You are on page 1of 8

E-Journal Keperawatan (ekp) Volume 4 Nomor 1, Februari 2016

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN STRES DENGAN KEJADIAN


HIPERTENSI GRADE 1 DAN 2 PADA IBU HAMIL
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMONJI
KECAMATAN PALU BARAT

Risky Wulan Ramadani Taslim


Rina Kundre
Gresty Masi

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran


Universitas Sam Ratulangi
E-mail :risky.wulan16@yahoo.com

Abstract :One of the psychological changes experienced by pregnant mother are feelings of anxiety,
fear, and depressed. If all of them felt by pregnant mother it is called stress. Physical changes of
pregnant mother causes increasing metabolism energy, because of that the need of energy and other
nutrients increases during pregnancy. The physical changes of pregnant mother are change of
appetite and eating habits. If all problem can not be controled by pregnant mother it can cause
health problem of pregnant mother, especially hypertension. The purpose of this study was to
describe the relationship between dietary pattern and stress with the incidence of hypertension in
pregnant women at the working areas of health center Kamonji West Palu Subdistrict.Research
Methodsin this analytic survey is using cross sectional approach. Sampling technique is total
sampling with a sample size of 35 respondent. The analysis was performed using Fisher Exact test
statistic with degrees of confidence of 95% (a=0.05). The results showed that there is a relationship
between dietary pattern with hypertension in pregnant women with p-value of 0.012 (<0.05) and there
is a relationship between stress with the incidence of hypertension in pregnant women, with p-value
of 0.000 (<0,05).Conclusion of the study show that there is correlational of diet and stress with
hypertension grade 1 dan 2 pregnant women at the working areas of health center Kamonji West
Palu Subdistrict. Suggestion to decrease the hypertension in pregnant women incident, the risk
factors need to be managed.

Keyword :Dietary Pattern, Stress, Hypertension grade 1 and 2 in Pregnancy

Abstrak :Salah satu perubahan psikologis yang di alami ibu hamil yakni perasaan cemas, takut,
bahkantertekan, apabila ke tiganya dirasakan oleh ibu hamil maka hal tersebutlah yang dinamakan
stres. Perubahan fisik yang terjadi pada ibu hamil menyebabkan meningkatnya metabolisme energi,
karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan, hal ini mendorong
perubahan selera makan dan pola makan ibu hamil yang pada umumnya meningkat.Jika kedua hal ini
tidak dikontrol maka dapat menyebabkan masalah kesehatan pada ibu hamil salah satunya adalah
hipertensi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara pola makan dan stres
dengan kejadian hipertensi grade 1 dan 2 pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kamonji
Kecamatan Palu Barat.Metode penelitian survei analitik ini menggunakan pendekatan cross
sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total samplingdengan jumlah sampel
sebanyak 35 responden. Analisis dilakukan menggunakan uji statistik Fisher Exactdengan derajat
kepercayaan 95% (a=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan
dengan kejadian hipertensi grade 1 dan 2 pada ibu hamil dengan p-value 0,012 (<0,05) serta ada
hubungan antara stres dengan kejadian hipertensi grade 1 dan 2 pada ibu hamil, dengan p-value 0,000
(<0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola makan dan stres dengan
kejadian hipertensi grade 1 dan 2 pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kamonji Kecamatan
Palu Barat.Saran untuk menurunkan angka kejadian hipertensi pada ibu hamil diperlukan
pengendalian faktor risiko hipertensi dalam kehamilan.

Kata Kunci : Pola Makan, Stres, Hipertensi grade 1 dan 2 pada Ibu Hamil
E-Journal Keperawatan (ekp) Volume 4 Nomor 1, Februari 2016

PENDAHULUAN kematian ibu yang adalah eklamsia (24%),


Ibu hamil merupakan salah satu kelompok sedangkan persentase tertinggiketiga penyebab
di dalam masyarakat yang paling mudah kematian ibu melahirkan adalah infeksi (11%),
menderita gangguan kesehatan. Selama kemudian disusul abortus (5%), partus lama
kehamilan, ibu hamil akan mengalami atau macet (5%), emboli obstetri (3%),
perubahan fisik dan perubahan psikologis komplikasi masa puerpureum (8%), dan
(perasaan cemas, takut, tertekan) (Guyton, lainlain (16%).
2008). Perubahan fisik pada kehamilan Hal ini berdampak pada Angka Kematian
menyebabkan meningkatnya metabolisme Ibu (AKI) di Indonesia dimana menurut data
energi, oleh karena itu kebutuhan energi dan World Health Organization (2014), pada tahun
zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan 2013 AKI sebesar 190/100.000 kelahiran
(Walker, 2012). hidup sedangkan target Millenium
Menurut Prawirohardjo (2009), kehamilan Developmen Golds (MDG’s) padatahun 2015
dapat mengubah selera makan dan pola makan untuk AKI 102/100.000 kelahiran hidup. AKI
(kebiasaan mengidam), dimana pada sejak tahun 1991 cenderung mengalami
umumnya nafsu makan wanita hamil akan penurunan. Meskipun AKI di Indonesia terus
meningkat, hal ini menjadi penyebab diet menurun namun tingkat kematian ibu di
makanan menjadi tidak seimbang sehingga Indonesia masih tergolong tinggi
dapat menyebabkan komplikasi antara lain dibandingkan dengan negara-negara anggota
hipertensi pada ibu hamil.Menurut Romauli ASEAN (The Association of Southeast Asian
(2014) beberapa jenis makanan yang dapat Nations) dan menempati urutan ke 3 tertinggi
menyebabkan terjadinya hipertensi yaitu di kawasan ASEAN.
seperti jeroan, keripik asin, otak-otak, Jumlah kematian ibu di Sulawesi Tengah
makanan dan minuman yang didalam kaleng yaitu sebesar 247 jiwa, dimana kota Palu
(sarden, kornet). Adapun frekuensi makan menempati urutan ke 3 tertinggi di antara
yang dapat memicu timbulnya kejadian kabupaten atau kota pada provinsi Sulawesi
hipertensi pada penelitian Romauli (2014) Tengah yaitu dengan jumlah AKI sebesar 11
diperoleh bahwa responden pada kelompok jiwa pada tahun 2010.Penyebab utama
kasus lebih banyak dengan pola makan tidak kematian ibu di Sulawesi Tengah adalah
baik, hal ini menunjukkan bahwa responden pendarahan (40%), preeklamsia/eklamsia
pada kelompok kasus banyak yang makan (25%), dan infeksi (15%), lain-lain (20%)
daging, makan yang berlemak, makanan (Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi
gorengan, makanan yang mengandung garam Sulawesi Tengah, 2010). Berdasarkan survei
= 3 kali dalam seminggu sebesar 70%. awal yang dilakukan oleh peneliti di wilayah
Perubahan psikologis pada ibu hamil salah kerja Puskesmas Kamonji, pada 6 bulan
satunya yaitu stres. Stres pada ibu hamil terakhir (mei-oktober) di tahun 2015 pada 5
berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan pustu (Puskesmas Pembantu), kunjungan ibu
bayi yang akan dilahirkannya, persiapan biaya hamil untuk memeriksakan kehamilannya
yang dibutuhkan saat persalinan, dan yaitu sebanyak 369 ibu dengan angka kejadian
perawatan bayi yang akan dilahirkan. hipertensi pada ibu hamil yaitu sebanyak 34
Ketakutan pada ibu hamil meliputi ketakutan ibu. Jika hal ini tidak ditangani, bukan tidak
akan kematian setelah melahirkan (Hati, mungkin di tahun 2015 akan terjadi
2013).Menurut Tobing (2007) dalam peningkatan AKI yang disebabkan banyaknya
Qodriyah, L (2013), ibu hamil yang ibu hamil dengan kasus risiko tinggi dalam hal
mengalami stres dapat mengakibatkan tekanan ini kasus hipertensi pada ibu hamil. Dari hasil
darahnya naik. Penelitian Saptono, Rea, dan wawancara dengan 7 ibu hamil hipertensi yang
Probo (2013), menyatakan bahwa penyebab sedang melakukan pemeriksaan kehamilan di
kematian ibu paling umum di Indonesia yakni wilayah kerja Puskesmas Kamonji, didapatkan
pendarahan yang menempati persentase data 4 dari E-Journal Keperawatan (ekp)
tertinggi penyebab kematian ibu Volume 4 Nomor 1, Februari 2016 ibu hamil
(28%),persentase tertinggikedua penyebab mengatakan bahwa selama masa kehamilan,
mereka menjadi lebih sering “ngidam” Guttman.Pola makan diukur dengan
dengan mengkonsumsi “Kaledo” yaitu memberikan skor terhadap kuesioner yang
merupakan makanan tradisional khas Palu telah diberi bobot. Jumlah pertanyaan
yang terbuat dari olahan daging sapi. sebanyak 8 dan total skor sebesar 16 dengan
Sedangkan 3 ibu hamil mengungkapkan kategori pola makan tidak baik jika responden
bahwa mereka merasa risau & bingung memperoleh skor = 12, dan pola makan baik
dengan masalah yang mereka alami salah jika responden memperoleh skor >12.
satunya masalah dalam keluarga.Selain itu Sedangkan kuesioner stres yang peneliti
juga, saat di lakukan pemeriksaan tekanan gunakan yakni instrumen penelitian yang telah
darah pada 6 ibu hamil tersebut, rata-rata ibu digunakan oleh Sugiyanti (2015) dengan nilai
hamil memiliki hipertensi pada derajat 1 dan Cronbach’s Alpha 0,738. Kuesioner stress
2.Oleh sebab itu, peneliti melakukan penelitian ibuhamil terdiri dari 24 pernyataan yang
tentang hubungan pola makan dan stres dikaitkan dengan skala likert. Total skor
dengan kejadian hipertensi grade 1 dan 2 pada sebesar 96, dengan kategori responden
ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas mengalami stres, jika memperoleh skor = 60,
Kamonji Kecamatan Palu Barat. dan tidak stres, jika responden memperoleh
skor > 60.
METODE PENELITIAN Pengolahan data yang diperoleh dari hasil
Jenis penelitian ini adalah penelitian penelitian ini diolah secara manual dengan
Cross Sectional yaitu merupakan suatu mengelompokkan hasil dari lembar kuesioner
penelitian untuk mempelajari dinamika yang dibagikan dan selanjutnya dilakukan
korelasi antara faktor-faktor risiko dengan analisis menggunakan program pengolah uji
efek, dengan cara pendekatan, observasi atau statistik.Setelah itu diolah menggunakan
pengumpulan data sekaligus pada suatu saat sistem komputerisasi, tahapan-tahapan
(point time approach) (Notoatmodjo, 2012). tersebut yaitu Editing, Coding, Scoring, Data
Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja entry, dan Tabulating. Analisa data dalam
Puskesmas Kamonji Kecamatan Palu Barat penelitian ini yaitu analisa univariat yang
Provinsi Sulawesi Tengah, pada bulan dilakukan untuk mengetahui distribusi
Desember 2015.Populasi dalam penelitian ini frekuensi dari masingmasing variabel yang
adalah seluruh ibu hamil hipertensi yang diteliti, baik variable independen (pola makan
datang memeriksakan kehamilannya di dan stres) maupun variabel dependen
pustupustu wilayah kerja Puskesmas Kamonji (hipertensi grade 1 dan 2 pada ibu
pada Mei 2015 sampai November 2015 yaitu hamil).Analisa bivariat yaitu analisa yang
sejumlah 35 ibu hamil. dilakukan untuk melihat kemaknaan
Teknik dalam pengambilan sampel dalam hubungan antara variabel dependen dan
penelitian ini adalah total sampling. Total variabel independen. Pengujian dalam
sampling adalah teknik pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
dimana jumlah sampel sama dengan populasi SPSS dan dengan uji Fisher Exact, dimana
(Sugiyono, 2006). Instrumen penelitian yang tingkat kemaknaan atau tingkat kepercayaan
digunakan dalam penelitian ini adalah 95% (a = 0,05). Dalam melakukan penelitian,
lembaran kuesioner, sphygmo-manometer dan peneliti memperhatikan masalah-masalah etika
stethoscope.Responden di ukur tekanan penelitian yang meliputi Informed Consent,
darahnya dengan menggunakan Anonimity, dan Confidentiality.
sphygmomanometer dan stethoscope yang
telah terstandarisasi.Kemudian lembaran
kuesioner dibagikan kepada responden yang
memenuhi syarat, dimana kuesioner yang
digunakan yaitu kuesioner pola makan dan
kuesioner stres. Dalam penelitian ini peneliti
menggunakan instrumen penelitian yang telah
digunakan oleh Romauli (2014) dengan nilai
E-Journal Keperawatan (ekp) Volume 4
Nomor 1, Februari 2016

HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan


Karakteristik Responden Pendidikan

Tabel 1.Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan n %


Umur Ibu
SD 1 2,9
SMP 8 22,9
Umur Ibu N %
SMA 16 45,7
(tahun)
D3 2 5,7
<20 0 0
S1 8 22,9
20-35 28 80.0
Total 35 100.0
>35- 7 20.0
Total 35 100.0
Mayoritas subjek penelitian mempunyai
latar belakang pendidikan tamat SMA atau
Berdasarkan tabel di atas diperoleh sederajad yakni berjumlah 16 responden
gambaran bahwa sebagian besar responden dengan persentase 45,7%. Hasil penelitian
berumur antara 20-35 tahun (80 %).Sedangkan Kusika, Masni, dan Syafar (2014)
usia ibu hamil yang beresiko tinggi (>35 membuktikan bahwa pendidikan merupakan
tahun) sebanyak 7 responden.Menurut faktor risiko terhadap kejadian preeclampsia
Kementrian Kesehatan RI (2013), usia ibu melalui uji Odds Ratio dan uji regresi logistic
hamil yang beresiko tinggi yaitu usia ibu yang berganda.Namun hasil penelitian Sambara,
terlalu muda (<20 tahun) dan usia ibu yang Muis, dan Rahim (2010), mengungkapkan
terlalu tua (>35 tahun). bahwa pendidikan tidak berhubungan dengan
tingkat stres pada ibu hamil.Berdasarkan hasil
Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan penelitian ini, ibu hamil yang mengalami stres
Usia Kehamilan disertai hipertensi grade 2 memiliki latar
belakang pendidikan tertinggi yaitu S1, namun
Umur N % terdapat juga ibu hamil yang tidak mengalami
Kehamilan stres disertai hipertensi grade 1 dimana
Trimester 1 2 5,7 memiliki latar belakang pendidikan S1 dan
Trimester 2 8 22,9 SD.
Trimester 3 25 71,4
Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan
Total 35 100.0 Pekerjaan

Berdasarkan tabel tersebut didapatkan Pekerjaan n %


bahwa usia kehamilan responden sebagian IRT 17 48,6
besar berada di trimester 3 yakni berjumlah 25
responden (71,4%) lebih banyak di Honorer 1 2,9
bandingkan trimester 1 dan 2.Hasil dari Buruh 2 5,7
penelitian Sugiyanti (2015), membutikan Pedagang 1 2,1
bahwa ibu hamil yang mengalami stres yaitu Karyawan S 7 20.0
terdapat pada trimester 2 dan 3. Penyebab stres PNS 5 14,3
pada ibu yang akan menghadapi persalinan Wirausaha 2 5,7
menurut hasil penelitian Lestari (2009) adalah
Total 35 100.0
ibu merasa takut bayi yang dilahirkan cacat,
takut salah satu diantara mereka (ibu dan
bayi) meninggal, takut dengan rasa sakit,
takut tidak bisa melahirkan normal, dan
kurang siap mental.
E-Journal Keperawatan (ekp) Volume 4 Tabel 6.Distribusi Gambaran Pola Makan pada
Nomor 1, Februari 2016 Responden

Pekerjaan responden terbesar yakni Makan n %


sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) yang Tidak Baik 27 77,1
berjumlah 17 responden dengan persentase Baik 8 22,9
48,6 % dan pekerjaan responden yang terkecil
Total 35 100.0
jumlahnya yakni honorer dan pedagang
dimana masing-masing berjumlah 1
responden.Hasil penelitian Indriani (2012) Berdasarkan tabel di atas diperoleh jumlah
membuktikan bahwa status pekerjaan responden dengan pola makan tidak baik
mempunyai hubungan yang signifikan sebesar 27 responden (77,1%). Hal ini
terhadap preeklamsia.Selain itu juga ada menunjukkan bahwa responden tersebut
hubungan bermakna antara pekerjaan dengan banyak yang makan daging, makan yang
tingkat stres pada ibu hamil (Sambara, Muis, berlemak, makanan gorengan, makanan yang
dan Rahim, 2010). Pada penelitian ini terdapat mengandung garam = 3 kali dalam seminggu
6 ibu hamil bekerja yang mengalami stres, dan Jumlah responden dengan pola makan baik
4 ibu hamil sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga) sebesar 8 responden (22,9%). Hal ini
yangmengalami stres. menunjukkan bahwa beberapa responden
Berdasarkan keterangan ibu hamil yang membatasi makan daging, makan yang
sebagai IRT dan mengalami stres, bahwa berlemak, makanan gorengan, makanan yang
mereka memiliki beberapa masalah rumah mengandung garam kesehariannya dan mereka
tangga yang berebeda-beda, seperti masalah lebih banyak dengan mengkonsumsi
ekonomi, masalah dengan keluarga, dan sayursayuran dan buah-buahan.
kecemasan akan kehamilan maupun Menurut Fikawati, Syafiq, & Karima
persalinan. Sedangkan pada ibu yang bekerja, (2015), jika ibu hamil mengalami hipertensi,
mereka mengakui bahwa mereka memiliki maka batasi Na (garam maksimal ½ sdt/hari),
masalah tuntutan pekerjaan. tidak mengonsumsi makanan dengan Na tinggi
(ikan asin), monosodium glutamate (MSG),
Tabel 5.Distribusi Kejadian Hipertensi Pada kafein, dan makanan awetan : kecap, keju, dan
Responden sebagainya.
Hipertensi N %
Tabel 7. Distribusi Gambaran Stres pada
1 21 60.0 Responden
2 14 40.0 Kategori n %
Total 35 100.0 Stres
Tidak Stres 25 71,4
Tabel 5 menunjukkan bahwa jumlah Stress 10 28,6
responden yang mengalami hipertensi grade 1
Total 35 100.0
lebih besar daripada hipertensi grade 2,
persentase responden yakni 60% (21
responden) pada grade 1 dan grade 2 sebesar Tabel 7 menunjukkan bahwa jumlah
40 % (14 responden).Seseorang dikatakan responden yang mengalami stres sebesar 10
hipertensi jika tekanan darah sistolik = 140 responden (28,6%) dan jumlah responden
mmHg atau tekanan darah diastolik = 90 yang tidak stres sebesar 25 responden
mmHg (JNC(Joint National Committee) VIII, (71,4%).Berdasarkan keterangan dari ibu
2015).Reeder dan Koniak (2011), peningkatan hamil yang mengalami stres, bahwa berbagai
tekanan sistolik menetap sebesar 30 mmHg macam masalah yang mereka alami yaitu
atau peningkatan tekanan diastolik sebesar 15 diantaranya masalah ekonomi, keluarga,
mmHg merupakan indikasi adanya keadaan pekerjaan, dan rasa cemas terhadap kehamilan
yang abnormal, kemungkinan yang paling maupun persalinan yang akan mereka jalani.
besar adalah preeklamsia.
E-Journal Keperawatan (ekp) Volume 4 kali seminggu sementara porsi makanan
Nomor 1, Februari 2016 sehari-hari juga sudah meningkat.
Zakiah, Mato, dan Sjafaraenan (2012) juga
Berbagai macam faktor dapat mencetus membuktikan dengan uji Chi Squarebahwa
stres pada ibu hamil yaitu ketidaknyamanan terdapat pengaruh antara nutrisi dengan
selama kehamilan (mual, muntah, konstipasi, terjadinya hipertensi pada ibu hamil, karena
backache), pekerjaan, khawatir akan asupan nutrisi ibu hamil yang tidak seimbang
persalinan maupun kondisi bayi, dan sehingga dapat menyebabkan sumber energy
perubahan hormone (Marchofdimes’s, 2012). yang berlebihan. Pada penelitian ini terdapat
responden yang pola makannya baik namun
Tabel 8. Hubungan Pola Makan dengan mengalami hipertensi grade 1 yaitu berjumlah
Kejadian Hipertensi Grade 1 Dan 2 pada Ibu 8 responden (22,9 %). Hal ini dapat terjadi
Hamil karena factor risiko terjadinya hipertensi pada
Hipertensi kehamilan bukan hanya pola makan. Hasil
Pola Hipertensi Hipertensi p penelitian Indriani (2012) membuktikan
Makan Grade 2 Grade 1 bahwa faktor-faktor yang berhubungan secara
signifikan dengan kejadian preeklamsia di
n % n % RSUD Kardinah Kota Tegal antara lain faktor
Tidak 14 40,0 13 37,1 umur, usia gestasi, dan faktor status pekerjaan
Baik ibu.
0,012
Baik 0 0 8 22,9
Total 14 40,0 21 60,0 Tabel 9 Hubungan Stres dengan Kejadian
Hipertensi Grade 1 dan 2 pada Ibu Hamil
Hasil analisis hubungan antara pola makan Hipertensi
dengan kejadian hipertensi grade 1 dan 2 pada Hipertensi Hipertensi p
Stress
ibu hamil menunjukkan responden yang pola Grade 2 Grade 1
makannya tidak baik dan mengalami n % n %
hipertensi grade 2 sebanyak 14 responden Stres 10 28,6 0 0
(40,0%) dari total 14 responden yang
mengalami hipertensi grade 2. Sedangkan Tidak 4 11,4 21 60,0
0,000
subjek penelitian yang pola makannya tidak Stres
baik dan mengalami hipertensi grade 1 Total 14 40,0 21 60,0
sebanyak 13 responden (37,1 %) dari 21
responden (60,0%). Kemudian untuk subjek Hasil analisis hubungan antara stress
penelitian yang pola makannya baik dan dengan kejadian hipertensi grade 1 dan 2 pada
mengalami hipertensi grade 1 yakni sebanyak ibu hamil menunjukkan responden yang stress
8 responden (22,9%) dari 21 responden. dan mengalami hipertensi grade 2 sebanyak
Berdasarkan hasil uji dengan tingkat 10 responden (28,6%) dari total 14 responden
kepercayaan 95% menunjukkan nilai p = (40,0%). Subjek penelitian yang tidak stress
0,012. Nilai p ini lebih kecil dari nilai a = 0,05. dan mengalami hipertensi grade 2 sebanyak 4
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa responden (11,4%) dari total 14 responden.
terdapat hubungan yang bermakna antara pola Sedangkan subjek penelitian yang tidak stress
makan dengan terjadinya hipertensi pada ibu dan mengalami hipertensi grade 1 sebanyak
hamil di wilayah kerja Puskesmas Kamonji 21 responden (60,0%) dari total 21 responden
Kecamatan Palu Barat. Hal ini sejalan dengan yang mengalami hipertensi grade 1.
penelitian yang dilakukan oleh Chairiah Berdasarkan hasil uji dengan tingkat
(2012) di RSU Tanjung Pura ditemukan 28 kepercayaan 95% menunjukkan nilai p =
responden (53,3%) ibu hamil hipertensi E-Journal Keperawatan (ekp) Volume 4
dimana responden lebih banyak Nomor 1, Februari 2016 0,000. Nilai p ini
mengkonsumsi makan karbohidrat yang cukup lebih kecil dari nilai a = 0,05. Hal tersebut
tinggi seperti mengkonsumsi jajanan seperti menunjukkan bahwa terdapat hubungan
gorengan, biskuit, keripik hampir setiap hari di antara stres dengan kejadian hipertensi grade 1
konsumsi, dan ditemukan juga ibu yang sering dan 2 pada ibu hamil. Hasil penelitian ini
mengkonsumsi bakso, mie goreng minimal 3 sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya
yang dilakukan oleh Sugiharto (2007) dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi
uji Chi Square dimana stres mempunyai Sulawesi Tengah.(2010). Profil
hubungan yang bermakna dengan kejadian Kesehatan Provinsi Sulawesi
hipertensi. Penelitian Zakiah, Mato, dan Tengah.Palu : Penulis.
Sjafaraenan (2012) membuktikan bahwa Fikawati, S., Syafiq, A., & Karima, K.
terdapat pengaruh antara stres dengan (2015).Gizi Ibu Dan Bayi. Jakarta : PT
terjadinya hipertensi pada ibu hamil karena Raja Grafindo Persada.
tidak mampu mengatasi masalah yang Guyton, A.C., dan Hall, J.E. (2008). Buku
dihadapi yaitu mental, fisik, dan emosional. Ajar Fisiologi Kedokteran.Edisi 11.
Pada penelitian ini terdapat responden yang Jakarta: EGC.
tidak stres tetapi mengalami hipertensi, hal Hati P.S. (2013).Kecemasan pada Ibu Hamil
tersebut dapat terjadi karena hipertensi bukan Primigravida Trimester Pertama.
hanya di sebabkan oleh stres, namun dapat Universitas Putra Indonesia: Padang.
disebabkan oleh pola makan tidak baik yang September 27, 2015.
sesuai dengan hasil penelitian ini.Selain itu http://sisfo.upiyptk.ac.id/ejournal/ourwor
juga banyak faktor risiko yang dapat k.php
menyebabkan terjadinya hipertensi pada ibu Hawari.D. (2008).Manajemen Stres, Cemas
hamil. Beberapa faktor risiko preeklamsia dan Depresi. Jakarta: Fakultas
berdasarkan hasil penelitian Kusika, Masni, Kedokteran Universitas Indonesia.
dan Syafar (2014) yaitu pendidikan, September 27, 2015.
sosialekonomi dan riwayat http://perpus.yarsi.ac.id/baru1/common.p
preeklampsia/eklampsia.Reeder dan Koniak hp?page=tampil_buku_all&kode=14292
(2011) menyatakan bahwa faktor risiko Indriani, Nanien. (2012). Analisis Faktor-
terjadinya hipertensi akibat kehamilan yaitu Faktor Yang Berhubungan dengan
primigravida, gromeluronefritis, gestasi Preeklamsia/ Eklamsia Pada Ibu Bersalin
multiple, hidramnion, janin yang besar, mola Di Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah
hidatidiform, dan hidrops fetalis. Kota Tegal.Januari 18, 2016.
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/203200
SIMPULAN 37-S-Nanien%20Indriani.pdf
Sebagian besar pola makan pada ibu hamil Junaidi, I. (2010). Hipertensi, Pengenalan,
di wilayah kerja Puskesmas Kamonji Pencegahan, dan Pengobatan. BIP
Kecamatan Palu Barat berada pada kategori Kelompok Gramedia: Jakarta. Januari 28,
pola makan tidak baik (77,1 %).Sebagian 2016.
besar stres pada ibu hamil di wilayah kerja http://akperadihusada.ac.id/perpustakaan/
Puskesmas Kamonji Kecamatan Palu Barat detailbooks.php?page=3&idbook=4272&
berada pada kategori stress (28,6%). Sebagian judul=Hipertensi%20:%20Pengenalan,%
besar responden mengalami hipertensi grade 1 20Pencegahan%20dan%20Pengobatan
dengan persentase 60%, sedangkan persentase Joint National Committee 8. (2015, June 1).
hipertensi grade 2 sebesar 40%. Terdapat Hypertension: The Silent Killer: Updated
hubungan antara pola makan dan stres dengan JNC-8 Guideline Recommendations.Oct
kejadian hipertensi grade 1 dan 2 pada ibu 3, 2015.
