You are on page 1of 8

PERANCANGAN SISTEM PENGEREMAN BENTOR

MODEL CAKRAM

Zulhaji, Muh. Yahya, dan Saharuna


Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar
Jl. Daeng Tata Raya, Kampus UNM Parangtambung, Makasaar
Email: zulhaji.otomotif@gmail.com/zulhaji.otomotif@unm.ac.id

Abstract. Design of Disc Braking System Model Bentor. The mobility of people in suburban
areas is very high especially public transportation (pete-pete) just to reach the main road, so as to
take the path of corners is currently used to transport bentor seeked corners and housing. The
elimination of bentor been developed dimasyakarat because bentor transport vehicles are not
roadworthy and this is because bentor just fitted so that when the rear brake will stop the wheels
bentor tends to be dragged and the stop position farther than expected this would interfere with the
safety of passengers. Elimination bentor of course, reduce employment and increase unem-
ployment, so that the operation of the policy recommendations bentor very diperlukaan especially
in areas that are inaccessible by public transportation. The recommendations include adding the
braking system so that when stopped in accordance with the proper position. Design and research
results bentor braking system with the addition of disc brakes on both front wheels, enables the
driver when to stop the vehicle and provide a sense of security and comfort to the passengers.

Abstrak. Perancangan Sistem Pengereman Bentor Model Cakram.Mobilitas masyarakat di


daerah pinggiran kota sangat tinggi terlebih lagi angkot (pete-pete) hanya menjangkau jalan utama,
sehingga untuk menempuh jalur pelosok saat ini digunakan angkutan bentor yang dapat
menempuh jalur pelosok dan perumahan. Isu penghapusan bentor selama ini berkembang
dimasyakarat dikarenakan kendaraan angkutan bentor tidak laik jalan hal ini disebabkan karena
bentor hanya dilengkapi rem belakang sehingga pada saat akan berhenti roda bentor cenderung
terseret dan posisi berhenti lebih jauh dari yang diharapkan hal ini akan mengganggu keselamatan
penumpang. Penghapusan bentor tentu saja akan mengurangi lapangan pekerjaan dan meningkat-
kan pengangguran, sehingga rekomendasi kebijakan pengoperasian bentor sangat diperlukaan
khususnya di daerah yang tidak terjangkau oleh angkot. Rekomendasi tersebut diantaranya
menambah sistem pengereman sehingga saat berhenti sesuai dengan posisi yang tepat. Hasil
Perancangan dan penelitian sistem pengereman bentor dengan penambahan rem cakram pada
kedua roda depan mempermudah pengemudi saat menghentikan kendaraan dan memberikan rasa
aman dan nyaman kepada penumpang.

Kata Kunci: Bentor, Sistem Kemudi, Tie-Rod, Keamanan, Kenyamanan

Mobilitas masyarakat di daerah pinggiran dalam artian kapan saja penumpang akan
kota saat ini tergolong tinggi untuk memenuhi berangkat bentor selalu siap dan tidak perlu
kebutuhan hidup. Pusat mobilitas masyarakat menunggu penumpang lain, karena daya angkut-
berada di pasar-pasar yang menyediakan ke- nya maksimal 2 orang.
butuhan masyarakat setempat, untuk menempuh “Kehadiran bentor di Sungguminasa men-
jarak dari rumah ke pasar dibutuhkan angkutan jadikan tukang becak tidak dapat berbuat
umum atau angkutan kota (pete-pete). Salah satu banyak, sehingga para tukang becak banyak
sarana transportasi alternatif yang saat ini yang beralih menjadi pengemudi bentor”
populer dikalangan masyarakat sebagai alat (syafiuddin.2008). Menurut hasil wawancara
angkutan adalah becak bermotor dengan istilah penulis dengan beberapa tukang bentor di daerah
“bentor”. Bentor ini digemari oleh masyarakat Sungguminasa bahwa umumnya tukang bentor
karena mudah ditemukan, lincah dan cepat di daerah ini adalah mantan tukang becak dan
143
144 Jurnal Scientific Pinisi, Volume 2, Nomor 2,Oktober 2016, hlm. 143-150

