You are on page 1of 4

BAB 3

KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN

3.1 Kerangka Teori (http://erj.ersjournals.com/content/19/1/151#sec-2) Commented [uas1]: Dipanduan tidak ada


Tetapi bisa di masukkan key dalam Tinjauan Pustaka????

Kolonisasi : Candida
Modified Kulit, Saluran Pernapasan, Saluran Pencernaan, Kateter
Microbiota vena sentral

sIgA + Complement Opsonization


Faktor Pasien :
- Immature Immune Defenses
- Moist Skin Surface Alveolar macrophages Phagocytosis
- Skin or Mucosal Breakdown
- Fungal Dermatitis
- Necrotizing Enterocolitis
- Intestinal Perforation
- Hyperglicemia Infiltrasi Jamur : endositosis,
penetrasi aktif

Invasive catheheter, tubes


Central vascular cathehter,
ETT NF-
Invasive Provedure
Abdominal Surgery

Second line of Defence


Faktor Organisme (Jamur):
- Virulensi Killing
- Jumlah Organisme
- Tempat Kolonisasi Multiple Phagocytosis
- Adherence Properties
Antigen release IL2, IFN
Medikamentosa :
Antibiotik > 2,
H2 antagonist, Respon Th1
kortikosteroid APC T-cell activation

Infus :
Nutrisi parenteral
Emulsi lipid Cytokine release IL4, IL5

Respon Th2

Infeksi Jamur
Darah, Urine, Cairan Serebrospinalis, Cairan Peritoneal
3.2 Kerangka Konsep

Risiko Infeksi Candida :


1. Pembedahan
2. Kolonisasi multifokal
3. Pemakaian vena sentral
4. Menerima nutrisi parenteral Candida Score
5. Netropenia
6. Menerima terapi imunosupresif
7. Pemakaian antibiotik jangka lama
8. Menggunakan alat prostetik implan

Pneumonia dengan Sepsis Infeksi Jamur

Patogen Jamur :
 Aspergillus
 Candida
 Pneumocystis

Lab Mikologi

Direk Mikroskopik D-Glucan Sputum D-Glucan Serum Kultur Sputum Kultur Darah

- + - +

Tidak ada Kolonisasi Candidiasis Invasif Candidiasis Invasif Candidiasis Invasif


kolonisasi Possible Probable Proven

: menyebabkan/ terdapat

: mempengaruhi

: yang diteliti
Pasien dengan pneumonia baik Community Aquared Pneumonia (CAP)

atau pneumonia nosokomial (Hospitalized Aquared Pneumonia (HAP) atau

Ventilator Aquared Pneumonia (VAP) yang dirawat di ICU atau High Care Unit

(HCU) memiliki risiko tinggi infeksi jamur terutama Candida. Faktor risiko yang

berkontribusi dalam peningkatan infeksi Candida adalah kondisi sepsis,

pembedahan, terdapat kolonisasi multifokal, penggunaan vena sentral, menerima

nutrisi parenteral, menggunakan alat prostetik implan, nerutropenia, menerima

terapi imunosupresif (termasuk kortikosteroid, kemoterapi, dan imunomodulator),

dan penggonaan antibiotik jangka lama. Untuk memudahkan penatalaksanaan

awal dalam pemberian terapi anti jamur, terdapat sistem skoring yaitu Candida

score, dimana skor >2,5 memberikan manfaat pada pasien yang diberikan anti

jamur dengan sensitivitas 81%, spesifisitas 74% dan nilai duga positif (PPV 25,4%)

dan nilai duga negatif (NPV 98,7%) pada pasien dengan sepsis memiliki insidensi

candidemia sekitar 10%.

Untuk mengetahui adanya infeksi jamur diperlukan pemeriksaan

penunjang mikologi. Standar baku emas untuk Candidiasis invasif adalah kultur

dari tempat steril seperti darah, cairan peritoneal dan cairan pleura. Selain itu,

kultur jaringan dan pemeriksaan histopatologi memerlukan tindakan invasif dan

waktu yang lama sehingga diagnosis saat ini mengarah pada pemeriksaan non

kultur yaitu Beta D-Glucan dengan mendeteksi komponen dinding sel terutama

pada Candida sp. Dengan menggunakan nilai cut off 80 pg/ml, pasien dengan

Candidiasis invasif memiliki sensitivitas 75-80% dan spesifisitas 80%. Pasien

dengan diagnosis possible penyakit jamur invasif memenuhi kriteria berdasarkan

faktor host dan kriteria klinis, probable penyakit jamur invasif berdasarkan faktor
host, kriteria klinis dan kriteria mikologi, dan proven penyakit jamur invasif

memerlukan tambahan dari hasil biopsi jaringan.

3.3 Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan kepustakaan,

kerangka teori dan kerangka konsep penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya,

maka hipotesis penelitian yang dapat dibuat pada penelitian ini adalah sebagai

berikut :

1. Terdapat pengaruh status kolonisasi multifokal terhadap kadar serum

Human 1,3-Beta-D-glucan pada pasien pneumonia dengan kondisi sepsis

di RS Dr. Saiful Anwar Malang.

2. Terdapat pengaruh status neutropenia terhadap kadar serum Human 1,3-

Beta-D-glucan pada pasien pneumonia dengan kondisi sepsis di RS Dr.

Saiful Anwar Malang.

3. Terdapat pengaruh penggunaan antibiotik jangka panjang terhadap kadar

serum Human 1,3-Beta-D-glucan pada pasien pneumonia dengan kondisi

sepsis di RS Dr. Saiful Anwar Malang.

4. Terdapat pengaruh penggunaan kortikosteroid jangka panjang terhadap

kadar serum Human 1,3-Beta-D-glucan pada pasien pneumonia dengan

kondisi sepsis di RS Dr. Saiful Anwar Malang.