You are on page 1of 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perencanaan adalah pemikiran sebelum pelaksanaan sesuatu tugas. Sedangkan
pembelajaran adalah suatu upaya yang dilakukan oleh seorang guru atau pendidik
untuk membelajarkan peserta didik yang belajar. Sehingga, Perencanaan pembelajaran
berarti pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip umum mengajar dalam
pelaksanaan belajar mengajar pada suatu situasi interaksi guru dan murid baik
didalam kelas maupun di luar kelas. Dengan adanya perencanaan yang baik, maka
seorang guru akan bisa memberikan pelajaran dengan baik. Karena dengan begitu
guru dapat menghadapi situasi didalam kelas secara tegas dan fleksibel.
Pembelajaran fiqih di Madrasah Ibtidaiyah merupakan suatu mata pelajaran
yang mempelajari tentang fiqih ibadah, terutama menyangkut masalah pengnalan atau
pemahaman tentang pelaksanaan rukun-rukun islam dan pembiasaannya dalam
kehidupan sehari-hari, dan adapun berisi tentang pemahaman mengenai makanan dan
minuman halal dan haram, khitan, qurban, serta tata cara pelaksanaan jual beli dan
pinjam meminjam.
Secara substansial mata pelajaran Fiqih memiliki kontribusi dalam memberikan
motivasi kepada peserta didik untuk mempraktikkan dan menerapkan hukum islam
dalam kehidupan sehari-hari.

B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana pengembangan KI, KD dan Indikator Fiqih MI kelas 5 semester
II ?
b. Bagaimana penetapan materi Fiqih MI kelas 5 semester II ?
c. Bagaimana penetapan model, strategi dan metode pembelajaran materi Fiqih
MI kelas 5 semester II ?
d. Bagaimana langkah-langkah pembelajaran Fiqih MI kelas 5 semester II ?
e. Bagaimana penetapan Media, Alat dan Sumber belajar yang digunakan pada
pembelajaran Fiqih MI kelas 5 semester II ?
f. Bagaimana evaluasi dan instrumennya (Autentik Asessement) yang
digunakan pada pembelajaran Fiqih MI kelas 5 semester II ?

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengembangan KI, KD dan Indikator


Kompetensi Inti adalah tingkat kemampuan untuk mencapai SKL yang harus
dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas. Kompetensi Dasar adalah
pengetahuan, ketrampilan dan sikap minimal yang harus dicapai oleh siswa untuk
menunjukkan bahwa siswa telah menguasai Standar Kompetensi. Sedangkan
Indikator yaitu perilaku yang dapat diukur atau diobservasi untuk menunjukkan
ketercapaian kompetensi dasar tertentu untuk dijadikan acuan penilaian yang
mencangkup pengetahuan, sikap dan keterampilan. Berikut ini pengembangan KI, KD
dan Indikator Fiqih MI kelas 5 semester II :

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar


1. Menerima dan menghayati ajaran 1.1 Meyakini qurban dan haji
agama Islam merupakan perintah agama
1.2 Meyakini hikmah melaksanakan
qurban
1.3 Meyakini hikmah melaksanakan
ibadah haji
2. Memiliki akhlak (adab) yang baik 2.1 Menunjukan sikap rela menerima
dalam beribadah dan berinteraksi dengan ketentuan melaksanakan kurban.
diri sendiri, sesama dan lingkungannya. 2.2 Menghargai sikap empati, peduli
dan menolong kepada kaum dhuafa
sebagai implementasi dari pemahaman
makna ibadah kurban.
2.3 Menunjukan sikap rela menerima
perintah ibadah haji dan umrah.

3. Memahami pengetahuan faktual dengan 3.1 Memahami ketentuan kurban.


cara mengamati (mendengar, melihat, 3.2 Mengetahui manfaat kurban.
membaca) dan menanya berdasarkan rasa 3.3 Memahami tata cara haji dan
umrah.
ingin tahu tentang al-qur’an, hadis, fiqih, 3.4 Mendeskripsikan perbedaan tata
akidah, dan sejarah islam cara haji dan umrah.
3.5 Mengetahui manfaat haji dan
umrah.

