You are on page 1of 10

FAKTOR-2 YG MENURUNKAN PRODUKTIVITAS TANAH

Akibat panen hasil pertanian


Adanya erosi
Bencana alam
Akibat pengaruh iklim
Akibat pencemaran lingkungan
BATASAN-BATASAN DAYA GUNA LAHAN
Pengertian tanah dan Lahan
Kemampuan lahan( land capability)
Kesesuaian Lahan (land suitability)
Produktivitas tanah (soil productivity)
Kesuburan tanah (soil fertility)
Kesuburan aktual
Kesuburan potensial
II.PENGELOLAAN KESUBURAN FISIK
Sifat fisik tanah mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman
Sifat fisik tanah menentukan penetrasi akar,retensi air,drainase,aerasi dan biologi tanah
Sifat fisik tanah juga mempengaruhi sifat kimia dan biologi tanah
Tekstur tanah
Tekstur tanah adalah perbandingan relatif berbagai gol besar partikel tanah dalam suatu
masa tanah, terutama perbandingan antara fraksi-2 liat,debu, dan pasir .
Menurut USDA ada 12 kelas tekstur tanah
Partikel tanah memiliki ukuran yg berbeda beda sekali : Pasir ukuran : 2-0,05 mm, Debu,0,05-
0,002mm, Liat , < 0,002 dan lebih kecil dr 0,001 mm disebut koloid
Sifat tanah bertekstur kasar & Halus
Sifat tanah bertekstur kasar
Aerasi baik,mudah diolah,tekstur lepas
Kurang mampu menahan air
Kurang mengandung air dan unsur hara (kurang subur)
Sifat tanah bertektur halus
Lebih mampu menahan air
Kondisi kering banyak celah2 shg vol tanah membesar
Plastis,lengket,sulit diolah kandungan lempung tinggi
Luas permukaan &muatan listrik tiap satuan massa begitu besar
Struktur tanah
Adalah penyusunan partikel-2 tanah primer seperti pasir,debu & liat membentuk agregat2 yg
satu sgregat dng lainnya dibatasi oleh bidang belah alami yang lemah.
Ada 7 tipe struktur yaitu granuler,remah,lempung,gumpal, bersudut, prisma dan columnar
Struktur rusak ,laju infiltrasi lambat, kandungan garam tinggi ----------> lumpur
Pengaruh pengolahan tanah terhadap struktur ---> aerasi &drainase membatasi pertumbuhan
PENENTU RUANG PORI TANAH
Ruang pori tanah: Ruang yang dapat dikuasai oleh air dan udara
Tanah pasiran-------ruang pori sekitar 35-50%
Tanah berat ----------> ruang pori sekitar40-60%
Di dalam tanah ada 2 pori yaitu makro dan mikro
Porositas tanah adalah vol pori/vol tanah x 100%
Peranan tanah ----- menyediakan penerima elektron untuk oksidasi senyawa organik
AERASI TANAH
Aerasi tanah merupakan pertukaran gas, terutama oksigen dan karbon di oksida antara ruang
pori tanah dan atmosfer
Aerasi tanah jelek disebabkan oleh drainase yg jelek dan pemadatan tanah secara mekanis
Akibatnya : hambatan perkembangan akar, penyerapan air oleh akar berkurang,
memperlemah resistensi akar terhadap patogen-patogen di dalam tanah
KETERSEDIAAN AIR DALAM TANAH
Jumlah air tersedia adalah selisih antara kapasitas lapang dan titik layu permanen
Kapasitas lapang memberikan kondisi kadar air dan aerasi tanah yang layak untuk
pertumbuhan tanaman
Titik layu permanen adalah batas bawah ketersediaan air tanah untuk tanaman (-15bar )
Titik Layu sementara adalah dicirikan daun bagian bawah menguning jika disiram bisa segar
kembali
Macam air dalam tanah : Air kapiler, Air grafitasi dan air higroskopis

