You are on page 1of 5

SMK IPT KARANGPANAS

SEMARANG
JL.DR.WAHIDIN NO.115 SEMARANG
Alat Pelindung Diri (APD) dan P3K

A. ALAT PELINDUNG DIRI (APD)


Alat Pelindung Diri (APD) yaitu satu alat yang memiliki kekuatan membuat perlindungan
seorang yang manfaatnya mengisolasi beberapa atau semua badan dari potensi bahaya ditempat
kerja.
Tersebut akan kami jabarkan beberapa jenis Alat Pelindung Diri (APD) yang umumnya dipakai didunia
proyek bersama manfaatnya.
1. Safety Helmet
Safety helmet berperan sebagai pelindung kepala dari benda yang dapat tentang kepala dengan cara
segera.

2. Safety Belt
Safety belt berperan sebagai pelindung diri saat pekerja bekerja/ada diatas ketinggian.

3. Safety Shoes
Safety shoes berperan untuk menghindar kecelakaan fatal yang menerpa kaki karena benda tajam atau
berat, benda panas, cairan kimia dsb.

4. Sepatu Karet
Sepatu safety karet (sepatu boot) yaitu sepatu yang di desain spesial untuk pekerja yang ada di ruang
basah (becek atau berlumpur). Umumnya sepatu karet di lapisi dengan metal membuat perlindungan kaki
dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dll.

5. Sarung Tangan
Berperan sebagai alat pelindung tangan ketika bekerja ditempat atau kondisi yang bisa menyebabkan
cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di cocokkan dengan manfaat semasing pekerjaan.

6. Masker (Respirator)
Berperan sebagai penyaring hawa yang dihirup saat bekerja ditempat dengan kwalitas hawa jelek (contoh
berdebu, beracun, dll).

7. Jas Hujan (Rain Coat)


Berperan melindungi dari percikan air saat bekerja (contoh bekerja pada saat hujan atau tengah
membersihkan alat).

8. Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses)


Berperan sebagai pelindung mata saat bekerja (umpamanya mengelas).

9. Penutup Telinga (Ear Plug)


Berperan sebagai pelindung telinga ketika bekerja ditempat yang bising.

10. Pelindung Muka (Face Shield)


Berperan sebagai pelindung muka dari percikan benda asing saat bekerja (contoh pekerjaan
menggerinda).

11. Pelampung
Pelampung berperan melindungi pemakai yang bekerja diatas air atau dipermukaan air supaya terlepas
dari bahaya terbenam dan atau mengatur keterapungan (buoyancy) pemakai supaya bisa ada pada posisi
terbenam (negative buoyant) atau melayang (neutral buoyant) didalam air.
Sekian sebagian beberapa jenis Alat Pelindung Diri (APD) bersama manfaatnya yang umumnya dipakai
dalam dunia proyek.
B. PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K)

Fungsi dan Cara Penggunaan Obat / Alat dalam Kotak P3K

Setiap Obat ataupun peralatan yang terdapat di dalam Kotak P3K memiliki
fungsinya masing-masing dalam memberikan Pertolongan Pertama kepada
korban kecelakaan atau korban serangan Penyakit mendadak sebelum
datangnya bantuan medis. Berikut ini adalah Fungsi serta cara penggunaan
Perlengkapan (Obat/Alat) yang terdapat dalam Kotak P3K (Pertolongan Pertama
Pada Kecelakaan) :

a) Kasa Steril terbungkus

Kasa Steril digunakan untuk menutupi luka yang telah dibersihkan. Lipat
Kasa Steril untuk menyesuaikan ukuran lebar Kasa dengan ukuran Luka,
Tutup Luka tersebut dan rekatkan dengan menggunakan Plester.

b) Perban

Terdapat 2 Ukuran lebar Perban dalam Kotak P3K, diantaranya adalah


5cm dan 10cm. Perban berfungsi untuk membalut luka yang sudah
ditutup dengan Kasa Steril dan juga sebagai bantalan menghentikan luka
pendarahan.

c) Plester

Pleaster digunakan dalam Kotak P3K adalah plester yang berukuran


1,25cm yang berfungsi untuk merekatkan luka yang telah ditutupi
dengan kasa atau perban.

d) Plester Cepat

Plester Cepat digunakan untuk menutupi Luka Kecil. Plester Cepat pada
umumnya sudah terdapat Kasa bantalan yang diberi obat luka.Contoh
Plester Cepat diantaranya adalah Hansaplast.

e) Kapas

Kapas dalam Kotak P3K digunakan untuk membersihkan Luka dan juga
sebagai bantalan Luka. Setelah membersihkan luka dengan kapas, harus
pastikan tidak ada Kapas yang tersisa pada luka.

f) Kain Segitiga / Mittela

Kain Segitiga atau Mittela digunakan untuk membalut luka pada kepala
dan juga dapat digunakan untuk membalut gendongan tangan.
g) Gunting

Gunting adalah alat yang digunakan untuk menggunting perban, pleaster


ataupun yang lainnya agar sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

h) Peniti

Fungsi Peniti adalah untuk merapikan balutan.

i) Sarung Tangan sekali pakai (Pasangan)

Sarung Tangan digunakan untuk melindungi tangan petugas P3K agar


tidak terjadi Kontak langsung dengan luka korban dan juga untuk
melindungi tangan dari bahaya terkena bahan kimia

j) Masker

Masker digunakan sebagai alat perlindungan terhadap pernafasan untuk


petugas P3K sendiri maupun korban. Penggunakan Masker yang baik
adalah menutupi hidung dan mulut.

k) Pinset

Pinset adalah alat yang digunakan untuk mengambil alat steril ataupun
benda asing (kotoran) pada Luka.

l) Lampu Senter

Lampu Senter dipergunakan untuk memperjelas dalam melihat luka


ataupun pupil mata korban pingsan. Jika Mata Pupil tetap melebar atau
antara pupil kanan dan pupil kiri tidak sama berarti korban benar-benar
pingsan, tetapi apabila pupil mata mengecil saat disinari berarti korban
masih sadar.

m) Gelas untuk cuci Mata

Gelas diperlukan untuk mencuci atau membilas mata dari kotoran atau
kontak bahan kimia. Tempelkan gelas menutupi mata, buka mata
dengan lebar dan gerakkan mata, bilas sampai bersih.

n) Kantong Plastik Bersih

Kantong Plastik digunakan sebagai tempat untuk menampung bekas-


bekas perawatan luka.
o) Aquades (100ml Larutan Saline)

Aquades dengan larutan Saline digunakan untuk membersihkan kotoran


dari Mata dan juga dapat digunakan untuk membersihkan luka.

p) Povidon Iodin

Povidon Iodin adalah obat antiseptik digunakan untuk mengobati luka


tersayat atau tergores yang tidak dalam. Oleskan Povidon Iodin pada
bagian luka. Jenis Obat Povidon Iodin yang sering ditemukan di pasaran
diantaranya adalah Betadine.

q) Alkohol 70%

Alkohol 70% digunakan sebagai antiseptik luka dan juga dapat digunakan
sebagai perangsang orang yang pingsan.

r) Buku Panduan P3K di tempat kerja

Buku yang dipergunakan sebagai panduan dalam Pertolongan Pertama


Pada Kecelakaan (P3K). Isi dari buku tersebut diantaranya adalah cara-
cara melakukan pertolongan pertama pada patah tulang, luka bakar,
korban keracunan, serangan asthma, korban pingsan, sumbatan nafas,
terpapar bahan kimia, Evakuasi Korban dan lain sebagainya.