4. Menyajikan pengetahuan faktual terkait 4.1 Mendemonstrasikan tata cara


dengan pengembangan dari yang dipelajari kurban.
di madrasah 4.2 Mendemonstrasikan tata cara haji
dan umrah.

 Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar


Peserta didik mampu:
1) Menjelaskan pengertian qurban
2
2) Menjelaskan hukum qurban
3) Menjelaskan syarat berkurban

3
B. Penetapan Materi Fiqih MI kelas 5 semester II
I. Pengertian Qurban
Kurban disebut juga ‫ ”ااضلة ض‬yaitu
“‫ضضضضححييِةة‬ binatang ternak yang
disembelih pada hari raya nahr (kurban). Kurban secara bahasa berasal dari
Bahasa Arab Qoroba yang artinya “dekat”. Sedangkan secara istilah agama,
kurban adalah beribadah kepada Allah SWT dengan cara menyembelih hewan
tertentu pada hari raya haji dan hari-hari Tasyrik tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah
yang diniatkan semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ibadah kurban yang dilaksanakan pada hari-hari Tasyrik karena Allah
SWT, untuk menghidupkan syariat Nabi Ibrahim AS yang kemudian disyariatkan
pula kepada Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW telah bersabda yang
artinya:
”Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada hari raya kurban yang
lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya
hewan kurban itu pada hari kiamat kelak akan datang beserta dengan tanduk-
tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya dan sesungguhnya sebelum darah
kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka
beruntunglah kamu semua dengan (pahala) kurban itu..” (HR. Turmizi, Ibnu
Majah dan hakim).

II. Hukum Qurban


Melaksanakan qurban hukumnya sunnah Muakad atau sunnah yang
sangat dianjurkan dan mendekati wajib bagi mereka yang mampu atau memenuhi
syarat-syarat qurban. Ukuran mampu berkurban hakikatnya sama dengan
kemampuan seseorang hamba mengeluarkan sedekah yakni mempunyai
kelebihan harta setelah terpenuhi semua kebutuhan pokok sandang, pangan dan
papan serta kebutuhan penyempurna yang umum bagi seseorang. Jika seseorang
masih membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut maka
dia terbebas dari menjalankan sunnah kurban.
Hukum kurban bisa berubah menjadi wajib sebab berikut:
 Jika seseorang bernazar untuk berkurban
 Jika ia telah mengatakan ketika membeli (memiliki) hewan tersebut
“Ini adalah hewan udhiyyah” (kurban) atau dengan perkataan yang bermakna
sama.

4
III. Syarat-syarat qurban
 Islam
 Balight dan berakal
 Merdeka (bukan budak atau hamba sahaya)
 Mampu untuk berkurban
IV. Pembagian Daging Qurban
Daging kurbannya dapat dibagi tiga bagian, dengan ketentuan:
a. Satu bagian yaitu 1/3 dari daging kurban untuk yang berkurban dan
keluarganya
b. Satu bagian yaitu 1/3 dari daging kurban untuk disedekahkan kepada
fakir miskin
c. Satu bagian lagi yaitu 1/3 dari daging kurban disimpan tetapi tetap
disedekahkan kepada orang-orang yang membutuhkannya
Allah SWT berfirman:
Artinya:“ …maka makanlah sebagian dari padanya dan (sebagian lagi)
berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir
(QS. Alhajj: 28).
Jika kurban merupakan wasiat maka tidak boleh dimakan oleh orang
yang membuat kurban untuknya dan tidak boleh dibagikan kepada mereka
yang kaya atau mereka yang tidak berhak.

