You are on page 1of 105

BUDIDAYA TANAMAN PANGAN

Prasyarat : Dasar-dasar Agronomi


Silabus :
Arti penting mempelajari Budidaya
Tanaman Pangan ,Pengertian Pangan,Tanaman
Pangan dan Komoditas Pangan,Faktor-faktor yg
mempengaruhi pertumbuhan tanaman,secara
umum ,dan mempelajari budidaya tanaman
pangan kelompok serealia (padi dan jagung),ke
lompok kacang (kedelai dan koro pedang)
kelompok ubi (Ubi jalar,ubi kayu dan talas).
Referensi/Buku Acuan

 Budidaya 8 Tanaman Pangan


 Inovasi Teknologi Membangun Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan
Petani : Badan Litbang Pertanian Kementrian Pertanian Republik
Indonesia
 Teknologi Inovatif Tanaman Pangan: : Badan Litbang Pertanian
Kementrian Pertanian Republik Indonesia
 Budidaya dan Pengolahan Hasil Kedelai : Deptan
 Budidaya Kacang Hijau :Balai Penelitian dan Tanaman Pangan Malang
 Bertanam Umbi-Umbian
 Budidaya Padi
 Diktat Kuliah Budidaya Tanaman Pangan oleh Sri Endah PS
KONTRAK PERKULIAHAN

NAMA MATAKULIAH: BUDIDAYA TANAMAN PANGAN


SEMESTER /SKS : V/ 3sks
KODE MATAKULIAH : PNA 15522
HARI / JAM : Rabu /13.30
PENILAIAN
-Kehadiran :5%
-Keaktifan dan kuis : 10%
-Ujian Tengah Semester : 30%
-Ujian Akhir Semester : 30%
-Praktikum : 25 %
Nilai Praktikum terdiri atas: Nilai ketrampilan,Responsi dan
laporan
PENGERTIAN PANGAN,KOMODITAS PANGAN
DAN TANAMAN PANGAN

 Pangan : Segala sesuatu yang bersumber dari


sumber hayati dan air
 Komoditas pangan : harus mengandung zat gizi yg
terdiri atas
karbohidrat,protein,lemak,vitamin,mineral yang
bermanfaat bagi pertumbuhan kesehatan manusia
 Tanaman pangan dalam arti sempit tan semusim) :
kelompok tanaman yang mengandung karbohidrat
dan protein
 Tanaman Pangan yg berumur tahunan : Sagu dan
Sukun
Jenis Tanaman Pangan dan Standar Keamanan
Pangan

 Serealia : Sekelompok Tanaman pangan yang


ditanam untuk dipanen bijinya sebagai sumber
karbohidrat
 Kacang : Memiliki kandungan protein dan lemak
yang tinggi
 Umbi : Organ tumbuh yg mengalami perubahan
ukuran dan bentuk akibat perubahan fungsi
 Standar keamanan pangan meliputi : GAP,GHP,dan
GMP
Penyebaran Tanaman dan Peluang Pasar

 Penyebaran : merata meskipun sentra beberapa jenis


tanaman pangan terdapat di daerah tertentu
 Peluang pasar : kebutuhan pangan akan selalu ada,
ketersediaan harus terjaga ,pada beberapa jenis
tanaman pangan import
 Kandungan gizi Tanaman Pangan : untk memenuhi
konsumsi energy masyarakat Indonesia diperoleh dari
tanaman pangan yg tergolong paling besar yaitu
karbohidrat dan protein
 Karbohidrat sumber utama energy bagi tubuh dan
protein berfungsi sbg zat pembangun dan juga sumber
energy setelah karbohidrat
Alasan Indonesia impor beras :

(i) Terjadi kenaikan harga beras eceran lebih dari 25 persen.


(ii) Produksi beras menurun akibat el-Nino
(iii) Cadangan beras pemerintah (CBP & stok Raskin) berkurang
(iv) Pengadaan BULOG tidak mencapai target. Semua indikasi itu
dikuatirkan mendorong pedagang untuk menaikan harga.

 Pemerintah akhirnya mengimpor 1-1,5 juta ton beras dari Thailand dan
Vietnam.

Impor beras medium untuk mengisi stok BULOG untuk stabilisasi harga dan
raskin.
Kementerian pertanian :

Produksi beras tahun 2015 meningkat nyata sekitar delapan juta ton,
mendasarkan pelaksanaan program upaya khusus (UPSUS) padi-jagung-
kedelai (PAJALE) di banyak wilayah di Indonesia.
Tabel 1. Produksi dan Impor Beras, 2010-2014

Tahun Produksi Produksi Impor Rasio


padi (ton) beras (ton) (ton) (%)

2010 66.469.394 41.729.486 686.108 1,6

2011 65.756.904 41.282.184 2.698.990 6,5

2012 69.056.126 43.353.436 1.927.563 4,4

2013 61.969.374 38.904.373 472.675 1,2

2014 70.607.231 44.327.220 815.307 1,8

Sumber: BPS (diolah)


Tabel 2. Produksi dan Impor jagung, 2010-2014

Tahun Produksi Impor Rasio


(ton) (ton)
2010 18.327.636 1.527.516 8,3
2011 17.643.250 2.889.174 16,4
2012 19.387.022 1.889.431 9,7
2013 18.511.853 3.255.437 17,6
2014 19.127.409 3.293.849 17,2
Impor kedelai dari 1,1 juta ton (2005)  5,8 juta ton
(2014) (Tabel 3).
Tabel. 3. Produksi dan Impor Kedelai, 2010-2014

Tahun Produksi Impor Rasio


(ton) (ton) (%)