tukang ojek.Bentor sangat digemari oleh masya- formal dan pengelolaan usaha transportasi secara
rakat karena kecepatan dan ketapatan waktu profesional. Dampak lainnya adalah meningkat-
layanan yang diberikan oleh pengemudinya. nya resistensi pergerakan lalu lintas akibat ber-
Berbeda dengan pete-pete yang selalu berhenti kembangnya populasi Bentor. Perkiraan dewasa
untuk mengangkut penumpang di jalan-jalan. ini, sudah mencapai puluhan ribu kendaraan ber-
Peningkatan aktivitas pergerakan masya- motor yang bakal mengganti fungsi becak tradi-
rakat diperhadapkan pada persoalan ketidak- sional.
seimbangan antara penyediaan prasarana dan Menurut pasal 2 PP No 41 tahun 1993
sarana transportasi, sehingga menimbulkan ber- tentang Angkutan Jalan, dinyatakan bahwa
bagai permasalahan lalu lintas yang berdampak pengangkutan orang dengan kendaraan bermotor
pada kerugian publik (biaya dan waktu), dan dilakukan dengan menggunakan sepeda motor,
tidak ringan untuk diatasi oleh Pemerintah. mobil penumpang, mobil bus dan kendaraan
khusus, tetapi, pada pasal 4 peraturan yang
Legalitas bentor sama, maka pengangkutan orang dengan ken-
Cepat tumbuh, tingkat perkembangan akti- daraan umum dilakukan dengan meng-gunakan
vitas sosial ekonomi masyarakat cukup tinggi, bus atau mobilpenumpang, jadi legalitas hanya
sehingga sangat bergantung pada berbagai moda diberikan kepada mobil bus atau mobil pe-
transportasi (kendaraan pribadi maupun ken- numpang.
daraan umum penumpang), yang dipergunakan Keberadaan Bentor, menjadi polemik pro
masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dan kontra di masyarakat, terutama bagi ka-
sehari-hari. Bentor adalah sepeda motor yang langan legislatif daerah, sebagai penyalur aspi-
dibagian depannya dibuatkan tempat penumpang rasi masyarakat untuk memperjuangkan hasil
dengan dua roda (sama seperti becak atau tiga rekayasa Bentor dari masyarakat dan eksekutif
roda) yang dapat menampung maksimal 2 orang terhadap kebijakan/peraturan yang mendasari-
duduk berdampingan, ibaratnya becak dengan nya. Dari aspek fisik, Bentor belum memiliki
penggerak mesin sepeda motor. Uniknya bentor standardisasi bentuk sebagaimana yang diatur
ini juga dapat mengangkut penumpang dibagian dalam perundang-undangan, sehingga tingkat
belakang berbeda dengan becak. keamanan dan kenyamanan penggunaan ken-
Menurut Yamin Jinca, “adanya bentor daraan ini belum dapat dipertanggung-jawabkan.
menimbulkan suatu reaksi masyarakat yang Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pernah
menuntut adanya legalitas operasional, berupa memberikan satu contoh bentor dengan penge-
status moda Bentor dalam bentuk SK atau mudi di depan sesuai Keputusan Dirjen Per-
tetapan kebijakan transportasi yang dikeluarkan hubungan Darat 1109/ AJ.402/ DRJD/2008,
oleh Pemda”.Bentor tumbuh dan berkembang tentang pengesahan rancang bangun dan reka-
cukup pesat sejak 2003 dan telah menjadi salah yasa rumah-rumah (karoseri) dilandasan ken-
satu primadona angkutan alternatif. Bentor daraan bermotor merek Kanzen tipe KR 125
mempunyai kemampuan menjangkau seluruh sebagai kendaraan bermotor roda tiga untuk
wilayah kota/perdesaan, waktu tempuh dan angkutan penumpang. Ketetapan lanjut sampai
operasi, serta biaya yang terjangkau oleh masya- saat ini belum diterbitkan.
rakat dan layanan door to door atau siap antar Berdasarkan UU No 22 Tahun 2009 kebe-
jemput dan tunggu, menjadikan daya saingnya radaan bentor tidak mempunyai dasar hukum
cukup tinggi, untuk berkompetisi dengan moda yang kuat sebagai sarana angkutan umum, dan
angkot, oplet/pete-pete, becak tradisional dan ini tentunya akan mempengaruhi kualitas dan
ojek motor dalam pelayanan jasa transportasi keberlanjutan operasional pelayanan transportasi
kepada masyarakat. Bentor itu sendiri. Di sisi lain, keberadaan bentor
Namun, karakter Bentor tersebut adalah sangat diperlukan oleh masyarakat yang ber-
tidak cukup untuk menjamin pengakuan/ keber- penghasilan rendah dan yang berada di per-
lanjutannya sebagai angkutan formal, apabila desaaan pinggiran kota besar. Keberadaan ang-
tidak ditunjang oleh sistem pergerakan ken- kutan Bentor merupakan salah satunya adalah
daraan yang laik jalan dengan tingkat ke- mengurangi masalah pengangguran baik di
selamatan tinggi, rekayasa lalu lintas yang te- perkotaan maupun pedesaan, karena banyak para
rencana, serta ditunjang oleh aturan/regulasi penganggur menggunakan sarana tersebut se-
bagai alternatif untuk mencari kerja. Perputaran
Zulhaji, dkk, Perancangan Sistem Pengereman Bentor. 145