II. PENGELOLAAN KESUBURAN KIMIA


Berkaitan dengan ketersediaan unsur hara dalam tanah
Unsur hara dalam tanah dalam bentuk tersedia dan tidak tersedia
Untuk tersedia unsur hara dalam tanah dipengaruhi oleh faktor tanah dan faktor tanaman
Faktor tanaman : Air, Udara, Unsur toksid
Faktor tanah: Faktor intensitas dan faktor kapasitas
Pergerakan unsur hara
Intersepsi Akar – Ion di ‘ambil’ oleh akar ketika akar tumbuh di dalam tanah krn adanya
komplek pertukaran ion
Aliran Masa – Ion diangkut ke akar dalam aliran air yang saling berhubungan. Aliran air ini ada
di dalam tanah disebabkan oleh tanaman yang menstranspirasikan air (yang semula diserap
oleh akar) melalui daun via stomata, bersama air karena adanya perbedaan beda potensial
air (K,Ca,NO3)
Difusi – Pergerakan ion disepanjang kisaran konsentrasi dari titik konsentrasi tinggi ke titik
konsentrasi rendah penting untuk unsur hara P,S dan K
Mekanisme Aliran massa
Mekanisme kontak langsung
Mekanisme diffusi
PENYERAPAN UNSUR HARA
Penyerapan Pasif
Tidak tergantung kepada aktifitas metabolisme
Bersifat Reversible
Tidak selektif
Penyerapan Aktif
Tergantung kepada aktifitas metabolisme
Bersifat selektif
Tidak terbalikan

Dari mana tanaman mendapatkan makanan / nutrisinya


Sebagian besar biomasa tanaman TIDAK diperoleh dari tanah, umumnya < 5% berat kering
tanaman berasal dari hara mineral di dalam tanah
Sekitar 95% berat kering tanaman berasal dari
Udara (O2, CO2, & H2O)
Air (H2O).
Unsur Esensial untuk pertumbuhan tanaman
Atas dasar jumlah yang diperlukan tanaman (bukan jumlahnya dalam tanah )
Unsur Makro
Dari Udara dan Air: C, H, O
Dari Tanah: N, P, K, Ca, Mg, S

Unsur Mikro (dari tanah)


Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, Cl
Kriteria Esensial
Tanaman tidak bisa menuntaskan siklus hidupnya jika tidak ada unsur esensial.
Unsur esensial berperan spesifik yang tidak bisa diganti unsur lain.
Unsur hara harus terlibat langsung dalam nutrisi tanaman; berperan dalam metabolisme atau
paling tidak diperlukan untuk aktivitas ensim.
UH makro → tdp dlm tan ≥ 500 μg/BK tan
UH mikro → tdp dlm tan ≤ 100 μg/BK tan

Kisaran Normal Kadar Unsur Hara dalam Tanah dan Tanaman


(I saac dan Kerber, 1971
Unsur Unsur Tanah (Tota l) Tanah Terekstrak) (ppm) Tanaman
P 0.05 - 0. 25 % P 2O5 0, 5 – 500 0,03 - 1.0%
K 0, 1 - 4 % K2 O 50 - 4 000 0, 2 - 10.0%
Ca 2. 5 % CaO 100 - 15 000 0, 1- 10.0%
Mg 0, 1 - 2 % MgO 10 - 3 000 0,05 - 2%
S 0,05 - 0.4 % SO3 5 - 50 0, 1 - 1%
Fe 0, 1 - 8 % Fe2O3 10 - 1 000 20 - 200 ppm
Mn 0-0. 5% MnO 2 - 500 5-5000 ppm
Cu 2-200(1-1000) ppm 0. 5 – 100 1-25 ppm
Zn 10-300 ppm 1 - 100 5-300 ppm, (5-1500) ppm
B3 -200 ppm 0. 1 - 2 10-100 ppm, (5-1500) ppm
Mo 0. 2-5% 0. 5 –10 0.01-25 ppm

Bentuk N tanah
Anorganik - NO3-, NH4+
Organik – tidak tersedia bagi tanaman: 97-98% total N tanah dalam bentuk organik. 1-2% per
tahun di mineralisasi
Digunakan dalam jumlah besar, melebihi unsur lainnya
mobil dalam tanaman
Fungsi dalam tanaman
Komponen molekul klorofil
Komponen asam nukleat (DNA dan RNA)
Terus menerus digunakan karena protein digunakan
Nitrogen (N): 1-5%
POSFOR
Karakteristik dalam Tanah
P bergerak lambat dalam tanah; pencucian bukan masalah, kecuali pada tanah yang berpasir.
P lebih banyak berada dalam bentuk anorganik dibandingkan organik
Di dalam tanah kandungan P total bisa tinggi tetapi hanya sedikit yang tersedia bagi tanaman.
Tanaman menambang P tanah dalam jumlah lebih kecil dibandingkan N dan K

BENTUK P TANAH
P organik
30 - 50% dari P total dalam tanah dalam bentuk bahan organik
Rasio C:N:P dalam bahan organik tanah sekitar 100 - 10 -1.
P anorganik
Mineral tanah - apatit [ Ca3(PO4)2] * CaF2
Hidroksida Fe dan Al – pada tanah masam, P bereaksi dengan Fe dan Al  tidak larut dan
tidak tersedia bagi tanaman; “fiksasi P “ (problem utama pada tanah masam)
Kalsium Phosphate dibentuk dalam tanah dengan pH > 7.
Phosphor dalam larutan tanah
Konsentrasi rendah 0.05 to 0.2 ppm
Konsentrasi larutan dipengaruhi oleh kelarutan dan jumlah fase padat

Fosfor (P) : 0.1-0.5 % P


Bentuk diserap tanaman
H2PO4- - orthophosphate primer
H2PO4= - orthophosphate sekunder
Mobil dalam tanaman
Fungsi dalam tanaman
Memacu pemasakan, merangsang pertumbuhan akar yg baik, meningkatkan toleransi thd
kekeringan, meningkatkan daya kecambah biji, penting untuk pembentukan biji dan buah
Penting dalam cadangan dan transfer energi (ADP+ATP)
Komponen asam nukleat (DNA dan RNA)
Fosfor (P) : 0.1-0.5 % P
Kalium (K): 0.5-6% K
Bentuk diserap tanaman:
K+
Mobil dalam tanaman
Fungsi dalam tanaman
Katalisator berbagai reaksi; metabolisme karbohidrat, pati dan N
Membantu resistensi terhadap penyakit
Meningkatkan kualitas buah dan sayuran
Penting dalam serapan dan kesimbangan air melalui pengaruhnya terhadappotensiual osmotik
Kesimbangan kation untuk transpor
Kalium (K): 0.5-6% K
UNSUR MIKRO
→ Umumnya berperan sbg aktivator enzim
BESI (Fe)
Diserap tan dlm btk Fe+3 dan Fe+2, Fe-khelat
Peranannya :
Penyusun khlorofil, protein dan enzim
Transfer energi, terutama pd sitokrom
Aktivator berbagai enzim
Kekurangan :
Melemahkan pembt khlorofil, enzim
Terjadi penimbunan sulfat dan nitrat
Kekahatan Fe terlihat pada daun muda (immobil), yaitu interveinal chlorosis. Gejala lanjutan,
daun terlihat sangat pucat
Defisiensi Fe sering ditemukan pada kedele, jagung, alpukat, jeruk,
sayuran dan tanaman hias, terutama yang di tanam pada tanah-tanah
berkapur atau tanah-tanah alkalin
MANGAN (Mn)
Diserap tan dlm btk Mn+2 dan Mn+4
Mrpk logam transisi, kadar normal 20-500 ppm.
Peranannya :
Sebagai electron-transport, pada phytosystem II,
Aktivator berbagai enzim dlm metabolisme
KH, Fosforilasi, daur as sitrat, arginase, cystein desulfidrase
Kekurangan :
Khlorosis pd daun muda (in mobil) berupa khlorosis
interveinal chlorosis, grey speck (bercak abu-abu), speckel
yellow (bercak kuning).
Kelebihan Mn akan merusak,seperti crinkle leaf
(daun mengerut) pada kapas, keracunan pada tembakau, kedele
dan buah-buahan. Dengan pengapuran toksisitas
ini dapat dibaiki.

MOLIBDENUM (Mo)

Diserap tan dlm btk MoO4=2


Kandungan normal, <1 ppm. Kahat Mo terjadi bila Mo< 0.2 ppm. Ion MoO 4 sangat sedikit
dalam larutan tanah, namun dalam keadaan tertentu dapat >1000 – 2000 ppm
Peranannya :
Dalam pembtk bintil akar → Fiksasi N
Kandungan Mo di bintil akar dapat mencapai
10X lebih tinggi dari kandungan di daun.
Aktivator enzim nitrat reduktase,
nitrogenase, dan Xantine oksidase
Mo diperkirakan pula berperan esensial dalam absorbsi Fe, dan traslokasinya di dalam
jaringan tanaman

Kekurangan :
Khlorosis pada urat daun,
Kadang menyerupai kekurangan N
Pembtk bintil akar terhambat → legum
Gejala ini sering ditemukan pd legum,
tomat, kentang, dan rumput
REAKSI TANAH
Reaksi tanah adalah istilah untuk menyatakan reaksi asam, basa di dalam tanah
Reaksi tanah berpengaruh terhadap :
Pertumbuhan tanaman
Kelarutan dan ketersediaan hara tanaman
Ada/tidaknya unsur/senyawa meracun tanaman
Kecepatan dekomposisi/pelapukan mineral tanah dan BO
Pertama kali oleh : Sorensen (1909)
“logaritma negatif aktivitas ion H+”
memudahkan : digunakan konsentrasi H+
pH = -log [H+]
= log
Penyebab kemasaman tanah
Tanah masam : ion H+>ion OH-
Kation-kation dapat dipertukarkan sebagai sumber H+ dan OH-
Yang penting :
Ion hidrogen (H+) yang terdapat bebas pada larutan tanah
Ion aluminium (Al+++) penyebab tak langsung, berasal dari Al pada struktur oktahedral Al.
Masuk kedalam larutan tanah (+H2O)
Al++++3H2O Al(OH+)3+3H+
Al++++2H2O Al(OH+)2+2H+
+++
Al +H2O Al(OH++)+H+
Al dijerap pada bidang pertukaran

Arti pH Tanah

Menentukan mudah tidaknya hara diserap tanaman


Kebanyakan hara diserap pada pH sekitar netral
Menunjukkan kemungkinan adanya unsur beracun.
Mempengaruhi perkembangan mikroorganis
Tanah pH rendah (Kemasaman tinggi)
Basa rendah,serapan basa terganggu Keracunan Al (akar memendek, membengkak, tumbuh
kalus)Keracunan Al (akar memendek, membengkak, tumbuh kalus)
Fiksasi P, keracunan H, keracunan Fe, Mn, Zn, Cu, CoFiksasi P, keracunan H, keracunan Fe,
Mn, Zn, Cu, Co
Defisiensi (kekurangan / kekahatan) B, Mo
Kehidupan mikroorganisme terhambat (bakteri fiksasi N, bakteriKehidupan mikroorganisme
terhambat
Tanah pH tinggi (Kealkalinan tinggi)
Fiksasi P
Ca, keracunan B, Mo
Kadar garam tinggi, kadar Na tinggi

Faktor-faktor yg mempengaruhi pH
Dekomposisi bahan organik
Bahan Induk
Pengendapan
Vegetasi alam
Pertumbuhan
Kedalaman tanah
Pupuk Nitrogen
Tanah masam harus dikapur
Mengurangi Al,memperbaiki dan meningkatkan kondisi fisik tanah
Merangsang aktivitas microorganisme
Meningkatkan KTK dan meningkatkan beberapa uh khususnya P
Mensuplai Ca dan Mg untuk tanaman
Meningkatkan fiksasi N secara simbiotrik oleh tanaman legum
KAPASITAS TUKAR KATION
Kapasistas Tukar Kation (KTK) adalah banyaknya kation (dalam miliequivalen) yang dapat
dijerap oleh tanah pe rsatuan berat tanah (biasanya per 100 g) [dinayatakan dalam me/100 g
atau cmol(+)/kg]

Kation adalah ion bermuatan positif (+) (Contoh : Ca+2, Mg+2,


K+, Na+, NH4+, H+, Al3+, umum terdapat dalam kompleks jerapan
tanah)
Kation di dalam tanah terlarut di dalam air tanah atau dijerap oleh
koloid tanah
Kation-kation yang telah dijerap oleh koloid tanah sukar tercuci
oleh air gravitasi, tetapi dapat diganti oleh oleh kation lain yang
ada di dalam larutan tanah, hal ini disebut “pertukaran kation”
Pentingnya KTK tanah
Pentingnya KTK tanah
KTK tanah merupakan sifat kimia tanah yang sangat menentukan
kesuburan tanah
Tanah dengan KTK tinggi dapat menjerap dan menyediakan
unsur hara lebih baik dibandingkan tanah dengan KTK rendah
Bila kation tanah didominasi oleh kation basa Ca, Mg, K, Na
(kejenuhan basa tinggi), maka KTK tanah tinggi (kesuburan
tanah tinggi)
Bila kation tanah didominasi oleh kation asam Al dan H
(kejenuhan basa rendah), maka KTK tanah rendah (kesuburan
tanah rendah)
KTK tanah digunakan dalam klasifikasi tanah
Cntoh : Oksisol harus mempunyai KTK < 16 cmol(+)/kg

Faktor-faktor yang mempengaruhi


KTK tanah
Kandungan bahan organik tanah
(makin tinggi BO, makin tinggi KTK)
Tekstur tanah
(KTK tanah berliat > KTK tanah berpasir)
3. Jenis mineral liat
(KTK tanah dengan montmorilonit > dengan kaolinit)
4. Tanah-tanah tua (Oksisol) mempunyai KTK lebih rendah karena koloid tanah lebih banyak
dari seskuioksida
Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara tanaman dalam
jumlah yang mencukupi kebutuhan tanaman, dalam bentuk senyawa yang dapat dimanfaatkan
tanaman dan dalam perimbangan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman.
Produktivitas tanah adalah kemampuan tanah untuk menghasilkan produk tertentu suatu tanaman
di bawah sistem pengelolaan tanah tertentu.
pengolahan bagian pengelolaan (manajemen).

Tanah produktif adalah suatu tanah atau lahan dapat menghasilkan produk tanaman yang baik
dan menguntungkan..

Faktor yang mempengaruhi produktivitas tanah:


1. masukan (sistem pengelolaan)
2. keluaran (hasil tanaman)
3. Tanah
Faktor yang mempengaruhi kesuburan tanah
Kesuburan tanah tergantung pada keseimbangan beberapa faktor yaitu air, oksigen, unsur
hara, kondisi fisik,unsur toksik (zat penghambat) dan kandungan mikroorganisme dalam tanah
Ø Air
Tanah yang subur akan memberikan kecukupan air yang seimbang bagi tanaman. Karena
kekurangan maupun kelebihan, keduanya akan menjadi penghambat bagi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman.

