You are on page 1of 5

Laporan Praktikum

PRAKTIKUM FISIKA PEMBIASAN CAHAYA

Laporan Praktikum ini disusun untuk memenuhi Tugas Praktikum mingguan SMA Negeri 1 Penyusun Resta Fauzia Kafil XII IPA 3 / 21 Swandari Auliya Izzati XII IPA 3 / 22 Vita Nur Qomaria XII IPA 3 / 23 Yun Prihantina Mulyani XII IPA 3 / 24 SMA N 1 Yogyakarta Agustus, 2007
PEMBIASAN CAHAYA

A. Tujuan Percobaan : 1. Menentukan indeks bias kaca plan paralel 2. Menentukan pergeseran berkas sinar setelah percobaan melewati kaca plan paralel. B. Landasan Teori Kaca plan paralel ialah kaca dengan tebal tertentu yang dibatasi oleh dua bidang sejajar. Bidang sejajar ialah bidang pembias. Pembiasan adalah peristiwa perubahan kecepatan yang terjadi pada sinar yang melalui dua medium berbeda kerapatan atau berbeda indeks biasnya. Dengan mengambil indeks bias udara ( nudara = 1), maka dapat disajikan dengan rumus:

Sin i1 atau Sin i2 Sin r1 Sin r2 Dengan mudah pula dapat dibuktikan bahwa AB dan CD sejajar. Pergeseran berkas sinar dapat disajikan sebagai berikut Pergeseran (t) BE = d sin (i1 r1) cos r1 B. Alat Percobaan 1. Kaca plan paralel dan meja 2. Kertas putih polos 3. Jarum kasur 4. Busur derajad 5. Pensil 6. Pulpen Warna 7. Penggaris C. Langkah Percobaan 1. Buatlah garis PQ dan RS, yaitu garis-garis kaca plan paralel. 2. Tentukan berkas sinar sembarang yaitu berkas sinar datang i yang melalui titik 1 dan 2, ambilah kira 10o. 3. Amati dengan arah pengamatan (1,2) atau dari (3,4) dengan pandangan mata sejajar dengan prisma untuk menentukan titik 3 dan 4. Apabila keempat titik tersebut terletak dalam satu garis lurus, maka dengan mudah dapat dilukiskan berkas sinar
i 1

yaitu berkas sinar yang melalui titik 3 dan 4.

4. Dengan demikian berkas sinar i1 dapat dilikis pula. 5. Lukislah terlebih dahulu garis normal melalui B dan C, ukurlah sudut-sudut i1, r1, begitu pula r2 dan i2.

6. Ulangi beberapa kali yaitu dengan merubah sudut dari 20o, 30o, 40o, 50o, dan 55o. 7. Lihat gambar 1. Buatlah garis perpanjangan CD. Kemudian buat garis BE yang tegak lurus dengan CD dan menuju titik B. 8. Ukur panjang BE dengan mistar sebagai pergeseran berkas sinar (t) setelah melewati kaca plan paralel. B. Data Hasil Percobaan Tabel 1
i 1 r 1

Sin i1 0,174 0,342 0,5 0,643 0,766 0,819 Tabel 2

Sin r1 0,096 0,191 0,292 0,375 0,462 0,5

10o 20o 30o 40o 50o 55o

5,5o 11o 17o 22o 27,5o 30o

r 2

Sin i2 0,157 0,292 0,467 0,616 0,731 0,788 Tabel 3

Sin r2 0,087 0,174 0,276 0,375 0,462 0,5

9o 17o 27,5o 38o 47o 52o

5o 10o 16o 22o 27,5o 30o

r 2- 2

sin (i2-r2) 0,095 0,156

cos r1 0,997 0,988

d 6,2 6,2

t 0,55 0,75

4,5o 9o

13o 18o 22,5o 25o C. Penghitungan

0,225 0,309 0,383 0,423

0,974 0,951 0,924 0,906

6,2 6,2 6,2 6,2

1,2 1,7 2,3 2,5

Indeks Kaca t= d sin ( 1 r1) cos r1 0,59 0,98 1,4 2,0 2,5 2,9 D. Kesimpulan 1. sinar yang melalui dua medium berbeda yaitu kaca dan udara(dalam percobaan) akan mengalami perubahan kecepatan dengan indikasi pembelokan sinar. Hal ini disebut pembiasan cahaya. 2. Hasil percobaan menyatakan indeks bias kaca .
i

Sin i1 Sin r1 1,81 1,79 1,71 1,71 1,66 1,64

Sin i2 Sin r2 1,80 1,68 1,69 1,64 1,54 1,58

3. Dengan melihat tabel 3 dan tabel perhitungan, pergeseran sinar setelah melewati kaca plan paralel dalam percobaan mendekati hasil perhitungan pergeseran sinar dengan rumus. E. Kritik dan Saran 1. Siswa masih memerlukan penjelasan detail sebelum praktikum dimulai sehingga ketika siswa melakukan percobaan, hasil yang didapat dengan maksimal. 2. Siswa membutuhkan pengoreksian tentang laporan penelitian yang telah dibuat sehingga siswa tidak mengulang kesalahan pada praktikum selanjutnya.

You might also like