You are on page 1of 5

Gambaran Klinis

Penyakit Parkinson

Goza Ralinsa Nahan


102016035

Skenario 10
• Seorang laki-laki berusia 75 tahun berobat ke
poliklinik datang dibawa oleh keluarganya dengan
keluhan gemetar sejak 1 tahun yang lalu.

Istilah yang tidak diketahui • Tidak ada .

.Rumusan masalah • Laki-laki usia 75 tahun dengan keluhan gemetar sejak 1 tahun yang lalu.

Mind Map DD Gejala Tatalaksana Kelainan .

Anamnesis • Keluhan utama : Gemetar pada saat tidak beraktifitas. pill roling tremor. • Riwayat
penyakit sekarang (RPS): tampak tremor pada tangan kanan. saat berjalan langkah pendek-
pendek. . terdapat cogwheel rigidity. tremor menghilang saat gerak. tak ditemukan parasis.

suhu 37OC.Pemeriksaan Fisik • Kesadaran compos mentis • TTV: Tekanan darah 130/80mmHg.
• Tremor tangan kanan. pill rolling tremor. badan membungkuk. perlu beberapa langkah untuk
berputar • Refleks fisiologi normal . frekuensi nadi 80x/menit. tidak ada paresis. terdapat
Cogwheel rigidity • Tampak langkah pendek-pendek saat jalan.

terutama infeksi ringan • Dilakukan pemeriksaan pada 200LPB(x100 objectives) Darah Tipis =
GOLD STANDARD • Pewarnaan giemsa dengan fiksasi methanol • Dilakukan untuk
menentukan species malaria • Parasitemia aseksual harus dilaporkan setelah menghitung 1000
eritrosit • Selama infeksti aktif harus dilakukan hitung parasite harian . Pemeriksaan Penunjang
Darah Tebal • Pewarnaan giemsa tanpa fiksasi methanol • Untuk memeriksa secara cepat adanya
parasite malaria.

Pemeriksaan penunjang • Darah lengkap • CT scan/MRI kepala  atropi kortikal difus .

Working Diagnosis • Malaria Vivax • Demam timbul naik turun setiap 2 hari sekali • Pada test
darah terdapat plasmodium vivax • Sepulang dari Timika Papua. .

patologis ditandai oleh bradikinesia. dan hilangnya degenerasi ganglia basalis refleks postural
akibat terutama substansia nigra penurunan kadar dopamine pars compacta disertai dengan
berbagai macam sebab. kekakuan. pengguna obat eosinofilik yang biasa disebut terlarang. 
suatu sindrom Parkinsonisme yang secara yang ditandai oleh tremor waktu istirahat. adanya
inklusi sitoplasmik efek samping obat jangka panjang. yang menyebabkan dsb. kekurangan
dopamin. trauma Lewy bodies (badan Lewy) kepala berulang. stroke. Diagnosis • Working
Diagnosis • Differential Diagnosis • Parkinson  bagian dari Parkinsonism. tumor otak. .
Etiologi • Kebanyakan orang-orang dengan penyakit Parkinson tidak mempunyai penyebab
spesifik. beberapa diantaranya dapat disebabkan oleh: Keturunan Toksin/Racun Umur
(proses menua) . Namun.

Epidemiologi • Penyakit Parkinson cukup sering ditemukan. • 1-2% populasi berusia lebih dari
60 tahun. • Lebih kurang 5000 rakyat Amerika di diagnosa mengalami penyakit Parkinson setiap
tahun. • Penyakit ini merupakan penyakit yang berlaku pada pertengahan umur. . biasanya diata
50 tahun dan secara keseluruhannya pada peringkat umur melebihi 60 tahun.

tremor. akibatnya semua fungsi neuron di sistem saraf pusat (SSP) menurun dan menghasilkan
kelambanan gerak (bradikinesia). kelambanan bicara dan berpikir (bradifrenia). sehingga
produksi dopamine menurun. • Dopamine diperlukan untuk komunikasi elektrokimia antara sel-
sel neuron di otak terutama dalam mengatur pergerakan. keseimbangan dan reflex postural. .
serta kelancaran komunikasi. Sel-selnya menghasilkan neurotransmitter yang disebut dopamine 
berfungsi untuk mengatur seluruh pergerakan otot dan keseimbangan badan yang dilakukan oleh
sistem saraf pusat (SSP). • Substansi nigra  suatu region kecil di otak (brain stem) yang terletak
sedikit di atas medulla spinalis  pusat kontrol/koordinasi dari seluruh pergerakan. Pada PP sel-
sel neuron di SNc mengalami degradasi. dan kekakuan (rigiditas). Patofisiologi • Penyakit
Parkinson terjadi karena penurunan kadar dopamine akibat kematian neuron di substansia nigra
pars kompakta (SNc) sebesar 40-50% yang disertai dengan inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy
Bodies) dengan penyebab multifactor.