2010 907.031 1.740.505 191,9


2011 851.286 1.911.987 224,6
2012 843.153 2.128.763 252,5
2013 776.992 1.810.083 233,0
2014 921.345 5.764.694 625,7
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERTUMBUHAN TANAMAN
 FAKTOR GENETIK
 FAKTOR IKLIM
 CH,SUHU,KELEMBABAN,Cahaya matahari,KUALITAS
ADMOSFER
 FAKTOR TANAH
 KESUBURAN TANAH DAN PENGAMBILAN UNSUR HARA

 FAKTOR BIOTIK
 TUMBUHAN DAN ORGANISME
 FAKTOR FISIOGRAFI
 GEOLOGI DAN TOPOGRAFI
 FAKTOR TEKNOLOGI
Proses Budidaya Tanaman

 Pengolahan Lahan: menyiapkan lahan sampai siap


ditanami
 Persiapan benih dan penanaman : memilih benih yang
baik dan pengaturan jarak tanam
 Pemupukan : bertujuan untuk memberikan nutrisi /hara
yg cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman
(tepat jenis,dosis,waktu aplikasi)
 Pemeliharaan: meliputi
penyiraman,penyulaman,pembumbunan
 Pengendalian OPT: disesuaikan dengan tingkat serangan
 Panen: tahap akhir dari budidaya tanaman
SIFAT-SIFAT UMUM KELOMPOK
TANAMAN SEREALIA
 Famili : Gramineae
 Hidup pada ketinggian sampai dengan 1300m dpl
 Termasuk tanaman monokotil,berakar serabut dan akar
adventif
 Batangnya silindris atau pipih,berisi atau berlubang
 Pada buku batang dpt tumbuh tunas anakan ,dan pada
pangkal batang
 Bunganya tersusun pada malai tidak bermahkota dan
kelopak
 Tanaman penghasil biji sumber karbohidrat sebagai
bahan makan
Morfologi Tanaman Padi
Penggolongan Padi
 PADI :Famili Graminae, Genus Oryza
 Berakar serabut,monokotil,batang silindris
berlubang,pada buku tumbuh tunas ,anakan tumbuh
pada pangkal batang,bunga tersusun pada malai
tidak bermahkota dan kelopak
 Menurut sifat morfologi ada dua yaitu cere dan bulu
 Menurut keadaan berasnya:ketan dan padi biasa
 Menurut cara budidayanya: padi sawah,padi
gogo,gogorancah,pasang surut
 Menurut umurnya :genjah,tengahan dan padi dalam
Varietas Unggul Baru Padi

 Inbrida padi rawa (INPARA) merupakan varietas


yang tahan rendaman/genangan
 Inbrida padi sawah irigasi (INPARI) rata-
potensi hasi 9 ton/ha
 Inbrida padi gogo (INPAGO) cocok di lahan
podsolid merah kuning dengan tingkat keracunan Al
sedang di ketinggian kurang dari 700 m dpl rata-2 .
5-7 ton/ha
 Silugonggo dan Situbagendit selain genjah juga
bisa ditanam di sawah dan padi gogo mudah
beradaptasi dengan cuaca ekstrim
TIPE TAJARWO

YANG DITERAPKAN PETANI

2:1 3:1 4:1

DAN TIPE LAINNYA


PERTUMBUHAN TANAMAN PADI

@Fase vegetatif cepat


@ Fase vegetatif Lambat
@ Fase reproduktif
@ Fase Pemasakan
 Fase Vegetatif Cepat
 Mulai dari pertumbuhan bibit sampai jumlah anakan
maksimum
 Jumlah anakan, tinggi tanaman, berat jerami terus bertambah
 Jumlah anakan maksimum dicapai pada minggu ke 6 atau ke 7
setelah tanam
 Fase vegetatif Lambat
 Mulai dari anakan maksimum sampai keluar primordia

 Tinggi dan berat jerami bertambah tetapi tidak secepat pada


fase vegetatif cepat
 Fase Reproduksi
 Mulai dari keluarnya primordia sampai berbunga

 Tinggi dan berat jerami bertambah dengan cepat


 Fase Pemasakan
 Mulai dari keluarnya bunga sampai saat panen

 Berat malai bertambah dengan cepat

 Berat Jerami menurun

 Fase Pemasakan
 Masak susu

 Masak Kuning

 Masak Penuh

 Masak Mati
System of rice intensification

 Prinsip-prinsip budidaya padi organik metode SRI


 Tanaman bibit muda berusia kurang lebih 14 hari setelah semai
(hss) ketika bibit masih berdaun 2-4 helai
 Bibit ditanam satu pohon perlubang dengan jarak 30 x 30, 35 x 35
atau lebih jarang
 Pindah tanam harus sesegera mungkin (kurang dari 30 menit) dan
harus hati-hati agar akar tidak putus dan ditanam dangkal
 Pemberian air maksimal 2 cm (macak-macak) dan periode tertentu
dikeringkan sampai pecah (Irigasi berselang/terputus)
 Penyiangan sejak awal sekitar 10 hari dan diulang 2-3 kali dengan
interval 10 hari
 Sedapat mungkin menggunakan pupuk organik (kompos atau
pupuk hijau)
 menurut Bp Dr. Ir Widodo prinsip dari metode SRI ini adalah
Akhir dari Pertanian adalah Awal dari Peternakan,,dan
Akhir dari Peternakan adalah Awal dari Pertanian"
 Keunggulan metode SRI
 Tanaman hemat air, Selama pertumbuhan dari mulai tanam sampai
panen memberikan air max 2 cm, paling baik macak-macak sekitar
5 mm dan ada periode pengeringan sampai tanah retak ( Irigasi
terputus)
 Hemat biaya, hanya butuh benih 5 kg/ha. Tidak memerlukan biaya
pencabutan bibit, tidak memerlukan biaya pindah bibit, tenaga
tanam kurang dll.
 Hemat waktu, ditanam bibit muda 5 - 12 hst, dan waktu panen akan
lebih awal
 Produksi meningkat, di beberapa tempat mencapai 11 ton/ha
 Ramah lingkungan, tidak menggunaan bahan kimia dan digantikan
dengan mempergunakan pupuk organik (kompos, kandang dan
Mikro-oragisme Lokal), begitu juga penggunaan pestisida.
Fase pertumbuhan tanaman padi
Anakan tanaman padi
TANAM PADI JAJAR LEGOWO
3. Disemaikan di Media Tanah Gembur dan Lembab
Tidak Tergenang
 Persemaian dengan nampan yang dilapisi daun pisang.

 Isi dengan tanah yang sudah dicampur dengan


pupuk organik ( Tanah : Bahan Organik = 1 : 1 )
 Taburkan benih ( 5 sendok makan )
 Tutup dengan tanah Tanah+
Bahan Organik/ abu dapur.
Model Persemaian Di Nampan/ Baki

BENIH DITABURKAN TUTUP DENGAN TANAH UMUR 3 HARI DARI KECAMBAH

UMUR 5 HARI DARI KECAMBAH UMUR 6 HARI DARI KECAMBAH UMUR 7 HARI DARI KECAMBAH
Penyiangan dilakukan 4 Kali

PENYIANGAN SELAIN DIMAKSUDKAN MEMBAKLIKAN RUMPUT JUGA


MEMBERIKAN KONDISI AERASI DI ZONA PERAKARAN LEBIH BAIK,
SEHINGGA ALIRAN ENERGI DAN DAUR MATERI BERJALAN MANTAP
SRI
(System of Rice Intensification)

CARA CARA BIASA CARA


Pengendalian Tikus

 Pengendalian Hama Tikus terpadu dengan :


 Tanam dan panen serentak
 Sanitasi Habitat
 Gropyokan masal
 TBS dan LTBS
 Fumigasi
 Pemanfaatan dengan musuh alami
 Teknologi setempat obor malam,bunyi-an
 rodentisida
Tanaman Jagung

Tahapan teknik budidaya nya


1. Varietas
2. Pengolahan tanah
3. Jarak Tanam
4. Pemupukan
5. Pengairan
6 .Pengendalian hama
7. Panen
Varietas Tanaman Jagung

Varietas jagung terbagi menjadi dua yaitu


 Bersari bebas dan Hibrida
 Bersari bebas diperoleh dengan seleksi massa
 Hibrida diperoleh dengan menyilangkan dua atau lebih
tetua yg memiliki sifat unggul
 VARIETAS UNGGUL yaitu: jagung hibrida dan jagung
bersari bebas . a.l.: Abimanyu, Arjuna, Bromo, Bastar
Kuning, Bima, Genjah Kertas, Harapan, Harapan Baru,
Hibrida C 1 (Hibrida Cargil 1), Hibrida IPB 4, Kalingga,
Kania Putih, Malin, Metro, Nakula, Pandu, Parikesit,
Permadi, Sadewa, Wiyasa, Bogor Composite-2.
JENIS JAGUNG

 JENIS JAGUNG MENURUT UMUR: Pendek 75-90


hari : Genjah Warangan, Genjah Kertas, Abimanyu
dan Arjuna. Sedang 90-120 hari : Hibrida C 1,
Hibrida CP 1 dan CPI 2, Hibrida IPB 4, Hibrida
Pioneer 2, Malin,Metro dan Pandu . P anjang: > 120
hari : Kania Putih, Bastar, Kuning, Bima dan
Harapan
 MENURUT BENTUK BIJI : Dent ; Flint Sweet ; Pop
; Flour ; Pod ; & Waxy
Jenis jagung menurut bentuknya

 Jagung Mutiara (Flint Corn)


 Tipe biji jagung berbentuk bulat licin, mengkilap dan keras. Pada bagian pati jagung keras terdapat pada bagian atas
biji. Dan pada saat memasak, bagian atas biji menjadi mengkerut bersama-sama sehingga permukaan biji bagian atas
licin dan bulat
 Jagung Gigi Kuda (Dent Corn)
 Bagian pati yang keras pada jagung ini berada dibagian sisi biji, sedangkan bagian pati yang lunak berada pada bagian
tengah sampai ujung biji. Tipe jagung gigi kuda ini bentuknya besar, pipih dan berlekuk.
 Jagung Manis (Sweet Corn)
 Biji jagung manis akan mengalami pengeriputan dan transparan setalah masak. Dan biji yang belum masak kaya akan
kandungan kadar gula lebih tinggi daripada pati. Sifat Jagung manis ditentukan oleh gen sugary yang resesif pada
jagung manis
 Jagung Pod
 Jagung Pod adalah jagung yang memiliki sifat paling primitif. Jagung ini biasanya terbungkus oleh glume atau kelobot
yang berukuran kecil. Karena sifatnya primitif, jagung ini tidak banyak dibudidayakan secara komersial sehingga
masyarakat tidak banyak mengenalnya
 Jagung Berondong (Pop Corn)
 Jenis jagung ini memiliki tipe biji yang berukuran kecil. Endospern biji pada jagung berondong ini mengandung pati
keras dengan proporsi lebih banyak daripada pati lunak. Saat jagung berondong ini di panaskan, maka uap akan masuk
dalam biji yang kemudian akan membesar dan pecah.
 Jagung Pulut (Waxy Corn)
 Jagung pulut adalah salah satu dari jenis-jenis jagung yang memiliki kandungan pati hampir 100% amilopektinnya.
Gen tunggal jagung pulut ini bersifat resesif epistasis yang terletak pada kromosom sembilan dan mempengaruhi
komposisi kimiawi pati, sehingga akumulasi amilosa pada jagung pulut sangat sedikit.
PENGOLAHAN TANAH

 Pengolahan tanah d ilakukan dengan membalik tanah dan di


gemburkan untuk memperbaiki aerasi . Dicangkul sedalam
15-20 cm , lalu diratakan. Tanah yang keras
dicangkul/dibajak lalu dihaluskan dan diratakan. Pengolahan
lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa sisa
tanaman sebelumnya. Bila perlu sisa tanaman dibakar,
abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian
pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak. Setiap 3
meter dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman.
Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm . Bila pH
kurang dari 5 , tanah harus dikapur . 1-3 ton tiap 2-3 tahun .
Kapur disebar merata atau pada barisan tanaman, sekitar 1
bln sebelum tanam. Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha
per musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman.
DOSIS PEMUPUKAN

 Dosis pupuk yang dibutuhkan sangat bergantung pada


kesuburan tanah dan diberikan secara bertahap. Anjuran
dosis rata-rata adalah : Urea=200-300 kg/ha, TSP=75-
100 kg/ha dan KCl=50-100 kg/ha . Adapun cara dan
dosis pemupukan untuk setiap hektar: Pemupukan
dasar: 1/3 bagian pupuk Urea dan 1 bagian pupuk TSP
diberikan saat tanam, 7 cm di parit kiri dan kanan lubang
tanam sedalam 5 cm lalu ditutup tanah; Susulan I: 1/3
bagian pupuk Urea ditambah 1/3 bagian pupuk KCl
diberikan setelah tanaman berumur 30 hari , 15 cm di
parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 10 cm lalu di
tutup tanah; Susulan II: 1/3 bagian pupuk Urea
diberikan saat tanaman berumur 45 hari .
PENANAMAN DAN JARAK TANAM

 WAKTU PENANAMAN Di lahan sawah irigasi , jagung


biasanya ditanam pada musim kemarau . Di sawah tadah
hujan , ditanam pada akhir musim hujan . Di lahan
kering ditanam pada awal musim hujan dan akhir musim
hujan .
 PEMBUATAN LUBANG TANAM Lubang tanam dengan
alat tugal . Kedalaman lubang 3-5 cm , dan tiap lubang
hanya diisi 1 butir benih. Jarak tanam u/ waktu panen >
100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40x100 cm
(2 tanaman /lubang). Panen 80-100 hari , jarak
tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang). Jarak tanam 75
x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman . Dapat juga
digunakan jarak tanam 75 x 50 cm , setiap lubang
ditanam dua tanaman
PANEN

 Hasil panen jagung dapat dibedakan dalam 4 tingkat: masak susu,


masak lunak, masak tua dan masak kering/masak mati. Ciri dan Umur
Panen Ciri jagung yang siap dipanen adalah: a) Umur panen adalah 86-
96 hari setelah tanam. b) Tongkol atau kelobot mulai mengering yang
ditandai dengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga. c) Biji
kering, keras, dan mengkilat , apabila ditekan tidak membekas. Jagung
untuk sayur (jagung muda) dipanen saat diameter tongkol baru
mencapai 1-2 cm . Jagung untuk direbus dan dibakar, dipanen ketika
matang susu. Tanda-tandanya kelobot masih hijau , dan bila biji dipijit
tidak terlalu keras serta akan keluar cairan putih . Jagung untuk
makanan pokok (beras jagung), pakan ternak, benih, tepung dan
berbagai keperluan lainnya dipanen jika sudah matang fisiologis .
Tanda-tandanya: sebagian besar daun dan kelobot telah menguning.
Tanaman Kacangan

 Famili : Leguminoseae,ada 3 sub family


Caesalpiniaceae,Mimosaceae dan Papilionaceae
 Penghasil Biji yg kaya protein nabati
 Batang tegak,membelit atau memanjat
 Berbunga kupu-2
 Akar tunggang membentuk akar lateral sekunder
 Daunnya bertangkai berselang seling,beranak daun tiga
atau menyirip
 Mampu bersimbiosis dng bakteri Rhizobium yg terdpt
pada bintil akar
 Sebagai penutup tanah dan pupuk hijau serta pakan
ternak
Kacang tanah
Fase Vegetatif Kacang Tanah
 Fase vegetatif pada tanaman kacangtanah dimulai
sejak perkecambahan hingga awal pembungaan yang
berkisar antara 26 hingga 31 hari setelah tanamdan
selebihnya adalah fase reproduktif.
 Fase vegetatif tersebut dibagi menjadi 3stadia yaitu :
a.perkecambahan,
b.pembukaan kotiledon
c. perkembangan daun bertangkai
empat(tetrafoliate).
Fase reproduksi

 Penandaan fase reproduktif didasarkan atas adanya


bunga, buah dan biji.Trustinah (1986) membagi fase
reproduktif kacang tanah menjadi 9 stadia yaitu:
mulai berbunga (R1), pembentukan gynophore(R2),
pembentukan polong (R3), polong penuh/maksimal
(R4), pembentukan biji(R5), biji penuh (R6), biji
mulai masak (R7),masak panen (R8) dan polong
(R9).
Identifikasi kendala hasil

 Masing-2 daerah berbeda


 Di lahan subur pengendalian penyakit daun lebih
intensif
 Di tanah vertisol atau regosol faktor kekurangan
hara kalium sering menurunkan hasil
 Drainase jelek, tanah padat
 Tanaman mengalami kekeringan pada akhir musim
kemarau
Pola tanam

 Pada tanah sawah kc ditanam pada musim kemarau


I(Maret/April-Juni Juli),KemarauII(Juni/Juli-
Sept/Oktober),musim hjan (Nov/Des-Feb/Maret)
sepanjang tahun
 Pergiliran tanaman sangat dianjurkan karena dapat
meningkatkan efisiensi pemupukan,mengurangi
kehilangan hasil krn hama penyakit dan dapat
mengurangi pertumbuhan gulma
 Pola pergiliran : Tnh sawah, Padi-padi- kcng tnh
 Padi-kcn tnh-kcng hijau ,Tnh tegal :Ubi kayu-jagng-kcng
tnh,Jagng-kcng tnh-kcng hijau ,kedelai-kcng tanah
Pembintilan dan Penambatan N pada tanaman
Kcng Tanah

 Salah satu usaha meningkatan penambatan nitrogen


secara hayati adalah dengan inokulasi rhizobium
 Manfaat inokulasi : menyediakan N,meningkatkan
hasil terutama tanaman yg kandungan N nya
rendah,memperbaiki kualitas protein
 Hal-hal yg perlu diperhatikan : kondisi
tanah,Kualitas Inokulasi, metode inokulasi
 Faktor yg mempengaruhi pembintilan dan
penambatan N2 adalah Rhizobiumnya,Tanaman
legum dan lingkungannya
Proses pembintilan
Tanaman Koro Pedang (Canavalia enformis)

Koro pedang tegak Canavalia ensiformis


(Jackbean)

Koro pedang merambat Canavalia gladiata


(Swordbean)
KANDUNGAN NUTRISI
 koro pedang yang tumbuh merambat (climbing) dan
berbiji merah (Canavalia gladiata ) dan koro
pedang tumbuh tegak dan berbiji putih (Canavalia
ensiformis L.). Tipe merambat (Canavalia gladiata)
dikenal denagn Swordbean tersebar di Asia
Tenggara, India, Myanmar, Ceylon dan negara-
negara Asia Timur.
 Koro pedang tipe tegak/perdu, polongnya dapat
menyentuh permukaan tanah sehingga disebut Koro
Dongkrak (Jackbean)
PENYIAPAN LAHAN DAN TANAM

 Penyiapan Lahan:
 Penyiapan lahan untuk koro pedang tipe tegak di lahan kering
dapat dilakukan sebagaimana tanaman kacang-kacangan,
seperti kedelai atau kacang tanah., Sedangkan untuk koro
pedang tipe menjalar tidak perlu penyiapan lahan secara
khusus, karena biasa ditanam secara tumpanmg sari dengan
tanaman keras sebagari rambatan
 Tanam:
 Untuk tanaman koro tipe tegak, biji ditanam secara berbaris
dengan jarak tanam 60 cm -100 cm antara baris dan 40 cm-
50 cm di dalam baris Tanaman akan tumbuh cepat,, 6 minggu
setelah tanam tanah sudah tertutup rapat
WAKTU TANAM DAN PEMUPUKAN

 Waktu Tanam:
 Waktu penanaman yang paling tepat adalah pada akhir
musim hujan sekitar bulan Maret di lahan tegal karena untuk
pertumbuhan awal tanaman masih cukup air untuk
pertumbuhan membentuk percabangan yang rimbun. Pada
saat berbunga, pengisian polong dan pemasakan, keadaan
cuaca dalam kondisi kering, sehingga pada bulan Agustus –
September dapat mempercepat proses pemasakan biji.
 Pemupukan:
 Pemupukan tergantung dari tingkat kesuburan tanah dan
tingkat hasil yang ingin dicapai
 dosis pupuk yg sering digunakan : 50 kg Urea, 100 kg SP 36
dan 75 kg KCl
PANEN DAN HASIL

 Panen
 Tanaman koro pedang tipe tegak dapat dipanen pada umur 4-
6 bulan/9-12 bulan yang ditandai oleh polong tua yang
berwarna kuning jerami. Panen dapat dilakukan sekali atau
dua kali, sebab polong tidak mudah pecah.
 Sedangkan tanaman koro tipe merambat dapat dipanen pada
umur 12-15 bulan.
 Hasil
 Hasil biji koro tergantung dari populasi tanaman, varietas dan
teknik produksi.
 Hasil biji tertinggi dilaporkan mencapai 4,6 ton biji kering,
namun hasil biji koro di tingkat petani yang ditanam tidak
teratur dilaporkan mencapai 0,7-1,0 t/ha dan ukuran biji 40-
60 kg/100 biji.
KACANG HIJAU
MORFOLOGI DAN SYARAT TUMBUH

 Famili leguminosae
 Batang kecil berbulu warna hijau kecoklatan
 Tinggi 30-110 cm
 Akar bercabang banyak dan membentuk bintil
 Bunga sempurna, berbentuk kupu-2
Syarat Tumbuh
 Dataran rendah s.d 500 m dpl
 CH,50-200 mm/bulan,suhu 25-27 oC
 Tanah liat berlempung,pH 5,8-6,5
VARIETAS DAN PENGOLAHAN TANAH

Varietas
Benih : gunakan varietas unggul : murai, perkutut,
kenari, sriti, fore belu
Pengelolaan tanah
 a. pada lahan sawah bekas tanaman padi tidak
dilakukan oleh tanah (TOT)
 b. pada tanah bertekstur ringan tidak perlu
dilakukan pengolahan tanah
Kebutuhan benih dan Penanaman

 B= L/d1.d2 x S/1000 x n
 Kebutuhan benih dipengaruhi oleh berat 1000
biji,banyak benih perlubang dan daya
tumbuh,musim tanam dan varietas dan cara tanam
 Perhektar berkisar 15-60 kg/ha
 Penanaman; di tegalan ditanam awal sampai akhir
musim penghujan, di tanah sawah pada musim
kemarau
 Sebelum ditanam diinokulasi dulu benihnya
PEMUPUKAN

 Pemupukan
 a. Pada lahan sawah bekas tanaman padi tidak perlu
dilakukan pemupukan.25kg urea,32kgTSP,25kg KCl
 b. Pada tanah yang kurang subur dilakukan
pemupukan 45 kg urea + 45-90 kg TSP + 50 kg
KCL/ha
 c. Bila ada, tambahkan pupuk organik, seperti pupuk
kompos dan pupuk kandang.
POLA TANAM

 Pola tanam satu tahun pada lahan sawah atau lahan


kering tadah hujan:
 Padi gora-kacang hijau
 Padi gora-jagung+kacang hijau
 Pola tanam semusim baik pada lahan sawah maupun
lahan kering tadah hujan adalah tumpangsari:
 Jagung dengan kacang hijaudan tanaman sisipan kacang
tunggak (jagung 75x40cm dan kcnghijau 40x10cm)
 Kacang hijau ditumpangsarikan dengan ubi kayu,
jagung+Kacang hijau
Proses Infeksi dan pembentukan bintil

 Infeksi :ada 4 tahap yaitu kolonisasi rhizobia di daerah


rhizofir,penempelan di permukaan akardan percabangan
rambut akar dan pembengkokan rambut akar
 Perkembangan dan Struktur bintil akar
 Bakteri masuk ke dalam akar menempati ruang diantara
dinding rambut akar dng epidermal dengan sel-sel
kortek
 Membentuk zone infeksi interseluler, memperbanyak
diri terjadi perkembangan bintil berkali kali membelah
setelah berhenti membelah bkteri berubah menjadi
bentuk bakteroid perubahan ini menghasilkan sistem
enzim yang diperlukan untuk menambat nitrogen
BUDIDAYA KEDELAI
•Kendala-kendala yang dihadapi budidaya kedelai

• Penurunan produktivitas kedelai Hama dan


penyakit tanaman

• Penggunaan pestisida sintetik menjadi pilihan


utama bagi petani  berdampak negatif baik
terhadap lingkungan umum, pertanian maupun
manusia

• Inovasi teknologi pengendalian yang ramah


lingkungan dalam pengendalian OPT
Pengendalian berbasis PHT  mencukupi
kebutuhan kedelai dalam negeri dan dapat
mencapai target swasembada kedelai kedelai
pada tahun 2014.
PENANAMAN
Benih kedelai ditanam dengan tugal. Pada
kondisi musim kemarau, sebaiknya lubang
tanam lebih dalam untuk menghindari
kekeringan, sedangkan pada musim hujan
lubang tanam sebaiknya lebih dangkal untuk
menghindari pembusukan akar akibat tanah
becek.
MODEL SALURAN AIR

Tanah bekas penanaman padi tidak perlu diolah (tanpa olah tanah =
TOT), namun jerami padi perlu dipotong pendek. Untuk
memberantas gulma perlu disemprot dengan herbisida kontak atau
sistemik.
Saluran drainase/irigasi dibuat dengan kedalaman 25-30 cm dan
lebar 20 cm setiap 3-4 m. Saluran ini berfungsi mengurangi
kelebihan air bila lahan terlalu becek, dan sebagai saluran irigasi
pada saat tanaman perlu tambahan air.
 Latar Belakang (Lanjutan)

• Penurunan produktivitas kedelai Hama dan penyakit tanaman

• Penggunaan pestisida sintetik menjadi pilihan utama bagi


petani  berdampak negatif baik terhadap lingkungan umum,
pertanian maupun manusia

• Inovasi teknologi pengendalian yang ramah lingkungan dalam


pengendalian OPT Pengendalian berbasis PHT  mencukupi
kebutuhan kedelai dalam negeri dan dapat mencapai target
swasembada kedelai pada tahun 2014.
Tanaman Ubi

 Mampu beradaptasi dengan tanah marjinal, tumbuh


baik di daerah tropic dataran rendah yg lembab
 Batangnya tumbuh tegak berbentuk pohon kecil,
daun majemuk dan bertangkai
 Ketinggian tempat sampai 1500 m dpl hujan 760-
1000 mm
 Hasilnya berupa umbi akar kandungan karbohidrat
tinggi sbg bahan mkan
UBI Jalar

 Tanaman ubi jalar dapat diperbanyak secara generatif dengan biji


dan secara vegetatif berupa stek batang atau stek pucuk.
Perbanyakan tanaman secara generatif hanya dilakukan pada skala
penelitian untuk menghasilkan varietas baru.
 Persyaratan Bibit
 Bahan tanaman (bibit) berupa stek pucuk atau stek batang harus
memenuhi syarat sebagai berikut:
 Bahan tanaman berumur 2 bulan atau lebih.
 Bahan tanaman (stek) dapat berasal dari tanaman produksi dan
dari tunas-tunas ubi yang secara khusus disemai atau melalui
proses penunasan.
 Perbanyakan tanaman dengan stek batang atau stek pucuk secara
terus-menerus cenderung menurunkan hasil pada generasi-generasi
berikutnya. Oleh karena itu, setelah 3-5 generasi perbanyakan harus
diperbaharui dengan cara menanam atau menunaskan umbi untuk
bahan perbanyakan.
Bibit

 Penyiapan Bibit
 Pilih tanaman ubi jalar yang sudah berumur 2 bulan atau
lebih, pertumbuhannya sehat dan normal tidak terlalu
subur.
 Stek dipotong sepanjang 25-30 cm atau 3-4 ruas, diambil
dari ujung batang atau cabang dan maksimal 3 stek
untuk setiap cabang atau batang bagian tanaman bibit,
pemotongan menggunakan pisau yang tajam, dan
dilakukan pada pagi
 Setelah dipotong, bibit direndam dalam larutan
fungisida dengan konsentrasi 2 g/L larutan selama 5
menit
Penyetekan
UBI KAYU
Syarat Tumbuh

 Iklim:

 Curah hujan : 750 -1.000 mm/thn

 Tinggi tempat : 0 -1.500 m dpl

 Suhu : 25 derajat - 28 derajat Celsius

 Tanah:

 Tekstur : berpasir hingga liat, tumbuh baik pada tanah lempung

 berpasir yang cukup hara

 Struktur : gembur

 pH Tanah : 4,5 - 8 , optimal 5,8


PERSIAPAN BIBIT

 Tanaman ubi kayu dibudidayakan dengan menggunakan stek


batang.
 Teknik pengambilan stek:
1. Stek diambil dari batang bagian tengah tanaman ubi kayu yang
berumur 8-12 bulan.
2. Batang dapat digunakan sebagai stek apabila masa
penyimpanannya kurang dari 30 hari setelah panen.
3. Penyimpanan stek yang baik adalah dengan cara posisi batang
tegak, disimpan di bawah naungan. Panjang stek optimum adalah
20-25 cm, dengan jumlah mata tunas paling sedikit 10 mata.
4. Sebelum tanam, stek dapat diperlakukan dengan insektisida dan
fungisida untuk mencegah serangan hama dan penyakit .
Syarat bibit dan Jarak tanam

 1. Produksi Tinggi
 2. Kadar tepung tinggi
 3. Umur genjah ( 7 - 9 bulan )
 4. Rasa enak
 5. Tahan terhadap Hama dan Penyakit
Jarak tanam tanaman ubi kayu secara monokultur:
100 x 100 ; 100 x 60 ; 100 x 40.
 Jarak tanam tanaman ubi kayu secara tumpang sari:
 1. Ubi kayu dengan kacang tanah 200 x 60 cm.
 2.Ubi kayu dengan jagung 100 x 60 cm.
POLA TANAM

- Pola monokultur
- Pola tumpangsari

Pemupukan
 Untuk pola tanam monokultur, pupuk yang dianjurkan
adalah 200 kg Urea + 100 kg KCl + 100 kg SP-36/ha.
 Untuk pola tanam tumpangsari, dosis pupuk yang dianjurkan
berbeda, yaitu:
 Ubi kayu : 200 kg Urea/ha + 100 kg SP36/ha + 100 kg KCl/ha
Jagung : 300 kg Urea/ha + 100 kg SP36/ha + 100 kg KCl/ha
Kacang tanah, kedelai, kacang hijau: Acuan dosis pemupukan
seperti pada budidaya monokultur (50 kg urea, 100 kg SP36,
50 kg KCl per ha).
Sistem tanam double row
VARIETAS UNGGUL

 Gunakan varietas unggul yang mempunyai potensi


hasil tinggi, disukai
 konsumen, dan sesuai untuk daerah penanaman.
Sebaiknya varietas unggul yang
 dibudidayakan memiliki sifat toleran kekeringan,
toleran lahan pH rendah dan/atau
 tinggi, toleran keracunan Al, dan efektif
memanfaatkan hara P yang terikat oleh Al dan
 Ca, seperti: varietas Adira-4, Malang-6, UJ3, dan
UJ5.
Untuk Tapioka

 Jika produksi ubikayu ubikayu ditujukan untuk


bahan baku industri tapioka atau
 tepung/serbuk ubikayu atau dikonsumsi langsung
dalam bentuk ubikayu goreng atau
 rebus, disarankan menggunakan varietas unggul
yang dilepas tahun 1978 yang memiliki
 rasa enak dan kualitas rebus yang baik, seperti:
Adira-1, Malang-1, dan Darul Hidayah.
UNTUK BIOETHANOL

 Jika produksi ubikayu ditujukan untuk bahan baku


bioethanol, harus memenuhi
 kriteria, yaitu: (1) berkadar pati tinggi; (2) Potensi
hasil tinggi; (3) Tahan cekaman biotik
 dan abiotik; dan (4) Fleksibel dalam usahatani dan
umur panen. Dari 16 varietas unggul
 ubikayu yang telah dilepas Departemen Pertanian
hingga saat ini, Adira-4, Malang-6,
 UJ-3, dan UJ-5 memiliki karakter yang sesuai
dengan kriteria tersebut.
BIBIT

PAPAN
PARTIKEL

BATANG KERAJINAN

BRIKET

ARANG

MAKANAN

DAUN FARMASI

UBI PAKAN
KAYU TERNAK

BIJI MINYAK

PAKAN
KULIT TERNAK GLUKOSA

TAPIOKA FRUKTOSA
PEARL
ALKOHOL
DEKSTRIN
TAPIOKA ASAM
MALTOSA ORGANIK
UMBI
PEREKAT SORBITOL

SENYAWA
KIMIA LAIN
BAHAN MAKANAN
GAPLEK
PELLET PAKAN
DAGING TERNAK

TEPUNG UBI KAYU BAHAN MAKANAN

PAKAN
TERNAK
ONGGOK
ASAM/Ca
SITRAT
MAKANAN RINGAN
TALAS
TALAS
Sistematika

 Famili Araceae
 Genus Colocasia dan Xanthosoma
 Colocasia ada dua tipe : Dasheen dan Eddoe
 Dasheen : Subang pusatnya besar dan dikelilingi
umbi-umbi kecil
 Eddoe: Subang pusatnya kecil dan dikelilingi umbi
besar
 Tipe eddoe lebih toleran kekeringan
Morfologi tanaman

 Talas (Colocasia esculenta L. Schoot)


 1 Ciri-Ciri
 • Umbinya berbentuk silinder sampai agak membulat
dengan diameter ±10cm berat 4kg daunya seperti perisai
tinggi tanaman 1m,bunga terpisah bunga jantan di atas
sedang bunga betina di bawah
 • Kulit kemerahan dan kasar karena terdapat bekas
pertumbuhan akar. Warna daging umbi putih keruh
 Jenis Talas Belitung (Xanthosoma sagitifolium),talas
bogor,talas sutera, talas bentul dan talas ketan
 Merupakan tumbuhan menahun yang memiliki umbi
batang maupu batang palsu yang sebenarnya adalah
tangkai daun
Syarat Tumbuh dan syarat BIBIT

Ketinggian : dataran rendah hingg 1.300 m dpl


Tanah gembur kaya bahan organik pH 5,5-6,5
Tanaman tlah berumur 5-7 bulan
Bibit diperoleh dari anakan yg kedua yg baik
Turus kedua dan kettiga ,kalau berasal dr umbi dr
umbi yg dekat dengan titik tumbuh diiris dan
ditinggalkan satu mata bakal tunas
Jarak antar tanaman berkisar 40-50cm
BUDIDAYA TALAS
SISTEM TUMPANG GILIR (panen berganda)

 Multiple cropping: usaha pertanian untuk


mendapatkan hasil panenan lebih dari satu kali dari
satu jenis atau beberapa jenis tanaman dalam
setahun pada lahan yang sama
 Cropping pattern: Jenis dan tata urutan tanaman
yang diusahakan pada sebidang lahan tertentu
selama satu jangka waktu
 Cropping system adalah cropping pattern yg
hubungannya dng sumber daya dan usaha tani
 Meliputi : Monokulture, Strip cropping, conture
cropping,mixed farming dan multiple cropping
TUMPANG GILIR

 Tumpang gilir adalah budidaya tanaman dalam setahun


atau lebih yang terdiri dari beberapa kali bertanam satu
atau beberapa jenis tanaman secara bergiliran atau
secara bertumpangan atau bersisipkam dengan tujuan
meningkatkan produksi pertanian
 Tumpang gilir adalah dalam satu lahan selama satu
tahun terjadi panen lebih dari satu kali pada lahan yang
sama.
 Tumpang gilir berasal dari dua kata yaitu sistem
Tumpang sari dan sistem Pergiliran Tanaman
 Tumpang sari adalah penanaman dua jenis tanaman atau
lebih ditanam pada sebidang lahan
Tujuan dan keuntungan Tumpang gilir

 Frekwensi panen / pendapatan petani meningkat


 Mengurangi kegagalan panen
 Memperbaiki kesubursn tanah dan adanya stabilitas
biologis
 Adanya pengolahan tanah minimal
 Mengurangi erosi
Bentuk-bentuk Tumpang gilir

 Tanaman Campuran ( mixed cropping)


 Tumpang sari seumur (inter cropping)
 Tumpang sari berbeda umur (Inter planting)
 Tanaman sela (inter culture)
 Tanaman beruntun (sequential planting)
 Tanaman sisipan ( relay planting)
KODE DAN CARA PENULISAN TUMPANG
GILIR
Tumpang sari ditulis dengan kode ( ....../......) artinya 2
jenis tanaman jika tumpang sari 3 jenis tanaman
maka ditulis (..../...../......)
Bersisipan ditulis dengan kode (....+....), artinya
tanaman yg dimuka disisipi dengan tanaman yg
dibelakangnya
Bila pertanaman tumpangsari disisipi dengan
pertanaman tumpang sari maka ditulis
(..../....)+(..../....)
Bergiliran ditulis dengan ( ....-....) artinya tanaman
dimuka digilir oleh tanaman berikutnya
RASIO SETARA TANAH
(LAND EQUIVALEN RATIO)
 Pertanaman tumpangsari dapat dinilai produktivitas
tanahnya yang meningkat bila dibanding dengan
pertanaman monokulture dengan besaran rasio
setara tanah
 Untuk menghasilkan jagung 3000 kg dan 900 kg
kacang hijau dibutuhkan tanah seluas 1 Ha bila
ditanam secara tumpang sari, sedangkan secara
monokultur tanaman jagung menghasilkan 4000
kg/Ha dan Kacang hijau 1200 kg/Ha maka
 RST = 3000/4000+900/1200 = 1,5
INDEK TUMPANG GILIR

 Untuk menampung pengaruh


tumpangsari,bersisipan dan bergiliran sekaligus
terhadap penggunaan lahan oleh masing-masing
jenis tanaman dalam pola tanam tumpang gilir
maka dipakai kisaran indeks tumpanggilir
 Indeks tumpanggilir adalah jumlah luas masing
masing jenis tanaman dalam pola tanam tumpang
gilir kali 100 dibagi luas lahan
PENAFSIRAN HASIL SECARA UBINAN

 Ukur lokasi untuk ubinan misal: panjang 2,5 m dan


lebar 2,5 m lalu beri ajer atau tanda (dua lokasi)
 Panen untuk lokasi tersebut masing-masing dan
bersihkan pisahkan dari tajuknya lalu timbang
misal lokas A ; 2 kg dan lokasi B: 3 kg
 Jumlah hsl timbangan tersebut kemudian dibagi 2
 (2 kg+3kg):2=2,5 kg karena jarak ubinannya 2,5 m x
2,5 m maka luas ubinannya ada 6,25 m2
 Rumus ubinan = hsl ratax 10.000m2/luas ubinan
 2,5 kgx1600=4000 kg/ha atau 4 ton/ha biji