ekonomi komunitas Bentor cukup berpotensi melakukan penertiban", sehingga sangat tidak
sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, solusi layak bentor beroperasi di jalan utama yang
lainnya adalah beberapa kota sudah menge- padat kendaraan. Bentor layaknya hanya
luarkan SK Pengaturan Bentor sebagai acuan beroperasi di jalan lingkungan. Bukan jalan
operasional antara lain SK Walikota Banda Aceh protokol. Namun, kenyataan sekarang sudah
No.551.21/02/2005 tentang Surat Izin Usaha cukup banyak bentor yang beroperasi di jalan-
Angkutan Umum dengan Kendaraan Bermotor, jalan utama.
SK Walikota Gorontalo No 1 tahun 2007 tentang Kecelakaan bentor pada umumnya di-
Pengaturan Pengoperasian angkutan kendaraan sebabkan oleh konstruksi system pengereman
Bentor. yang hanya mengandalkan rem roda belakang,
selain itu adanya faktor human error yaitu
Kecelakaan bentor
pengemudi bentor ugal-ugalan di jalanan.
Konstruksi bentor merupakan adopsi dari Berdasarkan data statistik polantas 2013, saat ini
becak, dengan melepaskan konstruksi kemudi sudah 1400 kecelakaan yang ditimbulkan oleh
sepeda motor dan rem depan lalu menggantinya bentor. Kecelakaan ini rata-rata disebabkan oleh
dengan bak roda dua yang dapat menampung sistem kemudi yang susah untuk dikendalikan
penumpang mirip becak. Ironisnya system pe- dan pengereman, sehingga kecelakaan tidak
ngereman yang teerdapat pada sepeda motor kini dapat dihindari.
tidak dipasang lagi dikarenakan roda depan
Tujuan Perancangan
bertambah, sehingga ketika hendak berhenti
bentor cenderung melampaui jarak berhenti yang Keselamatan dan kenyamanan dalam ber-
semestinya..Terlebih lagi jika pengemudi bentor kendara merupakan suatu keharusan yang layak
berkendara dengan kecepatan tinggi, ini akan diterima oleh penumpang dan pengemudi tidak
membahayakan penumpang yang berada di terkecuali transportasi alternatif bentor. Kese-
depan.Pengemudi bentor biasanya jarang me- lamatan penumpang harus ditunjang dengan
makai helm standar. sistem keamanan kendaran diantaranya sistem
Sistem rem pada bentor merupakan kom- kemudi dan pengereman yang baik. Kenya-
ponen atau konstruksi yang sangat urgen, karena manan penumpang harus ditunjang dengan
untuk mengontrol jarak berhenti atau posisi sistem suspensi yang ada pada bentor, dan
berhenti bentor agar berada pada posisi yang kenyamanan penumpang dan pengemudi harus
baik. ditunjang dengan ergonomi cara mengemudi
Menurut I Nyoman Sutanta. Secara umum baik di jalan lurus maupun saat membelok, serta
kinerja kendaraan dapat dibedakan menjadi tiga dapat berhenti sesuai dengan kehendak penge-
jenis, (1) kemampuan kendaraan untuk melaju mudi. Seperti kenyataan yang ada bahwa bentor
serta mengangkut suatu beban, kemampuan ini yang beroperasi di daerah sulawesi selatan
disebut kinerja traksi kendaraan; (2) kemampuan khususnya di Somba Opu, belum ada yang
kendaraan untuk membelok untuk menjaga menggunakan rem pada kedua roda depannya.
kestabilan arahnya, dan untuk mudah diken- Hal tersebut dapat menimbulkan ketidak-
dalikan sehingga terhindar dari kecelakaan, ke- nyamanan dan perasaan tidak aman kepada
mampuan ini disebut kinerja kestabilan arah penumpang yang berada didepan, dikarenakan
kendaraan; (3) kemampuan kendaraan untuk kebiasaan bentor tidak dapat berhenti sesuai
membuat penumpang nyaman dan untuk me- dengan keinginan pengemudi.
ngamankan pengendara dan penumpang dari Berdasarkanuraian yang telah dikemuka-
benturan akibat kecelakaan sehingga pengendara kan, maka tujuan perancangan ini adalah
atau penumpang dapat terhindar dari cidera, merancang sistem pengereman bentor dengan
kemampuan ini disebut kinerja pengaman ken- model rem cakram menggunakan pencabangan
daraan. Perancangan sistem kemudi pada bentor sehingga saat berhenti pengemudi dapat meng-
dengan menggunakan tie-rod dapat menambah hentikan bentor dengan segera.
baik kinerja bentor.
Menurut Haris, "Bentor itu sangat rawan Bentor
menimbulkan kecelakaan di jalan, karena model- Bentor adalah sepeda motor yang dibagian
nya yang besar terlalu banyak mengambil ruang. depannya dibuatkan tempat penumpang dengan
Oleh karena itu, polantas sudah harus proaktif
146 Jurnal Scientific Pinisi, Volume 2, Nomor 2,Oktober 2016, hlm. 143-150