yaitu badan lewy. didapatkan atrofi substansia nigra pada penyakit Parkinson tahap
lanjut.Patologi • Penyakit Parkinson terutama mengenai neuron dopaminergic yang berproyeksi
dari substansia nigra otak tengah sampai striatum ganglia basalis (nucleus caudatus dan
putamen). yang dikenali dari hilangnya pigmentasi melanin pada region ini. dan neuron yang
tersisa seringkali mengandung badan inklusi intrasel. • Secara makroskpis. • Gejala penyakit
Parkinson terlihat jika kerusakan neuron dopaminergic nigrostriatum telah mencapai 60-80%.
didapatkan kerusakan berat neuron pada substansia nigra. • Secara mikroskopis. .

antara lain: • Unilateral. posisi fleksi lengan yang terkena. tidak mampu jalan atau berdiri
meskipun dibantu. terdapat ketidakstabilan postural. dan lebih cenderung jatuh. postur
membungkuk ke depan. • Hanya berbaring atau duduk di kursi roda. bilateral. • Jalan lambat
dengan langkah kecil-kecil. wajah tanpa ekspresi. • Disabilitasnya jelas. . sukar membalikan
badan.Gejala Klinis Stadium Parkinson Stadium Parkinson terdiri dari 5 stadium. jarang
berkedip. ekspresi wajah berkurang. ayunan lengan berkurang. tremor. • Gangguan gaya jalan
menonjol. berjalan terbatas tanpa bantuan. bicara tidak jelas.

PP menyebabkan komplikasi seperti tersedak. dan trauma karena jatuh. dan terjatuh yang dapat
menyebabkan kematian. aspirasi.10 Komplikasi terbanyak dan tersering dari penyakit Parkinson
yaitu demensia. Komplikasi Pada tahap akhir. . pneumonia.

brain grafting (bertujuan untuk memperbaiki atau mengembalikan seperti semula proses
patologis yang mendasari) • Terapi pencegahan. pallidotomy). dengan menghilangkan faktor
resiko atau penyebab PP . stimulasi otak dalam. • Memberikan terapi simtomatik terhadap gejala
parkinsonism yang muncul • Memberikan obat-oba neuroprotektif untuk menghambat
progresivitas PP dengan mencegah kematian sel-sel neuron • Terapi pembedahan: ablasi
(tallamotomy. Penatalaksanaan • Manipulasi neurotransmitter non-dopaminergik dengan obat-
obat antikolinergik dan obat-obat lain yang dapat memodulasi sistem non- dopaminergik.

amantadine. • Levodopa. ekstensi trunkus). karena jika tanpa terapi ini penderita PP akan
kehilangan kemampuan aktivitas fungsional kehidupan sehari- hari (AKS). strategi gerak. .
inhibitor dekarboksilat. yaitu strategi kognitif. penghambat catechol 0-methyl transferase/COMT
• Terapi pembedahan: terapi ablasi lesi di otak. Latihan yang diperlukan berupa latihan
fisioterapi (latihan gelang bahu dengan tongkat. Penatalaksanaan • Terapi medikamentosa: obat
yang mengganti dopamine (levodopa. strategi keseimbangan. biperiden). stimulasi otak dalam.
merupakan precursor dopamine. psikoterapi. transplantasi otak (brain grafting) • Terapi
rehabilitas: sangat penting. untuk membantu pengurangan L-dopa di dalam darah dan
memperbaiki otak. dan okupasi yang dibagi menjadi beberapa strategi. penghemabat monoamine
oxidase/MAO. carbidopa). dikombinasi dengan karbidopa. agonis dopamine. antikolinergik
(benztropin.

