You are on page 1of 28

X.

ANALISIS SAMBUNGAN
MOMEN DAN TAKIKAN

I.I. SAMBUNGAN
SAMBUNGANMOMEN
MOMEN

Sambungan ini dikenal sbg Moment-resisting connection.


Tahanan momen dpt diperoleh dg Pers berikut.
nn

M
M
ZZi ri ri i
i i11

dengan:
Zi = tahanan lateral.
ri = jarak alat sambung i ke pusat
kelompok.
Tahanan momen maks didapat bila
alat sambung terluar (letaknya terjauh
dari titik C) telah mencapai leleh.
Alat sambung yg letaknya dekat dg
pusat kelompok memiliki tahanan
lateral yg lebih kecil (belum leleh).

Prinsip Rigid plate assumption:


Misal, alat sambung i terletak paling luar, maka tahanan lateral alat
sambung j dpt dihitung sbb:

Zj

rj
ri

Z jult

Jadi tahanan momen sambungan dg empat alat sambung spt Gambar


dpt diperoleh dg pers:

rj

rk

rl

M Z jult ri
Z jult rj
Z kult rk
Z lult rl
ri

ri

ri

Penempatan alat sambung, perlu diperhatikan jarak/spasi. Usahakan


ditempatkan dg jarak yg lebih (min sama) sesuai persyaratan SNI-5,
2002. Hal ini dimaksud untuk menghindari terjadinya pecah kayu
diantara 2 alat sambung berdekatan.

Contoh 1.
Hitunglah tahanan momen sambungan dg alat sambung baut spt
Gambar. Berat jenis kayu 0,7 dan diameter baut 12,7 mm.

Menghitung tahanan lateral alat sambung baut terluar (Z1).


Diameter baut D = 12,7 mm
Sudut thd serat kayu = 63o
Tebal kayu sekunder ts = 30 mm

Tebal kayu utama tm = 60 mm


Tahanan lentur baut Fyb = 320 N/mm2
Kuat tumpu kayu sekunder dan utama dg berat jenis 0,7:
Fes63o = Fem63o = 38,18 N/mm2
Tahanan lateral acuan (N)

Moda kelelehan

20551

Im

20551

Is

14133

IIIs

18221

IV

Menghitung tahanan lateral baut terluar (Z2)


Sudut thd serat kayu = 0o
Fes// = Fem// = 54,08 N/mm2

Tahanan lateral acuan (N)

Moda kelelehan

34203

Im

34203

Is

21058

IIIs

25480

IV

Menghitung tahanan momen.

r2

M 4 Z1r1 2
Z 2 r2
r1

50

M 414133 x112 2
21058 x50 7,27 kNm
112

Apabila sambungan momen pada contoh 1 juga menerima gaya


tarik aksial sebesar 42 kN, hitunglah tahanan momen sambungan!

Penyelesaian:
karena ada 6 bh baut, maka 1 baut akan mendukung gaya aksial
sebesar 7 kN = 7000 N. Tahanan lateral alat sambung tanpa dan dg
gaya aksial dpt dilihat pd Gambar di bawah.

Menent nilai perkiraan Z1 shg nilai R tdk melebihi nilai Z1 :

0,89Z1 2 0,45Z1 7000 2


Trial 1. Z1 13000
2
2
R 0,89 x13000 0,45 x13000 7000
R

17291 N

0,89 x13000

tan
42o
0,45 x13000 7000
1

Tahanan lateral baut


Sudut terhadap serat kayu = 42o
Fes42o = Fem42o = 43,80 N/mm2
Z = 16295 N (Moda kelelehan IIIs), R melebihi nilai Z.
Trial 2. (Z1 = 12000 N)
R = 16365 N , = 40,8o
Tahanan lateral baut:
Fes40,8o = Fem40,8o = 44,19 N/mm2
Z = 16442 N (Moda kelelehan IIIs), R tdk melebihi nilai Z dan
selisihnya relatif kecil

Menghitung tahanan momen.


50

M 412000 x112 2 21058 7000 x


x50 6 kNm
112

Jadi dg adanya gaya aksial tarik 42 kN, tahanan momen berkurang


sebasar :

7,27 6 x100% 17,5%


7,27

Contoh 2.
Hitunglah tahanan momen dari kedua sambungan di bawah ini.
Diameter baut 12,7 mm, berat jenis kayu 0,7. Ukuran batang horizontal
dan batang vertikal adalah 2x3/18 dan 6/18.

Sambungan (a).
Menghitung tahanan lateral Z1.
Diameter baut D = 12,7 mm
Sudut thd serat kayu = 45o
Tebal kayu sekunder ts = 30 mm
Tebal kayu utama tm = 60 mm
Tahanan lentur baut Fyb = 320 N/mm2
Kuat tumpu kayu sekunder dan utama dg berat jenis 0,7:
Fes45o = Fem45o = 42,84 N/mm2

Tahanan lateral acuan (N)

Moda kelelehan

24084

Im

24084

Is

15934

IIIs

20158

IV

Menghitung tahanan momen.


M 4 Z1r1 4 x15934 50 2 50 2 4,51 kNm

Sambungan (b).
Menghitung tahanan lateral Z1.
Diameter baut D = 12,7 mm
Sudut thd serat kayu = 90o
Tebal kayu sekunder ts = 30 mm
Tebal kayu utama tm = 60 mm
Fes// = 54,08 N/mm2 , Fem = 35,47 N/mm2

Tahanan lateral acuan (N)

Moda kelelehan

17947

Im

27363

Is

15349

IIIs

18143

IV

Menghitung tahanan lateral Z2.


Sudut thd serat kayu = 90o
Fes = 35,47 N/mm2 , Fem// = 54,08 N/mm2
Tahanan lateral acuan (N)

Moda kelelehan

27363

Im

17947

Is

13706

IIIs

18143

IV

Menghitung tahanan momen.

M 2 Z1r1 2 Z 2 r2

M 215349 x50 213706 x50 2,9 kNm


Jadi : sambungan momen (a) mampu menahan momen lebih besar dp
sambungan (b), dg peningkatan momen sebesar : 4,51/2,9 = 1,56.
Contoh 3.
Hitunglah tahanan momen pada sambungan berikut. Alat sambung
paku yg digunakan adalah 2BWG12. Berat jenis kayu 0,45. Gunakan
faktor waktu = 1,00.

Menghitung tahanan lateral paku pd lingkaran r2 (Z2).


Diameter paku D = 2,8 mm
Panjang paku = 51 mm
Kuat lentur paku Fyb = 689 N/mm2
Kuat tumpu kayu: Fes = Fem = 26,35 N/mm2 (berat jenis = 0,45)
Re = 1,00
Tebal kayu samping ts = 25 mm

Penetrasi pd komponen pemegang (p):


p = 51 25 = 26 mm
Kontrol overlapping (v):
v = 2 x (p 0,5tm) = 2 x (26-20) = 12 mm > 4D = 11,2 mm
KD = 2,2 (untuk paku dg diameter < 4,3 mm)
Tahanan lateral acuan (Z2) satu irisan:
Tahanan lateral acuan (N)

Moda kelelehan

2767

Is

1099

IIIm

1068

IIIs

915
IV
Tahanan lateral acuan untuk 2 irisan, Z2 = 2 x 915 = 1830 N

Menghitung tahanan lateral acuan terkoreksi (Z2).


Nilai koreksi penetrasi (Cd)
p = 26 mm > 6D = 16,8 mm
< 12D = 33,6 mm, maka Cd = p/12D = 26/33,6 = 0,77
Z2 = Cd.Z2
Z2 = 0,77 x 1830 = 1409 N
Menghitung tahanan lateral ijin (Z2u).
Z2u = zZ2
Z2u = 1,0 x 0,65 x 1409 = 915,85 N
Menghitung tahanan lateral ijin paku pd lingkaran r1 (Z1u).
Z1u = 915,85 N

Karena paku pada lingkaran r1 lebih dekat jaraknya ke pusat


konfigurasi, maka tahanan lateral yg diperoleh di atas harus diberi
faktor koreksi menjadi :

r1
Z1u x915,85 572,4 N
r2
Menghitung tahanan momen.

M 8 Z1u r1 8 Z 2u r2

M 8 572,4 x50 8 915,85 x80 0,815 kNm

II.
II. SAMBUNGAN
SAMBUNGANTAKIKAN
TAKIKAN

Diperoleh dg cara membuat takikan pd bagian pertemuan kayu.

Nama lain ; Sambungan gigi, termasuk sambungan tradisional


dimana penyaluran gaya tdk menggunakan alat sambung tetapi
memanfaatkan luas bidang kontak.

Dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:


Sambungan gigi tunggal
Sambungan gigi majemuk/rangkap
Dalam perhitungan kekuatan sambungan gigi, gesekan antara
kayu dg kayu harus diabaikan.

1.
1. Sambungan
SambunganGigi
GigiTunggal
Tunggal

Pada

sambungan gigi tunggal, dalamnya gigi (tm) 1/3 h (h adalah


tinggi komponen str mendatar)
Panjang kayu muka (lm) ; 1,5 h lm 200 mm.
Pada

bagian pertemuan (takikan), kayu diagonal harus dipotong


menyiku dg sudut 90o.

Gaya tekan terfaktor (Nu) dpt dihitung dg pers:

N u cos v

lmbFv'
1 0,25

lm
em

Dengan:
Nu = gaya tekan terfaktor

= sudut antara komponen str diagonal thd komp str mendatar.


v = faktor tahanan geser = 0,75.

= faktor waktu sesuai jenis pembebanan.


lm
= panjang kayu muka.
b
= lebar komponen str mendatar.
Fv = kuat geser sejajar serat terkoreksi.
em = eksentrisitas pd penampang netto akibat adanya coakan
sambungan.

2.
2. Sambungan
SambunganGigi
GigiMajemuk
Majemuk
Apabila gaya tekan terfaktor (Nu) melebihi kemampuan dukung
sambungan gigi tunggal, maka dpt dicoba sambungan gigi
majemuk/rangkap spt gambar berikut.

Sambungan gigi majemuk juga disarankan untuk sudut sambungan


melebihi 45o. Pada sambungan gigi majemuk terdapat dua gigi dan dua
panjang muka yg masing2 diatur sbb:
dalamnya gigi pertama, tm1 30 mm
dalamnya gigi kedua, tm2 tm1 + 20 mm dan tm2 1/3 h
panjang kayu muka pertama, lm1 200 mm dan lm1 4 tm1
Gaya tekan terfaktor (Nu) bagian kayu muka pertama:

Fm1
lm1bFv'
1,25 N u cos
v
............. a
l
Fm1 Fm 2
1 0,25 m1
em1
Gaya tekan terfaktor (Nu) bagian kayu muka kedua:

lm 2bFv'
N u cos v
................................ b
lm
1 0,25
em

Dengan:
lm = panjang kayu muka rerata
lm1 = panjang kayu muka pertama
lm2 = panjang kayu muka kedua
em = eksentrisitas rerata pd pnp netto
em1 = eksentrisitas bagian kayu muka pertama
em2 = eksentrisitas bagian kayu muka kedua
Fm1 = luas bidang tumpu kayu pertama = btm1
cos
btm 2
Fm2 = luas bidang tumpu kayu kedua =
cos

Contoh 1.
Sambungan gigi tunggal spt gambar tersusun dari kayu dg kode mutu
E21. Kayu horizontal dan diagonal memiliki ukuran 8/15 dg sudut yg
dibentuknya 35o. Apabila kedalaman gigi tm = 50 mm, dan panjang lm =
200 mm, berapakah gaya tekan terfaktor (Nu) maks dg faktor waktu =
0,8.
Penyelesaian:
Kuat geser sejajar serat (Fv) kayu
mutu E21 adalah 5,9 N/mm2. Nilai
faktor koreksi masa layan dianggap
1,00.
2
F

1
,
00
x
5
,
9

5
,
9
N/mm
Jadi : v
Menghitung eksentrisitas (em):
em 0,5 h tm 0,5tm

em 0,5150 50 0,5 x50 75 mm

Menghitung gaya tekan (Nu):

0,8 x0,75 x 200 x80 x5,9


200

cos 35o 1 0,25

75

N u 41494 N
Nu

Jadi gaya tekan terfaktor ( N u ) maksimum adalah 41,5 kN


Contoh 2.
Sambungan gigi majemuk spt gambar tersusun dari kayu E21 dg sudut
sambungan 45o. Dimensi kayu horizontal dan diagonal 8/15. Nilai tm1 =
30 mm, lm1 = 200 mm, dan tm2 = 50 mm. Hitunglah besarnya gaya tekan
terfaktor maksimum! Asumsikan nilai faktor koreksi masa layan 1,00
dan faktor waktu = 0,80.

Penyelesaian:
Fv = Fv = 5,9 N/mm2
Menghitung eksentrisitas (em) :
em1 0,5 h tm1 0,5tm1

0,5150 30 0,5x30 75mm

em 2 0,5(h tm 2 ) 0,5tm 2

0,5150 50 0,5 x50 75mm

em 0,5 em1 em 2

0,5 75 75 75mm

Menghitung panjang kayu muka (lm).


lm1 200mm
0,5h
0,5 x150
tm 2tg 200
50tg 45o 356mm
o
sin
sin 45
lm 0,5 lm1 lm 2 278mm
lm 2 lm1

Menghitung luas tumpu (Fm).

btm1
80 x30
2

3394
N/mm
cos cos 45o
bt
80 x50
Fm 2 m 2
5656 N/mm 2
o
cos cos 45
Fm1
0,375
Fm1 Fm 2
Gaya tekan terfaktor (Nu) berdasar kedalaman kayu muka pertama.
Fm1

Nu

1,25 cos

vlm1bFv'
Fm1
l
1 0,25 m1
Fm1 Fm 2
em1

0,8 x0,75 x 200 x80 x5,9


Nu
200

1,25. cos 45o 0,375 1 0,25

75

N u 102538 N

Gaya tekan terfaktor (Nu) berdasar kedalaman kayu muka kedua.

vlm 2bFv'
Nu

l
cos 1 0,25 m
em

0,8 x0,75 x356 x80 x5,9


Nu
278

cos 45o 1 0,25

75

N u 74003 N
Jadi gaya tekan terfaktor (Nu) maksimum adalah 74 kN.