dua roda (sama seperti becak atau tiga roda) hal ini untuk melindungi pengendara serta
yang dapat menampung maksimal 2 orang menam-bah kenyamanan dan stabilitas.
duduk berdampingan, ibaratnya becak dengan  Memindahkan gaya pengereman dan gaya
penggerak mesin sepeda motor. Uniknya bentor gerak ke bodi melalui gesekan antara jalan
ini juga dapat mengangkut penumpang dibagian dengan roda-roda.
belakang berbeda dengan becak.  Mengurangi ayunan pegas.
Konstruksi bentor merupakan adopsi dari
becak, dengan melepaskan konstruksi kemudi Pegas Daun digunakan untuk kendaraan
sepeda motor dan rem depan lalu menggantinya dengan muatan yang berat. Pegas daun biasanya
dengan bak roda dua yang dapat menampung terdiri dari sejumlah daun pegas yang diikat
penumpang mirip becak. Ironisnya kemudi dengan sebuah senter pin dan ditutup dengan
bentor tidak terpisah dengan tempat penumpang- braket. diantara pegas-pegas kendaraan, ter-
nya, sehingga saat membelok harus menggerak- utama yang menggunakan pegas yang keras
kan bak penumpang yang ada di depan penge- yang dapat menopang beban kendaraan yang
mudi. Terlebih lagi jika membelok pada kondisi cukup berat, tidak mempunyai kelembutan
jalanan yang rusak pengemudi harus meng- gerak, sedangkan pegas yang lembut dengan
gunakan bantuan dengan dorongan kaki pada penabahan (Shock Absorber) tidak dapat meno-
bak penumpang, ini pun akan memberikan efek pang beban berat tetapi dapat bekerja secara
kepada pengemudi yang dapat mengakibatkan lembut, sehingga penggabungan kedua jenis
pegal pada bagian kaki. pegas ini sangat dianjurkan agar kenyamanan
kendaraan lebih baik.
Keamanan dan Kenyamanan Sistem Pengereman
1. Keamanan Bentor Keamanan dan keselamatan adalah hal
Konstruksi bentor adalah adopsi dari utma yang harus dipenuhi oleh setiap kendaraan
becak yang artinya kemudi bentor adalah seluruh tidak terkecuali kendaraan bentor.Sitem penge-
bagian depan bentor termasuk bak tempat reman merupakan sistem yang digunakan dalam
penumpang. Melihat konstruksi ini, keamanan kendaraan untuk menjaga keamanan dan kese-
penumpang sangat rawan kecelakaan, di- lamatan penumpang dan pengemudi, oleh karena
karenakan susahnya mengontrol arah kendaraan itu sistem rem harus dimiliki oleh setiap ken-
dengan kemudi yang berat untuk digerakkan daraan apalagi kendaraan bermotor.
yaitu dengan menggerakkan bak dan penumpang Fungsi rem adalah untuk mengurangi ke-
di depan. Terlebih lagi pada saat membelok cepatan atau untuk menghentikan roda sekaligus.
dibutuhkan tenaga untuk menggerakkan bak System rem yang umum digunakan pada sepeda
depan tempat penumpang duduk, hal ini motor adalah rem tromol pada roda belakang dan
tentunya akan mengurangi kenyamanan penum- rem piringan pada roda depan. Prinsip kerja rem
pang yang berada didepan, sehingga konstruksi adalah gesekan, dimana untuk memperlambat
seperti ini harusnya tidak terjadi dan harus atau memberhentikan sepeda motor adalah
dilakukan modifikasi konstruksi. Selain itu akibat gaya gesek yang terjadi pada rem tromol,
posisi tubuh pengemudi akan serong kekiri rem piringan ataupun gesekan antara ban dengan
ataupun kekanan sehingga mengakibatkan tulang jalan raya. Mekanisasi penggerak system rem
belakang miring mengikuti posisi tubuh. sepeda motor umumnya adalah penggerak secara
mekanis, tetapi ada pula juga digerakkan secara
2. Kenyamanan Bentor hidrolik.
Pada kendaran bentor yang ada saat ini
Suspensi merupakan sistem pada ken-
semuanya tidak memiliki rem pada kedua roda
daraan yang dapat meredam getaran yang
depannya, sehingga dapat membahayakan pe-
ditimbulkan oleh permukaan jalan yang tidak
numpang. Sesuai Standar Nasional Indonesia
rata.Suspensi menghubungkan rangka kendaraan
tentang metode pengereman kendaraan bermotor
dengan roda-roda dan berfungsi sebagai berikut:
tahun 2008 menyatakan bahwa dalam hal
 Selama berjalan, kendaraan secara bersama-
kendaraan kategori “L” (kendaraan bermotor
sama dengan roda, menyerap getaran,
roda dua dan tiga) sistem pengereman dimana
oksilasi dan kejutan dari permukaan jalan,
paling seikit terdapat dua rem pada roda yang
Zulhaji, dkk, Perancangan Sistem Pengereman Bentor. 147