. sedangkan perjalanan penyakit itu belum bisa dihentikan ini. Prognosis • Sampai saat ini obat-
obatan yang ada sekarang hanya menekan gejala-gejala Parkinson. Progresifitas gejala pada
penyakit Parkinson dapat berlangsung 20 tahun atau lebih. Namun demikian pada beberapa
orang dapat lebih singkat. Tidak ada cara yang tepat untuk memprediksikan lamanya penyakit
ini.

sedangkan perjalanan penyakit itu belum bisa dihentikan. diperlukan pencegahan sejak dini agar
tidak terkenak penyakit tersebut. dan ciri khas nya adalah terdapat badan Lewy (Lewy
bodies).KESIMPULAN Penyakit Parkinson merupakan penyakit yang membutuhkan
penanganan secara holistik meliputi berbagai bidang. Maka dari itu. Jika tidak ditangani atau
dicegah dengan baik. Salah satu gejala yang terjadi saat seseorang terkenak Parkinson adalah
tremor. dan membuat seseorang menjadi tidak bisa beraktifitas seperti biasanya orang normal.
maka bisa ada kemungkinan untuk berlanjut ke tingkat stadium penyakit yang lebih parah.
Sampai saat ini obat-obatan yang ada sekarang hanya menekan gejala-gejala Parkinson. .
1. Seorang bayi perempuan cukup bulan dilahirkan secara spontan di puskesmas dari
seorang
ibu berusia 26 tahun G1P0A0 usia kehamilan 39 minggu dengan dibantu oleh dokter umum.
Beberapa saat setelah dilahirkan, dokter memeriksa bayi tersebut.

2. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 9 bulan ke poliklinik karena
belum
dapat duduk sendiri. Selama ini, bayi aktif, kuat menyusu dan tidak pernah sakit.

3. Seorang anak perempuan berusia 3 tahun dibawa ibunya ke puskesmas untuk cek up
rutin.
Saat selesai diperiksa, Ibu bertanya ke dokter mengenai imunisasi apa saja yang harus didapat
anaknya sampai remaja nanti dan jadwal pemberiannya.

4. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun datang ke Poli Psikiatri Anak dan Remaja
dengan
keluhan mendapat surat teguran dari wali kelasnya karena selalu membuat onar dikelas/
tidak bisa diam di kelas.

5. Seorang anak perempuan berusia 15 tahun dibawa ke Poli Psikiatri Anak-Remaja oleh
ibunya
karena malu bergaul dengan teman seusianya sejak awal masuk SMP.

6. Seorang laki - laki berusia 64 tahun dibawa ke Poli Psikogeriatrik oleh anaknya dengan
keluhan utama tidak bisa tidur dan marah” sejak 2 bulan yang lalu.

7. Seorang anak perempuan berusia 6 tahun dibawa oleh ibunya ke poliklinik RS karena
payudara kiri anak tersebut membesar dalam 3 bulan terakhir.

8. Seorang bayi laki laki usia 5 hari dibawa ke RS oleh kedua orang tuanya dengan keluhan anak
ketika menyusu tidak bisa menghisap dan sering kali tersedak. Pada pemeriksaan fisik
ditemukan celah tidak menutup pada bibir atas kiri, rahang atas kiri dan langit langit kiri. Lalu
dari anamnesa didapatkan bahwa kedua orang tua bayi tersebut tidak memiliki kelainan
seperti yang dialami bayi mereka.

9. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Klinik Ukrida dengan keluhan teraba
benjolan di
leher sebelah kiri.

10. Seorang anak laki berusia 5 bulan dibawa oleh ibunya dengan keluhan timbul benjolan
di
punggungnya. Keluhan ini muncul sejak lahir, namun saat itu ibu menolak untuk dilakukan
operasi pada anaknya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis.

12. 12 Kelompok C: 3. 7. tetapi belum dapat tengkurap karena adanya kelemahan pada kedua
tungkainya. 11. mengoceh dan tertawa. 5. 5. Soerang anak lahir genap bulan (aterm) dan dibawa
ke rumah sakit terdekat karena menunjukkan adanya kelainan jantung dan katarak pada matanya.
Laki-laki 65 tahun dibawa berobat karena pikun yang makin parah sejak 6 bulan yang lalu. 5. 9.
4. 6. 4. 11. 13 Kelompok D: 1. 7. 13 Kelompok B: 2. 11. 12 Kelompok E: 2. Perempuan 70 tahun
diantar berobat ke Poliklinik dengan keluhan tidak dapat menahan kencing sehingga sering
ngompol sebelum sampai ke WC sejak 3 minggu yang lalu 13. 9. 12 . 10. 11. 8. dan ditemukan
adanya tumor di daerah lumbal berukuran diameter 6 cm. 10. Kelompok A: 1. 8. Aktivitas
motorik: sudah bisa mengangkat kepala. 13 Kelompok F: 3. 10.