You are on page 1of 4

Respirasi adalah suatu proses biokimia yang mengubah makanan menjadi

energi dengan oksigen, dan itu terjadi di dalam sel-sel dari semua makhluk
hidup. Dalam respirasi, energi biokimia makanan diubah menjadi adenosin
trifosfat (ATP) dan karbon dioksida menggunakan oksigen.

Fotosintesis adalah proses biokimia yang mengubah energi sinar matahari


menjadi senyawa organik dengan menggunakan karbon dioksida. Karbon
dioksida (CO2) bereaksi dengan air (H2O) dengan adanya sinar matahari
untuk membentuk glukosa (C6H12O6) dan oksigen (O2). Fotosintesis terjadi
di kloroplas sel tumbuhan, alga hijau, dan banyak spesies bakteri. Karena
fotosintesis, tingkat CO2 global dipertahankan pada tingkat yang rendah,
dan meningkatkan tingkat O2 di atmosfer. Namun, kegiatan antropogenik
baru-baru ini memiliki efek merugikan pada pemurnian CO2 oleh
fotosintesis di atmosfer. Warna hijau dari klorofil dalam kloroplas
bertanggung jawab untuk menangkap sinar matahari pada tingkat yang
diinginkan untuk proses aktivasi elektron.

Ada dua langkah utama dalam fotosintesis yang dikenal sebagai reaksi
terang dan reaksi gelap; reaksi terang melibatkan Z-skema dan fotolisis air
sedangkan reaksi gelap melibatkan siklus Calvin dan mekanisme karbon
berkonsentrasi. Efisiensi seluruh proses fotosintesis yang diperkirakan
akan bervariasi sekitar 3 – 6%. Namun, itu tergantung terutama pada
tingkat karbon dioksida di atmosfer, intensitas cahaya, dan suhu.

Manfaat respiransi :
respirasi pada tumbuhan menyangkut proses pembebasan energi kimiawi
menjadi energi yang diperlukan untuk aktivitas hidup tumbuhan. Energi ini
diproleh dengan cara menyadap energi kimia yang terbentuk dalam moloku
l organik yang disintesis oleh proses fotosintesis. Fisiologi tumbuhan merup
akan cabang biologi yang mempelajari tentang proses metabolisme yang t
erjadi di dalam tubuh tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut
dapat hidup. Laju proses-proses metabolisme ini dipengaruhi oleh faktor-
faktor
lingkungan mikro disekitar tumbuhan tersebut. Fotosintesis dan respirasi m
erupakan proses metabolisme dasar yang terjadi didalam sel hidup.
 Asimilasi co2 Pada hakekatnya, semua kehidupan di atas bumi ini
tergantung langsung dari adanya proses asimilasi CO2 menjadi senyawa
kimia organik dengan energi yang didapat dari sinar matahari.
 Dalam proses ini energi sinar matahari (energi foton) ditangkap dan
diubah menjadi energi kimia dengan proses yang disebut fotosintesis.
 Proses ini berlangsung didalam sel pada tumbuhan tinggi, tumbuhan
pakis, lumut, ganggang (ganggang hijau, biru, merah dan coklat) dan
berbagai jasad renik (protozoa golongan euglena, bakteri belerang ungu,
dan bakteri belerang biru). salah satu cara asimilasi
karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi)
menjadi gulasebagai molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh
organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang
dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.
 Energi matahari yang ditangkap pada proses fotosintesis merupakan
lebih dari 90% sumber energi yang dipakai oleh manusia untuk
pemanasan, cahaya dan tenaga.
 Unsur Hara Makro
 Unsur hara makro merupakan sumber makanan pokok bagi tanaman,
yang ketersediaannya dibutuhkan dengan jumlah yang banyak.
Sumber unsur hara makro banyak tersedia dalam bahan-bahan
organik maupun pupuk kimia.
Unsur hara primer :
– Nitrogen (N)
– Fosfor (P)
– Kalium (K)
Unsur hara skunder :
– Kalsium (Ca)
– Sulfur (S) dan
– Magnesium (Mg)
2. Unsur Hara Mikro
Unsur hara mikro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dengan
jumlah yang sedikit. Namun demikian unsur hara mikro sangat diperlukan.
Jika tanaman kekurangan salah satu unsur hara maka pertumbuhannya
tidak akan optimal. Yang tergolong unsur hara mikro antara lain ;
– Molibdenum (Mo)
– Seng (Zn)
– Boron (Bo)
– Aluminium (Al)
– Mangan (Mn)
– Tembaga (Cu)
– Besi (Fe)

Secara umum, karbon akan diambil dari udara oleh


organisme fotoautotrof (tumbuhan, ganggang, dll yang mampu
melaksanakan fotosintesis). organisme tersebut, sebut saja tumbuhan,
akan memproses karbon menjadi bahan makanan yang
disebut karbohidrat, dengan proses kimia sebagai berikut :
6 CO2 + 6 H2O (+Sinar Matahari yg diserap Klorofil) ↔ C6H12O6 + 6 O2
Karbondioksida + Air (+Sinar Matahari yg diserap Klorofil)↔ Glukosa +
Oksigen
nah, hasil sintesa karbohidrat itu dimakan para makhluk hidup heterotrof
sebagai makanan plus oksigen untuk bernafas. Ngga peduli makhluk
herbivora, carnivora, atau omnivora, sumber pertama energi yang
tersimpan dalam karbohidrat adalah tumbuhan. Karbon di dalam sistem
respirasi akan dilepas kembali dalam bentuk CO2 yang nantinya
dilepaskan saat pernafasan. Selain pelepasan CO2ke udara saat
pernafasan, para detrivor (pembusuk) juga melepaskan CO2 ke udara
dalam proses pembusukan. Manusia juga tidak kalah peran dalam proses
ini. Hasil segala pembakaran, mulai dari pembakaran sampah,
pembakaran bahan bakar minyak di dalam kendaraan bermotor, asap
pabrik, dan lain-lain juga melepaskan CO2 ke udara. CO2 di udara
nantinya akan ditangkap oleh tumbuhan lagi dan siklus mulai dari awal lagi.