You are on page 1of 20

MAKALAH

AUDIT SIKLUS PERSEDIAAN DAN PERGUDANGAN


Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengauditan II
Tahun Akademik 2019-2020

Disusun oleh:
Suci Widia Wahyuni 10090116105
Salsabila Agustina 10090116116
Andini Nur Awanis 10090116122

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2019

i
KATA PENGANTAR
Bismillahirahmanirahim

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Dosen Pengauditan II DR.H.PUPUNG
PURNAMASARI,SE.MSI yang telah membimbing kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik dan benar.
Makalah ini kami susun sedemikian agar pembaca memahami bagaimana cara mengaudit
siklus persediaan dan pergudangan dengan baik. Tetapi kami mengharapkan juga kritik dan
saran dari Ibu Pupung dan teman-teman yang bersifat membangun , demi lebih baiknya makalah
ini.
Akhir kata, semoga makalah pengauditan ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga
Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita, Aamiin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Bandung, 20 April 2019

Penulis
DAFTAR ISI
Bab 21

AUDIT SIKLUS PERSEDIAAN DAN PERGUDANGAN

Siklus persediaan dan pergudangan (inventory and warehousing cycle) merupakan siklus
yang unik karena hubungannyayang erat dengan siklus transaksi lainnya. Bagi perusahaan
manufaktur, bahan baku memasuki siklus persediaan dan pergudangan dari siklus akuisisi dan
pembayaran, sementara tenaga kerja langsung memasukinya dari siklus pengajian dan
personalia.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kompleksitas audit persediaan meliputi:

 Persediaan sering kali merupakan akun terbesar pada neraca


 Persediaan sering kali berada pada lokasi yang berbeda, yang membuat pengendalian dan
perhitungan fisik menjadi sulit.
 Sering kali sulit bagi auditor untuk mrngamati dan menilai item persediaan seperti
perhiasaan, bahan kimia, dan suku cadang elektronik.
 Penilaian persediaan juga sulit apabila estimasi keusangan persediaan merupakan hal
yang penting dan apabila biaya manufaktur harus dialokasikan ke persediaan.
 Terdapat beberapa metode penilaian persediaan yang dapat diterima dan beberapa
organisasi mungkin ingin menggunakan netode penilaian yang berbeda untuk berbagai
bagian persediaan, yang dapat diterima menurut standar akuntansi.

FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS SERTA DOKUMEN DAN CATATAN TERKAIT

Persediaan memiliki banyak bentuk yang berbeda, tergantung pada sifat bisnisnya. Untuk
bisnis ritel atau groir, akun terbesar dalam laporan keuangan sering kali berupa persediaan
barang dagang yang tersedia untuk dijual.

Gambar 21.1 arus fisik barang serta arus biaya dalam siklus persediaan dan pergudangan
bagi perusahaan manufaktur.
Siklus persediaan dan pergudangan dapat terdiri dari 2 sistem yang terpisah tetapi
berkaitan erat dimana yang satu melibatkan arus fisik barang dan yang lainnya dengan biaya
terkait.

Memroses Pesanan Pembelian

Siklus persediaan dan pergudangan dimulai dengan akuisisi bahan baku untuk produksi.
Permintaan pembelian adalah formulir yang digunakan untuk meminta departemen pembelian
agar memesan persediaan. Persediaan tersebut dapat dilakukan oleh personil ruang penyimpanan
bahan baku yang dialukan, dengan perangkat lunak komputer yang terotomatisasi ketika bahan
bahan baku mencapai tingkat yang telah ditentukan terlebih dahulu.

Menerima Bahan Baku

Penerimaan bahan yang dipesan, yang juga merupakan bagian dari siklus akuisisi dan
pembayaran, melibatkan inpeksi atas bahan yang diterima menyangkut kuantitas dan kualitasnya.
Departemen penerimaan akan membuat laporan penerimaan yang menjadi bagian dari
dokumentasi sebelum pembayaran dilakukan. Setelah diinfeksi bahan itu dikirim ke ruang
penyimpanan dan salinan dokumen penerimaan, atau pemberitahuan atau notifikasi elektronik
mengenai penerimaan barang, biasanya diserahkan ke bagian pembelian, ruang penyimpanan,
dan utang usaha. Pengendalian dan akuntabilitas merupakan hal yang penting untuk dilakukan.
Menyimpan Bahan Baku

Ketika depertemen lain memerulkan bahan untuk produksi, personel ruang penyimpanan
menyerahkan permintaan bahan yang telah disetujui secara layak, mengerjakan pesanan, atau
dokumen serupa atau atau pemberitahuan elektronik yang mengindikasikan jenis dan kuantitas
bahan yang diperlukan. Dokumen permintaan ini digunakan untuk memperbarui file induk.
Pembaruan tersebut dilakukan secara otomatis.

Memroses Barang

Pemrosesan persediaan sangat bervariasi dari perusahaan ke perusahaan. Perusahaan


menentukan item dan kuantitas barang jadi yang akan dibuat berdasarkan pesanan khusus dari
pelanggan, peramalan penjualan tingkat persediaan barang jadi yang telah ditentukan
sebelumnya, dan operasi produksi yang ekonomis.

Sistem akuntasi biaya yang memadai merupakan bagian penting dari pemrosesan fungsi
barang bagi semua perusahaan manufaktur. Terdapat 2 jenis sistem biaya utama yaitu:

1. Sistem biaya pekerjaan (job cost system), biaya diakumulasikan oleh setiap pekerjaan
ketika bahan dikeluarkan dan biaya tenaga kerja terjadi.
2. Sistem biaya proses (process cost system), biaya diakumulasikan berdasarkan proses
dengan biaya perunit untuk setiap peoses dibebankan ke produk yang melalui proses
tersebut.

Catatan akuntansi biaya (cost accounting records) terdiri dari file induk, spreadsheet, dan
laporan yang mengakumulasikan biaya bahan.

Menyimpan Barang Jadi

Ketika barang jadi sudah selsai, barang akan ditempatkan di ruang penyimpanan
menunggu dikirim. Pengendalian barang jadi sering kali dianggap sebagai bagian dari siklus
penjualan dan penagihan.

Mengirimkan Barang Jadi

pengiriman barang jadi merupakan bagian dari siklus penjualan dan penagihan.
Pengiriman aktual barang kepada pelanggan dalam pertukan kas atau aset lainnya. Bagi sebagian
besar transaksi penjualan, pengiriman aktual merupakan pemicu untuk mengakui piutang usaha
dan penjulan terkait dalam sistem akuntansi.

File Induk Persediaan Perpetual

Catatan perpetual yang terpisah biasanya disimpan untuk bahan baku dan barang jadi.
Sebagain besar perusahaan tidak menggunakan sistem perpetual untuk barang dalam proses.

File induk persediaan perpetual umumnya mencantumkan informasi tentang unit


persediaan yang diakuisisi, dijual dan ada di tangan. Untuk akuisisi bahan baku, file induk
persediaan persediaan perpetual diperbarui secara otomatis ketika akuisisi persediaan diproses
sebagai bagian dari pencatatan akuisisi.

Transfer bahan baku dari ruang penyimpanan harus dimasukan secara terpisah kedalam
komputer untuk memperbaharui catatan perpetual. File induk persediaan mencantumkan jenis
informasi yang sama seperti persediaan perpetual bahan baku, tetapi dianggap lebih kompleks
jika biaya dimasukan bersama dengan unit barang.

Gambar 21.2 mengikhtisarkan fungsi bisnis dan arus fisik persediaan sejak pembelian
bahan baku hingga pengiriman barang jadi.
BAGIAN AUDIT PERSEDIAAN

Tujuan keseluruhan dari siklus audit persediaan dan pergudangan adalah menyediakan
asurance bahwa laporan keuangan memperhitungkan secara wajar bahan baku, barang dalam
proses, persediaan barang jadi dan harga pokok penjualan

Audit siklus persediaan dan pergudangan dapat dibagi menjadi 5 aktivitas yang berbeda
dalam siklus :

1. Mengakuisisi dan mencatat bahan baku, tenaga kerja dan overhead


2. Mentransfer secara internal aset dan biaya.
3. Mengirimkan barang dan mencatat pendapatan seta biaya.
4. Mengamati persediaan secara fisik.
5. Menetapkan harga dan mengkompilasi persediaan.

Mengakuisisi dan Mencatat Bahan Baku, Tenaga Kerja, dan Overhead

Auditor memahami pengendalian internal terhadap ketiga fungsi tersebut dan kemudian
melaksanakan pengujian pengendalian serta pengujian substantif.

Mentrasfer Aset dan biaya

Transfer internal persediaan meliputi fungsi keempat dan kelima pada gambar 21-2

Mengriminkan Barang dan Mencatat Pendapatan Serta Biaya

Pencatatan pengiriman dan biaya terkait merupakan fungsi terakhir yang diperlihatkan
pada gambar 21-2

Mengamati Persediaan Secara Fisik

Auditor harus mengamati klien yang melakukan perhitungan fisik persediaan untuk
menentukan persediaan yang tercatat benar-benar ada pada tanggal neracadan dihitung secra
benar oleh klien.

Menetapkan Harga dan Mengkompilasi Persediaan


Merupakan pengujian untuk memperivikasi perhitungan fisik telah diikhtisarkan secara
benar, kuantitas dan harga persediaan telah dikalikan dengan benar dan persediaan yang
dikalikan di footing secara benar pada saldo persediaan buku besar umum yang sama.

Gambar 21-3 mengikhtisarkan 5 bagian audit siklus persediaan dan pergudangan.

AUDIT DARI AKUNTANSI BIAYA

Pengendalian akuntansi biaya adalah pengendalian yang berhubungan dengan pemrosesan


yang memengaruhi persediaan fisik dan penulusuran biaya terkait dari saat bahan baku
dimunta hngga produk selesai dibuat dan ditransfer ke penyimpanan. Dua macam
pengendalian ini bisa dibedakan menjadi 2 kategori :
1. Pengendalian Fisik terhadap persediaan bahan baku . barang dalam proses, dan barang
jadi
Beberapa kontrol utama untuk melindungi aset yaitu
 pemisahan secara fisik, keterbatasan akses ke tempat penyimpanan bahan baku,
barang dalam proses, dan barang jadi
 Penggunaan Dokumen bernomor urut tercetak yang telah ditorisasi untuk
melakukan pemindahan persediaan; kemudian salinannya harus disampaikan ke
bagian akuntansi oleh pembuat.

2. Pengendalian terhadap biaya-biaya terkait


 Adanya internal kontrol yang memadai untuk mengintegrasikan catatan akuntansi
dengan catatan produksi. Keberadaan dari catatan biaya yang memadai sangat
penting untul pricing. Mengontol biaya dan menialai biaya persediaan.
Pengujian Terhadap Akuntansi Biaya
Dalam audit atas akuntansi biaya auditor berkepentingan dengan empat aspek:
1. Pengendalian Fisik
Test terhadap kecukupan pengendalian fisik terhadap bahan baku, barang dalam
proses, dan barang jadi harus dibatasi hanya pada obsevasi dan daftar pertanyaan
(wawancara). Sebagai contoh Auditor bisa memeriksa ruang penyimpanan bahan
baku untuk menentukan apaakah persediaan sudah dilindungi dari pencurian dan
peyalahgunaan dengan meliahat apakah ada gudang yang terkunci. Auditor dapat
meminta custodian persediaan untuk menjelaskan tugas-tugasnya yang terkait dengan
mengawasi persediaan yang dimonitor olehnya. Jika auditor menyimpulkan bahwa
pengendalian fisik sangat tidak memadai, auditor harus memperluas observasi.
2. Catatan dan Dokumen dalam Pentransferan/Pemindahan Persediaan
Auditor fokus utama pada verifikasi pada transfer inventory dari satu lokasi ke lokasi
lain adalah apakah transfer dalam catatan memang benar ada, serta kuantitas ,
deskripsi , dan tanggal dari semua transfer tercatat akurat.
Cara pertama adalah penting untuk mengetahui internal control dari klien
sebelummenentukan tes yang akan dilakukan. Setelah internal controlnya diketahui
baru kita melakukan pengujian terhadap dokumen-dokumen dan catatan. Contoh
untuk menguji keberadaan dan akurasi dari pengiriman bahan baku dari gudang
bahan baku ke departemen produksi untuk diolah;ialah dengan memeriksa apakah ada
otorisasi dalam Daftar Requisition, membandingkan kuantitas, deskripsi barang , dan
tanggal dengan informasi bahan baku pada file induk persediaan perpetual.

3. File Induk Persediaan Perpetual


File induk persediaan perpetual yang memadai memiliki efek yang besar terhadap
penetapan waktu pelaksanaan dan luasnya pemeriksaan fisik persediaan oleh auditor.
Bila file induk persediaan akurat biasanya dimungkinkan pengujian fisik setelah
tanggal neraca. Persediaan fisik interim dapat menghemat biaya auditor dan klien
secara signifikan dan mempercepat penyelesaian laporan audit klien. Pengujian
terhadap File induk persediaan perpetual bertujuan mengurangi tes fisik persediaan.
Dokumen yang digunakan untuk memverifikasi perolehan bahan baku dapat
diperiksa sekaligus saat menverifikasi perolehan dalam siklus perolehan dan
pembayaran
4. Catatan Biaya Per Unit
Dalam pengujian catatan biaya persediaan , auditor harus memahami pengendalian
internal. Ini seringkali bisa memakan waktu banyak karena arus biaya biasanya
terintegrasi dengan catatan akuntansi lain. Saat auditor sudah memahami
pengendalian internal; maka pendekatan verifikasi internal melibatkan konsep yang
sama dengan verifikasi pada transaksi penjualan dan perolehan.
Kesulitan utama dalam memverifikasi catatan biaya persediaan adalah menetukan
kewajaran pemilihan alasan yang mendasari alokasi biaya. Sebagai contoh untuk
biaya Overhead dalam mengevaluasi pengaloaksian biaya ini , auditor harus
memperhatikan kewajiban pembagi dan pembilang yang akan menghasilkan biaya
per unit.
Tujuan utama mengetes kewajaran alasan pemilihan alokasi biaya adalah apakah
sudah memenuhi prinsip-prinsip dalam GAAP.

PROSEDUR ANALISIS
Prosedur analisis dalam siklus persediaan dan pergudangan sama pentingnya dengan pada siklus
lain. Contoh Prosedur analisi yang dilakukan pada siklus ini:
PROSEDUR ANALISIS KEMUNGKINAN SALAH SAJI
Membandingkan gross margin percentage Nilai HPP dan Persediaan disajikan terlalu
dengan tahun-tahun sebelumnya rendah atau terlalu tinggi
Membandingkan inventory turnover ( HPP  Adanya persediaan yang usang
dibagi dengan jumlah persediaan rata-rata)  Nilai Persediaan disajikan terlalu rendah
dengan tahun-tahun sebelumnya atau terlalu tinggi
Membandingkan biaya /unit persediaan Biaya per unit disajikan terlalu rendah atau
dengan tahun-tahun sebelumnya terlalu tinggi sehingga memepengaruhi
keseluruhan nilai persediaan
Membandingkan nilai persediaan dengan Salah saji dalam kompilasi , biaya per unit,
tahun-tahun sebelumnya atau perpanjangan
Membandingkan biaya produksi tahun Salah saji dari biaya per unit dalam
sekarang dengan tahun-tahun sebelumnya ( persediaan , terutama tenaga keja lansung dan
Biaya Variabel harus disesuaikan dengan overhead
perubahan volume

OBSERVASI FISIK PERSEDIAAN


Sesuai SAS 1 (AU 331) obeservasi terhadap keberadaan barang persediaan diperlukan :
“........ sangat umum diperlukan bagi auditor independen untuk hadir pada saat penghitungan dan
, melalui observasi , pengujian , dan daftar pertanyaan yang tepat , memuaskan pengetahuannya
sehubungan dnegan keefektifan dari metode pengambilan persediaan dan mengukur keandalan
dari penyajian klien mengenai jumlah dan kondisi fisik barang persediaan”
Hal penting dalam ketentuan SAS 1 adalah perbedaan antara observasi terhadap perhitungan
fisik dengan tanggung jawab melakuakn penghitungan tersebut. Klien bertanggungjawab
menyusun prosedur yang akurat untuk perhitungan fisik persediaan , serta betul-betul
melaksanakan dan membukuknnya. Tanggung jawab auditor adalah mengevaluasi dan
mengamati prosedur perhitungan fisik tadi dan mengambil kesimpulan atas keberadaan fisik
persediaan.
Ketentuan ini tidak dapat dilaksanakan jika persediaan disimpan dalam gudang umum atau yang
pengelolaannya dilakukan pihak luar lain , untuk hal tersebut biasanya auditor melakukan
konfirmasi terhadap pengelola. Namun jika jumlah persediaannya signifikan auditor bisa
melakukan prosedur tambahan , seprti menginvestigasi kinerja penjaga gudang, menerima laoran
akuntan indeoenden mengenai prosedur pengendalian penjaga gudang atas barng-barang yang
berada di bawah tanggungjawabnya
 Persyaratan Observasi persediaan
Standar auditor menharuskna auditor menerima efektivitas metode penghitungan
persediaan klien dan ketergantungan yang dapat mereka tempatkan pada representasi
klien mengenai kuantitas serta kondisi persediaan fisik. Untuk memenuhi persyaratan,
auditor harus:

 Hadir pada saat klien menghitung persediannya untuk menentukan saldo akhir tahun
 Mengamati prosedur penghitungan klien
 Mengajukan pertanyaan kepada personil klien mengenai prosedur perhitungannya
 Melakukan pengujian atas perhitungan fisik independen mereka sendiri

 Pengendalian terhadap penghitungan fisik


Prosedur pengendalian yang memadai mencakup petunjuk yang jelas mengenai perhitungan
fisik, verifikasi intern yang independen atas perhitungan, rekonsiliasi independen antara
hasil perhitungan dengan berkas induk persediaan perpetual , dan pengendalian yang cukup
terhadap kartu atau kertas kerja hasil penghitungan. Jika petunjuk di bidang persediaan
tersebut tidak memberikan pengendalian yang memadai , auditor harus mencurahkan waktu
lebih banyak guna meyakinkan perhitungan fisiknya akurat
 Keputusan Audit
 Penetapan waktu
Auditor memutuskan apakah pengamatan persediaan fisik dapat dilakukan sebelum tanggal
neraca terutama berdasarkan akurasi berkas induk persediaan perpetual. Jika perhitungan
persediaan fisik interim diijinkan , maka auditor mengamati dan sekaligus menguji berkas
persediaan perpetual untuk transaksi dari tanggal penghitungan hingga tanggal neraca.
Bilamana ternyata catatan perpetual itu akurat klien tidak perlu melakukan perhitungan fisik
setiap tahun , tetapi auditor hanya perlu membandingkan catatan persediaan perpetual
dengan persediaan aktual secara sampling pada saat diperlukan,selama pengendalian
terhadap penambahan dan pengurangan pada catatan perpetual diuji serta doanggap
beroperasi secara efektif.
 Ukuran Sampel
Ukuran sampel yang diambil dalam pengamatan fisik biasanya tidak dinyatakan dalam
angka tertentu , karena penekanan dalam pengujian ini adalah pengamatan prosedur klien ,
bukannya memilih unsur tertentu untuk diuji. Misalnya ukuran sampel berupa lamanya
waktu (jam ) yang akan digunakan. Harus ada perhatian khusus dalam pengamatan
persediaan karena sulitnya memperbesar sampel atau pengulangan pelaksanaan pengujian
setelan perhitungan fisik dilakukan.
 Pemilihan Item
Ketika mengamati klien yang menghitung persediaan, auditor harus berhati-hati untuk:
 Mengamati perhitungan item-item yang paling signifikan dan sampel representative
dari item persediaan yang umum
 Menyelidiki item yang mungkin telah using atau rusak
 Membahas dengan manajemen menyangkut alasan mengeluarkan setiap item yang
material

 Pengujian Observasi Fisik


Bagian terpenting dari pengamatan persediaan adalah menentukan apakah penghitungan
persediaan secara fisik yang dilakukan sesuai dengan instruksi klien atau tidak. Untuk
melakukan hal ini secara efektif, auditor harus hadir ketika perhitungan fisik dilakukan. Jika
karyawan tidak mengikuto instruksi persediaan, auditor harus menghubungi penyelia untuk
memecahkan maswalah atau memodifikasi prosedur observasi fisik.

AUDIT PENETAPAN HARGA DAN KOMPILKASI

Pengujian harga persediaan (inventory price test) mencakup semua pengujian atas harga per unit
klien untuk menentukan apakah hal itu sudah benar. Pengujian komplikasi persediaan termasuk
menguji ikhtisar perhitungan persediaan klien, menghitung kembali harga dikali kan dengan
kuantitas, memfooting ikhtisar persediaan, dan menelusuri ke buku besar umum.
Pengendalian Internal yang memadai menyangkut penelusuran biaya per unit yang diintegrasi
kan dengan produksi dengan catatan akutansi lainnya yang menyediakan assurance bahwa klien
menggunakan biaya yang masuk akal untuk menilai persediaan akhir. Catatan biaya standar
(standar cost records) yang mengindikasikan varians biaya bahan tenaga kerja dan overhead,
sangat membantu dalam mengevaluasi kelayakan catatan produksi jika menejemen memiliki
prosedur untuk mempertahankan standar tersebut tetap mutakhir terhadap perubahan proses
produksi dan biaya.

Untuk mencegah mencantumkan atau menyatakan terlalu tinggi nilai persediaan yang usang,
klien harus mereview secara formal dan melaporkan item persediaan yang usang, bergerak
lambat, rusak, dan dinyatakan terlau tinggi. Review itu harus dilakukan oleh karyawan yang ahli
dalam mereview file induk persediaan perpetual menyangkut perputaran persediaan dan
melakukan diskusi dengan para insinyur atau personil produksi.

Klien memerlukan pengendalian internal atas komplikasi persediaan untuk memastikan bahwa
perhitungan fisik telah diikhtisarkan dengan benar. Pengendalian internal yang paling penting
bagi biaya per unit yang akurat, perkalian, dan footing adalah verifikasi internal oleh orang yang
independen dan kompeten, yang mengendalikan dokumen serta catatan yang memadai yang akan
digunakan untuk melakukan perhitungan fisik.

Auditor dapat menerapkan tujuan dengan menggunakan inforamsi yang diperoleh dari klien
sebagai kerangka referensi, termasuk deskripsi setiap item persediaan, kuantitas, karya per unit,
dan nilai total. Dalam melakuakan pengujian penilaian persediaan (yang seringkali disebut
pengujian penetapan harga), auditor menghadapi 3 (tiga) permasalahan:

1. Metode harus sesuai standar akutansi;


2. Penerapan metode harus konsisten dari tahun ke tahun;
3. Biaya persediaan versus nilai pasar (biaya penggantian atau nilai realisasi bersih) harus
dipertimbangkan.

Penetapan Harga Persediaan Yang Dibeli


Jenis persediaan yang utama termasuk dalam kategori ini adalah bahan baku, suku cadang yang
dibeli, dan perlengkapan. Sebagai langkah pertama dalam memverifikasi penilaian persediaan
yang dibeli, auditor harus menentukan apakah klien menggunakan metode LIFO, FIFO, rata-rata
tertimbang atau beberapa metode penilaian lainnya. Auditor harus menentukan biaya mana yang
akan dilibatkan dalam penilaian item persediaan.

Dalam memilih item persediaan spesifik demi penetapan harga, auditor harus berfokus pada nilai
uang lebih besar dan pada produk yang harganya sangat berfluktuasi. Auditor harus menguji
sempel representative dari semua jenis persediaan dan departemen. Sampling Variable
berstratifikasi atau unit moneter merupakan sampling yang umum digunakan bagi pengujian.
Auditor harus menyajikan daftar item persediaan yang akan diverifikasi untuk tujuan penetapan
harga dan meminta klien untuk mencari faktur vendor yang sesuai auditor memeriksa faktur
yang mencukupi untuk memperhitungkan seluruh kuantitas item persediaan yang sedang diuji.

Jika klien memiliki file induk persediaan perpetual yang mencakup biaya unit akuisisi, biasanya
jauh lebih cepat menguji penetapan harga dengan menelusuri biaya per unit ke persediaan
perpetual ketimbang ke faktur vendor.

Penetapan Harga Persediaan Yang Dibuat


Pada penetapan harga barang dalam proses dan barang jadi, auditor harus mempertimbangkan
biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead manufaktur. Keharusan untuk
memverifikasi setiap hal tersebut membuat audit atas persediaan barang dalam proses dan barang
jadi menjadi lebih kompleks ketimbang audit atas persediaan yang dibeli.

Dalam menetapkan harga bahan baku untuk membuat produk, auditor harus mempertimbangkan
baik biaya per unit bahan baku maupun jumlah unit yang diperlukan untuk membuat unit output.
Biaya per unit dapat diverifikasi dengan cara yang sama seperti yang digunakan untuk
persediaan yang dibeli lainnya, dengan memeriksa faktur vendor atau file induk persediaan
perpetual. Auditor harus memeriksa spesifikasi rekayasa, memeriksa barang jadi, atau
menentukan metode yang serupa guna menentukan jumlah unit yang diperlukan untuk membuat
suatu produk.

Overhead manufaktur yang sesuai dalam proses dan barang jadi tergantung pada pendekatan
yang digunakan klien untuk mengalokasikan overhead manufaktur. Auditor harus mengevaluasi
metode yang sedang digunakan menyangkut konsistensi dan kelayakan serta menghitung ulang
biaya untuk menentukan apakah overhead sudah benar.
Jika klien memiliki catatan biaya standar, metode yang efesien dan bermanfaat untuk
menentukan penilaian adalah mereview serta menganalisis varians. Varians bahan, tenaga kerja,
dan overhead manufaktur yang kecil merupakan bukti keandalan catatan biaya tersebut.

Harga Pokok Atau Harga Pasar


Dalam menetapkan harga persediaan, auditor harus mempertimbangkan apakah biaya
penggantian atau nilai realisasi bersih yang lebih rendah dari biaya historis. Untuk barang jadi
dan bahan baku yang dibeli, auditor dapat menguji biaya penggantian dengan memeriksa faktur
vendor periode selanjutnya atau faktur saat ini jika tidak ada pembelian yang dilakukan atas item
persediaan setelah akhir tahun. Semua biaya manufaktur harus dipertimbangkan ketika
mengevaluasi nilai realisasi barang dalam proses dan barang jadi untuk persediaan yang akan
dibuat.

INTEGRASI PENGUJIAN
Pengujian Siklus Akuisisi Dan Pembayaran
Ketika memverifikasi akuisisi persediaan sebagai bagian dari pengujian siklus akuisisi dan
pembayaran, auditor juga memperoleh bukti mengenai keakuratan bahan baku yang diperoleh
dan semua biaya overhead manufakur yang dikeluarkan kecuali tenaga kerja. Biaya akuisisi
tersebut mengalir secara langsung ke harga pokok penjualan atau menjadi bagian terbesar dari
persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. Dalam audit dimana klien
memiliki file induk persediaan perpetual, auditor seringkali menguji hal tersebut sebagai bagian
dari prosedur pengujian pengendalian serta pengujian subtantif atas transaksi yang dilakukan
dalam siklus akuisisi dan pembayaran.

Pengujian Siklus Penggajian dan Personalia


Ketika auditor memverifikasi biaya tenaga kerja, kondisi yang sama juga berlaku untuk seperti
untuk akuisisi. Dalam sebagian besar kasus catatan akutansi biaya untuk biaya tenaga kerja
langsung dan tidak langsung dapat diuji sebagai bagian dari audit siklus penggajian dan
personalia.

Pengujian Siklus Penjualan dan Penagihan


Sebagian besar pengujian audit atas penyimpanan barang jadi, serta pengiriman dan pencatatan
penjualan, dapat dilakukan ketika siklus penjualan dan penagihan diuji. Jika klien menggunakan
catatan biaya standar, auditor mungkin bisa menguji biaya pokok standar bersamaan dengan
dilaksanakannya pengujian penjualan.

Pengujian Akutansi Biaya


Pengujian atas catatan akutansi biaya merupakan sarana untuk memverifikasi pengendalian yang
mempengaruhi persediaan karena auditor tidak memverifikasi sebagai bagian dari pengujian atas
3 (tiga) siklus sebelumnya.

Persedian Fisik, Penetapan Harga, dan Kompilasi


persedian fisik, penetapan harga, dan kompilasi sama pentingnya bagi audit persediaan karena
salah saji dalam salah satu aktifitas dapat menyebabkan persediaan dan harga pokok penjualan
disalah sajikan. Dalam sebagaian beasar audit harga pokok penjualan adalah nilai residu dari
persediaan awal ditambah akuisisi bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya manufaktur
lainnya dikurangi persediaan akhir.

Ketika menguji pengendalian dan melaksanakan pengujian substantive yang berhubungan


dengan transaksi serta saldo persediaan, auditor mengintegrasikan pengujian yang berhubungan
dengan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo pengujian yang dilaksanakan untuk memenuhi
4 (empat) tujuan penyajian dan pengungkapan.
KESIMPULAN

Dalam bab ini kita membahas audit siklus persediaan dan pergudangan. Karena sulit
menentukan eksistensi dan penilaian persediaan, siklus tersebut sering kali merupakan bagian
audit yang paling kompleks dan menghabiskan waktu. Siklus ini juga unik karena banyak
pengujian input pada siklus diuji sebagai bagian dari audit siklus lainnya. Pengujian yang
dilakukan sebagian bagian dari siklus persediaan dan pergudangan berfokus pada catatan
akuntansi biaya, observasi fisik, serta pengujian penetapan harga dan kompilasi saldo persediaan.
DAFTAR PUSTAKA

rens A., Randal J. Eldar, Mark S, Beasley. (2008). Auditing dan Jasa Assurance. Jakarta
Erlangga.