berbeda digerakkan secara kombinasi yang di- suaikan pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia
operasikan dengan satu pengendali. agar tercipta kondisi yang nyaman. Ilmu ergo-
nomi jika diterapkan secara tepat akan meng-
hasilkan beberapa manfaat diantaranya adalah
meningkatkan kerja, seperti menambah ke-
cepatan kerja, ketepatan, keselamatan kerja, me-
ngurangi energi serta kelelahan yang berlebihan.
Kenyamanan adalah unsur perasaan
manusia yang muncul sebagai akibat dari
minimalnya atau tidak adanya gangguan pada
sensasi tubuh (Manuaba, A, 1993). Sebagian
orang menyatakan bahwa kenyamanan adalah
segala sesuatu yang sesuaidan selaras dengan
penggunanaan suatu ruang, baik dengan ruang
itu sendiri maupundengan berbagai bentuk,
Gambar 1. Rem Cakram tekstur, warna, simbol, suara atau apapun juga.
Atau dengankata lain bahwa kenyamanan sangat
1. Rem Depan ditentukan oleh adanya keseimbangan antara
Rem depan merupakan salah satu piranti faktor dalam diri manusia dengan faktor ling-
pengereman yang sangat penting, karena tujuan kungan luar yang mempengaruhinya.Dengan
utamanya adalah menghentikan kendaraan.saat kondisi lingkungan yang nyaman, membuat
terjadi deselerasi semua beban bertumpu pada manusia merasa betahmelakukan suatu aktifitas
bagian depan motor, sehingga dibutuhkan dalam ruangan tersebut (Sujadnja, 1998).
pengereman yang baik di bagian depan motor Berdasarkan pemahaman ergonomi peran-
salah satunya adalah untuk mengurangi beban cangan peralatan kerja hendaknya disesuaikan
yang terjadi di bagian depan motor, jika beban dengan ukuran antropometri tubuh tenaga kerja.
berkurang, maka laju motor akan melambat. Sering ditemukan bahwa perancangan atau pe-
mikiran tentang penyerasian manusia dan per-
2. Rem Belakang alatan kerja serta perbaikan cara kerja pada
Rem belakang tidak seberat kerja rem umumnya belum diketahui, bahkan tidak jarang
depan, fungsi utama rem belakang adalah untuk beberapa ukuran peralatan kerja sangat tidak
menstabilkan laju motor terutama saat kendaraan sesuai dengan ukuran tenaga kerja
membelok.Sistem suspensi terletak diantara
rangka kendaraan dan roda-roda, dan dirancang METODE
untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan
sehingga menambah kenikmatan dan stabilitas Model pengembangan dalam perancangan
berkendaraan serta memperbaiki kemampuan sistem rem bentor adalah (Research & Develop-
cengkram roda terhadap jalan. ment). Mengacu pada beberapa pendapat para
ahli yang menyatakan bahwa penelitian pengem-
3. Sabuk pengaman bangan bertujuan untuk mengembangkan dan
Sabuk pengaman adalah kelengkapan ke- menghasilkan suatu produk berupa model,
selamatan penumpang yang ditempatkan pada metode, media, alat dan/atau strategi yang valid,
jok tempat duduk kendaraan. Kebanyakan sabuk Muklas Samani (2008: 4).
pengaman ditempatkan di bagian depan kenda- Dalam hal ini akan dilakukan sebuah
raan agar kpenumpang tidak langsung terbentur pengembangan sistem kemudi dan model bentor
oleh bagian depan kendaraan. Sabuk pengaman yang dapat menambah keamanan dan Kenya-
merupakan kelengkapan yang relatif dapat men- manan baik penumpang maupun pengemudi.
jamin keselamatan penumpang bagian depan. Pengembangan model yang dimaksud adalah
dengan menggabungkan rangka sepeda motor
Ergonomi dengan bak depan tempat penumpang duduk dan
menambahkan sistem kemudi langsung dengan
Ergonomi merupakan salah satu bagian
menggunakan tieroduntuk menggerakkan roda
kesehatan kerja, yang menitikberatkan penye-
148 Jurnal Scientific Pinisi, Volume 2, Nomor 2,Oktober 2016, hlm. 143-150