Ø Oksigen
Oksigen mutlak di butuhkan untuk proses pembakaran fisiologis atau respirasi. Jika dalam
pertumbuhannya akar kekurangan oksigen maka respirasi akan terganggu dan penyerapan
bahan-bahan organik yang berasal dari tanah yang digunakan sebagai bahan dasar fotosintesis
akan berkurang sehingga kesehatan tanaman pun akan menurun
Ø Unsur-unsur hara yang Esensial
sebagian besar diperoleh dari tanah. Nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium dan
belerang diperlukan dalam jumlah besar dan disebut unsur-unsur makro. Unsur Hara yang
diperlukan dalam jumlah cukup kecil disebut unsur mikro dan meliputi mangan, besi, boron, seng,
tembaga, molybdenum, dan klor.
Ø Unsur Toksik ( Zat Penghambat)
Tanah yang subur harus menyediakan lingkungan yang bebas dari factor penghambat seperti
keasaman atau alkalinitas yang ekstrem, organisme penyebab penyakit, substansi beracun,
garam yang berlebihan atau lapisanyang tak dapat ditembus oleh akar tanaman.
Ø Sifat fisik tanah
Syarat tanah sebagai media tumbuh yang baik dibutuhkan kondisi fisik dan kimia yang baik.
Keadaan fisik tanah yang baik adalah yang dapat menjamin pertumbuhan akar tanaman dan
mampu sebagai tempat aerasi, yang semuanya berkaitan dengan peran bahan organik.
Peran bahan organik yang paling besar terhadap sifat fisik tanah meliputi : struktur,
konsistensi, porositas, daya mengikat air, dan yang tidak kalah penting adalah peningkatan
ketahanan terhadap erosi.
Tanah dikatakan subur bila mempunyai kandungan dan keragaman biologi yang tinggi
(mikroorganisme).
C. Produktivitas tanah
Ø untuk mendapatkan hasil yang tinggi dari tanaman diperlukan masukan dan pengelolaan yang
tepat, sehingga kemudiaan dikenal istilah “Produktivitas Tanah”.
Ø Secara umum, Produktivitas Tanah dapat didefinisikan sebagai kemampuan tanah untuk
memproduksi sesuatu spesies tanaman atau suatu sistem pertanaman pada suatu sistem
pengelolaan tertentu.
Ø Aspek pengelolaan yang dimaksud misalnya pengaturan jarak tanaman, pemupukan, pengairan,
pemberantasan hama, penyakit, dll. Jadi untuk dapat produktif, tanah harus subur, tetapi
sebaliknya, tanah yang subur belum tentu produktif. Termasuk di dalam ukuran produktivitas
adalah pengaruh iklim, dan keadaan serta segi lereng.
Ø Jadi, produktivitas tanah adalah ekspresi faktor, tanah dan bukan tanah, yang mempengaruhi hasil
tanaman.
Ø Produktivitas tanah pada dasarnya adalah konsep ekonomi dan bukan sifat tanah.
Tiga hal yang terlibat:
1. Masukan (sistem pengeloalaan khusus),
2. Keluaran (hasil tanaman tertentu), dan
3. Tipe tanah.
Ø Kesuburan Tanah dan produktivitasnya saling berhubungan dan berbanding lurus, jika tanah
kesuburannya menurun maka produktivitas lahan tersebut pun menurun, namun jika kesuburan
tanah baik maka produktivitas tanahnya pun baik.
Kesimpulan
• Tanah dan produktivitasnya saling berhubungan dan berbanding lurus, jika tanah kesuburannya
menurun maka produktivitas lahan/tanah tersebut menurun, namun jika kesuburan tanah baik
maka produktivitas tanahnya pun baik.
• Kesuburan tanah tergantung pada keseimbangan beberapa faktor yaitu air, oksigen, unsur hara,
kondisi fisik,unsur toksik (zat penghambat) dan kandungan mikroorganisme
• Produktivitas Tanah dapat didefinisikan sebagai kemampuan tanah untuk memproduksi sesuatu
spesies tanaman atau suatu sistem pertanaman pada suatu sistem pengelolaan tertentu
• Produktivitas tanah pada dasarnya adalah konsep ekonomi dan bukan sifat tanah. Tiga hal yang
terlibat: 1. Masukan (sistem pengeloalaan khusus), 2 keluaran (hasil tanaman tertentu), dan 3.
Tipe tanah.
Air kapiler adalah bagian air tanah yang ditahan oleh tanah, yang terletak diantara kapasitas
lapang dan koefisien higroskopis. Air higroskopis adalah bagian air yang ditahan oleh tanah
setelah dicapai koefisien higroskopis. Air higroskopis ini terjadi karena adagayakohesi dan adhesi
pda lapisan tipis air yang menyelimuti partikel-partikel tanah dengan tegangan diatas 15 atmosfer.
Air gravitasi adalah bagian dari air tanah yang tidak dapat ditahan oleh tanah dan mengalir secara
bebas karena pengaruhgayagravitasi. Jumlah air yang ditahan oleh tanah setelah air gravitasi
habis disebut air kapasitas lapang, dengan besarnya tekanan sekitar 1/3 atmosfer.
1. Tekstur Tanah
Yang dimaksud dengan tekstur tanah adalah perbandingan kandungan fraksi pasir, debu dan
lempung dalam suatu masa tanah. Pada kenyataannya tanah terdiri dari bagian-bagian kecil atau
yang disebut partikel tanah yang dapat dibedakan menjadi tiga bagian pokok yaitu pasir, debu
dan lempung serta bahan organic.
2. Struktur tanah
Struktur tanah dapat diartikan sebagai bangun atau bentuk alami dari beberapa agregat tanah,
yang merupakan satu kesatuan bentuk tertentu yang dibatasi oleh bidang-bidang.
3. Porositas tanah
