You are on page 1of 4

I.

PENDAHULUAN

1.1. Pengertian fisiologi tumbuhan dan hubungannya dengan ilmu-ilmu lain.


Fisiologi tumbuhan adalah cabang ilmu botani yang mempelajari proses-proses yang
terjadi di dalam tubuh tumbuhan.

Gambar 1. Hubungan Fisiologi Tumbuhan dengan Ilmu-ilmu lain

1.2. Manfaat tumbuhan bagi manusia


Tumbuhan yang dibudidayakan oleh manusia dinamakan tanaman. Tumbuhan/tanaman
memberikan manfaat bagi manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.
Manfaat tumbuhan/tanaman bagi manusia antara lain:
1. Bahan makanan:
► Secara langsung: padi, jagung, ketela, sagu, sayur dsb.
► Tidak langsung : daging, ikan, telur.
2. Bahan minuman:
► Secara langsung: kopi, teh, kakao, nira, gula, anggur.
► Tidak langsung: susu.
3. Bahan pakaian:
► Secara langsung: kapas, serat.
► Tidak langsung: sutera, wool.
4. Bahan bakar: kayu, batubara, LNG.
5. Bahan perumahan/bangunan: kayu, bambu, rumbia.
6. Bahan obat/jamu (empon-empon): kina, jahe, lengkuas, kunyit, dll.
7. Bahan bumbu (rempah-rempah): lada, lengkuas, jahe, kunyit, cabe, dll.
8. Keindahan: bunga, tanaman bias, tabulampot.
9. Pelestarian lingkungan: menurunkan suhu udara, menghasilkan O2, menghisap CO2,
mengurangi erosi, mengurangi polusi udara dan suara.

1.3. Proses-proses yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan dan hubungannya dengan
linkungan.

Proses yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan dapat berupa proses kimia, contohnya
fotosintesis, respirasi, sintesis protein, sintesis lemak dan sebagainya, maupun proses fisika,
contohnya: difusi CO2, aliran air dan mineral dari akar ke daun, transpirasi dan sebagainya.

Gambar 2. Faktor lingkungan (abiotik) yang


mempengaruhi proses fisiologis.

Proses-proses fisiologis yang menentukan hasil tanaman/tumbuhan selain dipengaruhi


oleh faktor lingkungan abiotik (seperti pada gambar 2.) dan biotik (hama, penyakit dan gulma),
juga dipengaruhi oleh faktor genetik dan manusia, seperti diperlihatkan dalam bagan KLEB
dibawah ini.

Contoh tindakan manusia dalam mempengaruhi proses fisiologis adalah: penggunaan


naungan, pengaturan jarak tanam, pemangkasan tanaman, defoliasi (pengurangan daun) dan
penggunaan sinar buatan (artificial light), serta peningkatan kandungan CO2 (C02 enrichment)
dalam rumah kaca, yang bertujuan untuk mengatur atau meningkatkan laju fotosintesis tanaman.
Sedangkan contoh pengaruh faktor genetik terhadap proses fisiologis adalah: pada tanaman padi
varietas unggul biasanya memiliki sudut daun tegak sehingga penetrasi cahaya maupun
fotosintesis menjadi lebih baik daripada padi varietas dalam yang memiliki sudut daun mendatar.
1.4. Hal-hal yang dipelajari dalam fisiologi tumbuhan.
1. Macam proses, misalnya penyerapan air dan hara, fotosintesis, respirasi, transpirasi dll.
2. Mekanisme proses, misalnya fotosintesis terdiri dari reaksi cahaya (terang) untuk
membentuk daya asimilasi dan reaksi gelap untuk mereduksi CO 2 menjadi karbohidrat
dengan bantuan daya asimilasi.
3. Tempat terjadinya proses, misalnya fotosintesis terjadi di dalam khloroplas yang terdapat
di daun atau bagian tanaman yang berwarna hijau.
4. Peranan proses, misalnya fotosintesis rnerubah energi matahari menjadi energi kimia
dalam bentuk karbohidrat.
5. Pengaruh faktor lingkungan atau genetik terhadap proses, misalnya laju fotosintesis
tumbuhan golongan C4 lebih peka terhadap perubahan intensitas cahaya tinggi daripada
tanaman golongan C3.
1.5. Perkembangan fisiologi tumbuhan
Pada awalnya (zaman dulu) fosiologi tumbuhan menjelaskan proses yang terjadi di dalam
tubuh tumbuhan hanya secara sederhana. Penjelasan didasarkan pada hasil pengamatan kejadian
sehari-hari dengan menggunakan alat yang sederhana. Informasi dijelaskan berdasarkan teori
vitalisme dan disebar luaskan secara lisan.
Teori vitalisme adalah teori yang menjelaskan bahwa di dalam tubuh tumbuhan terdapat
jiwa yang mengatur segala proses fisiologis yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan. Misalnya
tanaman/tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap maka batangnya (daunnya) akan tumbuh ke
arah datangnya cahaya matahari. Hal ini dijelaskan karena daun mempunyai peranan melakukan
fotosintesis yang memerlukan cahaya, sehingga jiwa tersebut mengatur agar daun (batang)
tumbuh ke arah cahaya.
Fisiologi tumbuhan modern menjelaskan proses yang terjadi berdasarkan hukum fisika
dan kimia. Penjelasan didasarkan dari hasil penelitian dengan menggunakan peralatan dan
metode yang canggih, dan hasilnya disebar luaskan baik secara lisan maupun tertulis.
Pada kejadian pembengkokan pertumbuhan batang ke arah cahaya dijelaskan bahwa pada
sisi batang yang tidak terkena cahaya akan tertimbun IAA (indole acetic acid), suatu zat pengatur
tumbuh dalam jumlah lebih banyak daripada bagian yang terkena cahaya. Karena IAA memacu
perpanjangan sel, maka bagian yang tidak terkena cahaya akan tumbuh lebih panjang daripada
bagian yang terkena cahaya, akibatnya batang akan membengkok ke arah cahaya.

Gambar 3. Pembengkokan batang ke arah cahaya