You are on page 1of 7

8 3

0123456737589843138
72 894 04 8
728 483

30!"#
!$%&$8"
'()*+,-./'()+01+.+)/2+34-/5(,0()4+67/8(9+3/'+97/9()*+)/:+;+)*
<6;(,*7=-6/>7*(,/4(,.+9+;/:+)9-)*+)/?7)(,+=/:+=67-0@/5(,,-0/9+)
?+*)(67-0
A$BCD91E&D$E4B$D3$"&E FG HFI
'()*+,-./;J/9+)/K+0+/5(,0()4+67/L=(./M)N70/O(=-=L6(/9+=+0/',L6(6
J79,L=7676/-)4-3/?()7)*3+43+)/>7=+7/P7N7/MQ()*/PL)9L3
B$E FR HGS
'()*+,-./'(0+3+7+)/?7)T+3/U+*-)*4(,.+9+;/'L=+/K(0+3/8+,+.
:(=7)Q7
VE GW HGX
'()*+,-./'(01(,7+)/Y,7)/O+;7;+9+/Z(,1+*+7/:L)6()4,+679+)/K+0+
'(,()9+0+)/Z()7./O()4,L/[\()4,L6(0+/'-1(6Q()6]4(,.+9+;/8+T+
:(Q+01+.@/^7*L,74+69+)/Z(,+4/:(,7)*/_+)+0+)
`$a$D Gb HSI
O4-97/'()*+,-./:(,-6+3+)/Z(4+H:+,L4()9+=+0/'(=+,-4/J(36+)+@/<6(4L)
9+)/?(4+)L=6(,4+/_+);+/'(=+,-49+=+0/Y9+,+/_(,1-3+
!$B2"cd"& SR HSX
e9()47f73+67/5-)*7/?73L,7N+/<,1-63-=+,/[5?<]97/J-4+)/K7)9-)*
?+)*,Lg(/'+)*3+=/Z+1-/:+1-;+4()/_+)h-)*/U+1-)*/Z+,+4/U+017
3"$E&2c6"i&$"$9$ED$EV$a$B Sb HWI
^L=-0(/<017)*/9+)/ZL1L4/Z+9+)/<)+3/:+017)*/'(,+)+3+)/M4+j+.
6(1+*+7/k(6;L)/'(01(,7+)/5OJ/9+)/'?OP
4D$ED$E i$l WR HIS
e9()47f73+67/U()769+)/'(,1+)T+3+)/M)9L073L,7N+/KL3+=97/J-4+)
:+0;-6/Y)7g(,674+6/U+017
2c6"i&$"$9$E3"$E&D$E4#$CD IW HIm
Mg+=-+67/?-4-/P+1+./'+97/KL3+=/'+6+)*/O-,-4/<6+=/:(Q+0+4+)/_-)*3+=
e=7,/:+1-;+4()/_+)h-)*/U+1-)*/Z+,+4
4CE" In HRF
e9()47f73+67/?-4-/Z(,+69+,7/'+97/KL3+=/'+6+)*/O-,-4/<6+=/:(Q+0+4+)
'()*+1-+)/:+1-;+4()/_+)h-)*/U+1-)*/Z+,+4
`&C9$%a RG HRX
<)+=7676/8+)/:+,+34(,76+67/O()T+j+/<=3+=L79/8+,7/_+)+0+)/:7)+
[\.7)Q.L)+/=(9*(,7+)+]
3%a$0BE Ib HmI
6D$E6E"$E
Volume 14, Nomor 2, Hal. 13-18 ISSN 0852-8349
Juli – Desember 2012

PENGARUH PEMAKAIAN MINYAK JAGUNG


TERHADAP POLA LEMAK DARAH KELINCI

(THE INFLUENCE OF CORN OIL ON THE FAT BLOOD PATTERN OF


MALE RABBITS)

Helni
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi
Kampus Pinang Masak, Mendalo Darat, Jambi 36361

Abstract
The influence of corn oil for substituting coconut oil on the fat blood pattern had been studied on
male rabbits. The studied were involved by dividing15 rabbits for 5 groups. Group I coconut oil 100
%(12,5 ml), group II coconut oil 75 %(9,375 ml) and corn oil 25 %(3,125 ml), group III coconut oil
50 % (6,125 ml) and corn oil 50 % (6,125 ml), group IV coconut oil 25 % (3,125 ml) and corn oil 75
% (9,375 ml ), group V corn oil 100 % (12,5 ml). After 14 days the result showed that, the quantity
of cholesterol, LDL can be decreased by using 75 % corn oil for substituting coconut oil (p<0,05)
and quantity of cholesterol, LDL, triglyserides can be decreased by using corn oil for substitute
coconut oil, also can be increased quantity HDL (p<0,05).

Key words : corn oil, fat blood, male rabbit

PENDAHULUAN Asam lemak terutama ditemukan sebagai


bentuk ester didalam lemak dan minyak
Lemak merupakan konstituen diet penting alami, tetapi juga ditemukan dalam bentuk
karena nilai energinya yang tinggi serta tidak teresterifikasi sebagai asam lemak
adanya vitamin larut lemak dan asam lemak bebas, suatu bentuk pengangkut yang ada
esensial di dalam lemak makanan alami. Di didalam plasma darah. Asam lemak yang
dalam tubuh lemak berfungsi sebagai sumber terdapat didalam lemak alami biasanya
energi yang efisien, baik langsung maupun merupakan derivat rantai lurus dan
secara potensial ketika disimpan didalam mengandung atom karbon dalam jumlah yang
jaringan adipose. Lemak berfungsi sebagai genap karena senyawa tersebut disintesis dari
insulator (isolator) panas di dalam jaringan unit dua karbon. Rantai tersebut bisa berupa
subkutan serta disekeliling organ tertentu, dan rantai jenuh (tidak mengandung ikatan
senyawa lipid non polar bekerja pula sebagai rangkap) atau rantai tak jenuh (mengandung
insulator listrik yang memungkinkan satu atau lebih ikatan rangkap).(Philip, dkk.,
2006)
perambatan gelombang depolarisasi secara
Triasil gliserol (trigliserida) merupakam
cepat disepanjang serabut saraf bermielin.
ester dari alkohol (gliserol) dengan asam
Kandungan lemak dalam jaringan syaraf lemak. Pada lemak alami, proporsi molekul
sangat tinggi. Gabungan lemak dan protein triasilgliserol yang mengandung residu asam
(lipoprotein) merupakan unsur pembentuk lemak yang sama pada ketiga posisi ester
penting pada sel, yang terdapat baik di dalam sangatlah kecil. Hampir seluruhnya
membrane sel maupun mitokondria di dalam merupakan asil-gliserol campuran.(Suhardjo
sitoplasama, serta juga berfungsi sebagai dkk, 1992)
sarana pengangkutan lipid di dalam Kolesterol merupakan senyawa steroid
darah.(Murray, dkk., 2003) yang ada kaitannya dengan ateroskelrosis.

13
Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains

Senyawa ini menjadi precursor senyawa Minyak jagung terdiri dari asam lemak tak
steroid lain seperti asam empedu, hormon, jenuh seperti asam oleat 19-49 % dan asam
korteks adrenal, hormon seks, vitamin D, linoleat 34-62 % dan sedikit asam lemak
glikosida jantung dan beberapa alkaloid. jenuh yaitu asam palmitat 8-12 % dan asam
Kolesterol tersebar luas disemua sel tubuh, stearat 2,5-4,5 %. Asam lemak dari minyak
khususnya didalam jaringan syaraf. Senyawa kelapa sebagian besar terdiri dari asam lemak
ini merupakan konstituen penting membran jenuh yaitu asam laurat dan asam
plasma dan lipoprotein plasma. Kolesterol miristat.(Suhardjo dkk, 1992)
sering ditemukan dalam bentuk kombinasi Salah satu faktor yang dapat menurunkan
dengan asam lemak seperti ester kolesteril. kolesterol darah adalah mengganti asam
Kolesterol terdapat dalam lemak hewani, lemak jenuh dengan asam lemak ikatan
tetapi tidak dijumpai dalam lemak nabati. rangkap banyak. Beberapa hipotesa telah
Kolesterol terdapat didalam jaringan dan diajukan untuk menerangkan pengaruh ini
lipoprotein plasma, yang bisa dalam bentuk yaitu perangsangan oksidasi kolesterol
kolesterol bebas atau gabungan dengan asam menjadi asam-asam empedu. Hal ini
lemak rantai panjang sebagai ester kolesteril. disebabkan oleh ester kolesterol dari asam
Sedikit lebih dari separuh jumlah kolesterol lemak tidak jenuh lebih cepat dimetabolisme
tubuh berasal dari sintesis (sekitar 700 oleh hati dan jaringan-jaringan lainnya, yang
mg/hari), dan sisanya berasal dari makanan dapt memperbesar kecepatan pergantian
sehari-hari.(Murray dkk,2003) (turnover) dan eksresi.asam lemak jenuh
Kolesterol serum berkaitan dengan insiden menyebabkan pembentukan partikel VLDL
aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. yang lebih kecil yang mengandung relative
Aterosklerosis koroner berkaitan dengan rasio lebih banyak kolesterol, sehingga digunakan
kolesterol LDL-HDL plasma yang tinggi. oleh jaringan ekstrahepatik dengan kecepatan
.Hubungan ini dapat dijelaskan dalam hal yang lebih lambat dari partikel yang lebih
peranan HDL dalam pengangkutan kolesterol besar.(Murray dkk, 2003)
kejaringan dan peranan HDL yang bertindak Bertitik tolak dari hal diatas, dilakukan
sebagai skavenger (penangkap) kolesterol penelitian untuk melihat seberapa jauh
pada pengangkutan balik kolesterol. pengaruh pemakaian minyak jagung sebagai
Kolesterol yang berlebihan di eksresi dari hati pengganti minyak kelapa terhadap pola lemak
kedalam empedu sebagai kolesterol atau darah pada kelinci.
garam empedu. Sejumlah besar garam
empedu diabsorpsi kedalam sirkulasi portal METODE PENELITIAN
dan kembali kehati sebagai bagian dari
sirkulasi enterohepatik. Kenaikan kadar Penelitian dilakukan selama 3 bulan,
kolesterol yang terdapat pada VLDL, LDL dimulai dengan mengadaptasikan binatang
berkaitan dengan penyakit aterosklerosis, percobaaan sampai pengukuran kadar lemak
sedangkan kadar HDL yang tinggi darah kelinci di Laboratorium Kesehatan
mempunyai efek protektif.(Ganiswarna, 1995) Jambi
Diet tinggi lemak khususnya yang
mengandung kolesterol dan lemak jenuh Rancangan penelitian
seperti minyak kelapa dan lemak mentega 1. Pemilihan binatang percobaan
dapat meningkatkan kemungkinan seseorang 2. Pemeriksaan sampel
menderita aterosklerosis. Sedangkan lemak 3. Pengukuran kadar kolesterol, trigliserida,
ikatan rangkap banyak seperti minyak jagung, HDL dan LDL darah kelinci normal
minyak kacang tanah , minyak biji kapas dan 4. Memberikan perlakuan pada binatang
minyak kacang kedele dapat menurunkan percobaan
kolesterol plasma, sehingga dapat membantu 5. Pengukuran kadar kolesterol, trigliserida,
melindungi terhadap ateroskelrosis.(Murray HDL dan LDL darah kelinci setelah
dkk, 2003) perlakuan.

14
Helni : Pengaruh Pemakaian Minyak Jagung terhadap Pola Lemak Darah Kelinci

Prosedur dan tata kerja Evaluasi data hasil penelitian


1. Pemilihan binatang percobaan Dilakukan dengan uji statistik terhadap
Dalam penelitian ini digunakan kelinci varians perlakuan berdasarkan pola rancang
jantan dengan berat badan yang sama acak lengkap dan uji lanjutan dengan HSD
sebagai binatang percobaan. Kelinci yang (Honestly Significant Difference)
dipakai sebanyak 15 ekor dan dibagi
menjadi 5 kelompok dan tiap kelompok HASIL DAN PEMBAHASAN
terdiri dari 3 ekor. Sebelum penelitian
dimulai kelinci diadaptasikan selama lebih Hasil
kurang 2 bulan dan diberi makanan Pemeriksaan sampel
sayuran. 1. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap
2. Pemeriksaan sampel minyak kelapa memenuhi syarat
Sampel yang digunakan yaitu minyak jagung Farmakope Indonesia edisi 3 dan minyak
dan minyak kelapa. Terhadap minyak jagung memenuhi syarat Ekstra
jagung dilakukan pemeriksaan berdasarkan Farmakope Indonesia.
Ekstra Farmakope Indonesia dan terhadap 2. Pengukuran kadar kolesterol, trigliserida,
minyak kelapa berdasarkan Farmakope HDL dan LDL darah kelinci sebelum dan
Indonesia edisi 3 setelah perlakuan dapat dilihat pada tabel
3. Pengukuran kadar kolesterol, trigliserida, berikut :
HDL dan LDL darah kelinci normal
a. Pengukuran kadar kolesterol dengan
spektrofotometer pada panjang gelombang Tabel 1. Hasil Pengukuran kadar kolesterol
494 nm. darah kelinci sebelum dan setelah
b. Pengukuran kadar trigliserida dengan perlakuan
spektrofotometer pada panjang gelombang Kel Perlakuan Kadar kolesterol darah
(mg/dl)
500 nm.
Awal Akhir Selisih
c. Pengukuran kadar HDL dengan
I A 23,49 99,41 75,92
Spektrofotometer pada panjang gelombang 21,87 81,24 59,37
510 nm. 20,45 87,24 66,79
d. Pengukuran kadar LDL, dengan Rata-rata 21,94 89,30 67,36
menggunakan rumus Friedewald yaitu LDL II B 22,60 77,80 55,20
= kolesterol – (0,2 trigliserida + HDL) 50,83 124,71 73,88
4. Memberikan perlakuan pada binatang 26,43 90,17 63,74
percobaan Rata-rata 33,29 97,56 64,27
Untuk perlakuan pada binatang percobaan III C 30,03 88,67 58,64
dipakai metoda Jack N.Moss dan Esam 21,17 93,82 72,65
19,74 59,90 40,16
Z.Dajani, dimana kelinci diberi perlakuan
Rata-rata 23,65 80,80 57,15
selama 2 minggu. Setiap hewan percobaan IV D 23,44 60,92 37,48
diberi dosis 12,5 ml per hari,dan dibagi atas 30,03 60,01 29,98
kelompok-kelompok (Tabel 1). 40,13 80,66 40,53
Rata-rata 31,20 67,20 36,00
Tabel 1. Perlakuan yang diberikan V E 30,05 51,22 21,17
Kel Perlakuan 20,02 49,20 29,18
I A = Minyak kelapa 100 % ( 12,5 ml ) 25,89 64,93 39,04
II B = Minyak kelapa 75 % ( 9,375 ml) dan Rata-rata 25,32 55,12 29,80
minyak jagung 25 % (3,125 ml ) Keterangan :
III C = Minyak kelapa 50 % (6,125 ml) dan Awal = kadar variabel darah kelinci sebelum
minyak jagung 50 % (6,125 ml) perlakuan (normal)
IV D = Minyak kelapa 25 % (3,125 ml) dan Akhir = kadar variabel darah kelinci setelah
minyak jagung 75 % ( 9,375 ml) perlakuan
V E = Minyak jagung 100 % ( 12,5 ml) Selisih = kenaikan kadar variabel darah kelinci

15
Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains

Tabel 2. Hasil Pengukuran kadar trigliserida Tabel 4. Hasil Pengukuran kadar LDL darah
darah kelinci sebelum dan setelah kelinci sebelum dan setelah
perlakuan perlakuan
Kel Perlakuan Kadar trigliserida darah Kel Perlakuan Kadar LDL darah (mg/dl)
(mg/dl) Awal Akhir Selisih
Awal Akhir Selisih I A 8,47 65,38 56,01
I A 37,28 111,46 74,18 7,72 46,91 39,19
39,97 120,46 80,67 5,15 52,55 47,40
35,85 111,04 75,19 Rata-rata 7,11 54,95 47,83
Rata-rata 37,64 114,32 76,68 II B 9,30 42,55 33,25
II B 46,33 123,93 77,60 20,22 75,75 55,53
59,76 129,88 70,12 5,82 51,25 45,43
74,57 146,03 71,46 Rata-rata 11,78 56,52 44,74
Rata-rata 60,22 133,28 73,06 III C 13,48 51,09 37,61
III C 42,20 122,71 80,51 8,34 54,90 46,56
44,56 138,28 93,72 7,27 34,21 26,94
44,87 85,50 40,63 Rata-rata 9,70 46,73 37,04
Rata-rata 43,88 115,50 71,62 IV D 13,43 32,97 19,54
IV D 29,22 90,09 60,87 15,23 26,85 11,62
37,08 88,70 51,63 16,64 42,71 26,07
46,71 89,10 42,39 Rata-rata 15,10 34,18 19,08
Rata-rata 37,67 89,30 51,63 V E 9,95 15,46 5,51
V E 59,33 97,64 38,31 2,32 17,19 14,87
69,67 110,01 40,34 3,44 17,42 13,98
81,23 119,85 38,62 Rata-rata 5,24 16,69 11,45
Rata-rata 70,08 109,17 39,09
Tabel 5. Hasil Rata-rata Peningkatan kadar
Kolesterol, Trigliserida, HDL dan
Tabel 3. Hasil Pengukuran kadar HDL darah LDL darah kelinci setelah perlakuan
kelinci sebelum dan setelah Kel Perla Kenaikan Kadar (mg/dl)
perlakuan kuan Koleste Triglise HDL LDL
Kel Perlakuan Kadar kolesterol darah rol rida
(mg/dl) I A 67,36 76,68 4,19 47,83
Awal Akhir Selisih II B 64,27 73,06 4,95 44,74
I A 7,56 11,74 4,18
6,19 10,24 4,05 III C 57,15 71,62 5,79 37,04
8,13 12,48 4,35 IV D 36,00 51,63 6,59 19,08
Rata-rata 7,29 11,49 4,19
II B 3,95 10,46 6,51 V E 29,80 39,09 8,16 11,45
18,66 22,98 4,32
5,70 9,71 4,01 Pembahasan
Rata-rata 9,44 14,38 4,95
Dari perlakuan pada kelinci untuk melihat
III C 8,11 13,04 4,93
3,92 11,26 7,34
pengaruh minyak kelapa dan minyak jagung
5,50 8,59 5,09 terhadap kadar kolesterol, trigliserida, HDL
Rata-rata 5,18 10,96 5,79 dan LDL, pemberian minyak jagung yang
IV D 4,17 9,93 5,76 mengandung lebih banyak asam lemak tak
7,38 15,42 8,04 jenuh (ikatan rangkap banyak) dapat
9,15 15,13 5,98 mengurangi kenaikan kadar kolesterol,
Rata-rata 6,90 13,49 6,59 trigliserida, LDL dan menaikkan kadar HDL.
V E 8,23 16,23 8,00 Penggantian 25 % (3,125 ml) minyak kelapa
3,77 10,01 6,24 dengan minyak jagung dapat mengurangi
5,63 13,87 10,24
kenaikan kadar kolesterol, trigliserida, LDL
Rata-rata 5,88 14,04 8,16
dan menambah kenaikan kadar HDL

16
Helni : Pengaruh Pemakaian Minyak Jagung terhadap Pola Lemak Darah Kelinci

walaupun secara statistic tidak menunjukkan 2. Penggantian minyak kelapa 75 % (9,375


perbedaan yang nyata. Demikian juga halnya ml) dengan minyak jagung dapat
dengan penggantian 50 % (6,125 ml). mengurangi kenaikan kadar kolesterol dan
Penggantian 75 % minyak kelapa dengan LDL darah kelinci (p<0,05)
minyak jagung secara statistik (p<0,05) 3. Penggantian minyak kelapa 100 % (12,5
menunjukkan perbedaan yang nyata pada ml) dengan minyak jagung dapat
kenaikan kadar kolesterol dan LDL. Menurut mengurangi kenaikan kadar kolesterol,
Murray dkk(2003) ester kolesterol yang LDL, trigliserida dan menambah kenaikan
berasal dari asam lemak tidak jenuh lebih kadar HDL darah kelinci (p<0,05).
cepat dimetabolisme dan dieksresikan. Pada
penelitian ini juga terbukti bahwa penurunan Saran
kadar kolesterol akan diikuti dengan Disarankan pada peneliti selanjutnya untuk
penurunan kadar LDL, hal ini sesuai dengan meneliti pengaruh penggantian minyak kelapa
pendapat Murray dkk(2003) dimana LDL dengan minyak yang mengandung lemak tak
adalah bentuk transport utama kolesterol di jenuh lainnya.
plasma yaitu dari hati ke jaringan perifer
(termasuk pembuluh darah). DAFTAR PUSTAKA
Pada penggantian 100 % minyak kelapa
dengan minyak jagung, secara statistic Ganiswarna , S.G, 1995, Farmakologi dan
(p<0,05) menunjukkan perbedaan yang nyata Terapi, edisi IV, Bagian Farmakologi
pada kenaikan kadar trigliserida dan HDL fakultas Kedokteran Universitas
disamping kadar kolesterol dan LDL. Indonesia, Jakarta
Sehubungan dengan resiko aterosklerosis H.T, Tan Rahardja, K, 2002, Obat-Obat
menurut Ganiswarna(1995) kadar HDL yang Penting, Khasiat,Penggunaan dan Efek-
tinggi merupakan faktor protektif, karena efek sampingnya, PT Gramedia, Jakarta
HDL berfungsi mentranspor kembali Kabo Peter, 2008, mengungkap pengobatan
kelebihan kolesterol kedalam hati, dengan Penyakit Jantung Koroner, PT Gramedia
demikian penurunan kadar kolesterol akan Pustaka Utama, Jakarta
Katzung B.G, 2005, farmakologi dasar dan
diikuti dengan kenaikan kadar HDL.
Klinik, Buku 2, edisi 8, Salemba
Disamping itu HDL mengatur penguraian
Medika, Jakarta.
lipoprotein yang kaya akan trigliserida di
Malole, B,B, Pramono, 1989, Penggunaan
plasma. Oleh sebab itu tingginya kosentrasi
hewan-hewan Percobaan di
HDL di plasma akan mempercepat eliminasi
laboratorium, Direktur Jenderal
lipoprotein yang kaya trigliserida dan produk Pendidikan Pusat Antar Universitas IPB
sampingan yang aterogenik. Bogor
Hasil penelitian ini diharapkan dapat Murray, Robert K, 2003, Biokimia Harper, edisi
memberikan gambaran bahwa minyak jagung 25, EGC, Jakarta
dapat mengurangi kenaikan kadar lemak Philip Kuchel, Gregory B.R, Translation 2006
darah, sehingga kemungkinan terjadinya Schaum’s Easy outlines, Biokimia,
aterosklerosis rendah. Penerbit Erlangga, Jakarta
Ronald A.Sacher, Richard A, 1992, Tinjauan
KESIMPULAN DAN SARAN Klinis hasil pemeriksaan Laboratorium,
ed II, Mc Dherson
Kesimpulan Suhardjo, Clara M. Kusharto, 1992, Prinsip-
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan prinsip Ilmu Gizi, penerbit kanisius,
dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Jogjakarta
1. Pemakaian minyak jagung dapat Soeharto Imam, 2001, Kolesterol & Lemak
mengurangi kenaikan kadar kolesterol, baik dan Proses Terjadinya Serangan
LDL, trigliserida dan menambah kenaikan dan Stroke, PT Gramedia Pustaka
kadar HDL darah kelinci. Utama, Jakarta

17
Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains

18