Porositas tanah merupakan perbandingan jumlah pori-pori tanah yang dapat diisi oleh air atau
udara terhadap volume keseluruhan contoh, dalam satuan persen, atau ditulis dalam persamaan
Berdasarkan jumlah kebutuhannya terhadap tanaman, unsur hara esensial dapat dibagi kedalam
dua jenis, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro dibutuhkan oleh
tanaman dalam jumlah yang lebih banyak bila dibandingkan unsur hara mikro, yang menurut
kesepakatan para ahli jumlahnya terdiri atas 16 unsur, terdiri atas 9 unsur hara makro dan 7 unsur
hara mikro. Unsur hara makro dan mikro pada tanah berada dalam bentuk yang bervariasi, namun
tidak semuanya berada dalam bentuk yang dapat diserap oleh tanaman. Berikut akan disajikan
gambar yang memperlihatkan pembagian unsur makro dan mikro beserta bentuk-bentuk ion dan
molekulnya yang dapat diserap oleh tanaman.
Keadaan tersedianya unsur-unsur hara dalam tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu
faktor terpenting adalah derajat keasaman tanah (pH tanah).Hubungan antara derajat keasaman
tanah (pH tanah) dan tersedianya unsur-unsur hara bagi tanaman dapat disimpulkan sebagai
berikut :
 Pada derajat keasaman tanah netral (pH 6,5 – 7,5), unsur-unsur hara tersedia dalam jumlah
yang optimal.
 Pada derajat keasaman tanah yang tinggi (alkalis, pH di atas 8,0) unsur-unsur hara N, Fe, B,
Cu, dan Zn tersedia dalam jumlah yang relatif sedikit, sedangkan P makin kurang tersedia
karena terikat oleh C.
 Pada derajat keasaman tanah yang rendah (asam, pH kurang dari 6,0) tersedianya unsur-
unsur P, K, S, Ca, Mg dan Mo berkurang dengan cepat. Sedangkan pada derajat keasaman
tanah yang sangat rendah (sangat asam) dalam tanah banyak tersedia Fe dan Al yang
kemudian mengikat ion fosfat yang diberikan pada tanah.
 Intersepsi akar (kontak)
 Intersepsi akar terjadi ketika akar pada tanaman yang masih hidup melakukan kontak
dengan hara yang berada pada larutan tanah atau bagian tanah yang lain. Melalui
mekanisme ini, suatu hara tidak harus bergerak untuk dapat tersedia bagi tanaman. Jumlah
hara yang dapat diserap oleh tanaman berbanding lurus dengan volume tanah yang
diduduki oleh akar tanaman. Keberadaan rambut akar akan meningkatkan luas permukaan
akar yang bersentuhan dengan tanah sehingga meningkatkan kemungkinan julah hara
yang dapat diserap oleh akar.
Aliran masa
 Aliran masa merupakan pergerakan hara dari dalam tanah ke permukaan akar yang
terangkut melalui aliran konvektif air akibat penyerapan air oleh oleh tanaman atau sebagai
air transpirasi. Jumlah hara yang terangkut dalam aliran masa sebanding dengan jumlah air
yang diserap tanaman dan konsentrasi hara di dalam air tersebut. Jjika kadar lengas tanah
rendah, maka hara yang ternagkut dalam aliran massa juga semakin renda atau bahkan
terhenti.
 Difusi
 Difusi adalah proses pergerakan hara di dalam larutan tanah dari bagian berkonsentrasi
tinggi ke bagian berkeonsentrasi rendah. Ketika hara melewati permukaan akar (rizosfer)
dan memasuki akar tanaman, konsentrasi larutan akan menurun. Akibatnya, hara akan
bergerak dari bagian yang jauh dari akar ke bagian yang dekat dengan akar. Seperti halnya
aliran massa, laju gerakan hara pada difusi juga berkurang ketika tanah mengalami
kekeringan.
Proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif dapat berlangsung apabila tersedia
energi metabolik. Energi metabolik tersebut dihasilkan dari proses pernapasan akar
tanaman. Selama proses pernapasan akar tanaman berlangsung akan dihasilkan energi
metabolik dan energi ini mendorong berlangsungnya penyerapan unsur hara secara proses
aktif. Apabila proses pernapasan akar tanaman berkurang akan menurunkan pula proses
penyerapan unsur hara melalui proses aktif. Bagian akar tanaman yang paling aktif adalah
bagian dekat ujung akar yang baru terbentuk dan rambut-rambut akar. Bagian akar ini
merupakan bagian yang melakukan kegiatan respirasi (pernapasan) terbesar.
 Lakukan Pemupukan Tanah Menggunakan Kompos
Melakukan pemupukan tanah atau menambah tanah dapat menjaga kesuburan tanah. Pupuk
yang digunakan harus berasal dari alam atau organik, dan bahan-bahannya bisa Anda gunakan
dari kotoran hewan atau berbagai jenis tanaman yang sudah mati. Setiap tahun unsure kesuburan
dalam tanah semakin menurun, maka dari itu perlu dilakukan upaya untuk menambahnya dengan
tanah baru.
 Lakukan Penggemburan Tanah
 Hilangkan Gulma
 Menyiram Air Secara Rutin
 Mengganti Jenis Tanaman
Tanah dapat dipandang sebagai permukaan lahan di atas bumi yang menyediakan
substreat bagi kehidupan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Ciri-ciri lingkungan tanah
bervariasi menurut letak dan iklimnya. Tanah juga memiliki kedalaman, sifat-sifat fisik,
komposisi kimiawi dan asal yang berbeda-beda. Ada lima kategori utama unsur tanah,
yaitu: partikel, mineral, bahan organik, air, gas dan jasad hidup.