saat membelok, sehingga pengemudi tidak me- KEGIATAN PRA-PENGEMBANGAN


miringkan tubuhnya untuk membelok.
Tahap Analisis Kebutuhan
Prosedur Pengembangan Produk
Tahapan ini sudah dilakukan dan salah
Prosedur (tahapan) perancangan R & D,
satu luarannya adalah kebutuhan sistem penge-
adalah suatu tahapan atau langkah-langkah untuk
reman dengan menggunakan rem cakram untuk
mengembangkan suatu produk yang telah ada
menunjang keselamatan dan kenyamanan pe-
menjadi sempurna. Karena itu dalam peran-
numpang dan ergonomi kerja pengemudi, se-
cangan ini tahapan pengembangan yang akan
hingga keselamatan dan kenyamanan dalam ber-
dipergunakan, mengacu pada tahapan penelitian
kendara dapat terjaga.
menurut Borg & Gall (1983)yang dimodifikasi
menjadi lima tahapan, yaitu: (1) Tahap analisis Tahap Perancangan Pengembangan
kebutuhan; (2) tahap perancangan pengem-
bangan; (3) tahap validasi ahli dan revisi; (4) Kegiatan dalam tahap perancangan ini
tahap proses perancangan produk; dan (5) tahap sudah dilakukan. Luarannya merupakan konsep
evaluasi. Bagan alir perancangan yang sudah awal, yaitu: (1) desain model system penge-
dimodifikasi, seperti pada Gambar 6 berikut. reman sepeda motor; (2) sistem pengereman
dengan pencabangan selang; (3) penggunaan
rem cakram.

