You are on page 1of 4

Abidah Ardiningsih / 125020301111048

Fraud and Forensic Examination

PERBANDINGAN ACFE 2010, 2012, DAN 2014.

Dari diagram diatas, menunjukkan bahwa setiap tahun survey jumlah kerugian yang disebabkan
oleh fraud semakin menurun, kecuali pada tingkatan employee dan other yang setelah menurun pada
tahun 2012 sebesar $60,000 dan $100,000 makin meningkat untuk tahun 2014 menjadi $75,000 dan
$250,000. Walaupun demikian waktu yang diperlukan untuk mendeteksi fraud yang dilakukan oleh
employee dan other relative singkat daripada jajaran yang lebih tinggi, yakni 12 dan 16 bulan.

Dari berbagai macam cara dan kasus fraud, yang paling sering dilakukan dan diminati untuk
dilakukan adalah korupsi. Terbukti dari diagram diatas yang mana korupsi lebih sering dilakukan
bersama-sama atau berkelompok. Frekuensi orang yang melakukan fraud lebih banyak pada rentang umur
41-45 tahun, namun jumlahnya menurun pada yahun 2014 walaupun sempat naik pada tahun 2012.
Biarpun frekuensi graud lebih banyak pada rentang umur 41-45 tahun, kerugian terbesar tenyata

dilakukan oleh orang yang berumur lebih dari 60 tahun walaupun jumlah kerugian ini telah menurun
secara drastic daripada jumlah kerugian pada tahun 2010.

Klasifikasi Kasus fraud menurut gender lebih banyak dilakukan oleh pria, baik dari berbagai
Negara di dunia menunjukkan bahwa pria memimpin dalam melakukan tindakan fraud, apalagi dengan
tingginya jumlah pria yang menduduki posisi penting dalam perusahaan sehingga dengan banyaknya
kasus fraud ini, menyebabkan jumlah kerugian yang diakibatkan semkin banyak.

Frekuensi untuk melakukan tindakan fraud, paling banyak dilakukan pada pengalaman bekerja
selama 1-5 tahun, namun jumlah kerugian yang dihasilkan lebih banyak dilakukan untuk orang yang telah
bekerja selama lebih dari 10 tahun. Namun, jumlah kerugian yang dialami semakin berkurang sejak tahun
2010 hingga 2014. Selain itu, kebanyakan kasus fraud dilakukan oleh orang yang memiliki tingkat
pendidikan yang tinggi. Departemen yang paling banyak melakukan fraud menurut diagram tersebut
adalah departemen akuntansi, kemudian departemen operasional dan disusul oleh departemen penjualan.

Untuk prosedur penutupan kerugian yang diakibatkan oleh kasus fraud, paling banyak perusahaan
tidak melakukan recovery, hal ini mungkin dikarenakan perusahaan menganggap kerugian tersebut bukan
dari kesalahan produksi atau bagian dari internal perusahaan secara umum. Namun, dikarenakan

perseorangan atau sekelompok orang tertentu yang tidak mempengaruhi kinerja operasional perusahaan
tersebut. Dan jumlah perusahaan yang melakukan recovery sebesar 100% semakin bertambah, walaupun
jumlah yang melakukan recovery sempurna tidak melebihi dari angka 20% dari total perusahaan yang
dijadikan sampel survey.

Kasus fraud pada perusahaan menurut data ACFE, paling banyak dilakukan oleh executive
management, kedua board of dorectors dan kemudian oleh finance. Berdasarkan diagram diatas
meunjukkan bahwa kejahatan seperti ini masih memiliki hokum yang sangat lemah. Terbukti dari data
tersebut masih sangat banyak preparators yang tidak atrau belum benar-benar diadili secara benar.

Data diatas diambil dari survey dari berbagai bagian pekerjaan dari suatu perusahaan, namun
sebagian besar yang berkontribusi dalam survey ini adalah internal auditor, fraud examiner/investigator,
dan accounting/finance professional. Dengan pengalaman kerja contributor survey paling banyak pada
orang yang memiliki pengalaman bekerja dalam rentang waktu 6-10 tahun.