V. Hikmah Qurban
Dibawah ini hikmah (pelajaran yang bisa diambil) ibadah kurban antara lain:
1) Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim AS
2) Mendidik Jiwa kearah takwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT
3) Menghilangkan sifat tamak, rakus dan mewujudkan sifat murah hati
mau membelanjakan harta di jalan Allah
4) Menghapuskan dosa dan mengharap keridaan Allah SWT
5) Menjalin hubungan kasih sayang sesama manusia terutama antara
golongan berada dengan golongan yang kurang beruntung
6) Akan memperoleh kendaraan atau tunggangan ketika meniti titian Sirat
Al-Mustakim (jalan lurus) di akherat kelak.

5
C. Penetapan Model, Strategi dan Metode
 Penetapan Model
- Direct Instruction (model pengajaran langsung), untuk menguasai
kompetensi ini salah satu model pembelajaran yang cocok diantaranya
model ini. Direct Instruction diarikan sebagai instruksi langsung disebut
juga sebagai active learning yaitu mengacu kepada gaya mengajar
pendidik yang mengusung isi pelajaran kepada peserta didik dengan
mengajarkan, memberikan koreksi, dan memberikan penguatan secara
langsung pula.
 Penetapan Strategi
- Guided Teaching (PengajaranTerbimbing)
Strategi ini guru menanyakan satu atau lebih pertanyaan kepada siswa
untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa sebelum guru menjelaskan
tentang materinya. Dengan strategi ini guru dapat mengetahui apa yang
sudah atau belum dipahami oleh siswa.
- Cooperative learning
Strategi ini merupakan kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok
untuk bekerjasama saling membantu menyelesaikan tugas yang diberikan
oleh guru. Tiap kelompok dibagikan topik yang akan dibahas. Strategi ini
membantu peserta didik lebih mandiri dan percaya diri dengan
mengungkapkan pendapat dengan sesama temannya apa yang mereka
ketahui.
- Spatial
Strategi spatial yaitu pembelajaran yang menggunakan peta konsep dalam
belajarnya. Ini membantu siswa dalam menangkap atau mempermudah
siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Karena dalam peta konsep
siswa langsung mengetahui hal-hal penting atau inti dari pelajaran yang
diajarkan.
 Penetapan Metode
- Metode Ceramah
- Metode tanya jawab
- Metode diskusi

6
D. Langkah-Langkah Pembelajaran Fiqih
I. Kegiatan Awal
a. Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama
b. Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk
disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran
c. Guru menyapa peserta didik dengan memperkenalkan diri kepada
peserta didik.
d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
e. Guru mengajukan pertanyaan secara komunikatif materi sebelumnya
dan mengaitkan dengan materi kurban khususnya tentang pengertian,
hukum dan syarat kurban
II. Kegiatan Inti
a. Guru memperlihatkan peta konsep yang telah disiapkan sebelumnya
b. Guru meminta peserta didik menyebutkan arti, hukum dan syarat
berkurban
c. Guru meminta peserta didik menyebutkan dalil al-qur’an tentang
kurban
d. Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang
dikemukaan peserta didik tentang hasil kajiannya
e. Guru meminta peserta didik untuk membaca penjelasan tentang
kurban khususnya tentang arti, hukum dan syarat berkurban
f. Guru memberikan contoh membaca dalil Al-qur’an tentang kurban
khususnya terkait arti, hukum dan syarat berkurban
g. Sebagai evaluasi guru membuat sebuah permainan teka-teki silang
tentang salah satu materi dalam qurban seperti syarat berqurban.
(berkelompok)

III. Kegiatan Penutup


a. Guru memberikan penguatan dan menyimpulkan materi tentang
kurban khususnya terkait dengan arti, hukum dan syarat berkurban
b. Melontarkan beberapa pertanyaan kepada peserta didik tentang arti,
hukum dan syarat berkurban
c. Peserta didik menyalin kesimpulan dalam buku catatan masing-masing
d. Berdo’a bersama dibimbing oleh guru.