Tahap Validasi Ahli dan Revisi

Pada tahap ini dilakukan validasi internal


secara konseptual terhadap konsep awal.Dalam
rangka validasi secara konseptual, langkah per-
tama yang dilakukan adalah memperlihatkan
kepada para validator, draf dari desain dan
model awal yang dikembangkan.Konfigurasi
validator, terdiri dari tiga dosen pakar otomotif
dan praktisi otomotif, yaitu dosen Teknik Oto-
motif khususnya Sepeda Motor, dan dosen
ergonomi.Hasil dan saran-saran dari validator,
Gambar 2.Prosedur pengembangan bentor. dijadikan bahan acuan dalam merevisi desain
Berdasarkan bagan alir pada Gambar 2, awal.Luaran pada tahap ini adalah desain dan
maka tahapan pengembangan ini dibagi dalam konsep yang valid sehingga layak dipergunakan
dua kegiatan utama, yaitu kegiatan pada pra- sebagai produk dandiproduksi.
pengembangan yang meliputi: (1) tahap analisis
kebutuhan, (2) tahap perancangan dan pengem- KEGIATAN PENGEMBANGAN
bangan, dan (3) tahap validasi ahli dan revisi. Persiapan
Setelah dilakukan revisi, dilanjutkan dengan
kegiatan pengembangan yang meliputi: (4) tahap a. Alat
perancangan; dan (5) tahap evaluasi. Peralatan yang digunakan dalam proses
Sesuai rencana tahapan penelitian R & D, perakitan system pengereman bentor adalah se-
maka kegiatan pengembanganyang dilaksanakan bagai berikut.
hanya sebatas proses perakitan, pengembangan 1) Las Listrik
pada tahap validasi konsep. Untuk itu peran- 2) Bor duduk
cangan yang dilakukan adalah merubah sistem 3) Bor tangan
kemudi bentor yang selama ini menggerakkan 4) Gerinda tangan
bak penumpang dengan mengganti sistem ke- 5) Kunci ring 8, 10, 12, 14
mudi dengan menggunakan tie rod. 6) Obeng Plus (+)
7) Tang
8) Kunci “T” 10
Zulhaji, dkk, Perancangan Sistem Pengereman Bentor. 149

b. Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam pro-
ses perakitan system pengereman bentor adalah
sebagai berikut.

Bahan sistem pengereman:


1) Velg Cakram 2 unit
Gambar 4. Pencabangan Selang
2) Piringan Cakram 2 unit
3) Caliper 2 unit
4) Plat 4mm dudukan caliper 2 lembar
5) Handel Rem dan master 1 unit
6) Selang rem 3 unit
7) Pencabang 1 unit
8) Minyak rem 1 botol
Bahan perakitan:
Gambar 5. Posisi Piringan dan Kaliper Rem
1) Kawat las
2) Mata gerinda
3) Mata bor 10, 12, 14 SIMPULAN
4) Amplas
5) Cat Setelah dilakukan uji coba kepada 10
6) Thinner orang pengemudi bentor dan dilakukan wa-
wancara dan pengisian instrumen, maka diper-
Tahap Proses Perakitan oleh hasil dan masukkan sebagai berikut:
Berikutnya akan dilanjutkan pada proses a. Menggunakan bentor dengan rem depan
perakitan system pengereman sepeda motor, dan membuat bentor dapat benhenti dengan baik
perakitan sistem pengereman menggunakan rem dibandingkan dengan bentor tanpa rem
cakram dengan konstruksi handel rem pada depan. Rem depan pada bentor dapat mem-
setang kemudi, sehingga pengemudi tidak lagi berikan gaya pengereman yang lebih untuk
memindahkan posisi tengan saat mengerem. menghentikan bentor oleh karena itu rem
Selanjutnya memasangkan pencabangan pada depan pada bentor ini sangat membantu
selang agar fluida dapat mengalir ke dua caliper pengemudi untuk menghentikan bentor.
rem. b. Pengemudi lebih merasa aman ketika akan
menghentikan bontor. Rem depan pada
bentor dapat memberikan rasa aman kepada
HASIL DAN PEMBAHASAN pengemudi dan terutama pada penumpang
yang duduk di depan bentor. Karena dengan
Perancangan dilakukan dengan melihat
menggunakan rem depan, bentor lebih
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja mudah terkontrol saat hendak berhenti.
bentor termasuk kecepatan yang dapat ditempuh c. Jika memungkinkan setang kemudi diganti-
oleh bentor, sehingga perancangan sistemrem
kan menjadi roda kemudi seperti halnya
dinilai lebih memberikan keamanan dari resiko
kemudi mobil. Penggantian setang kemudi
terbalik dan bertabrakan. dapat dimungkinkan karena posisi kemudi
tidak terhalangi oleh bak penumpang, dan
perlu dipikirkan posisi gas dan tuas rem
nantinya. Ini memerlukan penelitian lebih
lanjut agar bentor ini memenuhi standar
kendaraan yang dapat beroperasi dengan
baik.
d. Dengan panambahan rem depan pada bentor,
maka pengemudi tidak lagi kuatir dengan
Gambar 3.Posisi Handel rem dan Master silinder penumpang yang duduk di depan, karena
150 Jurnal Scientific Pinisi, Volume 2, Nomor 2,Oktober 2016, hlm. 143-150

dengan rem depan tersebut, bentor dapat Maulana Antasari. 2008. Evaluasi Perancangan Stang
dikendalikan dengan baik saat berhenti Sepeda Motor Yang Ergonomis untuk
komunitas freestyle
Muklas, Samani. (2008). Pengembangan dan pening-
DAFTAR PUSTAKA katan kualitas pembelajaran. Jakarta: Direk-
torat Ketenagaan.DJPT.Depdiknas.
Borg, W.R., & Gall, M.D. (1983).Educational Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1993 tentang
research: An Introduction (4nded). New York: Angkutan Jalan.
Longman. Inc. Sujadnja, O, 1998. Kenyamanan “Bale Meten” Serta
Daryanto. 2007. Teknik Merawat Automobil Lengkap. Faktor Yang Mempengaruhi di Desa Gianyar.
Yrama Widya. Bandung. Tesis Program Pasca Sarjana Universitas
Haris Djalante. 2010. Uji Aman Bentor Sumber: Udayana, Denpasar: 18 – 19.
http://news.fajar.co.id/read/89503/128/index.p Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat 1109/
hp.diakses tanggal 1 Februari 2014 AJ.402/ DRJD/2008, tentang pengesahan
I Nyoman Sutanta.2010. Teknologi Otomotif edisi rancang bangun dan rekayasa rumah-rumah
kedua. Guna Widya. Surabaya. bentor.
Keputusan Walikota Banda Aceh No.551.21/02/2005 Syafiuddin, dkk. 2008. Pelatihan Perbaikan dan
tentang Surat Izin Usaha Angkutan Umum Perawatan Mesin Bentor Bagi Tukang Bentor.
dengan Kendaraan Bermotor Makassar:Pengabdian Masyarakat LPM UNM
Keputusan Walikota Gorontalo No 1 tahun 2007 UU No 22 Tahun 2009 Tentang Kendaraan Bermotor.
tentang Pengaturan Pengoperasian angkutan Yamin. M. Jinca. Becak Motor dan Legalitasnya
kendaraan Bentor http://news.fajar.co.id/ read/89503/128/
Manuaba, A. 1993.Pengaturan Suhu Tubuh dan index.php.diakses tanggal 1 Februari 2014
Water Intake. Bagian Ilmu Faal Fakultas
Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar.