sistem televise kabel rencana penyediaan jaringan serat optic rencana peningkatan pelayanan jaringan telekomunikasi rencana pengembangan jaringan air minum rencana pengembangan jaringan air minum. berupa rencana kebutuhan dan sistem penyediaan air minum. jalan masuk/keluar parkir rencana pengembangan jaringan energi/kelistrikan rencana pengembangan jaringan energi/kelistrikan merupakan penjabaran dari jarinmgan distribusi dan pengembangannya berdasarkan prakiraan kebutuhan energi/kelistrikan kawasan yang termuat dalam RTRW. jalan lingkungan dan jaringan jalan lainnya yang belum termuat dalam RTRW kabupaten Jaringan jalan arteri primer dan sekunder Jaringan jalan kolektor primer dan sekunder Jaringan jalan lokal primer dan sekunder Jaringan jalan lingkungan primer dan sekunder Jaringan jalan lainnya. mencakup perpipaan dan bukan perpipaan bangunan pengambil air baku pipa transmisi air baku dan instalasi produksi pipa unit distribusi hingga pesil bangunan penunjang dan bangunan pelengkap bak penampung rencana pengembangan jaringan drainase Rencana pengembangan jaringan drainase terdiri atas : Sistem jaringan drainase yang berfungsi untuk mencegah genangan Rencana kebutuhan sistem jaringan drainase. jalan lokal.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten d.

mesin. budaya. yang meliputi : zona perumahan yag dirinci ke dalam perumahan dengan kepedatan sangat tinggi.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten g) sistem pembungan air limbah terpusat (off site). seperti zona pertahanan keamanan. kecil dan aneka industri) Zona khusus. peribadatan dll) Zona industri (kimia dasar. meliputi : 1) Zona lindung. rumah sosial dan rumah singgah Zona perdagangan dan jasa Zona perkantoran (pemerintah dan swasta) Zona sarana pelayanan umum (pendidikan. zona perumahan juga dapat dirinci berdasarkan kekhususan jenis rumah. zona IPAL. kesehatan. rendah dan sangat rendah. seperti rumah tradisional. Memeperhatikan rencana ruang di wilayah yang berbatasan dengan KSK c. oleh raga.3 Rencana Pola Ruang Kawasan (Zoning Map) Rencana pola ruang dirumuskan dengan kriteria : a. perumahan dan perkantoran dll) 2) Apabila di setiap KSK hanya memiliki satu jenis sub zona dari zona tertentu. Memperhatikan mitigasi dan adaptasi bencana Materi rencana pola ruang KSK. yang meliputi : zona hutan lindung zona yang memberikan perlindungan terhadap zona dibawahnya zona perlindungan setempat zona RTH kota zona suaka alam dan cagar budaya zona rawan bencana alam zona lindung lainnya Zona budidaya. Sub zona juga dapat dijadikan zona tersendiri apabila sub zona tersebut memiliki luas yang Kementerian Pekerjaan Umum 64 . sedang. rumah sederhana. logam dasar. TPA dan zona khusus lainnya Zona perumahan Zona pertanian Zona pariwisata Zona pertambangan Zona campuran/terpadu (perumahan dan perdagangan jasa.4. Mengacu kepada pola ruang yang telah ditetapkan dalam RTRW kabupaten b. sub zona tersebut dapat dijadikan zona tersendiri. terdiri atas : seluruh saluran pembuangan bangunan pengolah air limbah rencana pengembangan jaringan prasarana lainnya rencana penyediaan parasarana lainnya direncanakan sesuai dengan kebutuhan pengembangan kawasan 3.

5 Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang KSK Peraturan Zonasi (Zoning regulation) yang merupakan perangkat aturan pada skala blok yang umum digunakan untuk melengkapi RTR KSK agar lebih operasional. Penyusunan program pemanfaatan ruang KSK menghasilkan program pengembangan KSK. Sumber pembiayaan program pemanfaatan ruang KSK.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten signifikan atau memiliki presentase yang besar terhadap luas KSK. berasal dari: a. e. dan/atau masyarakat. Perangkat operasional pengendalian pemanfaatan ruang b. Peraturan zonasi berfungsi sebagai : a. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Swasta pembiayaan masyarakat.4 Ketentuan Pemanfaatan Ruang KSK ketentuan pemanfaatan ruang KSK merupakan upaya perwujudan rencana tata ruang yang dijabarkan ke dalam indikasi program utama pengembangan KSK dalam jangka waktu perencanaan 5 (lima) tahunan sampai akhir tahun perencanaan (20 tahun). Apabila diperlukan sub zona dapat dibagi lagi menjadi beberapa sub zona Zona/sub zona/sub-sub zona memiliki luas minimum 5 (lima) Ha di dalam KSK. Rujukan teknis dalam pengembangan atau pemanfaatan lahan dan penetapan lokasi investasi Peraturan zonasi bermanfaat untuk : a. dan/atau sumber lainnya yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. c. Menjamin dan menjaga kualitas ruang KSK minimal yang ditetapkan b. f.4. b. Meminimalkan gangguan atau dampak negative terhadap zona Kementerian Pekerjaan Umum 65 . 3. d. Acuan dalam pemberian insentif dan disinsentif d.4. Acuan dalam pengenaan sanksi e. Acuan dalam memberikan izin pemanfaatan ruang. Dalam penyusunan program pengembangan KSK dilakukan perumusan dan sinkronisasi program/kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah. Menjaga kualitas dan karakteristik zona dengan meminimalkan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan karakteristik zona c. apabila luasnya kurang dari 5 (lima) HA dapat dihilangkan dari klasifikasi zona dan dimasukan ke dalam daftar kegiatan di dalam matriks peraturan zonasi (ITBX) 3. termasuk di dalamnya air right development dan pemanfaatan ruang di bawah tanah c. pemerintah daerah.

Materi Peraturan Zonasi Peraturan zonasi ini pada dasarnya mengatur tentang klasifikasi zona. ketentuan besaran pembangunan yang diperbolehkan pada suatu zona.X untuk kegiatan dan penggunaan lahan pada suatu zonasi didasarkan pada : Pertimbangan umum. ketentuan dalam peraturan bangunan setempat dan ketentuan khusus bagi unsur bangunan atau kompoen yang dikembangkan Ketentuan teknis zonasi terdiri atas : Klasifikasi I = pemanfaatan yang diperbolehkan/diizinkan Klasifikasi T = pemanfatan bersyarat secara terbatas Kalsifikasi B = pemanfaatan bersyarat tertentu Kalsifikasi X = pemanfaatan yang tidak diperbolehkan Penentukan klasifikasi I. berisi kegiatan dan penggunaan lahan yang diperbolehkan. Peraturan zonasi berisi: 1) Materi Wajib. dan prosedur pelaksanaan pembanguna. pemanfaatan lahan.B. keseimbangan kawasan. Pertimbangan khusus. - b) Ketentuan intensitas pemanfaatan ruang. antara lain kesesuaian dengan arahan pemanfaatan ruang dalam RTRW kabupaten.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten A. kelestarian lingkungan. diperbolehkan dengan syarat tertentu dan kegiatan dan penggunaan lahan yang tidak diperbolehkan Ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan dirumuskan berdasarkan ketentuan maupun standar yang terkait dengan pemanfaatan ruang . tolenrasi terhadap tingkat gangguan serta kesesuaian dengan kebijakan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten.T. yang meliputi KDB maksimum KLB maksimum Ketinggian bangunan maksimum KDH minimal Beberapa ketentuan lain yang dapat ditambahkan. disusun berdasarkan rujukan mengenai ketentuan atau standar yang berlaku dalamperaturan bangunan setempat dan rujukan mengenai ketentuan khusus bagi unsur bangunan atau komponen yang dikembangkan. diperbolehkan dengan syarat secara terbatas. antara lain : Koefisien tapak basement (KTB) maksimum Koefisien wilayah terbangun (KWT) maksimum Kepadatan bangunan atau unit maksimum Kementerian Pekerjaan Umum 66 . meliputi : a) Ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan.

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

Kepadatan penduduk maksimal Ketentuan lebih lanjut distur dalam ketentuan umum peraturan zonasi pada RTR KSK, intensitas pemanfaatan ruang dapat didetailkan kembali lebih lanjut dalam RTBL c) Ketentuan tata bangunan, yang mengatur bentuk, besaran, peletakan, dan tampilan bangunan pada suatu zona, meliputi : GSB minimal Tinggi bangunan masmimal Jarak anatar bangunan Tampilan bangunan, yang ditetapkan berupa warna bangunan, bahan bangunan, tekstur bangunan, muka bangunan, gaya bangunan, serta keserasian dengan lingkungan sekitarnya.

d)

Ketentuan tata bangunan mendetailkan lebih lankut tata bangunan yang diatur dalam ketentuan umum peraturan zonasi dalam RTRW kabupaten atau juga dapat juga berisi sama dengan tata bangunan yang diatur dalam ketentuan umum peraturan zonasi pada RTRW kabupaten. Tata bangunan dapat didetailkan kembali lebih lanjut dalam RTBL. Ketentuan sarana dan prasarana minimal, berfungsi sebagai kelengkapan dasar fisik lingkungan dalam rangka menciptakan lingkungan yang nyaman melalui penyediaan prasarana dan sarana yang sesuai agar zona berfungsi secara optimal. Prasarana yang diatur dalam peraturan zonasi dapat berupa prasarana parker, aksesibilitas untuk penyandang cacat (difabel ), jalur sepeda, bongkar muat, dimensi jaringan jalan, kelengkapan jalan, kelengkapan prasarana lainnya yang diperlukan. Ketentuan pelaksanaan, terdiri dari : Ketentuan variasi pemanfaatan ruang yang merupakan ketentuan yang memberikan kelonggaran untuk penyesuaian dengan kondisi tertentu dengan tetap mengikuti ketentuan masa ruang yang ditetapkan dalam peraturan zonasi. Hal ini dimaksudkan untuk menampung dinamika pemanfaatan ruang mikro dan sebagai dasar bagi TDR (transfer 0f development rigt), dan air development Ketentuan pemberian insentif dan disinsentif, ketentuan insentif bagi kegiatan pemanfaatan ruang yang sejalan dengan rencana tata ruang dan memberikan dampak positif bagimasyaakat, sdangkan disinsentif adalah sebaliknya. Ketentuan sanksi bagi untuk kegiatan dan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan peraturan zonasi, ketentuan ini berlaku untuk pemanfaatan ruang yang izinnya diterbitkan sebelum penetapan RTR KSK/ peraturan zonasi dan izin tersebut diperoleh dengan prosedur yang benar.

e)

Kementerian Pekerjaan Umum 67

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

2)

Materi pilihan, meliputi : a) Ketentuan tambahan, ketentuan lain yang ditambahkan pada suatu zona untuk melengkapai aturan dasar yang sudah ditetapkan. Ketentuan tambahan berfungsi memberikan aturan pada kondisi yang spesifik pada zona tertentu dan belum diatur dalam ketentuan dasar Ketentuan khusus, adalah ketentuan yang mengatur pemanfaatan zona yang memiliki fungsi khusus dan diberlakukan ketentua khusus sesuai dengan karakteristik zona dan kegiatan Komponen ketentuan khusus, antara lain meliputi : Zona keselamatan operasional bandara Zona cagar budaya atau adat Zona rawan bencana Zona pertahanan keamanan Zona pusat penelitian Zona pengembangan nuklir Zona pembangkit listrik Zona gardu induk listrik Zona sumber air baku Zona BTS Dll Standard teknis, adalah aturan teknis pembangunan yang ditetapkan berdasarkan peraturan/standar/ketentuan teknis yang berlaku, misalnya SNI tentang tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan dll. Ketentuan pengaturan zonasi adalah varian dari zonasi konvensional yang dikembangkan untuk memberikan fleksibilitas dalam penerapan aturan zonasi dan ditujukan untuk mengatasi permasalahan dalam penerapan peraturan zonasi dasar, sehingga sasaran pengendalian pemanfaatan ruang dapat dicapai secara efektif,

b)

c)

d)

B.

Ketentuan Perizinan Izin pemanfaatan ruang diberikan untuk: menjamin pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang, peraturan zonasi, dan standar pelayanan minimal bidang penataan ruang; mencegah dampak negatif pemanfaatan ruang; dan melindungi kepentingan umum dan masyarakat luas. Izin pemanfaatan ruang diberikan kepada calon pengguna ruang yang akan melakukan kegiatan pemanfaatan ruang pada suatu kawasan/zona berdasarkan rencana tata ruang. Izin pemanfaatan ruang untuk kegiatan pemanfaatan sumber daya alam diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kementerian Pekerjaan Umum 68

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

Perizinan merupakan acuan bagi pejabat yang berwenang dalam pemberian izin pemanfaatan ruang berdasarkan rencana struktur dan pola ruang yang ditetapkan dalam Peraturan daerah kabupaten ini. izin pemanfaatan ruang diberikan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan kewenangannya. Pemberian izin pemanfaatan ruang dilakukan menurut prosedur sesuai dengan ketentuan peraturan daerah. Pemberian izin pemanfaatan ruang yang berdampak besar dan penting dikoordinasikan oleh Menteri. C. Ketentuan Pemberian Insentif Dan Disinsentif Insentif dan disinsentif diberikan dalam rencana tata ruang maupun pada saat ijin permohonan diajukan kepada pemerintah daerah Pemberian insentif dan disinsentif dalam penataan ruang diselenggarakan untuk: meningkatkan upaya pengendalian pemanfaatan ruang dalam rangka mewujudkan tata ruang sesuai dengan rencana tata ruang; memfasilitasi kegiatan pemanfaatan ruang agar sejalan dengan rencana tata ruang; dan meningkatkan kemitraan semua pemangku kepentingan dalam rangka pemanfaatan ruang yang sejalan dengan rencana tata ruang. Pemberian insentif dan disinsentif merupakan acuan bagi pemerintah daerah kabupaten dalam pemberian insentif dan pengenaan disinsentif. Insentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan peraturan zonasi yang diatur dalam Peraturan Daerah . Disinsentif dikenakan terhadap pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatasi, atau dikurangi keberadaannya berdasarkan ketentuan dalam Peraturan daerah Insentif kepada masyarakat diberikan, antara lain, dalam bentuk: keringanan pajak; pemberian kompensasi; imbalan; sewa ruang; urun saham; penyediaan infrastruktur; kemudahan prosedur perizinan; dan/atau penghargaan. Disinsentif dari Pemerintah kepada masyarakat dikenakan, antara lain, dalam bentuk: - pengenaan pajak yang tinggi; - pembatasan penyediaan infrastruktur; - pengenaan kompensasi; dan/atau - penalti Prosedur Pemberian insentif /disinsentif 1) Pemerintah daerah yang berhak disinsentif. memberikan insentif dan

Kementerian Pekerjaan Umum 69

f.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 2) 3) 4) Pemda menetapkan kegiatan/pemanfaatan ruang yang akan diberikan insentif atau disinsetif pada suatu kawasan/wilayah tertentu. pencabutan izin. dan/atau i. d. Penetapan pengaturan pemanfaatan ruang dan peraturan zonasi KSK berdasarkan tipologi dapat dilihat pada Tabel 3. g. penghentian sementara kegiatan. pemulihan fungsi ruang. Terhadap pelanggaran dikenakan sanksi administratif berupa: a. pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RTR KSK. pelanggaran ketentuan arahan peratuan zonasi kabupaten. pemanfataan ruang yang menghalangi akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. f. penutupan lokasi. d. sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. c. pemanfaatan ruang dengan izin yang diperoleh dengan prosedur yang tidak benar. Pemerintah menetapkan jenis insentif dan disinsentif pada jenis kegiatan/pemanfaatan ruang pada kawasan/wilayah tersebut di atas. Pemerintah memberlakukan/menerapkan insentif dan disinsentif tersebut pada saat permohonan pembangunan diajukan baik oleh perorangan. pembatalan izin.9 berikut: Kementerian Pekerjaan Umum 70 . denda administratif. penghentian sementara pelayanan umum. Ketentuan Sanksi Pengenaan sanksi merupakan tindakan penertiban yang dilakukan terhadap pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi Ketentuan sanksi merupakan acuan dalam pengenaan sanksi terhadap: a. dan/atau g. b. pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RTR KSK . kelompok masyarakat maupun badan hukum D. e. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana struktur ruang dan pola ruang wilayah kabupatenl. pelanggaran ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RTR KSK. c. h. b. pembongkaran bangunan. e. peringatan tertulis.

dan tidak diperbolehkan intensitas pemanfaatan ruang prasarana dan sarana minimum ketentuan lain yang dibutuhkan Pengaturan Perizinan Pengaturan Pemberian Insentif dan Disinsentif Pengaturan Sanksi sosial dan budaya pendayagunaa n sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi fungsi dan daya dukung lingkungan Kawasan perkotaan Kawasan koridor ekonomi Kawasan Perdesaan Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh Kawasan tertinggal/ terisolir Kawasan Konservasi cagar Budaya/ Sejarah Kawasan Konservasi permukiman/ komunitas adat tertentu Kawasan Teknologi Tinggi Kawasan Pengembangan Sumber Daya Alam Darat (SDA darat) Kawasan Perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup (SDA darat) Kawasan Rawan Bencana Kawasan Kritis Lingkungan Kawasan perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil (SDA Laut) √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kementerian Pekerjaan Umum 71 .5 Penetapan Peraturan Zonasi pada KSK Peraturan Zonasi Muatan Peraturan Zonasi Sudut Kepentingan Pertumbuhan Ekonomi Tipologi KSK jenis kegiatan yang diperbolehkan. bersyarat.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Tabel 3.

Organisasi masyarakat di tingkat kabupaten c. meliputi : Memberikan informasi. Kementerian Pekerjaan Umum 72 .5 HAK. KEWAJIBAN. dan peran masyarakat diatur sesuai dengan Permen PU No 16 tahun 2009 tentang pedoman penyusunan RTRW kabupaten . persiapan penyusunan. pengumpulan data dan informasi. Orang perseorangan atau kelompok orang b. meliputi : a. berupa : a) Masukan mengenai : Persiapan penyusunan rencana tata ruang Penentuan arah pengembangan wilayah atau kawasan Pengidentifikasian potensi dan masalah pembangunan Perumusan konsepsi rencana tata ruang Penetapan rencana tata ruang b) Bekerjasama dengan pemerintah daerah atau sesama unsur masyarakat dalam perencanaan tata ruang. saran dan masukan dalam penentuan tujuan. kelonggaran aturan dalam penetapan peraturan zonasi Mengetahui secara terbuka setiap produk RTR KSK dan peraturan zonasi di wilayah kabupaten yang bersangkutan Memantau pelaksanaan RTR KSK dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan Melaporkan kepada instansi atau pejabat yang berwenang dalam hal menemukan dugaan penyimpangan atau pelanggaran kegiatan pemanfaatan ruang yang melanggar RTR KSK dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan Mengajukan keberatan terhadap keputusan pejabat yang berwenang terhadap pembangunan yang dianggap tidak sesuai dengan RTR KSK/peraturan zonasi Mendapat perlindungan dari kegiatan-kegiatan yang merugikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Masyarakat sebagai pemangku kepentingan. pembatasan. Perwakilan organisasi masyarakat kabupaten yang secara sistemik dengan wilayah yang sedang disusun RTR KSK dan peraturan zonasinya Hak masyarakat. kewajiban. meliputi. Perwakilan organisasi masyarakat kabupaten d. Kewajiban masyarakat. Hak. pengolahan dan analisis data serta perumusan konsep rencana. arah pengendalian. data dan keterangan secara konkrit dan bertanggungjawab dalam setiap tahapan penyusunan RTR KSK dan peraturan zonasi Berlaku tertib dan mendukung kelancaran proses penyusunan RTR KSK dan Peraturan zonasi Bentuk peran serta masyarakat dalam perencanaan tata ruang. meliputi : Mengajukan inisiatif untuk melakukan penyusunan dan atau mengevaluasi dan atau mengubah RTR KSK dan peraturan zonasinya Memberikan masukan penyusunan RTR KSK dan peraturan zonasi Memberikan pendapat.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 3. PERAN MASYARAKAT Pelibatan peran masyarakat dalam proses perencanaan dimulai sejak awal hingga akhir kegiatan.