7
E. Peneetapan Media/Alat dan Sumber Belajar
 Media/Alat:
- Peta konsep
 Sumber Belajar:
- LKS Fiqih kelas 5 semester II
- Buku Paket Fiqih kelas 5 semester II

F. Evaluasi dan Instrumen (Autentik Asessesment)


 Penilaian Kognitif
Jodohkan soal dibawah ini dengan jawaban yang sesuai!
1. Qurban utamanya dimulai setelah sholat…. a. Sapi
2. Sholat idul adha dilaksanakan setelah sholat… b. idul
adha
3. Salah satu nama hewan yang dikurbankan…. c. subuh
4. Salah satu syarat berqurban… d. wajib
5. Hukum berqurban bagi yang mampu… e. islam
Pilihlah jawaban yang benar!
1. Al-Udhiyah ialah memotong hewan qurban pada…
a. Hari raya qurban
b. Hari lahir seseorang
c. Hari perkawinan
2. Dalil Al-qur’an tentang qurban terdapat pada surat…
a. Al-ikhlas
b. Al-kausar
c. Al-alak
3. Qurban bagi muslim hukumnya…
a. Fardu ‘ain
b. Sunnah muakad
c. Wajib setahun sekali
4. Menurut bahasa “qurban” memiliki arti…
a. Hampir
b. Jauh
c. Dekat

8
5. Salah satu hikmah qurban adalah, kecuali…
a. Menghidupkan sunnah nabi
b. Harta akan berkurang dan akan rugi
c. Mendidik untuk berjiwa takwa
6. Dibawah ini hewan yang sah untuk disembelih, kecuali…
a. Tidak kurus
b. Tidak buta
c. Tidak cukup umur
7. Hewan yang sah untuk dikorbankan adalah…
a. Sapi
b. Kucing
c. Bebek
8. Saat menyembelih qurban sunahnya menghadap…
a. Masjid
b. Mushola
c. Kiblat
 Penilaian Afektif

Beri tanda (contreng) pada kolom setuju (S) atau kolom tidak setuju (TS)

No Pertanyaan Setuju Tidak


Setuju
1 Setiap tahun pak Fulan berkurban agar
dianggap kaya oleh para tetanganya
2 Orang yang berkurban karena nazar berhak
mendapat bagian daging

3 Kulit daging kurban lebih baik dibuang saja


karena tidak bermanfaat

4 Pemotongan hewan kurban lebih baik di


Manhar atau tempat penyembelihan khusus

5 Orang miskin wajib berkurban

6 Fakir miskin berhak mendapat bagian


daging kurban
7 Kurban lebih baik dibagikan dalam keadaan
mentah

Mendahulukan membagi daging pada


8 saudara meskipun kaya harta dan jaraknya
jauh

9
9 Berkurban harus kaya dulu

10 Berkurban melatih untuk terbiasa memberi

10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam pembelajaran Fiqih MI kelas 5 semester II ini, pada materi “Qurban”,
khususnya pengertian, hukum, syarat, hikmah dan pembagian daging qurban.
Terdapat beberapa strategi yang dapat diaplikasikan yaitu Guided Teaching
(PengajaranTerbimbing), cooperative learning dan peta konsep. Selain itu metode
yang diaplikasikan yaitu metode ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab.
Media yang dapat digunakan kali ini yaitu menggunakan media peta konsep,
serta sumber belajar dari LKS dan buku paket Fiqih kelas 5 semester II.
Penilaian atau evaluasi : penilaian kognitif dan penilaian afektif
B. Saran
Dalam pembelajaran Fiqih kelas 5 semester II ini diperlukan adanya
kompetensi yang dimiliki oleh seorang guru dalam menyampaikan materi atau dalam
pembelajaran, seperti salah satunya kekreatifan seorang guru dalam mengatur suatu
proses pembelajaran, terutama pembelajaran Fiqih kelas 5 semester II. Karena perlu
adanya pemahaman yang cukup dalam siswa menangkap materi.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://www.bhinekaguru.info/info-guru/silabus-fiqih-sd-kurikulum-2013/
http://kangenpondok.blogspot.co.id/2016/07/buku-kurikulum-2013-mapel-fikih.html

12