You are on page 1of 5

Gambaran Tingkat Kepuasan Ibu Bersalin Di Ruang VK Menggunakan BPJS Di RSUD

BANJARBARU Tahun 2015.

Description Of Childbirths Mothers Satisfaction Rate In VK Room Use BPJS Assurance in


Regional Public Hospital Of Banjarbaru 2015

Nina Rahmadiliyanii1*, Hj. Saidatunnisa2, Nina Mastuti3


1
STIKES Husada Borneo, Jl. A. Yani Km 30,5 No.4 Banjarbaru, Kalimantan Selatan
2
Puskesmas Sei Lulut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
3
Alumni STIKES Husada Borneo, Jl. A. Yani Km 30,5 No.4 Banjarbaru, Kalimantan Selatan
*korespondensi : nina_roshan@yahoo.com

Abstract
According to the basic health research in 2010, childbirths assisted by midwives in poor
target groups reached approximately 69.3%. While childbirth is performed by health workers
in health facilities reached 55.4%. One important obstacle to access childbirths assisted by
midwives in health facilities is limitations and unavailability of cost so that makes
breakthrough policy to improve the childbirth helped by health workers in health facility
through a policy called assurance of childbirth. The assurance of childbirth is intended to
eliminate the financial barriers for pregnant women toobtain childbirthassurance, which
includes pregnancy examination, childbed care including family planning after childbirth,
andnewborn care. This study aims to determine description of the rate of childbirth
satisfaction using BPJS services in regional public hospital of Banjarbaru 2015.
Thisresearchusesdescriptive methodwith cross sectional approach. The research
samplesare 50 respondents with Non-Probability Sampling techniques by accidental
sampling. The results showed the satisfaction level of childbirth is 81.5% satisfied, BPJS
service in regional public hospital of Banjarbaru. ,50 respondents use childbirth assurance
card of BPJS. From these results it can be concluded that the description of the rate of
childbirth satisfaction using BPJS in hospitals Banjarbaru BPJS 2015 generally said
satisfied.

Keywords: Childbirth, Satisfaction, using BPJS

Pendahuluan 37-42 minggu, lahir spontan dengan


Persalinan adalah serangkaian presentasi belakang kepala yang
kejadian yang berakhir dengan pengeluaran berlangsung 18 jam, tanpa komplikasi baik
bayi cukup bulan atau hampir cukup bulan, pada ibu maupun pada janin.(3)
disusul dengan pengeluaran placenta dan Berdasarkan data Dinkes di Provinsi
selaput janin dari tubuh ibu.(1). Persalinan Kalimantan Selatan jumlah persalinan pada
normal menurut WHO adalah persalinan tahun 2012 sebanyak 64956 persalinan
yang dimulai secara spontan, beresiko yang di tolong oleh tenaga kesehatan.
rendah pada awal persalinan dan tetap Sedangkan data pada Kabupaten
demikian selama proses persalinan, bayi Banjarbaru jumlah persalinan yang di tolong
lahir secara spontan dalam presentasi oleh tenaga kesehatan pada tahun 2012
belakang kepala pada usia kehamilan 37-42 sebanyak 3922 persalinan (4).
minggu lengkap dan setelah persalinan ibu Jumlah persalinan berdasarkan data
maupun bayi berada dalam kondisi yang ada di RSUD Banjarbaru pada tahun
sehat.(2) 2012 sebanyak 172 persalinan pada tahun
Persalinan adalah proses membuka 2013 sebanyak 161 persalinan dan tahun
dan menipisnya servik, dan janin turun ke 2014 sebanyak 216 persalinan. Rumah
dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses sakit dituntut untuk selalu meningkatkan
dimana janin dan ketuban di dorong keluar mutu pelayanan sesuai dengan
melalui jalan lahir. Persalinan dan kelahiran perkembangan teknologi dan ilmu
normal adalah proses pengeluaran janin pengetahuan.
yang terjadi pada kehamilan cukup bulan

