You are on page 1of 4

A.

Dasar IKM
1. Defenisi Kesmas

Winslow memberikan definisi tentang ilmu kesehatan masyarakat yang telah


diterima dan disempurnakan oleh WHO, sebagal berikut. Ilmu Kesehatan Masyarakat
adalah suatu ilmu dan seni yang bertujuan untuk:
a. Mencegah timbulnya penyakil
b. Memperpanjang umur
c. Meningkatkan nilai kesehatan fisik dan mental melalui usaha-usaha kesehatan
masyarakat yang terorganisasi untuk :
1) Memperbaiki kesehatan lingkungan
2) Pemberantasan penyakit-penyakit infeksi pada masyarakat
3) Mendidik masyarakat dalam prinsip-prinsip kesehatan perorangan
4) Mengkoordinasi tenaga-tenaga kesehaian agar mereka dapat melakukan
pengobatan dan perawatan dengan sebaik-baiknya
5) Mengembangkan usaha-usaha masyarakat agar dapat mencapai tingkat hidup
yang setinggi-tingginya sehingga dapat memperbaiki dan memelihara
kesehatannya. (Effendy, 1998)
Berdasarkan berbagai definisi yang dipaparkan oleh pakar kesehatan
masyarakat, maka dapat ditarik suatu dasar pemikirarn bahwa:
a. Istilah Ilmu Kesehatan Masyarakat dalam bahasa asingnya cukup menggunakan
istllah Public Health,
b. Dalam bahasa lndonesia, ilmu Kesehatan Masyarakat untuk mudahnya dapat
disingkat dengan istilah IKM.
c. IKM merupakan ilmu yang hersifat multidisipliner.
d. Sebagai ilmu multidisipliner. ia dapat dikatakan sebagai relative social sciences
apabila dilihat dari sistematika materi pokok bahasannya.
e. Keseluruhan materi pokok bahasannya terklasifikasi dalam tujuh area.
Dalam penerapannya di lapangan, selain sebagai suatu ilmu membutuhkan
penerapan sebagai suatu seni (science and art). (Ryadi, 2016)
2. Konsep Sehat Sakit
a. Konsep Sehat
Konsep "sehat berdasarkan ekologi ialah sehat berarti proses
penyesuaian antara individu dengan lingkungannya. Proses penyesuaian ini
berjalan terus menerus dan berubah-ubah sesuai dengan perubahan lingkungan
yang mengubah keseimbangan ekologi dan untuk mempertahankan kesehatannya
orang dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan Karena adanya
perbedaan dalam sudut pandang tersebut maka hingga kini belum terdapat batasan
sehat yang memuaskan.
Konsep sehat yang banyak dianut oleh berbagai negara adalah konsep
sehat yang tercantum dalam pembukaan konstitusi WHO (1948) yang berbunyi
Health is stage of complete physical. mcntal and social wellbeing and not
merely the absence or disease or infirmity(Swarjana, 2017)
b. Konsep Sakit
3. Sejarah Kesehatan Masyarakat
a. Sejarah Kesehatan Masyarakat Di Dunia
Berbicara kesehatan masyarakat tidak terlepas dari dua tokoh metologi
Yunani yaitu Asclepius dan Higeia. Berdasarkan cerita Mitos Yunani tersebut
Asclepius disebutkan sebagai seorang dokter pertama yang tampan dan pandai
meskipun tidak disebutkan sekolah atau pendidikan apa yang telah ditempuhnya,
teapi diceritakan hahwa ia telah dapat mengobati penyakit dan bahkan melakukan
bedah berdasarkan prosedur-prosedur tertentu dengan baik. Hegeia, seorang
asistenya yang juga istrinya juga telah melakukan upaya kesehatan. Bedanya
antara Asclepius dengan Higeia dalam pendekatan/ penanganan masalah
kesehatan adalah:
1) Asclepius melakukan pendekatan (pengobatan penyakit), setelah
penyakit tersebut terjadi pada seseorang.
2) Higeia mengajarkan kepada pengikutnya dalam pendekatan masalah
kesehatan melalui hidup seimbang. seperti mengindari
makanan/minuman yang beracun, makan makanan yang bergizi (baik)
cukup istirahat dan melakukan olahraga. Apabila orang sudah jatuh
sakit Higeia lebih menganjurkan melakukan upaya- upaya secara
alamiah untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut, antara lain lebih
baik dengan memperkuat tubuhnya dengan makanan yang baik
daripada dengan pengobatan/pembedahan. (Alhamda & Sriani, 2015)
b. Sejarah Kesehatan Masyarakat Di Indonesia

c. Abad Ke-16 Pemerintahan Belanda mengadakan upaya pemberantasan cacar


dan kolera yang sangat ditakuti masyarakat pada waktu itu. Sehingga berawal dari wabah
kolera tersebut maka pemerintah Belanda pada waktu itu melakukan upaya-upaya
kesehatan masyarakat tsb.

d. Tahun 1807 Pemerintahan Jendral Daendels, telah dilakukan pelatihan


dukun bayi dalam praktek persalinan. Upaya ini dilakukan dalam rangka upaya
penurunan angka kematian bayi pada waktu itu, tetapi tidak berlangsung lama, karena
langkanya tenaga pelatih.

e. Tahun 1888 Berdiri pusat laboratorium kedokteran di Bandung yang


kemudian berkembang pada tahun-tahun berikutnya di Medan, Semarang, Surabaya, dan
Yogyakarta Laboratorium ini menunjang pemberantasan penyakit seperti malaria. lepra,
cacar, gizi dan sanitasi.

f. Tahun 1925 Hydrich, seorang petugas kesehatan pemerintah Belanda mengembangkan


daerah percontohan dengan melakukan propaganda (pendidikan) penyuluhan kesehatan
di Purwokerto, Banyumas, karena tingginya angka kematian dan kesakitan.

g. Tahun 1927 STOVIA (Sekolah Untuk Pendidikan Dokter Pribumi) berubah menjadi
sekolah kedokteran dan akhirnya sejak berdirinya UI tahun 1947 berubah menjadi FKUI.
Sekolah dokter tersebut punya andil besar dalam menghasilkan tenaga-tenaga (dokter-
dokter) yang mengembangkan kesehatan masyarakat Indonesia

h. Tahun 1930 Pendaftaran dukun bayi sebagai penolong dan perawatan persalinan

i. Tahun 1935 Dilakukan program pemberantasan pes, karena terjadi epidemi, dengan
penyemprotan DDT dan vaksinasi massal.

j. Tahun 1951 Diperkenalkannya konsep Bandung (Bandung Plan) oleh Dr. Y. Leimena
dan dr Patah (yang kemudian dikenal dengan Patah Leimena), yang intinya bahwa dalam
pelayanan kesehatan masyarakat, aspek kuratif dan preventif tidak dapat dipisahkan.
Konsep ini kemudian diadopsi oleh WHO. Diyakini bahwa gagasan inilah yang
kemudian dirumuskan scbagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat
primer dengan membentuk unit-unir organisasi fungsional dan Dinas Kcschatan
Kabupaten di tiap kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970 dan
kemudian disebut Puskesmas.

k. Tahun 1952 Pelatihan intensif dukun bayi dilaksanakan

l. Tahun 1956 Dr.Y.Sulianii mendirikan "Proyek Bekasi" sebagai proyek


percontohan/modeI pelayanan bagi pengembangan kesehatan masyarakat dan pusat
pelatihan, sebuah model keterpaduan antara pelayanan kesehatan Pedesaan dan pelayanan
medis.

m. Tahun 1967 Seminar membahas dan merumuskan program kesehatan masyarakat


terpadu sesuai dengan masyarakat Indonesia. Kesimpulan seminar ini adalah
disepakatinya sistem Puskesmas yang terdiri dari Puskesmas tipe A. tipe B. dan C.

n. Tahun 1968 Rapat Kerja Kesehatan Nasional dicetuskan bahwa Puskesmas adalah
merupakan sistem
Pelayanan kesehatan terpadu, yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah (Depkes)
menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat.(Alhamda & Sriani, 2015)