hamil di wilayah kerja Puskesmas Kamonji http://c.ymcdn.com/sites/www.aparx.org/
Kecamatan Palu Barat. resource/resmgr/CEs/CE_Hypertension_
The_Silent_K.pdf
Kementrian Kesehatan RI. (2013). Situasi
DAFTAR PUSTAKA Keluarga Berencana di Indonesia.Januari
Chairiah.(2012) Pengaruh Pola Makan Dan 19, 2016.
Status Gizi Terhadap Kejadian http://www.depkes.go.id/download.php?f
Hipertensi Pada Ibu Hamil Di Rsu ile=download/pusdatin/buletin/buletin-
Tanjung Pura Kabupaten kespro.pdf
Langkat.[Tesis].Universitas Sumatera Kusika, S., Masni, & Syafar, M. (2014).Faktor
Utara: Medan.September 27, 2015. Risiko Kejadian Preeklampsia Di Rumah
http://repository.usu.ac.id/bitstream/12345678 SakitUmum Anutapura Palu.Januari 19,
9/37235/4/Chapter%20I.pdf 2016.
http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/f3013 Sugiyanti, (2015).Stres Ibu Selama Menjalani
27d76b17351ef186d889ec8b60b.pdf Kehamilan di Kelurahan Belawan II
Lestari, Dewi. (2009). Pengalaman Ibu Hamil Kecamatan Medan Belawan. November
Dalam Menghadapi Stres Persalinan Di 7, 2015.
Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung http://repository.usu.ac.id/handle/123456
Moraa Kabupaten Deli Serdang Tahun 789/50217
2008 – 2009.Januari 19, 2016. Sugiyono, Y. (2006). Statistika Untuk
http://repository.usu.ac.id/xmlui/handle/1 Penelitan. Bandung : Alfabeta Walker.
23456789/16502 (2012). Pola Makan Sehat Saat Hamil.
Marchofdimes’s WWW user survey.(2012) Bhuana Ilmu Populer : Jakarta. World
Januari 18, 2016. Health Organization.(2014). World
http://www.marchofdimes.org/pregnancy/ Health Statistics. WHO Press: Geneva.
stress-and-pregnancy.aspx Zakiah, N., Mato, R., & Sjafaraenan.(2012).
Notoatmodjo, S. (2012).Metodologi Penelitian Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Terjadinya Hipertensi Pada Ibu Hamil Di
Prawirohardjo, Sarwono. (2009). Ilmu Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu Dan
Kebidanan.Jakarta : Bina Pustaka. Anak Siti Fatimah Makassar. 5-7.
Qodriyah, L. (2013). Hubungan Antara September 21, 2015.
Strategi Coping Dengan Kecemasan http://library.stikesnh.ac.id/files/disk1/1/e
Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil library%20stikes%20nani%20hasanuddin
Yang Hipertensi Di Poli Kandungan --niswahzaki-41-1-artikel17.pdf
RSUDTugurejo Semarang. September 21,
2015.
http://digilib.unimus.ac.id/gdl.php?mod=
browse&op=read&id=jtptunimusgdllailat
ulqo-7204
Reeder, Martin., dan Koniak, Griffin. (2011).
Keperawatan Maternitas Kesehatan
Wanita, Bayi dan Keluarga (Edisi 18
Volume 2). Jakarta: ECG Romauli,
(2014).Pengaruh Gaya Hidup Terhadap
Kejadian Hipertensi Di RSUD Dr.H.
Kumpulan Pane Tebing Tinggi.
November 7, 2015.
http://repository.usu.ac.id/handle/123456
789/44761
Sambara, I., Muis, M., & Rahim, M.
(2010).Faktor Yang Berhubungan
Dengan Stres Kerja Ibu Hamil Di
Puskesmas Batua Kota Makassar.Januari
19, 2016.
http://repository.unhas.ac.id/bitstream/ha
ndle/123456789/9990/Irmayani%20Samb
ara%20K11109279.pdf?sequence=
Saptono, I., Rea, H., dan Probo, W. (2013).
Jalan Terjal Menurunkan Angka
Kematian Ibu. International NGO
Forumon Indonesian Development
(INFID): Jakarta.
Sugiharto, A. (2008). Faktor-Faktor Risiko
Hipertensi Grade II Pada Masyarakat
Kabupaten Karanganyar. November 7,
2015.
http://eprints.undip.ac.id/5265/1/Aris_Su
giharto.pdf