11
Jurkessia, Vol. VI, No.2, Maret 2016 Nina Rahmadiliyanii,dkk

Menurut hasil riset kesehatan dasar secara universal diharapkan bisa dimulai
2010, persalinan oleh tenaga kesehatan secara bertahap pada 2014 dan pada 2019,
pada kelompok sasaran miskin baru diharapkan seluruh warga indonesia sudah
mencapai sekitar (69,3%). Sedangkan memiliki jaminan kesehatan tersebut. BPJS
persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan bersama BPJS Ketenaga
kesehatan di fasilitas kesehatan baru kerjaan (dahulu bernama jamsostek)
mencapai (55,4%). Salah satu kendala merupakan program pemerintah dalam
penting untuk mengakses persalinan oleh kesatuan jaminan kesehatan nasional (JKN)
tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang diresmikan pada tanggal 31
adalah keterbatasan dan ketidaktersediaan Desember 2013. Untuk BPJS kesehatan
biaya sehingga diperlukan kebijakan mulai beroperasi sejak tanggal 1 Januari
terobosan untuk meningkatkan persalinan 2014, sedangkan BPJS ketenagakerjaan
yang ditolong tenaga kesehatan di fasilitas mulai beroperasi sejak 1 Juli 2014. BPJS
kesehatan melalui kebijakan yang disebut kesehatan sebelumnya bernama ASKES
jaminan persalinan. Jaminan persalinan (Asuransi Kesehatan), yang dikelola oleh
dimaksudkan untuk menghilangkan PT. ASKES Indonesia (persero), namun
hambatan financial bagi ibu hamil untuk sesuai UU Nomor. 24 tahun 2011 tentang
mendapatkan jaminan persalinan, yang BPJS, PT. ASKES Indonesia berubah
didalamnya termasuk pemeriksaan menjadi BPJS kesehatan sejak tanggal 1
kehamilan, pelayanan nifas termasuk KB Januari 2014.
pasca persalinan , dan pelayanan bayi baru Data dari RSUD Banjarbaru tahun
lahir (5). 2014 didapat jumlah ibu bersalin yang
Kepuasan pasien adalah keluaran menggunakan kartu BPJS sebanyak 1679
dari layanan kesehatan dan suatu (97,56%) dari 42 (2,44%) yang tidak
perubahan dari sistem layanan kesehatan menggunakan BPJS dan total ibu bersalin
yang ingin dilakukan tidak mungkin tepat yang menggunakan BPJS dan tidak
sasaran dan berhasil tanpa melakukan menggunakan BPJS sebanyak 1721. Studi
pengukuran kepuasan pasien. Karena hasil pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti
pengukuran kepuasan pasien akan pada tanggal 3 Februari 2015 di dapatkan
digunakan sebagai dasar untuk mendukung dari hasil wawancara awal bersalin yang
perubahan sistem layanan kesehatan, menggunakan kartu BPJS mendapatkan
perangkat yang digunakan untuk mengukur hasil 3 orang merasa puas dan 7 orang
kepuasan pasien itu harus handal dan merasa kurang puas terhadap pelayanan
dapat dipercaya (6). BPJS. Berdasarkan fenomena yang terjadi
Badan penyelenggara jaminan maka peneliti tertarik untuk melakukan
sosial atau BPJS merupakan lembaga yang penelitian tentang Gambaran Tingkat
dibentuk untuk menyelenggarakan program Kepuasan Ibu Bersalin Di Ruang VK Yang
jaminan sosial di Indonesia menurut Menggunakan BPJS Di RSUD Banjarbaru
undang-undang nomor 40 tahun 2004 dan Tahun 2015.
undang-undang nomor 24 tahun 2011.
Berdasarkan undang-undang nomor 24 Metode Penelitian
tahun 2011, BPJS akan menggantikan Jenis penelitian ini adalah penelitian
sejumlah lembaga jaminan sosial yang ada deskriptif dengan rancangan cross
di Indonesia yaitu lembaga asuransi sectional.
jaminan kesehatan PT. ASKES Indonesia Populasi dalam penelitian ini seluruh
menjadi BPJS kesehatan dan lembaga ibu bersalin yang ada di RSUD Banjarbaru
jaminan sosial ketenaga kerjaan. PT. pada bulan Mei tahun 2015 sebanyak 53
JAMSOSTEK menjadi BPJS peserta BPJS.
ketenagakerjaan transformasi PT. ASKES Sampel pada penelitian ini adalah
dan PT. JAMSOSTEK menjadi BPJS seluruh dari ibu bersalin di ruang bersalin di
dilakukan secara bertahap. Pada awal RSUD Banjarbaru Tahun 2015 yang
2014, PT. ASKES akan menjadi BPJS menggunakan kartu BPJS selama masa
kesehatan, selanjutnya pada 2015 giliran penelitian. Tehnik pengambilan sampel
PT. JAMSOSTEK menjadi BPJS yang digunakan dalam penelitian ini adalah
KETENAGAKERJAAN. Jaminan kesehatan Nonprobability Sampling

12
Jurkessia, Vol. VI, No.2, Maret 2016 Nina Rahmadiliyanii,dkk

Variabel dalam penelitian ini adalah Berdasarkan tabel 4.4


kepuasan ibu bersalin di ruang VK yang memperlihatkan bahwa pada dimensi
menggunakan BPJS. responsiveness menunjukkan ada 38
Instrumen penelitian yang responden 76% puas dan 12 responden
digunakan oleh peneliti adalah Kuesioner 24% tidak puas.
dengan jumlah pertanyaan 23 soal dan
hasil uji validitas dan reliabilitas yaitu Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Gambaran
sebanyak 16 soal, dengan hasil tidak puas Tingkat Kepuasan Ibu Bersalin Di
apabila jumlah skor jawaban 0-50% dan Ruang VK di RSUD Banjarbaru
Tahun 2015 Berdasarkan Dimensi
puas apabila jumlah skor jawaban 51-
Assurance.
100%.Teknik analisis data menggunakan uji Kepuasan Ibu Bersalin
No n %
chi-square dengan = 0,05. dimensiassurance
1 Puas 48 96
2 Tidak Puas 2 4
Hasil Penelitian (sumber: data primer 2015)
A. Gambaran Khusus Responden
1. Tingkat kepuasan ibu bersalin secara Berdasarkan tabel 4.5
umum memperlihatkan bahwa pada dimensi
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Gambaran
assurance menunjukkan ada 48 responden
Tingkat Kepuasan Ibu Bersalin Di
Ruang VK di RSUD Banjarbaru
96% puas dan 2 responden 4% tidak puas.
Tahun 2015 Secara Umum.
No Kepuasan Ibu Bersalin n % Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Gambaran
1 Puas 41 81,5 Tingkat Kepuasan Ibu Bersalin Di
2 Tidak Puas 9 18.5 Ruang VK di RSUD Banjarbaru
Jumlah 50 100 Tahun 2015 Berdasarkan Dimensi
(sumber : data primer 2015) Empathy.
Kepuasan Ibu Bersalin
No n %
Berdasarkan tabel 4.3 menunjukan dimensi empathy
bahwa mayoritas responden berpendidikan 1 Puas 46 92
2 Tidak Puas 4 8
SMA sebanyak 13 responden (32,5%). (sumber: data primer 2015)
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Gambaran
Tingkat Kepuasan Ibu Bersalin Di Berdasarkan tabel 4.6
Ruang VK di RSUD Banjarbaru memperlihatkan bahwa pada dimensi
Tahun 2015 Berdasarkan Dimensi empathy menunjukkan ada 46 responden
Realiability. 46 responden 92% puas dan 4 responden
No
Kepuasan Ibu Bersalin
n % 8% tidak puas.
dimensi realiability
1 Puas 43 86
2 Tidak Puas 7 14 Pembahasan
(sumber: data primer 2015) 1. Tingkat kepuasan ibu bersalin secara
umum
Berdasarkan tabel 4.3 Berdasarkan tabel 4.1
memperlihatkan bahwa pada dimensi memperlihatkan secara umum bahwa pada
realiability menunjukkan ada 43 responden 41 responden (81,5%) yang puas dan 9
86% yang puas dan 7 responden 14% tidak responden (18,5%) tidak puas. Berdasarkan
puas. pada pertanyaan yang diberikan pada
pertanyaan kebersihan dan kenyamanan
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Gambaran ruangan/bangsal berjumlah 32 responden
Tingkat Kepuasan Ibu Bersalin Di
(64%) yang merasa tidak puas.
Ruang VK di RSUD Banjarbaru
tahun 2015 Berdasarkan Dimensi
Hasil penelitian ini sesuai dengan
Responsivines. hasil penelitian Muhammad Tito Desantoro
Mahasiswa AKPER Murakata Barabai 2013
No
Kepuasan Ibu Bersalin
n %
dengan judul Gambaran Tingkat Kepuasan
dimensi responsiviness Pasien Terhadap Proses Pelayanan Poli
1 Puas 38 76
2 Tidak Puas 12 24 Penyakit Dalam RSUD H. Damanhuri
(sumber: data primer 2015) Barabai Tahun 2013 didapatkan jumlah
kepuasan pasien yang menyatakan sangat

