You are on page 1of 2

II.

GERAKAN PARTIKEL
A. Energi
Tumbuhan (makhluk hidup) tidak akan hidup tanpa adanya sumber energi. Energi dapat
dibedakan menjadi:
► Energi potensial = energi tidak bergerak atau energi tersimpan.
► Energi kinetik = energi dalam gerakan.
Energi juga dapat digolongkan menjadi:
 Energi bebas = energi bermanfaat.
 Energi entropy = energi terdegradasi = energi tidak tersedia atau energi tidak dapat
dimanfaatkan oleh makhluk hidup.
Ada tiga hukum termodinamika yang membahas tentang energi:
1. Hukum I Termodinamika : Energi tidak dapat dibuat atau dihancurkan, hanya dapat
ditransformasikan. Dengan perkataan lain energi di jagad raya adalah tetap.
2. Hukum II Termodinamika: Ada dua bentuk energi yaitu energi bebas dan energi
terdegradasi.
3. Hukum III termodinamika: untuk memelihara suatu sistern organisasi yang tinggi
memerlukan suplai energi bebas yang konstan.
B. Difusi, Osmosis dan Imbibisi
Tumbuhan dalam kehidupannya memerlukan air dan zat hara. Air diambil oleh tumbuhan
lewat akar, sedangkan unsur hara diambil oleh tumbuhan sebagian lewat akar dan sebagian kecil
(C dan O) lewat daun. Unsur hara dalam tanah diserap akar dalam bentuk ion (anion maupun
kation). Gerakan air (dan ion-ion) dari akar sampai ujung tanaman (daun) melalui proses: difusi,
osmosis dan imbibisi.
► Difusi: gerakan partikel dari tempat dengan potensial kimia tinggi ke tempat dengan potensial
kimia lebih rendah karena energi kinetiknya sendiri sampai terjadi keseimbangan
dinamis.
► Osmosis: difusi molekul air melalui suatu membran yang bersifat diferensial permeabel.
► Imbibisi: Gerakan molekul air ke suatu tempat berpori-pori cukup besar
dan molekul air itu menetap di dalam zat (imbiban) tersebut.
Difusi
Contoh mekanisme difusi pada tumbuhan adalah: difusi (masuk dan keluarnya) CO 2, O2 dan H2O
lewat stomata (mulut daun).
Kecepatan difusi suatu zat dipengaruhi oleh:
1. Suhu: suhu meningkatkan energi kinetik
2. Permeabilitas / resistensi suatu medium.
3. Perbedaan konsentrasi (potensial kimia).
4. Ukuran paitikel yang berdifusi.
5. Kelarutan zat yang berdifusi dalam medium.
6. Berat volume dari zat yang berdifusi.
Gambar 4. Difusi melawan gradien (pada tanaman kentang)
menurut Edmond et al. (1975).

Osmosis
Sifat-sifat membran yang dilewati oleh zat pelarut dan zat terlarut:
Sifat membrane Zat pelarut Zat terlarut
Permeabel + +
Semi permeabel + -
Diferensial permeable + +/-
Impermeabel - -

Gambar 5. Osmosis. Gerakan air dari daerah yang berkonsentrasi tinggi ke daerah
berkonsentrasi rendah melalui membran diferensial permeable.
Peranan osmosis bagi tumbuhan:
1. Penyerapan air oleh akar.
2. Gerakan air antar sel atau distribusi air ke seluruh jaringan.
3. Menjaga turgor sel-sel daun dan bunga, mengatur gerakan stomata, dan tegaknya
tanaman herbaceous.

Nilai osmosis pada tumbuhan:


Nilai osmosis dalam sel-sel akar yang ada diperifer (berbatasan dengan larutan tanah) < N.O. sel-
sel yang ada didalam akar < N.O. sel-sel batang < N.O. sel-sel cabang < N.O. sel-sel daun.
N.O. daun yang terkena cahaya > N.O. daun yang ternaungi.
Pada musim kemarau tanaman mempunyai N.O > pada musim hujan.

Plasmolisis
Plasmolisis adalah terlepasnya membran plasma dari dinding sel karena sel berada dalam
lingkungan yang hipertonik (larutan pekat).

Gambar 6. Sel yang mengalami plasmolisis.