You are on page 1of 1

Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah sebuah sistem jaminan sosial yang ditetapkan di Indonesia

dalam UU No. 40 Tahun 2004. Jaminan sosial ini adalah salah satu bentuk perlindungan sosial yang
diselenggarakan oleh negara guna menjamin warga negaranya untuk memenuhi kebutuhan hidup
dasar yang layak. Undang-Undang No.40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
(SJSN) ini mengamanatkan bahwa jaminan sosial wajib bagi seluruh penduduk di Indonesia,
termasuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui suatu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(BPJS).
Baik institusi pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta dapat memberikan layanan untuk
program tersebut selama mereka menandatangani sebuah kontrak kerja sama dengan pemerintah.
Kementerian Kesehatan tengah mengupayakan suatu regulasi berupa peraturan menteri, yang akan
menjadi payung hukum untuk mengatur antara lain pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan
tingkat pertama, dan pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan.
Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial oleh
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJSKetenagakerjaan. Jaminan Sosial
adalah bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan
dasar hidupnya dengan layak. Dengan demikian, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang
dikembangkan di Indonesia merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

Data yang didapatkan dari BPJS kesehatan nasional, penduduk Indonesia yang telah mendaftarkan diri
menjadi anggota JKN-KIS tertanggal 1 Mei 2017 sebanyak 176.738.998 jiwa (70%) (BPJS Kesehatan, 2017,
http://bpjskesehatan.go.id/bpjs/ , diperoleh tanggal 05 Mei 2017). Data dari BPJS Kesehatan Regional IX
Tahun 2016 bahwa penduduk Sulawesi Selatan yang tercantum dalam kepesertaan BPJS Kesehatan
sebanyak 6.270.704 jiwa (66.33%%) dari total jumlah penduduk 9.453.168 jiwa, dengan rincian Kota
Makassar sebanyak 2.396.134 (69,82%), Bulukumba 723.895 (62,07%), Watampone 1.119.392 (60,78%),
Pare-pare 688.117 (64.40%) dan Palopo 829.363 (69.42%), Makale 513.803 (68.50%).

Data cakupan kunjungan ibu hamil K1, K4, Persalinan yang ditolong tenaga kesehatan dan kunjungan
nifas menurut provinsi pada data profil kesehatan Indonesia tahun 2015 provinsi Sulawesi selatan

pertumbuhan peserta program JKN-KIS terbilang cukup pesat. Memasuki tahun ke-
empatpengelolaan jaminan kesehatan, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 176.797.820 jiwa (per 21
April 2017) atau hampir mencapai 70% dari total penduduk Indonesia. Dan hingga saat ini, dari 514
Kabupaten/Kota di Indonesia, sebanyak 450Kabupaten/Kota telah mengintegrasikan Jamkesda-nya ke
BPJS Kesehatan.