13
Jurkessia, Vol. VI, No.2, Maret 2016 Nina Rahmadiliyanii,dkk

puas 7 orang (15,6%), puas 38 orang sesuai dengan harapan pasien untuk
(84,4%) dan tidak puas 0 orang (0%). mendapatkan pelayanan yang terbaik dan
Hasil ini sesuai dengan teori terpenuhi kebutuhannya.
kepuasan yang menyatakan bahwa Berdasarkan tabel 4.6
kepuasan adalah persepsi terhadap produk memperlihatkan bahwa pada dimensi
atau jasa yang telah memenuhi empathy menunjukkan ada 46 responden
harapannya. Jadi kepuasan pelanggan 92% puas dan 4 responden 8% tidak puas.
adalah hasil dari akumulasi konsumen atau Kepuasan pasien disebabkan karena
pelanggan dalam menggunakan produk petugas (bidan) melakukan tindakan
atau jasa (8). pelayanan dengan penuh kekeluargaan dan
senyuman sehingga pasien merasa sangat
2. Tingkat kepuasan ibu bersalin bersahabat dengan petugas.Karena
berdasarkan lima dimensi perilaku petugas (bidan) terhadap pasien
Berdasarkan penelitian yang dilihat sangat mempengaruhi persepsi tingkat
dari masing-masing parameter dimensi kepuasan pasien. Hal terkecil seperti
tingkat kepuasan pasien dapat menyapa pasien sangat besar manfaatnya
digambarkan sebagai berikut: karena pasien merasa lebih dihargai dan
Pada tabel 4.2 memperlihatkan diperhatikan sehingga membuat pikiran
bahwa pada dimensi tangibles yang positif terhadap pelayanan yang
menunjukkan ada 18 responden 50% yang dilakukan.
puas dan 32 responden 100% tidak puas. Kelengkapan fasilitas turut
Kepuasan pasien tersebut pada kerapian menentukan penilaian kepuasan pasien,
pakaian oleh perawat yang selalu misalnya fasilitas baik sarana dan
menggunakan seragam tiap harinya dan prasarana, tempat parkir, ruang tunggu
pakaian yang rapi dan harum, merupakan yang nyaman dan ruang kamar rawat inap.
salah satu penampilan fisik yang juga Walaupun hal ini tidak vital menemukan
membantu dalam kenyaman terhadap penilaian kepuasan pasien, namun institusi
kegiatan yang dilakukan oleh tenaga pelayanan kesehatan perlu memberikan
(bidan). perhatian pada fasilitas dalam penyusunan
Berdasarkan tabel 4.3 strategi untuk menarik konsumen. (8)
memperlihatkan bahwa pada dimensi Hasil penelitian ini sesuai dengan
realiability menunjukkan ada 43 responden Desta Fatma mahasiswi Fakultas
86% yang puas dan 7 responden 14% tidak Kedokteran Universitas Diponegoro 2012
puas. Kepuasan pasien disebabkan oleh dengan judul Perbandingan kepuasan
kemampuan, sikap, perilaku dan antara pasien ASKES dan pasien
pengetahuan petugas (perawat) dalam JAMKESMAS di poliklinik penyakit dalam
memberikan informasi. RSUP dr.Kariadi Semarang, didapatkan
Berdasarkan tabel 4.4 pada kepuasan pelayanan askes berjumlah
memperlihatkan bahwa pada dimensi 77 responden puas, 22 responden kurang
responsiveness menunjukkan ada 38 puas, 1 responden tidak puas dan pada
responden 76% puas dan 12 responden kepuasan pelayanan jamkesmas 59
24% tidak puas. Kepuasan pasien karena responden puas, 34 responden kurang
perhatian yang diberikan petugas (bidan) puas dan 7 responden tidak puas.Hal ini
terhadap kebutuhan pasien, penanganan sesuai dengan prinsip BPJS
petugas (bidan) yang cepat, tepat dan penyelenggaraan mengacu pada,
kekeluargaan pada saat memberikan diselenggarakan secara serentak di seluruh
pelayanan. Indonesia dengan azas gotong royong
Berdasarkan tabel 4.5 sehingga terjadi subsidi silang, mengacu
memperlihatkan bahwa pada dimensi pada prinsip asuransi kesehatan social,
assurance menunjukkan ada 48 responden pelayanan kesehatan dengan prinsip
96% puas dan 2 responden 4% tidak puas, managed care dilaksanakan secara
kepuasan pasien disebabkan karena terstruktur dan berjenjang, program
komunikasi petugas (bidan) melayani diselenggarakan dengan prinsip nirlaba,
dengan baik dan tanggapan yang baik. menjamin adanya protabilitas dan ekuitas
Jaminan yang diberikan kepada pasien dalam pelayanan kepada peserta, adanya