perubahan batas teritorial kabupaten c. b. Naskah rancangan peraturan daerah (raperda) kabupaten tentang RTR KSK. RTR KSK dapat ditinjau kembali kurang dari 5 (lima) tahun jika: a.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 3. dan 3) Album peta yang disajikan dengan tingkat ketelitian skala minimal dalam format A1 yang dilengkapi dengan peta digital yang mengikuti ketentuan sistem informasi geografis (SIG) yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang. terjadi bencana alam besar yang ditetapkan dengan peraturan penundangundangan b. dan/atau d. serta tabel indikasi program utama.7 MASA BERLAKU RTR KSK RTR KSK berlaku dalam jangka waktu 20 (dua puluh) tahun atau sesuai dengan jangka waktu berakhirnya RTRW kabupaten dan ditinjau kembali setiap 5 (lima) tahun. Kementerian Pekerjaan Umum 73 . terjadi dinamika internal di wilayah KSK yang mempengaruhi pemanfaatan ruang secara mendasar. 2) Buku rencana yang disajikan dalam format A4. Materi teknis RTR KSK. yang terdiri atas: 1) Raperda yang merupakan rumusan pasal per pasal dari buku rencana dan disajikan dalam format A4. 3. yang terdiri atas: 1) Buku data dan analisis yang dilengkapi dengan peta-peta. terjadi perubahan kebijakan dan strategi kabupaten yang mempengaruhi pemanfaatan ruang KSK. antara lain berkaitan dengan bencana alam skala besar dan pemekaran wilayah kabupaten yang ditetapkan dengan peraturan perundangundangan.6 FORMAT PENYAJIAN Konsep RTR KSK disajikan dalam dokumen sebagai berikut: a. dan 2) Lampiran yang terdiri atas peta rencana struktur ruang dan peta rencana pola ruang yang disajikan dalam format A3.

1 Tahap Persiapan Penyusunan a. Namun pedoman ini lebih menekankan pada proses dan prosedur penyusunan RTR KSK dan hanya sedikit menjelaskan proses dan prosedur penetapan (legalisasi) RTR KSK. 2. meliputi: 1. Persiapan awal pelaksanaan kegiatan. Sedangkan pada ayat (3) jangka waktu penyusunan dan penetapan rencana rinci tata ruang tidak melebihi masa berakhirnya rencana tata ruang yang sedang berlaku. paling lama 24 (dua puluh empat) bulan terhitung sejak pelaksanaan penyusunan rencana rinci tata ruang. Prosedur penyusunan RTR KSK dan peraturan zonasi. Pemberitaan kepada publik oleh pemerintah kabupaten perihal akan dilakukannya penyusunan RTR KSK. meliputi pemahaman Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Penyiapan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kerangka acuan kerja harus memuat hal-hal sebagai berikut: Pertanyaan kritis dan rumusan permasalahan mengenai kebutuhan penataan ruang bagi KSK dimaksud. prosedur penyusunan peraturan zonasi yang berisi zoning text dan zoning map (apabila RTR KSK tidak disusun atau telah ditetapkan sebagai perda sebelum keluarnya pedoman ini. 4.1 PROSES PENYUSUNAN RTR KSK Proses penyusunan RTR KSK dilakukan melalui tahapan persiapan penyusunan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten BAB IV PROSES DAN PROSEDUR PENYUSUNAN RTR KSK DAN PERATURAN ZONASI Berdasarkan pasal 39 ayat (2) PP No 15 tahun 2010 Jangka Waktu Penyusunan dan penetapan Rencana Rinci Tata Ruang.1. prosedur penyusunan RTR KSK. 4. Kegiatan persiapan penyusunan meliputi: 1) Penyusunan kerangka acuan kerja (KAK) yang disiapkan oleh Pemerintah kabupaten dengan memperhatikan kebutuhan penataan ruang bagi KSK yang dimaksud. pengumpulan data dan informasi. dan Harapan yang bisa dituangkan dalam penanganan persoalan KSK melalui penataan ruang untuk jangka panjang. 2) 3) 4) Kementerian Pekerjaan Umum 74 . dan penyusunan naskah rancangan peraturan daerah. perumusan konsep rencana. Pelaksanaan perencanaan tata ruang KSK meliputi serangkaian proses dan prosedur penyusunan dan penetapan (legalisasi) rencana tata ruang. Persoalan yang dihadapi sekarang oleh KSK dan kemungkinan persoalan di masa datang. pengolahan dan analisis data. Penganggaran kegiatan penyusunan RTR KSK oleh Pemerintah kabupaten yang disiapkan minimal setahun sebelum kegiatan penataan ruang KSK yang akan dilakukan.

dan/atau pengendalian KSK. Waktu pelaksanaan kegiatan Waktu pelaksanaan kegiatan persiapan adalah 1 (satu) bulan. hasil kajian awal. dan Identifikasi hal-hal lain terkait dengan pengembangan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 5) Kajian awal data sekunder. panduan wawancara.1. pengaturan. dan perangkat survei data primer dan sekunder yang akan digunakan pada saat proses pengumpulan data dan informasi (survei). identifikasi dan perumusan isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK. metodologi pendekatan pelaksanaan pekerjaan yang akan digunakan. 2) Data kebijakan penataan ruang dan sektoral terkait (termasuk peruntukan ruang). rencana kerja pelaksanaan penyusunan RTR KSK. Pengumpulan data dan informasi paling sedikit meliputi: 1) Data terkait nilai strategis dan isu strategis KSK. pengaturan. Identifikasi dan perumusan isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK. dan/atau pengendalian wilayah perencanaan. serta mobilisasi peralatan dan personil yang dibutuhkan. Persiapan teknis pelaksanaan yang meliputi: penyimpulan informasi dan data awal (termasuk dengan menyimpulkan hasil kajian awal data sekunder dilangkah sebelumnya). 6) b. dan penyiapan perangkat survei (checklist data yang dibutuhkan. mencakup review RTRW Kabupaten terkait dan kebijakan terkait lainnya. dan lain-lain). Hasil pelaksanaan kegiatan persiapan penyusunan Hasil kegiatan persiapan penyusunan RTR KSK ini paling sedikit meliputi: 1) 2) gambaran umum wilayah perencanaan. tergantung dari kondisi kawasan dan pendekatan yang digunakan. penyiapan metodologi pendekatan pelaksanaan kegiatan. penyiapan rencana kerja rinci. identifikasi kebijakan terkait wilayah perencanaan. kuesioner. 3) 4) 5) c. 4. Target kajian data awal terdiri atas: Identifikasi nilai strategis pembentukan KSK. serta gagasan awal pengembangan. 4) Data pemanfaatan ruang/penggunaan lahan Kementerian Pekerjaan Umum 75 .2 Tahap Pengumpulan Data dan Informasi a. terdiri atas: identifikasi nilai strategis pembentukan KSK. potensi dan permasalahan awal wilayah perencanaan. dan identifikasi awal batas delineasi kawasan. 3) Data kondisi fisik/lingkungan dan sumber daya alam. panduan observasi dan dokumentasi.

potensi dan masalah penataan ruang KSK. 5) Tujuan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 5) 6) 7) 8) 9) 10) b. Waktu pelaksanaan kegiatan Waktu pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan informasi adalah 23 (dua sampai dengan tiga) bulan. 8) Penetapan zona yang diprioritaskan Penangannya 9) Ketentuan pemanfaatan ruang. kebijakan. Kementerian Pekerjaan Umum 76 . Peta dasar (RBI dan citra satelit). 4. sosial. 3) Fokus pengaturan. dan analisis pembiayaan pembangunan 2) 3) 4) Hasil dari keseluruhan kegiatan analisis meliputi : 1) 2) 3) visi pengembangan kawasan.3 Tahap Pengolahan dan Analisa Data a. 2) Delineasi kawasan. peluang dan tantangan penataan ruang KSK. 4) Tingkat ketelitian peta. dan Data lainnya sesuai dengan karakteristik tipologi KSK c.1. Analisis yang dilakukan paling sedikit meliputi : 1) analisis terkait dengan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) sesuai dengan tipologi KSK. analisis pengembangan kawasan untuk menentukan: rencana jaringan prasarana rencana pola ruang zona yang diprioritaskan Penangannya analisis kebutuhan ruang. Data kependudukan dan sumber daya manusia. Penggunaan perangkat dan teknik analisis disesuaikan dengan kebutuhan analisis berdasarkan kisi-kisi mengenai lingkup pengaturan sesuai dengan tipologi KSK yang meliputi: 1) Bentuk kawasan. dan 10) Ketentuan Peraturan Zonasi. Data perekonomian. analisis daya tampung kawasan. Hasil pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan informasi Hasil kegiatan pengumpulan data dan informasi disatukan dalam buku data dan analisa. Data sumber daya buatan/ prasarana dan sarana. yang meliputi: analisis daya dukung kawasan dan optimasi pemanfaatan ruang. dan budaya. dan strategi. Data kelembagaan. Pengolahan dan analisa data Pengolahan dan analisis data paling sedikit meliputi perangkat dan teknik analisis yang terkait dengan nilai strategis kawasan yang dimilikinya. 6) Rencana jaringan prasarana 7) Rencana Pola Ruang Kawasan (Zoning map).

Pedoman dan petunjuk pelaksanaan bidang penataan ruang.4 Tahap Perumusan Konsepsi Rencana a.Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten . Hasil pelaksanaan kegiatan perumusan konsepsi rencana Hasil pelaksanaan kegiatan perumusan konsepsi rencana adalah berupa rumusan konsep RTR KSK. 2) memperhatikan: . yang terdiri atas:  rencana pengembangan jaringan prasarana  rencana pola ruang  Zona yang diprioritaskan penangannya .1.Ketentuan peraturan zonasi. dan . dan . . Waktu pelaksanaan kegiatan Waktu pelaksanaan kegiatan pengolahan dan analisis data adalah 2-3 (dua sampai dengan tiga) bulan. 3) merumuskan: . kebijakan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten. Waktu pelaksanaan kegiatan Waktu pelaksanaan kegiatan perumusan konsepsi rencana adalah 2-3 (dua sampai dengan tiga) bulan. kebijakan Pengolahan dan analisa data Hasil kegiatan pengolahan dan analisis data dibukukan sebagai satu kesatuan dengan dengan hasil pelaksanaan kegiatan tahapan sebelumnya dalam buku data dan analisis.Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi dan/atau Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten dimana KSK berada. perkiraan kebutuhan konsep pengembangan KSK. c. 4. b.ketentuan pengembangan KSK. dan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup KSK. Kementerian Pekerjaan Umum 77 . yang dibukukan dalam rencana tata ruang KSK yang merupakan materi teknis RTR KSK.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 4) 5) 6) d. Kerangka buku data dan analisis disusun sebagai suatu kesatuan laporan yang terintegrasi.Ketentuan pemanfaatan ruang. . dan strategi pengembangan KSK.Rencana Sektor lainnya yang terkait.Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten . . kecenderungan perkembangan dan kesesuaian pengembangan KSK. .tujuan. e. Perumusan konsepsi rencana Perumusan konsepsi RTR KSK paling sedikit harus : 1) mengacu pada: .

pengumpulan data dan informasi. Pembertaan kepada public perihal dilakukan penyusunan peraturan zonasi Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan persiapan penyusunan peraturan zonasi adalah 1 (satu) bulan. c.2 Tahap Pengumpulan Data dan Informasi Untuk keperluan pengenalan karakteristik RTR KSK dan penyusunan rencana. Waktu pelaksanaan kegiatan Waktu pelaksanaan kegiatan penyusunan rancangan peraturan daerah kabupaten tentang RTR KSK adalah 1 (satu) bulan. melalui penyebaran angket. temu wicara (FGD) dll pengenalan kondisi fisik dan sosial ekonomi di KSK secara langsung melalui survey langsung Kementerian Pekerjaan Umum 78 . meliputi : penjaringan aspirasi masyarakat. Hasil pelaksanaan kegiatan penyusunan naskah Rancangan Peraturan Daerah kabupaten Hasil pelaksanaan kegiatan adalah berupa naskah rancangan peraturan daerah kabupaten yang siap untuk diproses dalam kegiatan selanjutnya yaitu penetapan Raperda. dilakukan pengumpulan data primer dan data sekunder. pengolahan dan analisis data. mencakup peninjauan kembali terhadap : RTRW kabupaten RTR KSK (apabila ada) RTBL (apabila ada) c. Penyusunan naskah Rancangan Peraturan Daerah kabupaten Penyusunan naskah rancangan peraturan daerah tentang RTR KSK dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. perumusan konsep rencana. meliputi : a. 4. Kajian awal data sekunder.2 PROSES PENYUSUNAN PERATURAN ZONASI RTR KSK Proses penyusunan peraturan zonasi RTR KSK dilakukan secara paralel dengan penyusunan RTR KSK. dan penyusunan naskah rancangan peraturan daerah.1 Tahap Persiapan Penyusunan Kegiatan yang dilakukan dalam tahap persiapan. meliputi : Penyimpulan data awal Penyiapan metodologi Penyiapan rencana kerja Penyiapan perangkat survey d.1. 4.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 4. 4. Persiapan awal pelaksanaan mencakup pemahaman terhadap KAK/TOR b.5 Tahap Penyusunan Naskah Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten a. Proses dilakukan melalui tahapan persiapan penyusunan. Pengumpulan data primer. b.2. Persiapan teknis.2.

terdiri atas :  Ketentuan variasi pemanfaatan ruang  Ketentuan insentif dan disinsentif  Ketentuaan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan peraturan zonasi Ketentuan dampak pemanfaatan ruang Kelembagaan Perubahan peraturan zonasi Hasil dari tahap analisis didokumentasikan dalam buku data dan analisis dan menjadi bahan untuk menyusun peraturan zonasi. 4. Kementerian Pekerjaan Umum 79 . berupa 1.4 Tahap Penyusunan Raperda Tentang Peraturan Zonasi Kegiatan penyusunan naskah raperda tentang peraturan zonasi merupakan proses penuangan materi teknis ke dalam bentuk pasal-pasal dengan mengikuti kaidah penyusunan peraturan perundang-undangan. Peta zonasi (zoning map) Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perumusan rancangan peraturan zonasi adalah 2 – 4 (dua sampai empat) bulan. Teks zonasi (zoning text) 2. 4.2. terdiri atas :  Ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan  Ketentuan intensitas dan pemanfaatan ruang  Ketentuan tata bangunan  Ketentuan prasarana minimal  Ketentuan tambahan  Ketentuan khusus Standar teknis Ketentuan pengaturan zonasi Ketentuan pelaksanaan.3 Tahap Analisis dan Perumusan Ketentuan Teknis Analisis dan ketentuan teknis. meliputi : jenis penggunaan lahan jenis dan intensitas kegiatan identifikasi masalah dari masing-masing kegiatan serta kondisi fisik kajian dampak terhadap kegiatan yang ada standar teknis dan administrasi peraturan perundang-undangan pemanfaatan lahan dan bangunan peraturan perundang-undangan terkait dengan penggunaan lahan Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengumpulan data adalah 2. meliputi : Tujuan peraturan zonasi Klasifikasi zonasi Daftar kegiatan Delineasi blok peruntukan Ketentuan teknis zonasi.2.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Sedangkan pengumpulan data sekunder.3 (dua sampai tiga) bulan.

dan faktor-faktor lainnya baik yang berada di dalam maupun di luar/sekitar KSK bersangkutan. budaya. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk tahap penetapan disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. keuangan/pembiayaan pembangunan daerah.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyusunan naskah raperda peraturan zonasi adalah maksimal 2 (dua) bulan. Total jangka waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan perencanaan tata ruang KSK diperkirakan paling sedikit yaitu 10 (sepuluh) bulan dan paling lama 13 (tiga belas) bulan yang secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4. Prosedur penetapan RTR KSK merupakan tindak lanjut dari prosedur penyusunan RTR KSK sebagai satu kesatuan proses. Tabel 4. Waktu yang dibutuhkan untuk setiap tahap penyusunan RTR KSK disesuaikan dengan situasi dan kondisi KSK yang bersangkutan. keamanan. Alur Proses Penyusunan Peraturan zonasi RTR KSK dapat dilihat pada gambar 4.2. Situasi dan kondisi dimaksud dapat terkait dengan aspek politik.1 Jangka Waktu Penyusunan dan Penetapan RTR KSK dan Peraturan Zonasi TAHAPAN Uraian Kegiatan Perkiraan Waktu yang Dibutuhkan Uraian Kegiatan Perkiraan Waktu yang Dibutuhkan Perkiraan Waktu yang Dibutuhkan PROSES PENYUSUNAN RTR KSK Persiapan Penyusunan RTR KSK Pengumpulan Data dan Informasi Pengolahan dan Analisis Data Perumusa n konsep RTR KSK Naskah Akademik Naskah Raperda 1 bulan 2-3 bulan 2-3 bulan 2-3 bulan 2 bulan 1 bulan 10 – 13 bulan PROSES PENYUSUNAN PERATURAN ZONASI RTR KSK Persiapan Penyusunan Peraturan Zonasi Pengumpulan Data dan Informasi Pengolahan dan Analisis Data dan Perumusan Ketentuan Teknis 1 bulan 2-3 bulan 7 – 10 bulan 2-4 bulan PROSES PENETAPAN RTR KSK 3-7 BULAN Kementerian Pekerjaan Umum 80 . Prosedur penetapan RTR KSK dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pertahanan. sosial.3 Tata cara penyusunan RTR KSK secara lebih rinci dapat dilihat pada pada Gambar 4. ketersediaan data.1.

Pembahasan dilakukan berdasarkan empat tahapan proses dan membahas halhal sebagai berikut: Tahap ke-1 mengenai persiapan penyusunan RTR KSK:  Pembahasan rencana kegiatan pelaksanaan penyusunan RTR KSK.3) : Pemerintah Kabupaten Peran masyarakat. pada tahap perumusan konsepsi RTR KSK. pada tahap pengolahan dan analisis data.  Penyepakatan pertama mengenai batas delineasi kawasan (sebelum survei). dan  Penyepakatan potensi dan permasalahan awal wilayah perencanaan. dan  Penyepakatan target setiap tahapan pelaksanaan penyusunan RTR KSK Tahap ke-2 mengenai pengumpulan data dan informasi:  Pembahasan hasil-hasil pengumpulan data dan informasi. dan/atau pengendalian wilayah perencanaan. dan - - Kementerian Pekerjaan Umum 81 .  Penyepakatan metodologi pelaksanaan pekerjaan. - - - d. serta gagasan awal pengembangan. pemerintah telah melibatkan masyarakat secara pasif dengan pemberitaan mengenai informasi penataan ruang melalui media publikasi sesuai kebutuhan. pelaksanaan penyusunan RTR KSK memperhatikan keterlibatan pemangku kepentingan sesuai dengan jenis tipologi KSK.  Penyepakatan perumusan isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK. Tahap ke-3 mengenai pengolahan dan analisis data:  Pembahasan hasil-hasil analisis. c. b.  Penyepakatan nilai strategis pembentukan KSK. yang dilaksanakan pada semua tahapan penyusunan RTR KSK. pada tahap pengumpulan data. dan  Pembahasan rencana kegiatan analisis. pembentukan tim penyusun RTR KSK yang beranggotakan unsur-unsur SKPD di kabupaten yang berada dalam lingkup BKPRD. dan Lembaga/organisasi yang ada di kabupaten pelibatan peran masyarakat melalui: pada tahap persiapan. masyarakat dapat terlibat secara aktif dan bersifat dialogis/komunikasi dua arah melalui berbagai bentuk media komunikasi/interaksi.3 PROSEDUR PENYUSUNAN RTR KSK DAN PERATURAN ZONASI Prosedur penyusunan RTR KSK dan peraturan zonasi meliputi: a. peran masyarakat/organisasi masyarakat dapat dilakukan secara atif melalui keterlibatannya dalam membahas hasil-hasil pengolahan dan analisis data. pengaturan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 4. Pemangku kepentingan yang harus dilibatkan yaitu (Tabel 4. peran masyarakat/organisasi masyarakat dapat dilakukan lebih aktif dalam berbagai bentuk media komunikasi/interaksi sesuai dengan situasi dan kondisi tiap KSK.  Penyepakatan kebijakan terkait wilayah perencanaan.

hanya penyepakatan pada tahap pembahasan. dilakukan - dilakukan - - Kementerian Pekerjaan Umum 82 . Tahap ke-4 mengenai perumusan konsep rencana KSK:  Pembahasan rumusan Konsep RTR KSK. hanya penyepakatan pada tahap pembahasan. Konsensus dilakukan berdasarkan empat tahapan proses dan membahas hal-hal sebagai berikut: Tahap ke-1 mengenai persiapan penyusunan RTR KSK:  Tidak dilakukan konsensus secara khusus. Tahap ke-4 mengenai perumusan konsep rencana KSK:  Pencapaian konsensus mengenai rumusan Konsep RTR KSK. dan  Pencapaian konsensus mengenai batas delineasi kawasan. Penyepakatan batas delineasi kawasan (setelah tahapan pengolahan data dan informasi). Tahap ke-3 mengenai pengolahan dan analisis data:  Pencapaian konsensus mengenai hasil-hasil analisis. Tahap ke-2 mengenai pengumpulan data dan informasi:  Tidak dilakukan konsensus secara khusus.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten  e.

Data kelembagaan. yang terdiri atas arahan peraturan zonasi.Survei data primer. . Analisis daya dukung. TAHAP ke-1 2 Persiapan Penyusunan RTR KSK TAHAP ke-2 3 Pengumpulan Data dan Informasi TAHAP ke-3 4 Pengolahan dan Analisis Data TAHAP ke-4 5 Perumusan Konsep RTR KSK RTR KSK 2. DATA & INFORMASI: .1 Pembentukan Tim Penyusun 2. Identifikasi dan perumusan isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK.Survei data sekunder. dan . PROSES 1. dan .perumusan tujuan. dan g. kebijakan. serta gagasan awal pengembangan. pengaturan. dan d. Analisis lainnya sesuai dengan karakteristik tipologi KSK.Observasi. dan/atau pengendalian wilayah perencanaan.Data lainnya sesuai dengan karakteristik tipologi KSK Lihat Proses Tahap 2 PENGOLAHAN & ANALISIS DATA minimal dan disesuaikan dengan tipologi KSK: a. . sosial.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Gambar 4.Tujuan. dan . dan Pelibatan Lembaga/ Organisasi yang ada di daerah (bila relevan). PERUMUSAN KONSEP RTR KSK dilakukan dengan merumuskan konsep pengembangan dan menyusun rencana: Perumusan Konsep Pengembangan: . dan budaya. dan arahan sanksi) . dan strategi penataan ruang Kawasan Strategis Kabupaten.Data perekonomian. . . Pelibatan SKPD.Arahan pemanfaatan ruang. Identifikasi nilai strategis pembentukan KSK. Review terhadap RTRW Kabupaten terkait KSK. dan Pelibatan Lembaga/Organisasi yang ada di kabupaten (bila relevan). arahan disinsentif. . b. . Analisis delineasi kawasan. Identifikasi kebijakan terkait wilayah perencanaan. . arahan perizinan. Analisis regional (analisis kawasan pengaruh). dan optimasi pemanfaatan ruang. kebijakan.perumusan beberapa alternatif konsep pengembangan. e. e.Rencana pola ruang (bila relevan). - Pelibatan Pemerintah Kabupaten Pelibatan SKPD.Data kondisi fisik/lingkungan dan sumber daya alam. b.Data kependudukan dan sumber daya manusia. Identifikasi awal batas delineasi kawasan. d. - Pelibatan Pemerintah Kabupaten Pelibatan SKPD.Data sumber daya buatan/ prasarana dan sarana. dan strategi pengembangan Kawasan Strategis Kabupaten.Rencana struktur ruang (bila relevan).1 Proses dan Prosedur Penyusunan RTR KSK KEGIATAN 1 1. arahan insentif. Analisis penguatan nilai strategis dan isu strategis KSK. . daya tampung. Review terhadap KLHS terkait KSK.2 Pelibatan Pemangku Kepentingan (selain masyarakat) Lihat Proses Tahap 1 Pembentukan tim penyusun RTR KSK yang beranggotakan unsur-unsur dari instansi terkait khususnya yang berada dalam lingkup BKPRD. Potensi dan permasalahan awal wilayah perencanaan.Arahan pengendalian pemanfaatan ruang (dirumuskan bila relevan. Kementerian Pekerjaan Umum 83 . PENGUMPULAN DATA & INFORMASI dilakukan melalui: . . Lihat Proses Tahap 3 - Lihat Proses Tahap 4 - Pelibatan Pemerintah Kabupaten . . c. - Pelibatan Pemerintah Kabupaten Pelibatan SKPD dan Pelibatan Lembaga/ Organisasi yang ada di daerah (bila relevan).Data pemanfaatan ruang/penggunaan lahan . Penyusunan Rencana: . c. f. .Data terkait nilai strategis dan isu strategis KSK. . .Data kebijakan penataan ruang dan sektoral terkait (termasuk peruntukan ruang).Wawancara.1 Tahapan Proses a.Peta dasar (RBI dan citra satelit). dan Pelibatan Lembaga/ Organisasi yang ada di daerah (bila relevan).

TAHAP ke-2 3 peran masyarakat/organisasi masyarakat dapat dilakukan lebih aktif dalam berbagai bentuk media komunikasi/ interaksi sesuai dengan situasi dan kondisi tiap KSK. 3. Penyepakatan kebijakan terkait wilayah perencanaan. 3. Mengorganisasikan hasil-hasil pengumpulan data dan informasi. Target minimal: 1. hasil kajian awal. perangkat survei data primer dan sekunder. TAHAP ke-3 4 TAHAP ke-4 5 - peran masyarakat/ organisasi masyarakat dapat dilakukan lebih aktif dalam berbagai bentuk media komunikasi/interaksi sesuai dengan situasi dan kondisi tiap KSK. dan 5. gambaran umum wilayah perencanaan 2. Penyepakatan pertama mengenai batas delineasi kawasan (sebelum survei). Tidak dilakukan konsensus secara khusus. rencana kerja pelaksanaan penyusunan RTR KSK. Lihat Proses Tahap 4 Target minimal: 1. pengaturan. Penyusunan Buku Rencana RTR KSK. 2. dan/atau pengendalian wilayah perencanaan. Penyusunan Buku Data & Analisis.4 Pembahasan - Pembahasan rencana kegiatan pelaksanaan penyusunan RTR KSK. Penyepakatan nilai strategis pembentukan KSK. Lihat Proses Tahap 2 Target minimal: 1. hanya dilakukan penyepakatan pada tahap pembahasan Tidak dilakukan konsensus secara khusus.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten KEGIATAN 1 2. - masyarakat dapat terlibat secara aktif dan bersifat dialogis/komunikasi dua arah melalui berbagai bentuk media komunikasi/interaksi. hanya dilakukan penyepakatan pada tahap pembahasan - Pencapaian konsensus mengenai hasil-hasil analisis. dan Pembahasan rencana kegiatan analisis. Penyepakatan potensi dan permasalahan awal wilayah perencanaan. 4.5 Konsensus Penyepakatan target setiap tahapan pelaksanaan penyusunan RTR KSK.3 Pelibatan Peran Masyarakat TAHAP ke-1 2 Pemerintah telah melibatkan masyarakat secara pasif dengan pemberitaan mengenai informasi penataan ruang melalui media publikasi sesuai kebutuhan. Kementerian Pekerjaan Umum 84 . TARGET Lihat Proses Tahap 1 Target minimal: 1. serta gagasan awal pengembangan. Pembahasan hasil-hasil analisis. dan 2. dan Pencapaian konsensus mengenai batas delineasi kawasan Lihat Proses Tahap 3 Pencapaian konsensus mengenai rumusan Konsep RTR KSK. Melakukan pengolahan dan analisis data dan informasi. dan - Pembahasan hasil-hasil pengumpulan data dan informasi. dan Penyepakatan batas delineasi kawasan (setelah tahapan pengolahan data dan informasi). Penyusunan Buku Data & Analisis. Penyepakatan perumusan isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK. Perumusan konsepsi rencana. - Pembahasan rumusan Konsep RTR KSK 2. dan 2. penyepakatan metodologi pelaksanaan pekerjaan. metodologi pendekatan pelaksanaan pekerjaan. dan 2.

tahap pengumpulan data dan informasi fakta dan analisis .2 Tata Cara Proses Penyusunan RTR KSK penentuan nilai strategis KSK tahap persiapan penyusunan RTR KSK data awal perumusan isu strategis penentuan delineasi berita acara pembahasan delineasi dengan daerah pengumpulan data & info penyiapan peta kerja .tahap pengolahan dan analisis data perumusan tujuan. kebijakan dan strategi input KLHS tahap perumusan konsep RTR KSK perumusan konsep pengembangan perumusan arahan pemanfaatan ruang dan arahan pengendalian pemanfaatan ruang perumusan kelembagaan kesepakatan dengan daerah tahap penyusunan naskah raperda dokumen KLHS materi teknis yang telah disepakati penyusunan naskah raperda Kementerian Pekerjaan Umum 85 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Gambar 4.

3 Alur Proses Penyusunan Peraturan Zonasi RTR KSK Kementerian Pekerjaan Umum 86 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Gambar 4.

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 4. Kementerian Pekerjaan Umum 87 . Prosedur penetapan RTR KSK dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.4 PROSEDUR PENETAPAN RTR KSK DAN PERATURAN ZONASI Prosedur penetapan RTR KSK dan Peraturan Zonasi merupakan tindak lanjut dari proses dan prosedur penyusunan RTR KSK sebagai satu kesatuan sistem perencanaan.

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten BAB V PENUTUP Pedoman ini telah disusun dengan memperhatikan peraturan perundangan terkait dan perkiraan penambahan ataupun perkembangan KSK di masa datang. setiap penyusunan RTR KSK tetap harus memperhatikan faktor dan karakteristik lokal di atas. Kementerian Pekerjaan Umum 88 . Pedoman ini juga bersifat fleksibel dengan tetap memperhatikan pentingnya faktor dan karakteristik lokal yang ada di setiap KSK. Oleh karenanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful