You are on page 1of 18

DASAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

NAMA : NUR NILA SARI


NIM : 70200114065
KESMAS B

JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
TAHUN 2017

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk
masyarakat.

Harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin


masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini

Gowa 12 September 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. ii

DAFTAR ISI ............................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG ................................................................................. 1


B. RUMUSAN MASALAH ............................................................................. 1
C. TUJUAN ...................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KESEHATAN MASYARAKAT ...................................... 2


B. KONSEP SEHAT SAKIT ........................................................................... 4
C. SEJARAH KESEHATAN MASYARAKAT .............................................. 7

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN ............................................................................................ 12
B. SARAN ........................................................................................................ 13

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 14

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan masyarakat merupakan salah satu modal pokok dalam rangka
pertumbuhan dan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan hal ini secara optimal
diselenggarakan upaya kesehatan. Membicarakan kesehatan masyarakat tidak
terlepas dari dua tokoh metologi Yunani, yakni Asclepius dan Higeia.
Berdasarkan cerita mitos Yunani tersebut asclepius disebutkan sebagai seorang
dokter pertama yang tampan dan pandai meskipun tidak disebutkan sekolah atau
pendidikan apa yang telah ditempuhnya, tetapi diceritakan bahwa ia dapat
mengobati penyakit dan bahkan melakukan bedah berdasarkan prosedur-prosedur
tertentu (surgical procedure) dengan baik.
B. Rumusan Masalah
Dalam penulisan makalah, adapun rumusan masalah yaitu :
1. Bagaimana ilmu kesehatan masyarakat?
2. Bagaimana konsep sehat dan sakit dalam ilmu kesehatan masyarakat
3. Bagaimana sejarah perkembangan ilmu kesehatan masyarakat?
C. Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini antara lain :
1. Untuk mengetahui ilmu kesehatan masyarakat
2. Untuk mengetahui konsep sehat dan sakit dalam ilmu kesehatan masyarakat
3. Untuk mengetahui sejarah perkembangan ilmu kesehatan masyarakat.

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Defenisi Kesehatan Masyarakat
Kesehatan merupakan aspek terpenting dalam kehidupan manusia.
Dengan sehat seseorang mampu melakukan banyak hal sepanjang kehidupannya.
Namun demikian sehat tidak datang begitu saja. Diperlukan berbagal macam
upaya atau usaha agar tubuh selalu dalam keadaan sehat. oleh karena itu,
kesehatan semestinya menjadi kebutuhan dasar bagi manusia, mengingat hanya
dengan kondisi sehatlah manusia diberikan kesempatan melakukan banyak hal
secara lebih baik dibandingkan dengan kondisi sakit.
Perlu kesadaran yang tinggi agar masyarakat tetap berada dalam kondisi
sehat. Pola hidup sehat adalah salah satu aspek penting yang perlu dilakukan
untuk menjaga kesehatan. Namun, saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya
hidup sehat masih tergolong rendah dar berbagai aspek. Hal mni dapat dibuktikan
masih banyak masalah kesehatan termasuk penyakit yang kita hadapi di
masyarakat. Tidak hanya penyakit menular, tetapi kecenderungan yang
meningkat adalah penyakit tidak menular (noncommunicoble diseases) yang
semakin banyak dijumpai di masyarakat maupun di rumah sakit, serta unit
pelayanan kesehatan lainnya. Terkait dengan permasalahan tersebut di atas, maka
diperlukan upaya yang keras dar masyarakat, swasta dan pemerintah termasuk
petugas kesehatan, (Swarjana, 2017).
Dalam kesehatan masyarakat menganut berbagai falsafah yang berkaitan
dengan kegiatan yang dilakukannya, yaitu:
1. Pelaksanaan kegiatan kesehatan masyarakat harus dapat diterima oleh semua
lapisan masyarakat
2. Mencakup semua upaya-upaya untuk memingkatkan derajat kesehatan
masyarakat
3. Dalam melakukan kegiatannya selalu melibatkan peran serta aktif masyarakat
secara terorganisasi
4. Kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat yang terorganisir tersebut, dalam
pelaksanaanya senantiasa melibatkan berbagai bidang spesialisasi

2
5. Menggalang kerja sama lintas sektoral dan lintas program dari instansi
terkait.(Effendy, 1998)

Winslow memberikan definisi tentang ilmu kesehatan masyarakat yang telah


diterima dan disempurnakan oleh WHO, sebagal berikut. Ilmu Kesehatan
Masyarakat adalah suatu ilmu dan seni yang bertujuan untuk:
1. Mencegah timbulnya penyakil
2. Memperpanjang umur
3. Meningkatkan nilai kesehatan fisik dan mental melalui usaha-usaha
kesehatan masyarakat yang terorganisasi untuk :
1. Memperbaiki kesehatan lingkungan
2. Pemberantasan penyakit-penyakit infeksi pada masyarakat
3. Mendidik masyarakat dalam prinsip-prinsip kesehatan perorangan
4. Mengkoordinasi tenaga-tenaga kesehaian agar mereka dapat
melakukan pengobatan dan perawatan dengan sebaik-baiknya
5. Mengembangkan usaha-usaha masyarakat agar dapat mencapai
tingkat hidup yang setinggi-tingginya sehingga dapat memperbaiki
dan memelihara kesehatannya. (Effendy, 1998)
Berdasarkan berbagai definisi yang dipaparkan oleh pakar kesehatan
masyarakat, maka dapat ditarik suatu dasar pemikirarn bahwa:
1. Istilah Ilmu Kesehatan Masyarakat dalam bahasa asingnya cukup
menggunakan istllah Public Health,
2. Dalam bahasa lndonesia, ilmu Kesehatan Masyarakat untuk mudahnya dapat
disingkat dengan istilah IKM.
3. IKM merupakan ilmu yang hersifat multidisipliner.
4. Sebagai ilmu multidisipliner. ia dapat dikatakan sebagai relative social
sciences apabila dilihat dari sistematika materi pokok bahasannya.
5. Keseluruhan materi pokok bahasannya terklasifikasi dalam tujuh area.
6. Dalamn penerapannya di lapangan, selain sebagai suatu ilmu membutuhkan
penerapan sebagai suatu seni (science and art). (Ryadi, 2016)

3
B. Konsep Sehat Sakit
Untuk memahami tentang public health, alangkah baiknya kalau kita
memahami terlebih dahulu konsep sehat dan sakit. Mengingat konsep sehat sakit
merupakan dasar untuk mempelajari public health. Secara tradisional, kesehatan
sebagal tidak adanya penyakit merupakan konsep yang sempit. Penyakit adalah
kemampuan merespons, adaptasi individu untuk mempertahankan keseimbangan
fisik dan emosional yang kemudian menghasilkan penurunan kemampuan
fungsional.
1. Konsep Sehat
Kemajuan teknologi pengobatan dan ditemukannya berbagai macam obat,
memiliki kecenderungan yang mendorong orang untuk mempertahankan
kesehatannya dengan menggantungkan diri pada obat hingga Pola hidup
sehat seolah-olah dilupakan dan baru setelah Perang Duina II konsep sehat
mendapatkan perhatian dan dikembangkan hingga saat ini. 0leh karena itu,
timbul berbagai konsep sehat yang ditinjau berdasarkan sudut pandang yang
berbeda, misalnya:
a. Konsep sehat dipandang dari sudut fisik secara individu dan
b. Konsep "sehat dipandang dar sudut ekologi.

Konsep sehat secara fisik dan bersifat individu ialah "seseorang


dikatakan sehat bila semua organ tubuh dapat berfungsi dalam batas-batas
normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin. Kesulitan yang dihadapi
konsep ini adalah penemuan nor-mal? masih belum dapat dilakukan

Konsep "sehat berdasarkan ekologi ialah sehat berarti proses


penyesuaian antara individu dengan lingkungannya. Proses penyesuaian ini
berjalan terus menerus dan berubah-ubah sesuai dengan perubahan
lingkungan yang mengubah keseimbangan ekologi dan untuk
mempertahankan kesehatannya orang dituntut untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungan Karena adanya perbedaan dalam sudut pandang tersebut
maka hingga kini belum terdapat batasan sehat yang memuaskan.

4
Konsep sehat yang banyak dianut oleh berbagai negara adalah konsep
sehat yang tercantum dalam pembukaan konstitusi WHO (1948) yang
berbunyi Health is stage of complete physical. mcntal and social wellbeing
and not merely the absence or disease or infirmity(Swarjana, 2017)

Konsep sehat tersebut sangat ideal hingga dalam kenyataan sulit dicapai
maka timbulah beberapa kritik terhadap konsep tersebut.

a. Sehat bukanlah suatu keadaan yang statis, tetapi merupakan suatu proses
yang yang dinamis dan berubah-ubah setiap saat.
b. Batasan sejahtera sangat sulit ditentukan.
c. Indikator yang digunakan untuk mengukur sangat banyak dengan validitas
yang berbeda-beda. (Effendy, 1998)

Bagi setiap orang, sehat dapat diartikan secara berbeda. Tiap orang
memiliki pendapat, persepsi ataupun padangan yang bervariasi. Hal ini
tergantung dan bagaimana seseorang memandang atau mempersepsikan
tentang sehat. Latar belakang mereka yang berbeda akan memberikan
pandangan yang berbeda satu sama lainnya. Berikut ini adalah beberapa
definisi sehat di antaranya:

a. Definisi sehat menurut Virginia Henderson


Sehat adalah sebuah kualitas hidup, merupakan dasar
dan fungsi-fungsi manusia. Hal tersebut membutuhkan tidak
ketergantungan dan saling ketergantungan. Promosi kesehatan lebih
penting dibandingkan dengan perawatan pada orang yang sakit.

b. Definisi sehat menurut Paplau


Sehat adalah simbol kata yang menyiratkan gerakan maju kepribadian
dan proses manusia lainnya yang sedang berlangsung dalam arah yang
kreatif, konstruktif produktif, pribadi, dan kehidupan komunitas.

c. Definisi sehat menurut WHO

5
Sehat adalah keadaan sempurna baik fisik, mental, sosial dan spiritual
dan tidak hanya bebas dari penyakit dan kecacatan. Tetapi belakangan
WHO memodifikasi definisi sehat menjadi: sehat adalah keadaan dinamis
dari fisik, mental, sosial spiritual dan tidak hanya bebas dari penyakit atau
kecacatan.

d. Definisi Welness
Sehat yakni Iebih dar sekadar kesehatan yang bagus, tetapi
merupakan proses yang aktif di mana seorang individu berkembang ke
arah potensi maksimum, terlepas dan status kesehatan. Sehat dipengaruhi
oleh faktor-faktor yang bervariasi termasuk faktor lingkungan, kebutuhan
dasar manusia dan juga faktor budaya seseorang.

Dari berbagai macam definisi sehat maupun kesehatan tersebut di atas,


ditemukan adanya kesamaan dan perbedaan satu sama Iainnya. Namun,
semua definisi tersebut merupakan hal penting yang patut untuk dipahami
oleh petugas kesehatan dan masyarakat. (Swarjana, 2017)

2. Konsep Sakit

Pembahasan konsep sehat harus diikuti dengan pembahasan konsep


sakit karena kedua konsep tersebut berkaitan satu dengan yang lain, bahkan
pada kondisi tertentu tidak mempunyai batas yang jelas, walaupun secara
umum konsep sakit lebih mudah ditentukan, tetapi dalam hal-hal tertentu
akan sangat sulitnya dengan penentuan batasan sehat karena itu sampai
sekarang konsep sakit masih menjadi perdebatan dan belum terdapat batasan
yang baku.

Seperti halnya konsep 4sehat maka konsep 4sakit pun merupakan


proses yang dinamis dan bersifat relatif. Proses dinamis ini diibaratkan
sebagai bandul lonceng yang senantiasa bergerak berayun-ayun tiada
hentinya. Demikian pula dengan kesehatan seseorang, hari ini sehat, mungkin
besok sakit kemudian sehat kembali dan seterusnya sampai meninggal. Sakit

6
merupakan proses yang bersifat relatif dan dapat dijelaskan sebagai berikut.
(Effendy, 1998)

C. Sejarah Kesehatan Masyarakat Di Dunia


1. Sejarah Kesehatan Masyarakat
Berbicara kesehatan masyarakat tidak terlepas dari dua tokoh metologi
Yunani yaitu Asclepius dan Higeia. Berdasarkan cerita Mitos Yunani tersebut
Asclepius disebutkan sebagai seorang dokter pertama yang tampan dan pandai
meskipun tidak disebutkan sekolah atau pendidikan apa yang telah
ditempuhnya, teapi diceritakan hahwa ia telah dapat mengobati penyakit dan
bahkan melakukan bedah berdasarkan prosedur-prosedur tertentu dengan
baik. Hegeia, seorang asistenya yang juga istrinya juga telah melakukan
upaya kesehatan. Bedanya antara Asclepius dengan Higeia dalam pendekatan/
penanganan masalah kesehatan adalah:
a. Asclepius melakukan pendekatan (pengobatan penyakit), setelah penyakit
tersebut terjadi pada seseorang.
b. Higeia mengajarkan kepada pengikutnya dalam pendekatan masalah
kesehatan melalui hidup seimbang. seperti mengindari makanan/minuman
yang beracun, makan makanan yang bergizi (baik) cukup istirahat dan
melakukan olahraga. Apabila orang sudah jatuh sakit Higeia lebih
menganjurkan melakukan upaya- upaya secara alamiah untuk
menyembuhkan penyakitnya tersebut, antara lain lebih baik dengan
memperkuat tubuhnya dengan makanan yang baik daripada dengan
pengobatan/pembedahan. (Alhamda & Sriani, 2015)

Sejarah panjang perkembangan kesehatan masyarakat, tidak hanya dimulai


pada munculnya ilmu pengetahuan saja, melainkan sudah dimulai sebelum
berkembangnya ilmu pengetahuan modern. Pekembangan ilmu kesehatan
masyarakat dikelompokkan dalam 2 periode:

a. Periode Sebelum Ilmu Pengetahuan

7
Dari kebudayaan yang paling luas yakni Bahilonia. Mesir, Yunani,
dan Roma telah tercatat bahwa manusia telah melakukan usaha untuk
penanggulangan masalah-masalah kesehatan masyarakat dan penyakit.
Telah ditemukan pula bahwa pada zaman tersebut terdapat doku men-
dokumen tertulis, bahkan peraturan -peraturan tertulis yang mengatur
tentang pembuangan air limbah atau drumar pemukiman pembangunan
kota, pengaturan air minum dan sebagainya. Pada zaman itu juga
diperoleh catatan bahwa telah dibangun tempat pembuangan kotoran
(latrin) umum, meskipun alasannya bukan karena kesehatan tetapi karena
tinja manusia menimbulkan bau tidak enak dan pandangan yang tidak
menyedapkan.

Pada periode ini masyarakat belum terlalu memahami arti


pentingnya kesehatan dalam kehidupannya dalam sehari-hari. Ini ditandai
dengan adanya peraturan tertulis yang mengatur pembuangan limbah
kotoran yang tujuan awalnya tidak untuk kesehatan tetapi karena limbah
menimbulkan bau tidak sedap. Namun lama-lama mereka makin
menyadari pentingnya kesehatan masyarakat setelah timbulnya berbagai
macam penyakit menular menyerang sebagian penduduk dan menjadi
epidemi bahkan telah menjadi endemi. Contohnya kolera namun upaya
pencegahan masalah secara menyeluruh belum dilakukan. (Alhamda &
Sriani, 2015)

b. Periode Ilmu pengetahuan

Periode ini masalah penyakit merupakan masalah yang komplek,


sehingga jika pada periode sebelum ilmu pcngetahuan belum ditemukan
pemecahan masalah, pada periode ini mulai ditemukan penyebab-
penyebab penyakit dan vaksin sebagai pencegah, ini dibuktikan Lous
Pasteur menemukan vaksin pencegah cacar. Josep Lister menemukan
asam karbol untuk sterilisasi ruang operasi dan William Maiton
menemukan ether sebagai anestesi pada waktu operasi. Penyelidikan dan

8
upaya-upaya kesehatan masyarakat secara ilmiah pun mulai digalakkan.
Ini dibuktikan dengan telah dikembangkannya pendidikan tenaga
kesehatan profesional oleh seorang pedagang wiski dan baltimor Amerika
dengan berdirinya universitas serta pemerintah Amerika membentuk
departemen kesehatan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi
penduduk, juga perbaikan dan pengawasan sanitasi lingkungan.
Pada tahun 1872 telah diadakan pertemuan orang-orang yang mempunyai
perhatian terhadap kesehatan masyarakat, baik dari universitas maupun
dari pemerintah di kota New York. Pertemuan tersebut menghasilkan
Asosiasi Kesehatan Masyarakat Amerika (American Public Health
Association) (Alhamda & Sriani, 2015)

2. Kesehatan Masyarakat di Indonesia

Abad Ke-16 Pemerintahan Belanda mengadakan upaya


pemberantasan cacar dan kolera yang sangat
ditakuti masyarakat pada waktu itu. Sehingga
berawal dari wabah kolera tersebut maka
pemerintah Belanda pada waktu itu melakukan
upaya-upaya kesehatan masyarakat tsb.

Tahun 1807 Pemerintahan Jendral Daendels, telah dilakukan


pelatihan dukun bayi dalam praktek persalinan.
Upaya ini dilakukan dalam rangka upaya
penurunan angka kematian bayi pada waktu itu,
tetapi tidak berlangsung lama, karena langkanya
tenaga pelatih.

Tahun 1888 Berdiri pusat laboratorium kedokteran di


Bandung yang kemudian berkembang pada
tahun-tahun berikutnya di Medan, Semarang,
Surabaya, dan Yogyakarta Laboratorium ini

9
menunjang pemberantasan penyakit seperti
malaria. lepra, cacar, gizi dan sanitasi.

Tahun 1925 Hydrich, seorang petugas kesehatan pemerintah


Belanda mengembangkan daerah percontohan
dengan melakukan propaganda (pendidikan)
penyuluhan kesehatan di Purwokerto, Banyumas,
karena tingginya angka kematian dan kesakitan.

Tahun 1927 STOVIA (Sekolah Untuk Pendidikan Dokter


Pribumi) berubah menjadi sekolah kedokteran
dan akhirnya sejak berdirinya UI tahun 1947
berubah menjadi FKUI. Sekolah dokter tersebut
punya andil besar dalam menghasilkan tenaga-
tenaga (dokter-dokter) yang mengembangkan
kesehatan masyarakat Indonesia

Tahun 1930 Pendaftaran dukun bayi sebagai penolong dan


perawatan persalinan

Tahun 1935 Dilakukan program pemberantasan pes, karena


terjadi epidemi, dengan penyemprotan DDT dan
vaksinasi massal.

Tahun 1951 Diperkenalkannya konsep Bandung (Bandung


Plan) oleh Dr. Y. Leimena dan dr Patah (yang
kemudian dikenal dengan Patah Leimena), yang
intinya bahwa dalam pelayanan kesehatan
masyarakat, aspek kuratif dan preventif tidak
dapat dipisahkan. Konsep ini kemudian diadopsi
oleh WHO. Diyakini bahwa gagasan inilah yang
kemudian dirumuskan scbagai konsep
pengembangan sistem pelayanan kesehatan

10
tingkat primer dengan membentuk unit-unir
organisasi fungsional dan Dinas Kcschatan
Kabupaten di tiap kecamatan yang mulai
dikembangkan sejak tahun 1969/1970 dan
kemudian disebut Puskesmas.

Tahun 1952 Pelatihan intensif dukun bayi dilaksanakan

Tahun 1956 Dr.Y.Sulianii mendirikan "Proyek Bekasi"


sebagai proyek percontohan/modeI pelayanan
bagi pengembangan kesehatan masyarakat dan
pusat pelatihan, sebuah model keterpaduan
antara pelayanan kesehatan Pedesaan dan
pelayanan medis.

Tahun 1967 Seminar membahas dan merumuskan program


kesehatan masyarakat terpadu sesuai dengan
masyarakat Indonesia. Kesimpulan seminar ini
adalah disepakatinya sistem Puskesmas yang
terdiri dari Puskesmas tipe A. tipe B. dan C.

Tahun 1968 Rapat Kerja Kesehatan Nasional dicetuskan


bahwa Puskesmas adalah merupakan sistem
Pelayanan kesehatan terpadu, yang kemudian
dikembangkan oleh pemerintah (Depkes)
menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan
Masyarakat.(Alhamda & Sriani, 2015)

11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Winslow memberikan definisi tentang ilmu kesehatan masyarakat
yang telah diterima dan disempurnakan oleh WHO, sebagal berikut. Ilmu
Kesehatan Masyarakat adalah suatu ilmu dan seni yang bertujuan untuk:
1. Mencegah timbulnya penyakil
2. Memperpanjang umur
3. Meningkatkan nilai kesehatan fisik dan mental melalui usaha-usaha
kesehatan masyarakat yang terorganisasi untuk :
a. Memperbaiki kesehatan lingkungan
b. Pemberantasan penyakit-penyakit infeksi pada masyarakat
c. Mendidik masyarakat dalam prinsip-prinsip kesehatan perorangan
d. Mengkoordinasi tenaga-tenaga kesehaian agar mereka dapat
melakukan pengobatan dan perawatan dengan sebaik-baiknya
e. Mengembangkan usaha-usaha masyarakat agar dapat mencapai
tingkat hidup yang setinggi-tingginya sehingga dapat memperbaiki
dan memelihara kesehatannya.

Konsep sehat yang banyak dianut oleh berbagai negara adalah konsep sehat
yang tercantum dalam pembukaan konstitusi WHO (1948) yang berbunyi
Health is stage of complete physical. mcntal and social wellbeing and not
merely the absence or disease or infirmity

Seperti halnya konsep 4sehat maka konsep 4sakit pun merupakan proses yang
dinamis dan bersifat relatif. Proses dinamis ini diibaratkan sebagai bandul
lonceng yang senantiasa bergerak berayun-ayun tiada hentinya. Demikian pula
dengan kesehatan seseorang, hari ini sehat, mungkin besok sakit kemudian sehat
kembali dan seterusnya sampai meninggal. Sakit merupakan proses yang bersifat
relatif dan dapat dijelaskan sebagai berikut

12
Berbicara kesehatan masyarakat tidak terlepas dari dua tokoh metologi Yunani
yaitu Asclepius dan Higeia. Berdasarkan cerita Mitos Yunani tersebut Asclepius
disebutkan sebagai seorang dokter pertama yang tampan dan pandai meskipun
tidak disebutkan sekolah atau pendidikan apa yang telah ditempuhnya, teapi
diceritakan hahwa ia telah dapat mengobati penyakit dan bahkan melakukan
bedah berdasarkan prosedur-prosedur tertentu dengan baik. Hegeia, seorang
asistenya yang juga istrinya juga telah melakukan upaya kesehatan

B. Saran

Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, segala kritik saran dari
pembaca akan penyusun terima dengan lapang dada untuk perbaikan penyusunan
yang lebik baik lagi.

(Tulchinsky & Varavikova, 2014)(Hubbard, 1953)(Ellicott, 1944)(Fallis, 2013)(Presiden RI, 2009)(Mahmudah, Cahyati,
& Wahyuningsih, 2013)

.(Alhamda & Sriani, 2015)

(Ryadi, 2016)

(Notoatmodjo, 2011)

(Heru, n.d.)(Budiarto & Anggraeni, 2003)(Bosen, n.d.)(Heri


D.J.MAULANA,S.Sos, 2009)

13
DAFTAR PUSTAKA

Alhamda, S., & Sriani, Y. (2015). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Bosen, G. (n.d.). History of Public Health.

Budiarto, D. E., & Anggraeni, D. D. (2003). Epidemilogi.

Effendy, D. N. (1998). Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat.

Ellicott, V. L. (1944). Introduction to Public Health. American Journal of Public


Health and the Nations Health, 34(12), 1287.
https://doi.org/10.2105/AJPH.34.12.1287-a

Fallis, A. . (2013). UU Kesehatan No.23 tahun 1992. Journal of Chemical


Information and Modeling, 53(9), 16891699.
https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Heri D.J.MAULANA,S.Sos, M. K. (2009). Promosi Kesehatan.

Heru, dr. A. (n.d.). kader kesehatan masyarakat.pdf.

Hubbard, J. P. (1953). Essentials of Public Health. American Journal of Public


Health and the Nations Health, 43(1), 9495.
https://doi.org/10.2105/AJPH.43.1.94-b

Mahmudah, U., Cahyati, W. H., & Wahyuningsih, A. S. (2013). Jurnal Kesehatan


Masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 113120.
https://doi.org/ISSN 1858-1196

Notoatmodjo, S. (2011). Ilmu Kesehatan Masyarakat. In Rineka Cipta (pp. 57


65).

Presiden RI. (2009). UU RI No 36 Tentang Kesehatan. UU RI No 36 2009, I(2),


157.

14
Ryadi, A. L. S. (2016). Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Swarjana, I. K. (2017). ilmu kesehatan masyarakat.

Tulchinsky, T. H., & Varavikova, E. A. (2014). The New Public Health. The New
Public Health. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-415766-8.00007-0

15