14
Jurkessia, Vol. VI, No.2, Maret 2016 Nina Rahmadiliyanii,dkk

akuntabilitas dan transparansi yang terjamin 2015).


dengan mengutamakan prinsip kehati- Http://Dinkes.Balangankab.Go.Id/Post/R
hatian, efisiensi dan efektifitas. Dan ead/142/Tempelate-Data-Dinas-
dilandasi dengan undang-undang yang Kesehatan-2013.HtmlDepartemen
melindungi Dasar Penyelenggaraan; UUD Kesehatan Republik Indonesia (2004).
1945, UU No. 23/1992 tentang Kesehatan, Sistem Kesehatan. Jakarta
UU No.40/2004 tentang Sistem Jaminan 5. Ariestyawati, N.(2013). Hasil Riset
Sosial Nasional (SJSN), dan Keputusan Kesehatan Dasar.(Diakses Pada
Menteri Kesehatan Nomor Tanggal 31 Januari 2015) Http:// Skripsi.
1241/MENKES/SK/XI/2004 dan Nomor Veteranbantara.Ac.Id/Index.Php/Fkesma
56/MENKES/SK/I/2005. syarakat/Article/View/10.
6. Pohan, IS. (2013). Jaminan Mutu
Kesimpulan Layanan Kesehatan. Jakarta : EGC.
Dari hasil penelitian dan 7. Nursalam, M. (2014). Manajemen
pembahasan tentang gambaran tingkat Keperawatan Aplikasi Dalam Praktik
kepuasan ibu bersalin dengan pelayanan Keperawatan Professional. Edisi Ke - 4.
BPJS di RSUD Banjarbaru tahun 2015 di Jakarta : Salemba Medika.
peroleh kesimpulan sebagai berikut :
Tingkat kepuasan ibu bersalin
secara umum di RSUD Banjarbaru tahun
2015 yaitu 41 responden
(81,5%)mengatakan puas dan 9 responden
(18,5%) tidak puas.
Pada dimensi tangibles
menunjukkan ada 18 responden 36% yang
puas dan 32 responden 64% tidak
puas.pada dimensi realiability menunjukkan
ada 43 responden 86% yang puas dan 7
responden 14% tidak puas. bahwa pada
dimensi responsiviness menunjukkan ada
38 responden 76% puas dan 12 responden
24% tidak puas. pada dimensi assurance
menunjukkan ada 48 responden 96% puas
dan 2 responden 4% tidak puas. pada
dimensi empathy menunjukkan ada 46
responden 46 responden 92% puas dan 4
responden 8% tidak puas.

Daftar Pustaka
1. Yanti.(2009). Buku Ajar Asuhan
Kebidanan. Cetakan Ke-1. Yogyakarta:
Pustaka Rihama.
2. Madepurningsih. (2013). Persalinan
Normal. (Diakses Pada Tanggal 10
Februari 2015).
Https://Madepurningsih.Wordpress.Com/
2013/05/15/Persalinan-Normal-2/.
3. Saifuddin, AB. (2002). Konsep Dasar
Persalinan. (Diakses Pada Tanggal 10
Februari 2015).
Https://Madepurningsih.Wordpress.Com/
2013/05/15/Persalinan-Normal-2/.
4. Ditjen Bina Gizi Dan KIA, Kemkes RI.
(2013). Jumlah Persalinan Di Kabupaten
( Diakses Pada Tanggal 10 Februari

15